
"Fire" Zen pun berjalan mendekati Shin sembari menciptakan bola api yang besar.
Zen melemparkan bola api itu ke arah Shin tetapi Shin langsung menghindarinya.
"Dia tidak punya energi sihir, tapi bagaimana dia bisa menciptakan sihir?" Bingung Shin.
"Portal" Shin pun masuk kedalam portal dan muncul di atas Zen.
"Black ball" Shin menciptakan bola hitam besar dan menyerang Zen dari atas.
Zen yang menyadari Shin berada di atas pun ikut menyerangnya.
"Fire ball" Bola api yang sangat besar muncul di tangan Zen.
(Bom!!!!!!!!!!)
Bentrokan dua sihir itu pun menciptakan ledakan yang sangat luar biasa, sebagian akademi hancur akibat ledakan dan api berada dimana mana.
Zen tiba tiba muncul di depan Shin dan menyerang dengan dua pedangnya.
(Slash slash! slash!! slash!!)
Tetapi Shin dapat menghindari semua serangan itu, Zen pun terus menyerang Shin tanpa henti dan pergerakannya semakin cepat.
(Slash! slash!! slash! slash! slash!! slash!! slash!!! slash!! slash! slash!!!! slash!!)
Shin terus menghindari serangan Zen tetapi ia beberapa kali terkena sayatan dari pedang Zen, ia pun langsung menjauh dari Zen untuk meregenerasi tubuhnya.
Shin pun melompat jauh tinggi dan terbang.
"C'Katana" Zen~
"Swift!!" Saat Shin akan meregenerasi tubuhnya tiba tiba Zen muncul tepat di depan matanya.
"Cepat sekali!?" Gumam Shin terkejut.
(Slash!!!!)
"Lightning slash!" Shin pun terluka parah akibat serangan Zen dan Zen langsung menendang Shin kembali ke permukaan.
"Pengendali elemen ganda?" Gumam Pemimpin akademi sedikit kebingungan.
Zen mendarat ke permukaan, ia kembali mendekati Shin dan bersiap untuk kembali menyerang.
"Ha!!!!" Shin pun berteriak dan Auranya meningkat pesat.
"Aura!" Shin~
(Nging!..)
Para murid pun seketika pingsan karena tidak sanggup menahan Aura Shin yang sangat kuat.
"Ini pertama kalinya aku merasa kesal saat melawan bocah sepertimu!" Seru Shin.
Shin bangun dan ia menciptakan lingkaran sihir di tangannya.
"Area" Shin~
...-Informasi-...
["Area" Adalah dunia sihir buatan atau sebuah ruangan yang sangat besar yang mampu mengurung orang yang berada di dalam, orang yang berada di dalam tidak akan bisa keluar kecuali dapat menghancurkan dunia sihir itu. Orang yang menciptakan "Area" akan mendapatkan kekuatan maksimalnya karena "Area" adalah ruangan yang dapat meningkatkan 'Mana' secara maksimal dan membuat pengguna/pencipta "Area" dapat dengan mudah mengendalikan dan melepaskan sihir]
Area yang sangat besar pun tercipta dan semua orang terkurung di dalamnya.
Shin tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan Zen yang membuat Zen terkejut.
"Darkness-"
(Srk!!!)
"Ah!!!!!" Tangan Zen pun terluka karena gelombang berwarna hitam milik Shin yang bersentuhan dengan tangan Zen.
Zen pun langsung menjauhi Shin, tetapi Shin kembali muncul di belakang Zen dan kembali menyerang Zen dengan gelombang hitam yang ada di tangannya.
Lagi lagi tubuh Zen terluka akibat gelombang hitam yang aneh itu.
Shin kembali menghilang dan muncul tepat di depan Zen, ia memukul perut Zen dengan sangat kuat.
"Dark drill!" Shin~
(Srk!!!)
"Agh!!!!" Zen pun terpelanting sangat jauh dan perutnya terluka cukup parah akibat serangan Shin.
"Uhk! uhk!!!" Darah yang sangat banyak pun keluar dari mulut Zen, Zen merasa kepalanya sangat pusing dan tubuhnya yang tidak bisa ia kendalikan.
"Si.. sial! sakit sekali!!" Gumam Zen.
"Inikah kekuatan Iblis tingkat atas yang sesungguhnya?!" Gumam Zen tidak percaya.
"Bangun!! bangkit!!!" Gumam Zen sembari berusaha berdiri.
Zen pun memaksakan diri untuk bangun dan ia berhasil.
"Gunakanlah sihir elemen! Lampaui batasmu Zen!!!!!" Gumam Zen.
"Fire!!!" Zen langsung menciptakan bola api yang sangat besar dan merah membara.
Zen pun melemparkan serangannya ke Shin, Shin pun langsung menciptakan perlindungan, tetapi perlindungannya perlahan lahan di lahap oleh bola api milik Zen.
Shin langsung menciptakan portal dan menghindari bola api itu.
