
Begitu tahu lawan tandingnya mengerahkan kemampuannya, Chu Chau Bing tentu saja tidak tinggal diam, apa lagi dia melihat keseriusan gadis yang menjadi lawannya itu. Gadis cantik itu langsung menggunakan segenap kemampuan dan kekuatannya, yang sebelumnya sudah di lihat dan diketahui olehnya saat melihat pertandingan Turnamen Lingcup.
Apalagi dengan senjata yang saat ini sedang di pegang olehnya, senjata yang terlihat jelas, kalau itu adalah pedang kelas tinggi. Pedang yang sedikit sekali beredar di kerajaan Ling. Orang yang memiliki dan menggunakan senjata semacam itu bisa di hitung dengan jari.
Chu Chau Bing langsung saja mengedarkan Energi Mana pada seluruh tubuhnya. Dan tak ketinggalan, dia juga mengaktifkan Jimat Array Pertahanan yang ada di genggamannya itu.
"Jimat Array Pertahanan, Aktifkan!" Seketika itu juga seberkas cahaya langsung bersinar dan tak lama kemudian nampaklah sebuah kubus yang berdiameter 2 meter. Yang membungkus dirinya dan bisa melindungi tubuhnya dari serangan yang akan dilancarkan oleh pihak lawannya.
Chu Chau Bing juga mengambil senjata andalan yang di milikinya, sebuah rantai perak yang ujung rantainya berbeda, satu sisi tak ubahnya ujung tombak dan sisi yang lain berupa sebuah bola martil. Dan senjata rantai itu di berinya nama Rantai Semu. "Jurus Rantai Jerat Sukma!"
CRIIIING CRIIIING CRIIIING
Rantai yang yang dialiri oleh Energi Mana itu langsung bergerak memanjang menerjang lintasan sabetan pedang dari Xiao Yue.
WHUUUUS TRAAAAK
BLAAAR DUAAAR
Begitu ujung rantai yang berbentuk bola martil bertabrakan dengan empat buah bintang kecil bias cahaya samar terjadi ledakan beruntun. Tanah retak dan banyak batu serta potongan pohon yang hancur berterbangan di udara akibat serangan kejut.
Sedangkan tiga buah bintang kecil cahaya samar yang tidak bertabrakan, masih melesat dengan sangat cepat, kedepan menghampiri Chu Chau Bing. Sambil bersalto sekali lagi Chu Chau Bing menggerakkan tangannya, dan seketika itu juga ujung Rantai Semu yang lainnya segera bergerak bergisikan menghadang.
CRIIIING CRIIIIING CRIIIING
BLAAAAR BLAAAAR DUAAAR
Kembali lagi terjadi bunyi ledakan beruntun yang memekakkan telinga. Walau Chu Chau Bing sudah menggunakan Jimat Array Pertahanan tapi tetap saja terlempar sejauh 5 meter akibat kena dampak serangan kejut. Sebab Jimat Array yang dia pakai tidak mampu menahannya, haancur seketika karena dahsyatnya ledakan.
Terjadi lubang yang sangat besar saat badannya yang terhempas menabrak tanah. Apalagi dengan hanfu yang di kenakannya, sudah tidak berbentuk lagi, dia hampir telanjang, darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
Begitu tubuhnya menghantam tanah, Chu Chau Bing secepat kilat dia bangkit, untungnya ia tidak mengalami patah tulang atau pun luka parah, kondisinya masih baik -baik saja. Ia pun langsung melesat lompat dan melayang di udara. Darah yang mengalir di usapnya dengan ibu jari, matanya nyalang melihat Xiao Yue. Gadis cantik yang menjadi lawannya itu, tidak terluka sama sekali, bahkan hanfu yang di kenakannya pun masih bersih tanpa ada noda. Dan hal itu membuatnya sakit hati, tak ubahnya dirinya mendapatkan sebuah tamparan.
"Brengseeeek, ternyata perhitungan kami tentangmu meleset! Kau lebih kuat dari perkiraan! Uhh, kami salah dalam menerkah kemampuan dan kekuatanmu." Kata Chu Chau Bing sambil kembali mengedarkan Energi Mana pada Rantai Semu.
