
(Krak!!!)
(Bomm!!!!)
Arena pun hancur karena hantaman petir yang begitu kuat, tidak hanya itu, terlihat juga naga air yang menyemburkan air ke permukaan dengan hantaman yang begitu kuat sehingga membuat arena semakin hancur.
Asuka pun terlihat berlari di dalam arena sembari menghindari semburan naga air itu dari atas, tidak hanya itu, arena juga sudah menjadi kawasan milik Luca karena air yang sudah membanjiri seluruh permukaan arena sehingga hiu hiu dari elemen airnya dapat berenang dengan bebas di permukaan, Asuka terlihat terus di kejar oleh hiu hiu itu, tidak hanya hiu bahkan serigala dan harimau air juga ikut mengejarnya.
Walau begitu, Asuka terlihat tidak panik sedikitpun, malahan larinya semakin cepat dan terlihat percikan listrik di sekitaran kakinya.
(Tst!!)
Semburan naga air tersebut terus mengarah ke Asuka, tetapi tidak dapat mengenainya sedikitpun karena lari Asuka yang semakin cepat.
(Tst!!!)
(Swof!!!)
Asuka tiba tiba menghilang yang membuat Luca terkejut.
"Rakurai!"
...•...
...落...
...雷...
...•...
...(Sambaran Petir)...
Asuka mengeluarkan salah satu katana dari ketiga katana tersebut dan muncul di udara tepat di atas Luca.
(Slash!!!)
Sambaran petir pun tercipta dari ayunan katana Asuka dan tepat mengarah ke Luca, Luca yang menyadarinya pun berbalik arah dan mengacungkan trisula miliknya ke arah Asuka, naga air pun langsung melingkari tubuhnya dan menyemburkan air tepat ke arah sambaran petir tersebut.
"Gha!!!"
Semburan naga air pun berhasil menahan sambaran petir tersebut, tetapi hal yang tidak terduga terjadi.
(Tst!!!)
(Srk!!)
"Akh?!" Luca pun menerima luka gores tepat di lengan kanannya karena sebuah katana yang menembus semburan naga air itu.
Tidak hanya itu, Asuka yang awalnya berada di atasnya sekarang sudah berada di belakangnya dan siap untuk kembali menyerangnya.
(Slash!!!)
Asuka pun mengayunkan katana yang barusan ia tangkap, tetapi Luca langsung berbalik dan menepis serangan itu dengan trisula miliknya.
(Ting!!!)
Katana itu pun terpelanting karena hantaman trisula milik Luca yang lebih kuat dari katana milik Asuka.
"Kozui!.."
...•...
...洪...
...水...
...•...
...(Banjir)...
Luca mengacungkan trisula miliknya tepat ke arah Asuka dan hantaman air seperti laser pun langsung mengarah ke Asuka dengan begitu kuat yang membuatnya harus terhantam ke permukaan dengan keras.
(Bomm!!!!)
Hiu, serigala dan harimau air pun langsung mengarah ke Asuka dan akan menyerangnya.
Di saat yang bersamaan, Luca mengangkat trisulanya ke atas dan melakukan serangan.
"Toraidentorein!!"
...•...
...ト...
...ラ...
...イ...
...デ...
...ン...
...ト...
...レ...
...イ...
...ン...
...•...
...(Hujan Trisula)...
Luca pun mengayunkan trisulanya ke permukaan dan seketika hujan pun turun tetapi bukan hujan biasa melainkan trisula yang terbuat dari sihir elemen air dan terlihat begitu tajam.
(Swof!!)
Ribuan trisula pun mengarah ke permukaan, dan di saat yang bersamaan petir langsung menyambar tepat dimana Asuka terkapar.
(Thar!!!)
(Slash! Slash!! Slash!! Slash!! Slash!! Slash!!)
Kilatan petir pun terlihat bersamaan dengan musnahnya semua hiu, serigala dan harimau air milik Luca karena tebasan Asuka yang begitu cepat.
"Raitoningusurasshu!"
...•...
...ラ...
...イ...
...ト...
...ニ...
...ン...
...グ...
...ス...
...ラ...
...ッ...
...シ...
...ュ...
...•...
...(Tebasan Petir)...
Asuka pun mengeluarkan katana yang berbeda dari sebelumnya, sebuah katana berwarna kuning sedikit keputihan dengan corak kuning hitam di setiap sisi sampingnya.
Asuka pun mengangkat katananya dan matanya seketika sedikit bersinar dan pupil matanya yang berubah bentuk menjadi lambang petir berwarna putih.
(Slash!! Slash! Slash!! Slash slash slash slash slash!! Slash!!! Slash!! Slash slash slash slash!! Slash!! Slash!!! Slash!! Slash!!)
Asuka dengan sangat cepat mengayunkan katananya yang hanya menyisakan kilatan kuning di udara melewati setiap trisula yang akan jatuh itu.
(Thar!! Thar!! Thar!! Thar!!! Thar!!! Thar!!!!)
Trisula trisula yang jatuh pun musnah di iringi oleh sambaran petir yang menyambar sekitaran arena.
(Swof!!)
