
Melihat satu persatu anggota Klan Xiao pergi dengan terburu-buru. Membuat dua orang anggota Merah Xiao yang saat ini berjaga dan mengawasi di luar menjadi heran dan terkejut.
Mereka berdua penasaran, kenapa mereka semua pergi dengan terburu-buru. Ada apa sebenarnya, ada kejadian apa, yang membuat mereka semua tergesa-gesa sekali meninggalkan toko Serba Ada.
Begitu melihat rekannya sesama anggota Merah Xiao sich Xiao Li juga pergi dalam keadaan yang terburu- buru dengan kecepatan tinggi bersama Panutua 2.
WHUUUUS WHUUUUUS
Membuat keduanya tanpa berpikir panjang, langsung ikut melesat dengan kecepatan tinggi mengejar Panutua 2 dan Xiao Li.
Mereka berdua mengejar dengan mengerahkan seluruh kekuatannya agar bisa menyusul dan sejajar dengan posisi Xiao Li.
Begitu posisi mereka berdua sudah sejajar, kedua anggota Merah Xiao itu akhirnya bisa bertanya, "Saudara Xiao Li, Ada apa ini? Kenapa buru-buru meninggalkan toko Serba Ada?"
" Apa yang sebenarnya terjadi, saudara Xiao Li? Kalian membuat kami kuatir?" tanya Merah Xiao 3 kepada rekannya itu.
Sebelum Xiao Li menjawab pertanyaan dari kedua rekannya anggota Merah Xiao. Panutua 2 menjawab pertanyaan mereka lebih dahulu.
" Tidak ada kejadian apa-apa! Kami semua dalam keadaan baik-baik saja! Kami buru-buru meninggalkan toko Serba Ada karena sedang berlomba, untuk kembali ke Paviliun Losmenling."
"Apaaa? Berlomba! Jadikan semua ini sedang berlomba? Ck, kalian bikin kami kuatir saja! Kirain ada apa-apa, ternyata hanya itu saja!" ucap sewot Xiao Merah 2 merasa di permainkan.
"Ehh...Maaf! Hehe... "
Xiao Li langsung bersuara, "Barang siapa yang lebih dulu sampai Paviliun Losmenling akan memperoleh hadiah ikan Mutiara. Makanya kami cepat-cepat ingin sampai."
"Ehh... Yang sampai lebih dulu dapat hadiah! Hadiahnya ikan Mutiara. Aku juga mau!" ucap Merah Xiao 3.
WHUUUS WHUUUS
Panutua dan tiga anggota Merah Xiao dalam waktu sekejap mampu mengejar Xiao Low.
"Hah... terkejar! Ohh..., tidaaaak! Melayanglah sudah ikan Mutiara-ku!" ucap Xiao Low yang sadar sekarang posisinya sebentar lagi bakal tergeser menjadi urutan yang paling akhir.
Sementara Panutua 2 dan Juga ke tiga anggota Merah Xiao yang mendengar apa yang diucapkan oleh Xiao Low hanya tertawa terbahak-bahak.
"Haha...Haha....Haha"
" Sudah menjadi nasibmu! Terima saja!" ucap Panutua 2 sambil melesat meninggalkan Xiao Low.
Xiao Low yang mendengar apa yang diucapkan oleh Panutua 2 langsung cemberut. Ingin rasanya dirinya juga bisa saling susul menyusul tapi apa daya kekuatan dan kultivasi yang di miliki masih sangat rendah. Mau tidak mau dirinya harus menerima kenyataan kalau tertinggal.
"Tidak akan! Aku juga mau hadiahnya! Mana mungkin aku serahkan begitu saja! Maaf… aku akan berjuang sampai akhir!" ucap Xiao Qing sambil mempercepat lagi larinya.
Melihat kegigihan dari Xiao Qing Panutua 2 dan juga anggota Merah Xiao puas sekali. Mereka bangga dengan generasi muda yang pantang menyerah. Itu menjadi Nilai plus bagi Xiao Qing.
WHUUUS WHUUUS
Tak lama kemudian Panutua 2 dan juga anggota Merah Xiao berhasil melewati Xiao Qing. Hal itu semakin membakar semangat juang dari Xiao Qing. Di kerahkannya seluruh kekuatannya untuk bisa mengejar Panutua 2 dan anggota Merah Xiao.
" Xiao Qiiiing! Kami tinggal dulu ya! Tunggulah sahabatmu Xiao Low, biar dia tidak ketinggalan sendirian! Haha..."
"Ya kasihan, apabila sendirian! Makanya temani dia sebagai teman yang baik! Haha..."
Usai berkata Panutua 2 dan juga anggota Merah Xiao menambahkan lagi kekuatannya kemudian melesat lebih cepat lagi.
WHUUUUS WHUUUUS
Sementara Xiao Qing yang mendengar apa yang di sampaikan oleh mereka hanya bisa tersenyum hambar.
" Saatnya kita menyusul Xiao Yue! Jangan biarkan dia menang dengan mudah! Kita harus bisa menjadi rintangan dan hambatan untuk menguji seberapa besar kekuatan dirinya yang sebenarnya?"
" Kau benar! Aku pun sangat penasaran sekali atas kemampuan Xiao Yue! Selama ini dia pandai sekali menyembunyikan dirinya dengan sangat sempurna! Kita tidak akan pernah tahu keahlian, kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya. Dan Jujur saja aku sangat bersemangat untuk bisa menjajal dirinya. "
Mereka terus berbincang- bincang sambil berusaha mengejar Xiao Yue yang berada di depannya. Tak lama kemudian Panutua 2 dan anggota Merah Xiao melihat siluet Xiao Yue.
"Hehe ... Terkejar juga! Tak lama lagi kita harus mendahuluinya. Hadiahnya untuk kita! Siapa yang bakal menolak ikan Mutiara."
" Kau benar saudaraku, ikan mana sangat sukar untuk didapatkan dan sekarang ada untuk kita, Masa kita lepas! Ya..Janganlah!"
WHUUUS WHUUUUS
Panutua 2 dan Anggota Merah Xiao saat ini sudah menyusul Xiao Yue. Dan sekarang mereka berlima saling kejar mengejar.
"Hehe... Terkejar juga! Xiao Yue kamu serahkan saja ikan Muntiara kepada kami berempat. Biarkan yang tua-tua ini yang menikmati dan merasakan ikan mana itu!" ucap Xiao Li kepada gadis cantik yang mampu mengimbangi kecepatan dirinya dan juga rekan-rekan Klan Xiao-nya.
"Aih... Mana bisa seperti itu? Yang muda ini juga ingin merasakan dan mencicipi enaknya daging ikan Mana! Lagian ini rezeki sudah ada di depan mata masak dibiarkan berlalu begitu saja! Khan teramat sangat disayangkan! Hehe..." ucap Xiao Yue tak mau kalah dan akan berusaha untuk mendapatkannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...