XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 114



Kelompok Atribut Klan Chu fokus melihat pertarungan salah satu Panutuanya, yang tak lain adalah Chu Yuchu, sehingga ketika Xiao Yue mendekat, tidak di perdulikan sama sekali.


Xiao Yue tersenyum begitu menyadarinya. Justru itu akan mempermuda rencananya. Xiao Yue tidak akan menyia - nyiakan kesempatan itu. Kelengahan mereka adalah kunci keberhasilan yang di nanti Xiao Yue.


Sebenarnya Xiao Yue ingin langsung menyerang dan menghabisi mereka. Bahkan terlintas dalam pikiran Xiao Yue menggunakan racun, dengan memakai jarum, akan cepat mengirim mereka ke alam kematian.


Tapi itu akan memakan waktu, Jelas akan ada yang menyadarinya, walau sedikit terlambat. Hal itu yang akan berakibat menciptakan sebuah pertarungan, walau pun sesaat tapi itu akan menyita waktunya.


Sedangkan dirinya tidak ada waktu sama sekali. Xiao Yue harus secepatnya pergi ke Pavilium Gun Ling untuk berlaga merebut tiket ke putaran selanjutnya.


Xiao Yue memanfaatkan dampak serangan angin kejut, dari pertarungan Chu Yuchu yang di bantu Yun Tai Chan melawan Long Bayu. Untuk berpura - pura jatuh pada kelompok Atribut Klan Chu.


Kedua tangan Xiao Yue menahan tubuhnya agar tidak jatuh terjerembab berpegangan pada Chu Balu dan Chu Tulang yang posisinya berdekatan. Tangan Xiao Yue sengaja memegang dengan kuat dan agak menekan bagian yang terluka yang masih mengeluarkan darah segar.


AAHHH... AAHHH...


Bersamaan, Chu Balu dan Chu Tulang teriak kesakitan saat tangan Xiao Yue memegangnya.


" Maaf! Maaf! Maaf! Tidak sengaja! Sekali lagi maaf!" ucap basah basih Xiao Yue kepada mereka sambil menarik kedua tangannya.


Di kedua telapak tangan Xiao Yue ada darah segar milik Chu Balu dan Chu Tulang. Senyum tersungging menghias di wajah cantik Xiao Yue dari balik cadar.


"Matamu buta ya! Sakit ini! Kamu sengaja ya! Kenapa harus pegang bagian tubuh yang terluka?" tanya Chu Balu kepada wanita bercadar yang ada di depannya itu.


"Maaf Tuan! Tidak sengaja! Itu tadi refleks, saya hampir jatuh!" ucap Xiao Yue kepada Chu Balu yang masih saja melotot ke arahnya.


"Maaf, maaf , enak saja minta maaf! Kau telah membuatku merasakan sakit, jadi tampar dirimu dua kali baru aku akan melepaskanmu?" ucap Chu Tulang kepada Xioa Yue dengan emosi yang belum redah.


PLAAK AAHHH... PLAAK


Chu Tulang merintih sakit dan juga sangat kaget dirinya mendapat tamparan dari wanita bercadar itu. Kedua pipi Chu Tulang kini adanya capnya. Cap lima jari tangan Xiao Yue.


Teman- teman Chu Tulang matanya terbelalak, melihat adegan yang sangat cepat itu. Mereka tidak menduga hal seperti itu bisa terjadi. Dan menyaksikannya di depan mata.


"Brengseeek! Kurang ajar! Beraninya kau? Keterlaluan! Kau... Kau sengaja!" ucap Chu Balu kebakar amarah kepada wanita bercadar itu.


"Bukannya Tuan sendiri yang minta di tampar! Sayakan hanya menuruti apa kata Tuan, sebagai penebusan rasa bersalah. Kenapa Tuan malah marah? Aneh..." kata Xiao Yue seenak jidatnya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Wanita bercadar itu otomatis semua anggota Atribut Klan Chu jadi menarik nafas berjama'ah.


"Apa?? Kapan aku bilang seperti itu? Kau, kau ternyata memang mencari gara- gara denganku?" Kata Chu Tulang sambil marah- marah dengan mengepalkan ke dua tangannya.


"Hah... Tuan tidak ingat! Ck,ck Aku tidak nyangka Tuan sudah kena penyakit umur! Lupa dengan apa yang di ucapkan. Tanya saja pada teman - teman Anda !" Xiao Yue berkata sambil menunjuk anggota Atribut Klan Chu.


Anggota Klan Chu yang lain mulai merasa terganggu dengan perdebatan Wanita bercadar dengan Chu Balu. Sedangkan mereka ingin fokus melihat dan menyaksikan pertarungan Chu Yuchu.


"Kau..! Pergilah dari sini! Kau mengganggu saja! Cepaaat enyah dari hadapan kami!" ucap seorang pria berjubah kuning kepada wanita bercadar itu.


"Merusak suasana saja!" ucap pria botak sambil melihat Xiao Yue. " Apa yang kamu tunggu? Cepat pergiii!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...