Tiba tiba Asuka muncul tepat di depan Luca dan mengayunkan katana miliknya.
(Slash!!!)
(Ting!!!)
Tebasan itu pun berhasil di tahan oleh naga air milik Luca, naga air itu menggigit katana yang akan mengarah ke leher Luca, tetapi Asuka sudah memprediksi hal itu akan terjadi yang membuatnya melepaskan katana itu dan menendang Luca, tetapi saat ia menendang Luca, Luca terlebih dahulu menendangnya yang membuatnya kembali jatuh ke permukaan.
Luca pun tidak melepaskan kesempatan itu, ia pun mengarahkan trisulanya ke arah Asuka dan dengan sangat cepat ia turun dari udara seakan akan di tarik oleh gaya gravitasi yang begitu kuat.
Asuka yang melihat hal itu pun langsung mengambil katana yang pertama kali ia gunakan sebelumnya dan menahan serangan Luca.
(Ting!!!!!!!)
Hantaman trisula milik Luca berhasil di tahan oleh Asuka menggunakan katana miliknya, walau begitu ia tetap saja tidak di untungkan karena berada pada posisi bawah, Asuka pun langsung menendang Luca dengan keras sebelum ia menghantam ke permukaan.
(Bom!!!)
Asuka pun menghantam permukaan dengan keras, tetapi ia berhasil menghindari serangan mematikan Luca karena ia sempat menendang Luca yang membuat Luca terpelanting.
...-Disisi Lain-...
"Pertarungan macam apa ini?!" Gumam Siyon sangat terkagum melihat pertarungan yang terjadi di dalam arena, ia juga sempat berfikir apa yang terjadi jika ia yang menghadapi Luca, pasti ia akan kalah dengan sangat cepat.
Semua penonton terlihat terdiam karena kagum dengan pertarungan, sedangan Verina, Silvia tidak begitu heran lagi dengan pertarungan dasyat seperti ini, karena mereka juga pernah bertarung bahkan pertarungan yang mengorbankan nyawa mereka.
...-Disisi Lain-...
Zen dan Veliona pun terlihat sedang bermain sihir, Zen menciptakan bunga mawar dari es dan memberikannya kepada Veliona sembari mengucapkan "Ini hadiah kecil atas kemenanganmu.." Ucap Zen sembari tersenyum.
Veliona pun terlihat bahagia dan mengambil bunga mawar itu.
"Terima kasih..." Ucap Veliona.
"Sama sama.. Ngomong ngomong, pertarungan sebelumnya, kamu menggunakan elemen apa? bagaimana bisa kupu kupu dan bunga mawar itu meledak? di dalam pertandingan?" Bingung Zen.
"Ah.. Itu adalah salah satu kemampuanku, itu adalah sihir ciptaanku sendiri, aku memiliki elemen unik, elemen merah dan bunga, aku juga tidak begitu mengerti tetapi pemimpin akademi, pak Haxor lah yang memberi tauku.." Jelas Veliona.
"Memang benar benar unik ya.." Ucap Zen memahami penjelasan singkat Veliona.
"Aku juga memiliki elemen lain, seperti elemen api tetapi aku jarang menggunakannya jika tidak di perlukan.." Ucap Veliona.
Zen yang mendengarnya pun bertanya "Kenapa kamu tidak menggunakannya?" Tanya Zen.
"Aku lebih nyaman menggunakan elemen merah dan bunga dari pada sihir elemen api, karena sihir elemen apiku tidak seperti sihir elemen pada umumnya, sihir elemen apiku berwarna merah tua dan juga selalu berefek ledakan, mungkin karena aku memiliki elemen merah dan bunga.." Jelas Veliona.
"Hm hm begitu ya.. Sepertinya aku kurang paham" Ucap Zen dengan bangga.
"Hihihi" Veliona yang melihat Zen bertingkah aneh pun sedikit tertawa yang membuat Zen penasaran.
"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Zen.
Veliona pun tersenyum dan mengucapkan "Aku hanya mengingat kenangan masa lalu saja.." Ucap Veliona sembari tersenyum.
"Hem..." Zen pun memikirkan kenangan masa lalu apa yang Veliona maksudkan.
Veliona pun meraih tangan Zen dan menyentuh gelang yang ada di tangannya sembari mengucapkan "Sepertinya perjalananmu benar benar sulit ya Zen..." Ucap Veliona khawatir karena melihat gelang tersebut yang sudah rusak dan hampir putus.
"Maaf aku tidak bisa merawat gelang ini dengan baik..." Ucap Zen sedikit murung.
Veliona yang mendengarnya pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak masalah kok.. hanya saja aku khawatir denganmu, pertarungan dan petualanganmu pasti sangat sulit, kamu ingin melindungi kami semua dari pria itu kan?" Tanya Veliona.
Zen pun kembali bertanya "Pria itu? siapa yang kamu maksud Vel?" Bingung Zen.
Veliona pun menjawab dengan perasaan tidak enak dan raut wajah yang khawatir serta trauma akan ketakutannya "Sosok leluhur Iblis itu" Jelas Veliona yang membuat Zen sangat terkejut.
...~Bersambung~...