XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 195



Dengan Kecepatannya, Chu Feliang berusaha untuk bisa menghindar dari jangkauan Xiao Yue. Dia segera memakai Tombaknya untuk balik menghadang laju tusukan Pedang Mawar Kematian.


TRAAANG TRIIIING TRAAANG


Chu Feliang berharap Xiao Yue tidak bisa lagi mendekat kepadanya karena jangkauan dari tombak pusakanya. Tapi dia salah , Xiao Yue sama sekali tidak memperdulikan akan adanya jarak, yang penting baginya, dia yang terluka apa Chu Feliang yang terluka, karena hasilnya akan sama saja.


"Gila... Ini Gila..Gadis ini benar - benar gila! Nekad sekali dia. Bagaimana bisa, anak bau kencur ini tidak perduli sama sekali sama keselamatannya?" Gumam Chu Feliang merasa keheranan.


Sedangkan Xiao Yue semakin tersenyum merekah melihat kepanikan dari lawannya itu, dia senang bisa menjatuhkan mental Chu Feliang.


"Haha.... Terus saja menghindar! Mau sampai kapan menghindar terus! Ohh...Tadi begitu jumawa, sekarang! Hehe..." Ejekan telah di lontarkan oleh Xiao Yue.


"Teknik Langka Bintang!" Dalam sekejap saja Xiao Yue sudah ada di samping Chu Feliang langsung saja di tebasnya tubuh lelaki tinggi kurus itu.


WHUUUUS TRAAANG


Chu Feliang terkejut dengan gerakan Xiao Yue yang begitu cepat, dengan mengandalkan tombaknya dia menangkis serangan.


TRAAANG KRAAAK


Tombak pusaka yang di gunakan oleh Chu Feliang saat beradu dengan Pedang Mamar Kematian mengalami keretakan. Dan itu membuat lelaki tinggi kurus itu kaget.


" APAAAAA? Ini tidak mungkin. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Koq bisa Tombak Lambing miliku bisa retak!"


Xiao Yue kembali menebas tubuh Chu Feliang dengan Pedang Mawar Kematian.


WHUUUUUS TRAANG KRAAAK


Sekali lagi Chu Feliang menggunakan Tombak pusakanya Tombak Lambing menghalau tebasan pedang. Tapi akibat benturan dan gesekan dari Pedang Mawar Kematian Tombak Lambing milik Chu Feliang patah menjadi dua bagian ujung dan pangkal sedangkan bagian yang retak, itulah bagian yang tengah hancur berkeping keping.


"Tidaaaak tombakku!" Teriak Chu Feliang ketika tombak pusakanya patah. Dia benar- benar shock melihatnya. Dia tidak percaya kalau tombak yang selama puluhan tahun menemaninya kini telah rusak, bahkan sudah tidak bisa di gunakan lagi.


Sayangnya, karena panik dan tegang menghadapi lawan, sampai Chu Fuliang tidak menyadari kalau senjata yang di pakainya bukanlah kelas yang sama.


Tompak Lambing adalah senjata kelas bumi, sedangkan Pedang Mawar kematian adalah senjata kelas Dewa. Sehingga tidak heran, itu adalah wajar apabila senjata kelas dewa bisa menghancurkan senjata di bawah kelasnya.


Xiao Yue memanfaat kelengahan Chu Fuliang langsung saja dia menebaskan kembali Pedang Mawar Kematian pada lelaki yang masih tertegun itu.


WHUUUUS CRAAAAS AAHHH...


Begitu serangan itu datang dengan cepat, lelaki tinggi kurus itu tidak sempat untuk menghindar. Bersamaan dengan itu, terdengarlah teriakan kesakitan dari mulut Chu Fuliang walau hanya sekejap. Lelaki tinggi kurus itu roboh bersimbah darah.


Sekali ayunan Pedang mawar kematian langsung memotong tubuh Chu Fuliang, begitu tajamnya pedang itu hingga badan Chu Fuliang terbelah menjadi dua dengan begitu rapi.


Darah yang membasahi Pedang Mawar Kematian perlahan lahan terhisap oleh pegang dan menghilang. Sehingga pedang itu kembali bersih seperti semula, seolah tidak pernah dipakai dan di gunakan untuk membunuh dan mencabut nyawa seseorang.