
Putaran 3 pertandingan Triluardam antar Murid Klan Xiao semakin menarik saja, ada dua arena panggung yang menyita perhatian penonton tak terkecuali para Panutua Klan.
Ke dua arena itu menyita perhatian karena yang adu tanding adalah para jenius Klan, harapan dari generasi tua ke generasi muda agar Klan Xiao makin besar dan kuat. Sebagai salah satu Klan besar di Kerajaan Ling, Klan Xiao harus bisa menjaga kredibilitasnya.
******
Arena Panggung 2
" Sudah lama aku ingin menjajal jurus seruling kematian andalanmu Xiao Tungji," ucap Xiao Bosan dengan memasang kuda- kuda siap melancarkan serangan kepada lawannya.
" Apa .. Benarkah, "
" Suatu kehormatan, aku kan tunjukan kepadamu seperti apa kengeriannya!" Jawab Xiao Tungji sambil memutar - mutar serulingnya.
" Jurus Pedang Pembelah Ombak! " Xiao Bosan menebaskan pedangnya mengirim gelombang angin kencang yang mampu mendorong Xiao Tungji mundur tiga langkah dan menyobek bajunya.
WUUUSH
BREERT....!!
"Jurus Seruling Jiwa!" Di tiupnya seruling dengan nada rendah yang lambat laun menjadi tinggi yang mampu membuat siapa pun yang mendengarkan bakal terlena.
U...U..I..I..U...U
Sekuat tenaga Xiao Bosan berusaha menutup telinga dengan mengerakan Energi Mana agar tidak mendengar suara seruling tapi tak berhasil, tubuhnya mendadak kaku tak bisa di gerakkan tak ubahnya patung.
Xiao Tungji menghentikan irama serulingnya , dia melangkah ke depan Xiao Bosan. " Kau sekarang sudah tau khan," Kemudian dia menendangnya keluar arena. Panitia mengumumkan pemenang adalah Xiao Tungji.
*******
Arena panggung 6
Di arena ini yang bertanding adalah dua wanita cantik, dari tingkat kultivasinya mereka sama - sama Body Kapten, usia pun sama 17 tahun.
" Xiao Kimshi aku tak kan ragu menghajarmu kali ini menebus kekalahanku yang dulu."
" Ck, kalau kamu punya kemampuan buktikan saja Xiao Liang, jangan hanya berko' ar!" ejek Xiao Kimshi.
TRAAAK
" Jurus Pedang Bunga! " Di ayunkan lah pedang oleh Xiao Liang dengan gerakan berputar dan melompat melingkari lawan sehingga nampak seolah kuncup bunga yang menebarkan serbuk sari ke arah Xiao Kimshi.
BRUUCK
Dengan gesit Xiao Kimshi membuat pertahanan. " Jurus Pedang Lembayung !" Gerakan pedang memutar di atas kepala membentuk sebuah tameng membuat serbuk sari yang tersebar rontok ke tanah.
Xiao Liang tidak tinggal diam melihat jurusnya di hadang, dia meningkatkan lagi tahapan jurusnya " Jurus Pedang Bunga!" Di ayunkan sekali lagi pedangnya dengan menciptakan kuncup bunga mekar yang kelopaknya bertebaran langsung melesat cepat mengarah pada tubuh Xiao Kimshi.
WUUUSH
Dengan banyaknya kelopak bunga yang menyerang dengan kecepatan tinggi tak dapat di pungkiri beberapa bagian tubuhnya tergores.
" Jurus Pedang Lembayung!" Xiao Kimshi berusaha menyerang balik, energi mana yang berpusat pada pedang menciptakan banyak gerakan pedang sehingga sukar menentukan yang mana ilusi.
CRAAASH
Karena serangan yang cepat , lincah dan ganas Xiao Liang tak sempat menghindar akibatnya darah keluar dari punggungnya.
" Kau masih sama seperti waktu itu, tetap hebat! " cicit Xiao Liang.
"Kau pun makin banyak kemajuannya".
" Tapi tuk babak selanjutnya aku yang kan maju! "
" Tuk mengalahkan aku, kamu harus belajar lagi".
" Sayang sekali ....Aku belum menyerah....Jadi bersiaplah!" kata Xiao Liang.
" Jurus Pedang Bunga !"
Kali ini Xiao Liang mengerahkan seluruh kemampuan yang di kuasai, di alirkannya Energi Mana pada pedang tahap penyelesaian, pedang yang di ayunkannya diselimuti cahaya warna jingga yang menciptakan bunga berduri tajam dengan banyak sulur , langsung menyerang dan berusaha melilit lawannya.
HAP---
" Jurus Pedang Lembayung!" Tak mau kalah sama lawannya Xiao Kimshi jua mengerahkan jurus pedang tahap penyelesaian , di hadang nya serangan dengan memutar pedang di atas kepala membentuk perisai berjajar dan sisa dari banyak gerakan pedang mengitari lawan menyerang balik.
BRAAAK
BRAKK
Benturan ke dua kekuatan itu membuat ke duanya sama - sama jatuh dan batuk darah. Xiao Liang jatuhnya terpelanting posisinya tengkurap, Xiao Kimshi jatuh terduduk tapi mampu berdiri kembali walau gemetaran.
Panitia menunggu sesaat apa Xiao Liang mampu berdiri kembali tapi setelah waktu ditentukan tak jua mampu, akhirnya Panitia mengumumkan Xiao Kimshi jadi pemenangnya otomatis lanjut putaran 4.
Petugas Pavilium Obat bergegas membawa para peserta yang sakit dan terluka buat di obati, agar peserta yang ikut dalam babak selanjutnya kembali bugar dan sehat.
Putaran 3 pertandingan Triluardam telah usai, sekarang tinggal 25 peserta yang akan lanjut ke putaran 4.
Panitia memberi waktu satu jam buat peserta untuk memulihkan kondisinya, dan itu di rasa lebih dari cukup.
Karena peserta ada 25 berarti ada satu kandidat yang langsung lolos putaran 4 tanpa tanding. Oleh sebab itu akan di adakan undian ulang di mana semua wajib ambil satu nomer.
Tak lama mereka semua kumpul tuk ambil undian, dan undian di taruh di meja agar semua bisa lihat tidak ada kecurangan di sini. Undian dari stik kayu yang ada nomernya ada di bawa stik di dalam botol hitam, satu persatu mulai ambil dan melihat siapa yang beruntung bisa lanjut tanpa tanding cukup menonton saja.
Mereka yang ambil duluan ternyata bakal nanti bertanding, yang tadi belum ambil undian sekarang maju bersama memegang stik dan menarik bersama ...., dan ternyata yang maju ke babak selanjutnya tanpa tanding adalah Xiao Low.
********