XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 83



Tongkat Besi Hitam yang separuh membara kembali ke tangan Ye Chukiang, dia merasakan sedikit kesemutan saat menangkap Tongkat Besi Hitam tersebut.


Sementara angin menderu itu mulai menerjang Ye Chukiang dan bisa mengoyak baju serta mampu menggores beberapa bagian tubuh dari Ye Chukiang hingga darah merembes keluar.


Sekarang Ye Chukiang penampilannya teramat berantakan sekali. Dan hal itu mengundang Xiao Low tertawa ngakak..


"Wahahaha....! Kau ini wahahaha...! Mau pamer tubuh? Di akui sebagai pejantan? Lihatlah penampilanmu ini! Kenapa kau tidak melindungi dan mempertahankan ada penutup di bagian bawahmu itu? Wahahaha... Kau jadi tontonan semua orang!" ucap Xiao Low kepada Ye Chukiang.


Dan yang tertawa bukan hanya Xiao Low tapi juga para penonton. Pavilium Gun Ling jadi ramai heboh karena tawa serempak penonton.


Anggota Klan Ye yang lain yang sedang menonton pertandingan hanya bisa beng'ong dan menghela nafas atas kejadian yang berlangsung.


Sementara di arena panggung tanding Ye Chukiang baru menyadari apa yang terjadi. "Tidaaaak!" Wajahnya menjadi kepiting rebus. "Tidaaaak!" Dengan panik cepat -cepat dia mengambil baju pengganti dari dalam cincin dimensinya.


Ye Chukiang ingin namanya di kenal dan terkenal tapi tidaak dengan cara begini. Dan pastinya orang tidak akan lupa dan selalu ingat. Apa lagi bila Turnamen diadakan, mau tidak mau pasti namanya akan ikut terbawa.


Ye Chukiang tak sanggup melanjutkan tanding. Semua mata memandang dirinya walau sudah memakai baju tapi tidak sedikit yang masih tertawa.


" Saya mengaku kalah!" ucap Ye Chukiang langsung meloncat turun dari panggung arena dan langsung melesat ke arah pintu keluar Pavium Gun Ling.


Xiao Low kaget ketika Ye Chukiang mengaku kalah langsung pergi dan tidak meneruskan pertarungan mereka.


Karena peserta mengaku kalah dan langsung meninggalkan arena, wasit pun mengumumkan yang menang Xiao Low.


Xiao Low turun dari arena dan menuju tempat di mana anggota Klan Xiao berada. Ketika sampai dia menangkupkan tinju pada semua anggota Klan Xiao, "Maaf aku maju putaran selanjutnya tapi tidak membawa nama harum untuk Klan. Menang dengan cara seperti itu, siapa yang mau!"


"Ini pelajaran bagi kalian semua. Jangan perna memandang rendah musuhmu dan Juga jangan terlalu percaya diri melebihi batas itu tidak baik!" ucap Panutua 5 pada generasi muda Klan Xiao.


"Hari sudah mau sore, aku rasa babak putaran kedua akan dilaksanakan besok tidak mungkin di lanjutkan sekarang!" ucap Xiao Yubi.


"Hehe...Panutua masih ingatkan akan mentraktir kami semua! Bukan hanya yang bisa lolos putaran kedua sajakan! Saya tahu tempat makan enak? Kita kesana aja!" Ucap Xiao Hangbi antusias.


"Hem... iya! Kalian bebas makan apa saja yang kalian inginkan!" ucap Panutua 5.


Tak lama kemudian mereka semua mendengar suara Panglima Kerajaan yang di keraskan agar semua penonton yang ada di Pavilium Gun Ling mendengarkan.


"Pemenang laga tanding kali ini adalah arena 1 dimenangkan nomer 49, arena 2 di menangkan nomer 51, arena tanding 3 dimenangkan nomer 53 , arena 4 di menangkan nomer 55, arena tanding 5 di menangkan nomer 57, arena tanding 6 dimenangkan nomer 59, arena tanding 7 di menangkan nomer 61 dan arena tanding 8 di menangkan oleh nemer 63."


