
Xiao Yue tersenyum mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Xiao Yubi. Rekannya ini bisa juga menyemarakkan suasana.
"Hehe .... Bukan hanya kamu, Xiao Yubi! Kami berdua juga akan ikutan... Dengan begitu Xiao Yue akan lebih bersemangat lagi!" ucap Xiao Low di angguki oleh Xiao Qing.
Xiao Qing ikutan juga berbicara, "Kami sudah hafal yel - yel yang biasanya di pakai oleh para penggemarmu! Terutama para fans setiamu itu"
"Hidup Xiao Yue, Hidup Xiao Yue, Hidup Xiao Yue, kalahkan musuh menjemput kemenangan menuju juara satuuu!" ucap Xiao Qing dan Xiao Low bersamaan.
"Aih.... Kalian menghafalnya! Hehe....Jadi kalian nanti akan ada di tribun penonton!" tanya Xiao Yue kepada teman- temannya.
Keduanya tidak menjawab Xiao Yue, hanya menganggukkan kepalanya saja. Melihat hal itu, Xiao Yue langsung berkata, " Jadi semuanya nanti ada di Tribun penonton, tidak ada satupun yang menemaniku berada di area. Wow... Apakah ini salah satu peraturan yang memang ditetapkan oleh pihak penyelenggara?"
"Memang itu aturannya! Lagian, tidak akan ada peserta yang menunggu untuk tampil! Peserta datang langsung bertanding! Begitu selesai langsung pulang!" kata Panutua 2 menjelaskan.
"Siapakah yang bakal menemani dan melindungi Xiao Hangbi? Tidak mungkin khan, kita membiarkan Xiao Hangbi sendirian di dalam kamar!"
" Masalah itu, kau jangan kuatir! Kami sudah memikirkannya, dan kami pun sudah mendapatkan siapa yang harus melindungi dan menjaga Xiao Hangbi. Kami menentukannya dengan cara yang sangat adil."
Xiao Yue penasaran cara apa yang di pakai untuk menentukan siapa yang bakal tertinggal tidak bisa menyaksikan putaran semi final.
"Aih... Cara apa itu? Ohh..., tidak! Jangan bilang kau caranya adalah mengundi nama orang yang harus tinggal?"
HAHA.... HAHA.... HAHA...
"Huh... Kau langsung dapat menebaknya Yue' er! Kau memang cerdas!"
"Cara itulah yang paling adil! Dan yang tertinggal tidak bisa melihat bertandingan semi final adalah Sesepuh Xiao Wujang. Beliaulah yang akan menemani dan menjaga Xiao Hangbi!" ucap Panutua 5.
Mereka makan sambil berbincang, tak terasa semua hidangan lezat yang ada di atas meja kini sudah ludes semua.
Kini semua anggota Klan Xiao kecuali Sesepuh Xiao Wujang, langsung melesat meninggalkan Paviliun Losmenling menuju rute Paviliun Gun Ling.
Mereka bergerak dengan cara beriringan dengan kecepatan sedang. Jarak yang di tempuh tidak lah jauh sekitar satu jam saja.
Begitu sampai Paviliun Gun Ling suasananya sudah sangat ramai sekali, padahal hari masih pagi, mentari saja masih malu - malu menunjukkan sinarnya. Tapi aktifitas di pelataran Paviliun Gun Ling sudah menggeliat.
"Luar biasa, masih pagi begini tapi uda berjibun penonton yang ingin melihat pertandingan semi final! Andai kita datang telat sedikit saja, kita bakal tidak akan bisa mendapatkan tempat duduk!" ucap Xiao Yang takjud dengan banyaknya orang yang lalu lalang.
"Uhh...Beruntung sekali kita datang pagi! Coba bayangkan kalau kita datangnya siang? Ihh... Masak mau memberi dukungan untuk Xiao Yue, kita bisanya dari luar paviliun Gun Ling, bukankah itu akan sangat kelewatan! Mau ditaruh mana mukaku bila hal itu terjadi!" Ucap Merah Xiao 2 seketika bulu kuduknya merinding.
"Yue'er, bertandingan semampumu! Jangan memaksakan diri! Kalah menang itu sudah biasa, namanya juga sebuah pertarungan. Anggaplah Ini semua adalah latihan untukmu menjadi manusia yang lebih baik lagi!" ucap Panutua 2 kepada Xiao Yue yang memandangnya sambil tersenyum mengembang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...