XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 82



Tidak ada satu pun yang menanggapi apa yang di ucapkan oleh Xiao Yue, yang mereka lakukan masih sama memandangnya dengan intens.


"Idih.... Dari tadi ngoceh sendiri yang lain jadi patung! Aih... Kalau marah ya marah lah! Jangan diem aja? Aku tahu aku salah? Maaaf! Maaaf! Maaf!" ucap Xiao Yue pada anggota Klan Xiao.


Terdengar suara Panglima kerajaan yang di keraskan sedang mengumumkan pemenang laga tanding. " pemenang arena 1 yaitu nomer 33, arena laga 2 pemenangnya nomer 35, arena 3 yaitu nomer 37 , arena 4 juaranya nomer 39, arena 5 juaranya nomer 41, arena 6 pemenangnya nomer 43, arena 7 pemenngnya nomer 45 dan arena 8 juranya nomer 47. Kami selaku panitia mengucapkan selamat. Dan kalian melaju ke babak sekanjutnya."


"Selamat Saudari Xiao Yue, dirimu maju babak selanjutnya! Pertarunganmu tadi sungguh luar biasa! Aku sampai ikut juga merasakan ketegangannya?" ucap Xiao Yubi kepada Xiao Yue sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.


"Terima kasih saudari Xiao Yubi! Bisa maju ke putaran selanjutnya ini memang harapanku! Lawanku tadi memang hebat sekali aku harus mengeluarkan semua kemampuan dan keahlianku! Aku sangat beruntung bisa mengalahkannya!" ucap Xiao Yue.


"Wah... Saudari! Kau sekarang memiliki fans dan penggemar yang mendukungmu. Bukan hanya dari kami Klan Xiao tapi para penonton yang hadir di Pavilium Gun Ling ini, Kau mampu mencuri perhatian mereka? Kau salah satu yang di idolakan menjadi pemenang Turnamen Lingcup ini!" ucap Xiao Low antusias.


"Kamu, bagaimana bisa acara sepenting ini sampai bisa datang telat? Hampir saja dirimu didiskualifikasi. Kau tidak boleh teledor lagi! Xiao Yue jaga kedisiplinanmu!" ucap Panutua 2.


"Eh.... Hehe Maaf! Bukannya di sengaja tapi besok di usahakan tidak terulang lagi," ucap Xiao Yue sambil cengar - cengir.


"Jangan sampai terulang! Awas kalau sampai terulang? Apa kamu tidak sadar telah membuat kami semua tadi panik dan tegang, dirimu tidak muncul- muncul juga?" ucap Panutua 5 memberi teguran kepada Xiao Yue.


" Aku telat karena harus menolong Xiao Ling dan kakak sepupu. Tidak mungkin aku membiarkan mereka dalam keadaan bertarung antara hidup dan mati. Aku telat karena berhasil menyelamatkan nyawa mereka. Andai tadi di diskualifikasi aku pun tidak menyesal. Karena bagiku keluarga juga penting. Salah satu alasan aku harus kuat, hebat , berilmu tinggi adalah untuk bisa melindungi keluargaku." Pikiran Xiao Yue.


"MAAF! MAAF!" ucap Xiao Yue kepada semua anggota Klan Xiao dengan menangkupkan tangan di dadanya.


Beberapa saat kemudian terdengar lagi suara Panglima Kerajaan mengumumkan siapa saja yang berlaga. "Peserta dengan nomer 49 dan 50 tanding di arena1, nomer 51 dan 52 tanding arena 2, nomer 53 dan 54 tanding di arena 3, nomer 55 dan 56 tanding di aren 4, nomer 57 dan 58 tanding arena 5, nomer 59 dan 60 tanding arena 6 , **** 61 dan 62 arena tanding 7 dan nomer 63 dan 64 arena tanding 8."


Xiao Low langsung melompat begitu nomernya di sebutkan dan meninggalkan semua anggota Klan Xiao yang memandangnya.


WHUUUS WHUUS


Dia mendarat dipanggung arena bersamaan dengan lawan tandingnya itu. Wasit langsung saja memasang Array dipanggung.