Itulah ejekkan yang di gunakan oleh Xiao Yue dengan maksud, semakin membakar emosi dan kemarahan dari Chu Chau Bing.
"Ck, Sombong! Itu semua baru awalan, aku belum serius. Begitu saja kau sudah Congkak! Dasar anak tak tahu tingginya gunung." Cemo'oh Chu Chau Bing yang masih saja menganggap kalau kelompoknya, akan begitu mudah untuk bisa menghabisi Xiao Yue beserta anggota Klan Xiao.
Begitu Chu Chau Bing menghempaskan tangannya, seketika itu juga dua lembar Jimat Array langsung berada dalam genggamannya. Tanpa menundah waktu lagi, dia langsung mengaktifkannya salah satu jimat. "Jimat Array Pertahanan, Aktifkan!"
Jimat yang ada di tangan Chu Chau Bing seketika itu juga bersinar cemerlang dan dalam sekejap mata sudah ada kubus perlindungan yang berdiameter 2 meter yang membungkus tubuhnya. Dan hal itu di ulanginya kembali, untuk mengaktifkan jimat yang satunya lagi. Sehingga Array Pertahanan yang membungkus dirinya sekarang ini jadi bertumpuk lebih kuat dan lebih kokoh.
"Hehe... Kalau masih ada lagi jimat, gunakanlah!Pakailah sebanyak mungkin Jimatnya! Aku pasti bisa mendobrak dan menghancurkannya! Sayang sekali lawanmu adalah aku! Haha.... semua itu tidak akan ada gunanya." Xiao Yue meledek dan mengejek Chu Chau Bing dengan maksud, membakar emosinya makin meledak- ledak tak terkontrol agar mudah menanganinya.
Chu Chau Bing melotot mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Xiao Yue, gadis ini benar -benar telah melecekannya. "Ck, Gadis songong! Buktikan! Hancurkan! Itu pun kalau mampu! Kau pikir, kau sekarang ini sedang berhadapan dengan siapa, hah... ?"
" Tentu saja aku tahu! Saat ini, aku sedang berhadapan dengan orang paling lemah diantara semua anggota Assassin Chubuang yang menyergap kami! Orang yang mengaku hebat tapi sebenarnya orang yang sangat -sangat lemah." Xiao Yue makin memprovokasi dengan menarik kedua sudut bibirnya.
"Keparaaaat..." Chu Chao Bing langsung menghentakkan Rantai Semu.
CRIIING CRIIIING CRIIING
Rantai Semu melesat dan meliuk- liuk laksana ular mendekati Xiao Yue. Melihat serangan datang Xiao Yue pun sudah siap.
"Jurus Pedang Bintang!" Xiao Yue langsung menggunakan Jurus Pedang Bintang tahap lanjut. Dia mengayunkan Pedang Mawar Kematian yang langsung bersinar mengeluarkan 7 bintang kecil bias cahaya samar. Xiao Yue mengerahkan 80 % Energinya. Ke 7 bintang kecil langsung memapaki laju Rantai Semu.
WHUUUUS WHUUUS BLAAAR
DUAAR DUAAR BOOOM
Terjadi ledakan yang sangat dahsyat ketika kedua kekuatan itu bertemu di udara. Kedua belah pihak baik itu Xiao Yue maupun Chu Chao Bing sama -sama terhempas. Xiao Yue terlempar sejauh 5 meter, sedangkan Chu Chao Bing lebih jauh lagi yaitu 7 meter karena posisinya yang dekat dengan area ledakan.
Sedangkan badan Xiao Yue yang terlempar 5 meter saat terjadi ledakan itu, saat ini masih melayang di udara. Dengan memanfaatkan angin, dia langsung saja menghentakkan ke dua tangannya untuk menahan berat tubuhnya agar tidak jatuh atau pun menabrak, dan segera menstabilkan kondisinya.
Tidak ada luka yang di alami Xiao Yue baik itu luka fisik atau luka dalam. Bahkan hanfu yang di kenakannya masih bersih tanpa ada kotoran atau noda yang menempel. Kondisi Xiao Yue baik- baik saja.