" Karena hari sudah sore terpaksa pelaksanaan pertandingan di hentikan. Untuk melanjutkan ke babak putaran kedua akan di laksanakan besok!" Panglima Kerajaan mengakhiri pengumumannya.


"Sangat di sayangkan Pangeran Ling Fanli tidak bisa maju ke putaran selanjutnya! Tapi melihat pertarungannya tadi, aku tidak menyesal karena lawannya benar- benar hebat sekali. Aku ikut merasakan ketegangannya!" ucap Penonton 3.


"Aku tidak bisa bayangakan bila aku jadi peserta dari Klan Ye itu! Hehe... Hehe..., aku jadi tertawa terus bila mengingatnya! Dia akan terkenal..!" ucap penonton 2 sambil ngakak."


"Wahahaha..." Mereka langsung tertawa bersama mengingat kejadian memalukan yang di alami salah satu peserta tanding.


"Tidak akan ada yang melupakan! Tapi... Siapa yang mau terkenal dengan cara seperti itu! Kalau itu aku maka balik langsung pulang." ucap penonton 8.


Para penonton bergosip sambil meninggalkan Pavilium Gun Ling. Begitu juga dengan para peserta pertandingan satu persatu mulai meninggalkan pavilium Gun Ling.


Kelompok Klan Xiao berbaur dengan para penonton di pasar dadakan yang ada di pinggir Pavilium mereka sekarang ada di sebuah kedai makan yang ramai.


"Pelayan bahwakan kami makanan terbaik, terenak dan termahal! Kami tungguh kalau bisa jangan lama- lama!" ucap Panutua 5 kepada gadis pelayan cantik.


"Baik Tuan. Mohon tunggu sebentar!" ucap gadis pelayan itu dan bergegas meninggalkan rombongan Klan Xiao.


"Disini terkenal akan masakannya. Kedai ini tidak perna sepi pengunjung! Kalau tidak cepat kita tidak akan dapat tempat duduk dan terpaksa menunggu lama!" ucap Xiao Hangbi pada rekan- rekannya.


Tak lama kemudian pelayan itu kembali dengan di bantu temannya membawakan semua pesanan mereka. Makanan itu di tata di atas meja. "Silakan di cicipi makanan kami!" ucap gadis pelayan kedai kepada mereka kemudian kedua pelayan itu meninggalkan mereka.


"Hem... Enak sesuai dengan rumornya tak heran bila ramai begini! Apalagi ini memakai hewan beast tingkat 2!" ucap Xiao Qing.


"Ya dapat dipahami harga bawa rupa! Panutua kami akan membuat Anda jadi miskin! Haha..." ucap Xiao Hangbi sambil tertawa.


"Aku juga punya hadiah untuk kalian semua! cukup satu guci untuk semua orang! Ini pemberian dari ayahku Patriak Xiao Lang bila kita bisa menang secara tim mengangkat nama Klan Xiao!" ucap Xiao Yue sambil mengeluarkan sebuah guci berukuran sedang dari cincin dimensinya dan meletakkannya di atas meja.


"Karena kita menang makanya bisa kita minum bersama bila tidak akan kamu dikembalikan lagi pada patriak begitu kah?" tanya Xiao Low pada Xiao Yue.


"Yup.. Benar sekali tebakanmu! Tepat dan jitu. Aih.. Tapi sekarang milik kita. Sesi pertama Turnamen Lingcup tanding beregu kitalah juaranya! Hehe..."ucap Xiao Yue kepada anggota Klan Xiao.


Xioa Qing menuang air dalam guci ke gelas dan matanya langsung terbelalak. " In... Ini air, air spiritual!" Langsung memandang Xiao Yue dan tangannya gemetaran memegang gelas.


Anggota Klan Xiao yang lain tercengang melihatnya. Untung tadi Xiao Yue sempat membuat Array ketika mau duduk jadi apa yang terjadi di dalam Array tidak ada yang mendengar dan melihat dengan jelas.


"Syukurlah kamu sempat membuat Array Yue'er! Kalau tidak sama saja kita mencari masalah di tempat umum! Kalau mereka sampai tahu bahwa dalam guci itu air spiritual! Mereka akan bertarung untuk merebutkannya." Ucap Panutua 5 kepada Xiao Yue.


**********