
"Dia cukup berbahaya Yuro, berhati hatilah" Ucap Qerly.
Yuro pun menatap Zen dengan tatapan sinis, dan Zen juga menatapnya, Yuro pun merasa kesal.
"Badri" Ucap Yuro.
Badri pun langsung mendekati Yuro.
"Black eater" Aura Yuro pun berbentuk monster dan memakan Badri yang membuat kekuatannya meningkat, bahkan lebih besar dari yang sebelumnya saat di akademi Arsenal.
"Swift!" Zen~
(Swof!)
Zen tiba tiba muncul di depan Qerly dan mengayunkan pedangnya
(Slash!)
(Ting!!)
Yuro menangkis serangan Zen dengan pedangnya dan menatap Zen dengan tatapan bengis, Yuro pun menendang Zen, Zen dengan reflek menangkis tendangan Yuro yang membuatnya terpental jauh.
"Blinding!!" Qerly kembali membutakan penglihatan Zen dan Yuro langsung menyerangnya.
"Pedang kegelapan-"
(Slash!!)
"Dark strike" Yuro~
"Egh!!!" Tubuh Zen terkoyak akibat serangan Yuro yang sangat cepat dan kuat, Zen pun melompat kebelakang menjauhi mereka berdua.
"Healing!" Zen pun memulihkan luka akibat tebasan Yuro, tetapi Yuro tidak memberikan Zen kesempatan dan kembali menyerangnya.
(Slash!!)
(Ting!!)
Zen berhasil menangkis serangan Yuro dan luka di tubuhnya pun pulih.
"Swift!" Zen bergerak sangat cepat yang membuat Yuro kebingungan, tiba tiba Zen muncul tepat di depan Qerly dan menendangnya dengan kuat, tetapi Qerly dapat menangkis tendangan Zen dengan sebuah bola hitam yang ada di tangannya.
Tiba tiba bola tersebut pun meledak tetapi sebelum ledakan terjadi Zen berhasil menghindarinya.
Yuro pun muncul tepat di belakang Zen dan mengayunkan pedangnya, Zen dengan reflek langsung menangkis serangan Yuro.
"Fokuslah kepadaku bocah!!!" Seru Yuro.
"Fire!" Pedang Zen tiba tiba mengeluarkan api, Yuro pun menendang perut Zen dan membuatnya terpelanting sangat jauh.
"Agh!... Uhk!!" Zen memuntahkan banyak darah dari mulutnya dan penglihatannya pun mulai buram.
"Si.. al!, apa aku akan ka..l" Zen pun pingsan.
"Bangun!" Ucapan seseorang yang terdengar di telinga Zen
"Kamu sudah berjanji untuk lebih kuat bukan?" Ucap seseorang yang terdengar di telinga Zen dengan sangat jelas.
Zen pun langsung sadar dari pingsannya.
"A..ku tidak boleh kalah!!" Gumam Zen.
Zen pun kembali bangkit dan mengatur nafasnya.
"Lightning-" Zen~
(Swof!!)
Zen tiba tiba muncul di depan Yuro dan mengayunkan kedua pedangnya, Yuro pun menangkis serangan Zen, saat pedang mereka bersentuhan.
(Thar!!!!!!)
Sambaran petir yang kuat pun menyambar Yuro, tetapi sebelum sambaran petir itu mengenainya, Yuro terlebih dahulu menghindari sambaran petir tersebut.
"Black hole!" Yuro menciptakan sebuah bola hitam di tangannya yang memiliki daya tarik yang luarbiasa.
Zen pun berusaha menahan dirinya agar tidak tertarik kedalam portal tersebut.
(Kick!!)
"Agh!!" Tiba tiba Zen di tendang Qerly dengan sangat kuat dari belakang, Zen pun tertarik ke bola hitam milik Yuro, saat Zen sudah sangat dekat, Yuro pun menggenggam bola hitam tersebut yang seketika hilang, dan memukul Zen dengan sangat kuat.
(Punch!!)
"Ugh!!!" Zen~
"Dark bounce!" Tiba tiba muncul gelombang hitam yang membuat Zen terpelanting sangat jauh hingga bertabrakan dengan bangunan desa yang sudah hancur.
(Bom!!!!)
"Uhk! uhk!!" Zen kembali memuntahkan darah dari mulutnya.
Yuro pun berjalan mendekati Zen sambil menciptakan sebuah sihir kegelapan di tangannya.
"Dark spear" Tombak sihir kegelapan pun muncul di tangan Yuro dan ia melemparnya dengan kuat ke arah Zen yang sedang terduduk lemas.
(Swof!!!)
"Uhk! uhk!" Zen kembali memuntahkan darah dari mulutnya.
"Protection!" Zen~
(Bom!!!!!!)
Ledakan yang kuat pun terjadi, Zen berhasil melindungi dirinya walau ia sedikit terluka akibat serangan Yuro yang barusan.