Xiao Low menangkupkan tangannya didada untuk menghornati lawan tandingnya. "Kenalkan Aku Xiao Low dari Klan Xiao ingin menjajal kemampuan saudara?"


Dengan senyum mengejek pemuda itupun menangkupkan tinjunya didada. "Aku Ye Chukiang dari Klan Ye, salam kenal!"


Ye Chukiang sama sekali tidak memandang Xiao Low. Ye Chukiang menganggap Xiao Low tidak layak dan pantas menjadi lawan tandingnya.


Xiao Low yang menyadari dianggap sebelah mata oleh Ye chukiang semakin bersemangat karena dengan begitu lawannya tidak akan memiliki kewaspadaan dan itu justru akan sangat mengentungkan dirinya.


Ye Chukiang menghindar dengan melompat kesamping tapi belum sampai kakinya mendarat di tanah sebuah tendangan keras dan penuh tenaga Mana mengenai pinggulnya. Ye Chukiang di kirim terbang ke Array yang di buat oleh Wasit pertandingan hingga berbenturan.


BRAAAK BRUUK


Ye Chukiang masih beruntung tidak langsung terkirim keluar arena karena setelah berbenturan tubuhnya terpental terlentang di arena tanding. Sebuah kecerobohan yang hampir saja merugikan dirinya.


Anggota Klan Ye yang melihat langsung tegang dan panik. Karena Ye Chukiang telah membuat kesalahan fatal meremahkan lawan. Badahal untuk sampai sini dan menjadi perwakilan Klannya tidak ada yang kemampuanya rendah.


Sekarang Ye Chukiang melompat bangun dan memuntahkan seteguk darah segar. Dia mulai waspada terhadap lawannya. Di hapusnya darah sisa yang ada di bibirnya dengan telapak tangannya.


"Ternyata kau cukup hebat, aku hampir aja kecolongan tiket putaran kedua! Tapi itu tidak akan terulang lagi? " ucap Ye Cukiang pada Xiao Low.


" Sayang sekali.... Seharusnya tadi satu serangan sudah bisa membuat diriku lolos putaran kedua! Hehe... Tidak masalah selanjutnya pasti bisa! Dan akan aku buktikan itu!" ucap Xiao Low menjawab Ye Chukiang.


"Tidak akan ada kesempatan kedua! Tidak akan ada pengulangan lagi! Dewi keberuntungan sedang melindungi dan menjagaku!" ucap Ye Chuliang penuh keyakinan.


Xiao Low langsung membuat pola rumit di udara, "Array Pertahanan!" Cahaya tipis membentuk sebuah kubah melundungi Xiao Low di dalamnya. Kemudian menyalurkan Energi mana dalam jumlah yang cukup besar pada bila pedang yang di genggamnya. "Jurus Pedang Angin Ribut!" Xiao Low meningkatkan level jurusnya.


Ye Chukiang tidak tinggal diam langsung menyelimuti tubuhnya dengan Energi Mana sebagai pertahanan. Dan mengalirkan seluruh Energi Mana pada Tongkat besi hitamnya.


"Jurus Tongkat Api!" Tongkat yang dipegang Ye Chukiang beruba menjadi bara api. diputar -putarnya tongkat itu dengan kedua tangannya langsung di pukulkan kearah Xiao Low.


Xiao Low yang memang sudah siap langsung saja menyambut serangan itu dengan menebas serangan yang datang dengan perpaduan Jurus Pedang Angin Ribut lansung saja menciptakan angin yang sangat kencang memadamkan baranya dan Array Pertahanan sebagai lapisan pelindung memantulkan kembali serangan lawan yang tak sempat di halau.


WHUUS PLAAS BLEEM


Akibat tebasan pedang serangan yang datang telah pecah jadi dua. Separuh tongkat yang berwujud bara api telah di padamkan oleh angin yang kencang dan separuhnya yang masih tongkat membara yang melaju kencang lansung berbenturan dengan Array pertahanan Xiao Low dan pada saat yang sama serangan lanjutan dari Xiao Low menghantam Tongkat besi hitam separuh bara itu.


BRAAK BLAAAR


Tongkat separuh membara itu terpental balik dengan kecepatan lebih cepat karena di tabrak dan terdorong angin kencang yang mampu mengiris tubuh.


*********