The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 99 : Pure Demonic Power



Zen menatap Lucifer dengan tatapan tajam, tanpa Zen sadari matanya sudah berubah menjadi warna merah tua dan pupil matanya berwarna merah muda semenjak ia menggunakan inti sihir barunya tersebut.


Lucifer pun menoleh ke arah Zen bersamaan dengan tangannya yang sudah pulih total, Lucifer yang melihat aura kekuatan Zen pun tersenyum bahagia dan sangat tidak sabar untuk melawan Zen.


"Zen.." Ucap lemas Silvia yang sudah tidak sanggup untuk menahan matanya, perlahan matanya pun tertutup dan ia pun pingsan.


Zen yang melihat kondisi Silvia meletakkannya di permukaan dengan perlahan dan melihat seluruh luka luka di tubuh Silvia.


"Kenapa kalian sampai seperti ini" Ucap Zen kesal.


"Kenapa kalian melukai orang orang terdekatku?!" Kesal Zen.


"Fire!" Zen pun bangun dan menciptakan bola api berwarna hijau di tangannya.


Zen pun membakar Silvia yang terluka parah, luka luka di tubuh Silvia perlahan pulih yang membuat Lucifer sedikit terkejut, karena seharusnya Zen tidak dapat menyembuhkan luka Silvia.


"Jika kalian memang ingin membunuhku! jangan libatkan dengan teman temanku!" Kesal Zen.


Zen menghentakkan kakinya dan api pun membakar permukaan sekitarnya, Zen tiba tiba menghilang dan muncul tepat di atas Lucifer.


"Fire!!!" Bola api yang sangat besar muncul di tangan Zen dan Zen langsung menyerang Lucifer tepat di atasnya.


Lucifer pun menatap Zen dan tersenyum dan menciptakan bola cahaya yang sama besarnya dengan milik Zen.


(Booom!!!!!!!!)


Ledakan dasyat pun tercipta, jurang jurang pun hancur dan permukaan sekitar Zen seketika retak dan terbelah menjadi dua.


Belahan permukaan pun bertambah mejadi empat yang membuat keseimbangan permukaan menjadi tidak stabil di tambah dengan suramnya area milik Lucifer.


"Hahaha!!" Lucifer pun tertawa bahagia saat melihat ledakan yang baru saja tercipta, tiba tiba Zen muncul tepat di depannya dan menyerangnya menggunakan kedua pedang miliknya.


(Slash!!!!)


(Ting!!!)


Tidak di duga Lucifer menahan serangan Zen menggunakan tongkat cahaya yang ia ciptakan, di saat yang bersamaan pedang Zen menghilang dan tombak miliknya pun muncul yang membuat Lucifer kembali terkejut.


(Srk!!!)


Zen pun menusukkan tombaknya ke Lucifer, tetapi Lucifer masih dapat menahan serangan Zen menggunakan tangannya yang membuat tombak Zen gagal menembus tubuh Lucifer.


Zen pun menghilangkan tombaknya dan menciptakan katana miliknya dan mengayunkannya, saat Zen mengayunkan katana miliknya, katananya pun menciptakan kobaran api yang membara, gelombang api yang sangat besar pun menghantam permukaan yang membuat permukaan di bawah Zen kembali terbelah dan terbakar.


Zen menyadari jika Lucifer tidak mungkin terkena serangannya begitu mudah, Zen pun bersiap untuk menerima serangan Lucifer dan tidak di duga Lucifer sudah berada tepat di depannya dan menatap Zen dengan tatapan mengancam.


(Brak!!!)


"Agh!?!!!" Zen pun terpelanting sangat jauh akibat tendangan Lucifer yang sangat cepat dan sangat kuat.


(Bam!!!!)


Lucifer terlihat sangat serius dan mulai mewaspadai Zen karena ia menyadari sesuatu dari Zen yaitu Zen yang memiliki kekuatan tidak masuk akal di dalam dirinya.


Lucifer menyadarinya saat Zen menyerangnya menggunakan tombak, karena emosi Zen yang tidak stabil mata kanan Zen sempat berubah menjadi merah darah yang membuat Lucifer terperangkap dalam jebakan mata kanan Zen.


Lucifer tiba tiba berada di tempat yang sangat seram dan aneh, Lucifer melihat seorang pria dengan kedua mata merah darah dan menatapnya sembari tersenyum dengan tatapan sinis.


Lucifer sedikit merasakan ketakutan dan terkejut serta kebingungan karena aura dari sosok yang berada di depannya hampir sama dengan aura milik soul reaper yang sempurna.


Koruga pun sedikit kebingungan karena Lucifer yang mendadak serius dan spontan bertanya "Apa kamu baik baik saja Luci?" Tanya Koruga melalui telepati.


"Aku baik baik saja.. hanya sedikit terkejut melihat kekuatan Zen" Jelas Lucifer.


Koruga yang mendengarnya pun merasa lega karena ia pikir jika Lucifer akan segera membunuh Zen.


...-Disisi Lain-...


Zen memuntahkan darah dari mulutnya, tetapi Zen dengan tekad kuatnya kembali bangkit dan bersiap untuk kembali menyerang Lucifer.


"Aku akan membunuh kalian semua!" Kesal Zen dalam hatinya.


Emosi Zen pun meningkat sangat pesat dan tiba tiba Zen pun berpindah ke suatu tempat yang sangat gelap, ternyata Zen tertarik ke dalam alam bawah sadarnya dan terlihat sesosok pria yang mirip dengannya dengan mata berwarna merah darah berjalan dengan santai ke arahnya sembari mengucapkan "Serahkanlah tubuhmu!.. dan aku akan mengabulkan permintaanmu untuk membunuh semua Iblis.." Ucap seramnya.


