XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 169



Xiao Yue tersenyum puas, mendengar apa yang dijanjikan oleh Chu Balu. Karena Xiao Yue merasa sudah tidak membutuhkan Chu Balu lagi. Dia pun memerintahkan Chu Balu untuk kembali bersama ke kelompoknya.


"Sekarang kau boleh pergi! Pergilah! Kembalilah kau kepada kelompokmu! Jangan lupa, besok sore kita akan kembali lagi bertemu! Dan sesuai dengan janjimu. Kau harus mengajak rekanmu Chu Tulang!"


Secara refleks Chu Balu langsung berdiri ketika dia mendengar perintah, Pergilah dari Xiao Yue. Chu Balu langsung saja melangkahkan kakinya bergerak menjauhi gadis cantik itu.


Kepatuhan dan ketaatan bagi siapa saja yang terkena Segel Kutukan Darah akan perintah dari pemilik Segel.


Xiao Yue tidak menyangkah, ternyata begitu luar biasanya, pengaruh dari Segel Kutukan Darah bagi seseorang yang terkena atau tubuhnya terpatri segel tersebut.


Xiao Yue merasa beruntung karena mampu menguasai Segel Kutukan Darah. Karena dia tahu, tidak mudah untuk mempelajari dan juga menguasainya. Sebab Segel Kutukan Darah salah satu dari Segel tingkat tinggi yang sangat rumit di antara yang paling rumit.


"Hehe... Ini di luar dugaan! Aku tidak pernah menyangkanya sama sekali! Ternyata Segel Kutukan Darah sangatlah mengerikan! Aku bisa menggunakan Segel Kutukan Darah sebagai senjata untuk membunuh lawan. Aku pun juga bisa menggunakan Segel Kutukan Darah ini untuk mendapatkan budak sebanyak yang aku mau!"


Gumam lirih Xiao Yue, yang merasa takjud akan kelebihan dan juga keunggulan yang di miliki dari Segel Kutukan Darah.


Xiao Yue menarik nafas panjangnya dan langsung mengedarkan pandangannya. Di dalam Toko Serba Ada sekarang hanya tinggal beberapa pengunjung saja.


Xiao Yue segera saja bergegas menuju pintu keluar toko Serba Ada. Begitu berada di halaman, Xiao Yue langsung bergerak ke arah kanan menuju pohon besar yang ada di belakang toko Aneka Hanfu.


Tanpa membuang waktunya, Xiao Yue langsung melihat sekitarnya, ada orang apa tidak, walau tempat itu sudah sepi.


Merasa sudah tidak ada orang yang lalu lalang, langsung saja Xiao Yue menggerakkan tangannya untuk membuat pola-pola yang sangat rumit di udara.


SAT SET SAT SET


Pola rumit itu perlahan berubah jadi gambar Array Perpindahan yang melayang di udara. Dan selanjutnya gambar Array itu tak lama kemudian bersinar. Dan Xiao Yue Kemudian melompat ke dalam cahaya tersebut.


CLIING


Tiba Tiba saja Xiao Yue menghilang dari pohon besar yang ada di belakang Toko Aneka Hanfu bersamaan dengan lenyapnya pola Array yang bercahaya itu.


Gambar Array Perpindahan yang bercahaya itu tiba-tiba saja muncul langsung, dari ruang kosong di dalam kamar Xiao Yue yang ada di Paviliun Losmenling. Dan dari dalam cahaya keluarlah Xiao Yue.


Bersamaan dengan itu, pintu kamar Xiao Yue ada yang mengetuk dari luar.


TOK TOK TOK TOK


Terdengar suara seseorang memanggil-manggil Namanya. " Xiao Yue.... Xiao Yue.... Xiao Yue! Kau di Panggil oleh Panutua dan juga Sesepuh untuk menemui mereka di kamar Panutua 2!"


Xiao Yue yang mengenali suara orang yang sedang berbicara, langsung saja membuka pintu kamarnya.


KRIIIIEEEET


Pintu kamar telah terbuka, Xiao Yue langsung menyambut Xiao Qing yang ada di depan pintu dengan sebuah pertanyaan.


" Aku juga tidak tahu! Aku cuma di suruh memanggil kamu, ketika aku masuk mau melihat keadaan Xiao Hangbi!" jawab Xiao Qing kepada Xiao Yue.


