XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 59



Ling Chu Yuan membawakan buka kuno dengan hati - hati di bantu seorang pelayan Pavilium Linggar kehadapan Wanita Bungkuk yang tak lain Xiao Yue.


"Ini buku kuno Anda, pembayaran bisa langsung di lakukan sekarang," Ucap Ling Chu Yuan.


Wanita Bungkuk memberikan sebuah cincin dimensi kepada Ling Chu Yuan. "Ini pembayaran atas buku kuno, silakan kamu hitung?"


Ling Chu Yuan menyuruh pelayan yang ikut bersamanya untuk menghitung koin emas dari Wanita Bungkuk. Tak berapa lama akhirnya pengitungan selesai.


"Nona... Ini ada kelebihan koin emas sebanyak dua ratus koin." Pelayan itu memberi tahu Ling Chu Yuan dan menyerahkan uang pembayaran sebesar 7 juta dan sisa kelebihan dua ratus koin emas kepada Wanita Bungkuk.


"Itu tips buat kamu, terimalah!" Wanita Bungkuk menolak uang kembalian.


Xiao Yue langsung memasukkan buku kuno ke Gelang Semesta tapi seolah - olah masuk dalam cincin dimensinya.



GELANG SEMESTA


Ketika dia memegang buku kuno tadi, dia sedikit kaget karena tulisan sampulnya mirip dengan tulisan sebuah buku yang ada di perpustakaan Gelang Semesta.


Setelah mendapatkan buku kuno Xiao Yue langsung pergi, dia mencari tempat sepi dan yang tidak ada orang. Setelah menemukannya dia melepas penyamarannya kemudian kembali ke tempat duduknya disisi Xiao Yubi.


"Apakah lelang sesii dua akan segera di mulai," tanya Xiao Yue pada temannya.


"Aku rasa iya... Tapi...! Apa tidak sebaiknya kita kembali ke Pavilium Losmenling. Kita pergi dari pagi dan sekarang hari sudah malam. Aku kwatir Panutua mencari Kita!" Ucap Xiao Yubi.


"Aih, kemungkinan besar iya! Kita kan besok tanding! Jelas beliau menyuruh kita istirahat! Biar esok kondisi kita fit." Komentar Xiao Yue.


"Ooh...! Ayo jangan buang waktu lagi. kita kembali sekarang!" Xiao Yubi langsung berdiri dan menarik Xiao Yue meninggalkan lantai satu pavilium Linggar langkanya sedikit tergesah - gesah. " Yang aku kwatirkan itu adalah Panutua murka pada kita! Seharusnya lebih fokus pada turnamen."


**********


Pavilium Losmenling


"Apa kedua gadis itu sudah kembali! " Tanya Panutua 5 kepada tiga pemuda yang berada di depannya.


"Keduanya belum kembali! Mungkin sebentar lagi Pànutua!" Ucap Xiao Qing menjawab.


"Keterlaluan mereka! Di ijinkan untuk refresing melepas ketegangan jiwa agar tidak tegang nanti saat pertandingan, malah tak bertanggung jawab seperti ini," Panutua 2 murka.


"Namanya aja perempuan kalau berbelanja biasa Panutua lupa akan waktu?" Xiao Hangbi berkata.


"Saya yakin mereka tidak kenapa- napa! Mereka pasti mampu menjaga diri?" Ucap Xiao Low.


"Maaf kami datang terlambat," Kedua gadis itu mengepalkan tinju di depan dada.


"Kami baru usai menghadiri lelang Pavilium Linggar. Karena kami penasaran seperti apa lelang itu! Kami ingin menambah wawasan dan pengalaman!" Ucap Xiao Yue memberikan alasannya sampai lupa waktu.


" Kalian baru dari lelang? Oh.. Kalian kan bisa mengabari memakai lencana jiwa! Dengan jarak yang tak sampai puluhan km² salah satu kami akan dengar! Kami tidak akan kwatir seperti!" Kata panutua.


"Maaf Panutua! Tapi aku tak memiki lencana Jiwa! Bagaimana denganmu saudari Xiao Yubi apakah memilikinya?" Tanya Xiao Yue pada teman timnya.


"Aku pun tidak memikinya! Kalau punya aku jelas mengajak mereka juga ikut ke pelelangan." Ucap Xiao Yubi.


"Xiao Qing kan dari salah satu keluarga kaya raya Klan Xiao, jelas dia bawa bawa koin emas banyak buat bekal turnamen ini! Dia pasti bisa bersaing mendapatkan pedang kelas surga tadi!" ungkap Xiao Yubi.


" Pedang kelas surga?" Tanya kelima orang tersebut bersamaan.


"Iya ...Pedang Badai Angin itu namanya! Dan terjual sekitar 10 juta koin emas," ungkap Xiao Yue.


"Emm 10 juta memang harga yang sesuai untuk pedang hebat!" Ucap Panutua 2.


"Jadi kalian pulang setelah lelang selesai, baiklah sekarang kalian semua istirahatlah besok tunjukkan kebolehan kalian!" Ucap Panutua 5.


"Lelang belom usai saat kami kembali! Bakal di lanjut ke sesi 2!" ungkap Xiao Yue sambil berjalan ke tangga menuju kamarnya.


Begitu berada dalam kamar segera saja Xiao Yue masuk Ruang Gelang Semasta. Dia mau ke perpustakaan mau mempelajari buku kuno yang baru aja dia dapatkan.


Sekarang kedua buku ada dihadapannya. Dan ternyata benar tulisan itu sama. Untungnya dia sudah mempelajari sedikit tulisan itu.


"Jadi ini buku segel pantas aja ada medan kekuatan melindungin buku ini! Aku harus bisa mengurainya sedikit demi sedikit kekuatan yang melindungi buku".


" Apakah perlu buku ini di tetesin darah sama seperti pedang dewa! Apa salahnya di coba." ucap Xiao Yue dalam hati.


Sebelum meneteskan darahnya pada buku. Xiao Yue membuat Array pertahanan untuk melindungin tubuhnya.


*******


Jangan lupa mampir karya terbaruku yang berjudul LING LING


ini kovernya👇