"Si...al, penglihatanku kembali memburam" Gumam Zen
Zen pun kembali berdiri, saat ia berdiri ia merasakan ada yang aneh di dalam dirinya, Zen pun tidak memperdulikannya ia hanya fokus kepada lawan yang ada di hadapannya.
Yang Zen tidak ketahui adalah pergerakan inti sihir di dalam dirinya, inti sihir milik Ice Zen perlahan mendekati inti sihir miliknya.
Zen menutup matanya dan mengumpulkan kekuatannya untuk menyerang Yuro.
(Swof!)
(Slash!!)
(Ting!!)
Zen tiba tiba muncul di hadapan Yuro dan menyerangnya, tetapi Yuro dapat menangkis serangan Zen dengan pedang miliknya, Yuro pun menendang Zen, tetapi Zen menahan tendangan Yuro dengan kakinya.
Zen pun mengayunkan satu lagi pedangnya, tetapi Yuro langsung menjauhi Zen yang membuat serangannya meleset.
"Swift!" Zen~
"Swift!" Yuro~
(Ting! ting!! ting!! ting!)
(Ting!! ting!! ting!!)
"Fire!!"
(Slash!!)
(Bf!!)
"Agh!!" Yuro pun terkena serangan Zen yang membuat tangan kanannya terluka, Zen pun terus menyerang tanpa henti yang membuat Yuro kewalahan.
(Slash! slash! slash! slash!!)
(Ting! ting!! ting!)
"Fire strike!!" Zen~
(Bom!!!)
Ledakan yang besar pun terjadi dan membuat permukaan terbakar oleh api.
"Dimana dia?!" Gumam Zen
Tiba tiba muncul sebuah portal di belakang Zen dan Zen pun terpelanting akibat tendangan Yuro yang muncul dari portal tersebut.
"Ugh! agh!!" Zen pun terkapar lemas di permukaan
"Hah... hah.." Zen kembali berusaha mengatur nafasnya, saat ia sedang mengatur nafasnya, ia kembali merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya, Zen pun menutup matanya dan fokus mencari apa yang bergerak di dalam tubuhnya, Zen akhirnya menyadari inti sihir es milik Ice Zen yang mendekati inti sihir miliknya.
...-Disisi lain-...
"Ha!!!!!" Yuro pun berteriak yang membuat Qerly sedikit ketakutan, karena Aura milik Yuro yang mengancam.
Sayap Iblis milik Yuro pun muncul bersamaan munculnya tanduk di kepalanya.
"Yu.. Yuro??" Ucap Qerly.
(Srk!!!)
Tiba tiba Yuro menikam jantung Qerly.
"Uhk! aa.. apa ya.. yang.. kau.. l.. lakk.. ukan.. Yuro" Ucap Qerly yang sudah sekarat
"Black eater" Yuro pun memakan Qerly yang sudah sekarat dan kekuatannya meningkat sangat pesat bahkan hampir setara dengan Iblis tingkat atas.
"Ha!!!!!!!!" Permukaan pun bergetar karena kekuatan Yuro yang luarbiasa.
"Black block!" Yuro pun melempar balok hitam yang sangat besar ke arah Zen
(Swof!!)
"Sial" Gumam Zen.
Balok hitam tersebut pun meledak tepat di hadapan Zen yang sedang terkapar lemas.
(Booooooom!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)
Ledakan yang sangat besar pun terjadi, sampai membuat kota kecil tempat Zen menginap sebelumnya mengalami gempa yang cukup dasyat.
Zen pun membuka matanya dan kebingungan karena ia masih selamat dari serangan Yuro
"Apa yang terjadi?" Bingung Zen
Saat kabut asap telah menghilang Zen pun melihat dua pedang yang melayang di hadapannya, ternyata itu adalah dua pedang di dalam tas yang sebelumnya ia pernah ambil, Zen seketika kebingungan kenapa pedang itu menyelamatkannya, dan kenapa bisa ada di hadapannya.
Pedang tersebut pun terjatuh ke permukaan dan secara bersamaan Zen tiba tiba berada di sebuah tempat aneh.
"Dimana ini!?" Gumam Zen kebingungan
"Tenang saja, kamu tidak mati, kamu hanya berpindah ke alam bawah sadarku" Ucap seseorang yang terdengar jelas di telinga Zen.
"Siapa disana?!" Ucap Zen
Tiba tiba Zen melihat seseorang yang muncul secara tiba tiba di sampingnya dan sedang duduk dengan santai.
"Siapa kau?!" Zen pun bangun dan menjauhi laki laki tersebut
"Aku?, namaku Haruto, aku adalah pengguna dua pedang dan pencipta aliran pedang ganda, tetapi tidak ada satu orang pun yang berhasil menggunakan pedang ganda sepertiku" Ucapnya.
"Tetapi, sekarang aku seperti sedang melihat diriku sendiri" Ucap Haruto sembari tersenyum melihat ke arah Zen
...~Bersambung~...