Perlahan matanya berubah menjadi merah darah, pria itu mengulurkan tangannya dan Zen pun berniat untuk menggapainya dan saat Zen akan menggapai tangan pria itu tiba tiba dinding sihir elemen api yang sangat panas langsung menghalangi Zen yang membuat Zen sangat terkejut dan kembali tersadar dari alam bawah sadarnya.


Terlihat tubuh Zen kembali terbakar oleh api merah yang sangat membara, Zen pun merasa jika seseorang sedang melindunginya dari emosinya yang tidak stabil.


"Kenapa aku jadi seperti ini?" Bingung Zen dengan dirinya sendiri yang menjadi emosian semenjak melihat temannya terluka.


Zen pun merasa kesal dengan dirinya sendiri dan ia pun memukul wajahnya sendiri dengan keras.


(Pak!!)


Zen pun menenangkan dirinya dan perlahan ia berhasil menenangkan dirinya, emosi Zen kembali stabil dan ia pun akhirnya bisa berfikir jernih.


"Hahh!......" Zen pun menghembuskan nafas yang sangat panjang.


"Baiklah!" Gumam Zen perlahan bangun dan langsung menghilang.


Zen tiba tiba muncul sedikit jauh di depan Lucifer dan bersiap untuk kembali menyerangnya, Lucifer yang melihat Zen pun turun ke permukaan dan bertanya kepada Zen "Kenapa kau melindungi teman temanmu padahal mereka pasti akan menghianatimu" Tanya Lucifer.


Zen yang mendengarnya pun menjawab "Aku akan terus melindungi teman temanku demi diriku sendiri" Jelas Zen dan berlari ke arah Lucifer.


"C Sword!!" Zen pun menciptakan pedangnya, tetapi Zen secara tidak sengaja menciptakan pedang miliknya dalam wujud yang benar benar sempurna, pedang berwarna merah tua dan hitam yang bercampur menjadi satu serta corak garis berwarna putih yang melintang dari mata pedangnya hingga ke ujung pedang miliknya.


Aura pedang milik Zen pun menyebar ke area sekitarnya dan Zen berlari ke arah Lucifer dengan cepat.


(Swof!!)


Lucifer pun menciptakan pedang cahaya miliknya dan kembali tersenyum.


"Kamu memang hebat Zen! Tetapi seperti yang pernah ku katakan sebelumnya... jika kamu..." Ucap Lucifer dengan tenang dan mata kanannya yang bercahaya.


(Slash!!!!)


(Tcs!!!!)


Pedang Zen pun seketika musnah yang membuat Zen sangat terkejut, serangan Lucifer sangat kuat yang membuat pedang Zen tidak mampu menahannya, pedang milik Zen memang sudah sempurna, tetapi Zen masih belum memiliki kendali penuh akan pedang sempurna tersebut yang membuat Zen tidak dapat menyalurkan seluruh kekuatannya dan membuat pedang itu menyatu dengan dirinya.


Zen pun menoleh ke belakangnya dan tidak di duga Lucifer sudah menciptakan bola cahaya yang sangat kecil dan menyerang Zen.


(Swof!!)


Lucifer menyerang tubuh Zen dengan bola cahaya kecil itu.


"Agh!!!!!!!! Ahh!!!!!!!!!!" Zen pun berteriak sangat kesakitan karena bola cahaya tersebut yang sangat mematikan, Lucifer sudah menekankan seluruh kekuatannya ke dalam bola cahaya tersebut yang membuat bola cahaya tersebut menjadi sangat kecil karena kepadatan dan kendali kekuatan yang sangat luar biasa.


Tubuh Zen pun terkoyak koyak akibat serangan lucifer barusan, karena serangan mematikan tersebut, Zen pun tak sadarkan diri dan pingsan tepat di depan Lucifer.


Lucifer hanya meratapi Zen dengan tatapan penasaran dan kewaspadaan.


Tiba tiba Koruga pun bertanya kepada Lucifer.


"Apa kamu membunuhnya Luci?" Tanya Koruga yang sudah berada tepat di samping Lucifer.


Lucifer pun dengan tenang menjawab "Aku hanya ingin melihat apa dia dapat menahan seranganku barusan atau tidak... dan tidak di duga sekali.. Zen masih hidup akibat seranganku barusan..." Jelas Lucifer sembari tersenyum.


"Hah..." Koruga kembali menghela nafas dan menarik tangan Lucifer.


"Sebaiknya kita pergi dari sini, jika tidak, bisa bisa kamu membunuh mereka semua, tidak hanya mereka, aku yakin separuh dunia ini bisa saja musnah jika kamu mengamuk" Ucap Koruga sembari berjalan menarik tangan Lucifer.


Lucifer pun tersenyum bahagia dan area miliknya pun perlahan menghilang.


Koruga dan Lucifer pun berjalan masuk ke dalam portal dan menghilang dari tempat tersebut.


Saat mereka pergi dari tempat tersebut, satu hal yang tidak mereka sadari, Zen ternyata masih sadar dan memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya.


Pandangan mata Zen sangat buram dan Zen masih mengingat serangan mematikan Lucifer sembari menahan rasa sakit di tubuhnya.


"Aku benar benar belum cukup kuat.. Ugh!!!" Zen kembali memuntahkan darah dari mulutnya dan ia pun pingsan karena sudah tidak mampu menahan rasa sakit pada tubuhnya.


...~Bersambung~...