Kedua remaja generasi muda Klan Xiao itu berjalan beriringan menuju kamar Panutua 2 yang jaraknya tidak jauh dari kamar Xiao Yue.


Tanpa mengetuk pintu Xiao Yue maupun Xiao Qing langsung saja membuka pintu kamar Panutua 2.


KRIIIIEEEEETT


Begitu daun pintu terbuka Xioa Yue dan juga Xiao Qing langsung saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Panutua 2.


"Hem... Akhirnya kau datang juga! Seharusnya sejak awal kau sudah langsung ke sini, ketika kakimu menginjak Paviliun Losmenling! Kenapa malah masuk kamar? Memangnya kamu kelelahan? Apakah badanmu kecapekan? Sehingga membutuhkan istirahat cukup lama."


Sesepuh Xiao Wujang menumpahkan semua keluh kesahnya kepada Xiao Yue. Di saat semua orang sedang tegang untuk bisa mengobati Xiao Hangbi, malah orang yang bisa mengobati dan tahu pasti bagaimana cara menolongnya, malah lebih memilih beristirahat nyaman dalam kamarnya.


(" Aih ... Aku buru-buru untuk segera tiba di Paviliun Losmenling khan agar bisa kembali lagi ke toko Serba Ada. Lagian ada yang harus aku urus, bahkan ini jauh lebih penting lagi! Huh... Tapi tidak bisa disalahkan juga sich! Mereka tidak tahu! Yaa... Tidak heran. Apabila mereka berpikir aku sedang leha - leha.") ucap Xiao Yue dalam hatinya.


"Maaf, maaf karena kecapean aku langsung tertidur segitu menyentuh ranjang empuk! Tadinya...Aku mau istirahat sebentar saja, tapi hehe... ,ternyata terbawa suasana!"


Panutua 2 segera saja menengahi agar masalah ini tidak berlarut. Yang terpenting Xiao Yue sudah hadir. Dan Xiao Yue harus segera membantu menangani kondisi Xiao Hangbi.


"Ya sudah, semua telah terjadi! Yang penting sekarang kau sudah ada di sini! Segera bantu kami menangani masalah Xiao Hangbi ini! Racun tingkat tinggi sudah di dapatkan!"


"Aku dari tadi menungguhmu Yue'er! Aku sedikit ragu dalam menangani Xiao Hangbi ini! Ini pertama kalinya aku memakai metode racun melawan racun! Jujur saja aku masih ragu! "


Xiao Yang berbicara dengan sedikit malu mengungkapkan ketidak mampuannya dalam menangani kondisi Xiao Hangbi.


Sebagai sesama Alkamis Xiao Yang mengakui kalau dirinya kalah telak dari gadis kecil bau kencur yang ada di hadapannya ini.


"Aih... Paman Xiao Yang ragu! Wduch... Jangan -jangan Xiao Hangbi belom di tanganin!" celetuk Xiao Yue.


Xiao Yang langsung menyambar ucapan Xiao Yue. " Hehe.... Belom! Aku tidak berani melakukannya! Aku tidak percaya diri! Makanya kami menungguhmu! Karena ini idemu dan juga metode yang kamu ketahui. Maka hanya kamu yang bisa melakukannya!"


Sementara semua orang yang hadir di dalam kamar itu menganggukkan kepalanya. Mereka semua membenarkan ucapan dari Xiao Yang.


Xiao Yue hanya bisa menghela nafas melihat hal ini. Padahal awalnya Xiao Yue yakin dan percaya kalau Xiao Yang bakal bisa menangani Xiao Hangbi tanpa dirinya harus turun tangan.


("Ihh... Padahal hari ini aku bermaksud membaca buku kuno. Untuk mencari penangkal dan menghancurkan sekaligus menghapus kutukan segel yang membelenggu diriku. Yang telah diberikan oleh pemuda Brengsek itu. Bahkan aku pun tidak tahu nama orang yang telah berani menanamkan segel pada diriku ini.") ucap Xiao Yue dalam hatinya.


Harapan sudah aus, kenyataan ada di depan mata. Xiao Yue harus segera menangani Xiao Hangbi. Kondisi kesehatan dan keselamatannya tidak bisa di tundah lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...