Bola api itu pun meledak dan sebagian permukaan terbakar oleh api.
"Agh!!!!!!" Tangan Zen pun menerima luka bakar yang luarbiasa.
"Sakit!! sakit sekali!!" Gumam Zen.
"Aku tidak boleh berhenti di sini!!" Zen kembali mengangkat tangannya tetapi tubuhnya sudah tidak mampu mengiringi kuatnya aliran 'Mana' miliknya.
"Jang..an s.. sekarang!.." Penglihatan Zen langsung menghitam dan ia pun pingsan.
Shin pun keluar dari portal dan sedikit terkejut melihat serangan Zen yang cukup mematikan.
"Dia hanya bocah biasa tetapi bagaimana bisa dia menciptakan sihir itu?!, terlebih lagi ia tidak memiliki energi sihir, apa apaan ini!?!" Gumam Shin kebingungan dan tidak percaya.
Shin pun berjalan mendekati Zen dan berniat membunuhnya.
"Thunder!"
(Thar!!!!!!!)
Shin pun tersambar petir yang luarbiasa, tetapi ia tidak menerima luka sedikitpun.
Shin pun menatap Pemimpin akademi yang barusan menyerangnya, Shin langsung berpindah tempat, ia tiba tiba muncul di belakang Pemimpin akademi dan menyerangnya menggunakan gelombang hitam yang ada di tangannya.
Tetapi Pemimpin akademi dapat menghindari serangan itu.
(Slash! slash! slash! slash!!)
Pemimpin akademi terus menghindari serangan Shin, ia tidak dapat menyerang Shin karena Shin yang sudah memojokkannya dari awal.
Pemimpin akademi pun melompat tinggi ke atas dan menciptakan bola petir yang sangat besar di tangannya.
Saat ia ingin melepaskan serangannya, Shin tiba tiba muncul tepat di depannya, Shin langsung menusuk bola petir yang ada di tangan Pemimpin akademi dengan duri berwarna hitam yang muncul dari tangannya.
(Bom!!!!!!!!!)
Ledakan yang dasyat pun terjadi, Pemimpin akademi mengalami luka yang cukup parah di tangan kanannya akibat serangannya yang di batalkan Shin.
...-Disisi lain-...
"Hebat juga dia berani melawan Iblis tingkat atas!" Ucap Rex dengan semangatnya.
"Huh.. tetapi dia terlalu memaksakan diri" Ujar Indra.
"Hah..." Ngeluh Haruto.
"Heh..." Ngeluh Ghil.
"Apaan sih kalian heh hah heh, ngeluh mulu, lagian apa yang kalian keluhkan?" Tanya Rex.
Mereka bertiga pun menatap Rex sembari mengucapkan "Tidak ada, orang tidak peka mana tau apa apa" Serentak mereka.
"Apa maksud kalian!!?" Kesal Rex.
"Ahahaha lupakan, jika kamu tidak mengerti aku saja yang akan membantu anak ini" Ucap Indra.
"Eh, tidak! aku akan membantunya!" Ucap Rex.
"Kenapa kamu membantunya? dia anakmu?" Tanya Haruto.
"Oh iya juga ya, ya sudah biarkan saja dia terkapar disana" Ucap Rex.
"Tidak begitu juga bodoh!" Seru Indra sembari memukul kepala Rex dengan kuat.
"Aduh duh!.. sakit indra chan!.." Ucap Rex sembari jongkok dan mengeluarkan airmata.
"Indra chan kepalamu!, aku laki laki!, dan aku tidak menyukai yang satu gender denganku, jangan samakan aku sepertimu!" Ucap Indra sedikit kesal.
"Ahahaha, hanya bercanda" Ucap Rex.
"Sudah kalian, aku akan membantu anak ini" Ucap Ghil.
"Oh, oke semangat Ghil!" Ucap Haruto.
"Cueki saja mereka berdua, mereka emang tidak bisa di ajak komunikasi, biasalah mereka kan pahlawan yang tersesat.." Ucap Haruto.
Rex dan Indra serentak memukul kepala Haruto dengan kuat yang membuatnya langsung terkapar di permukaan.
"Katakan sekali lagi Haruto!.." Kesal mereka berdua.
"Ahahaha" Ghil pun tertawa karena sifat teman temannya yang tidak pernah berubah.
"Baiklah, aku pergi dulu teman teman" Ucap Ghil sembari melambaikan tangannya.
...-Disisi lain-...
Shin tiba tiba muncul di depan Pemimpin akademi sembari membawa bola api berwarna hitam yang sangat besar.
"Matilah!!" Seru Shin.
(Sring!!.....)
Rantai yang panjang pun langsung menyerang bola api milik Shin yang membuat bola api itu seketika lenyap.
"Apa yang terjadi!??!!" Gumam Shin kebingungan.
Shin pun langsung melihat asal rantai itu muncul, Shin terkejut melihat Zen yang kembali bangkit dan auranya terasa sangat berbeda.
...~Bersambung~...