The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 118 : Brother and Sister



Setelah Zen menceritakan semuanya kepada Veliona, dari awal ia bertemu dengan Koruga, bertemu dengan para pahlawan, bertemu Ice Zen, bersekolah di akademi Blue Ring, berlatih bersama para pahlawan, berpetualang, bertarung melawan Iblis murni, dan alasan kenapa ia bisa berada di akademi Water Dragon.


Zen menceritakan hal tersebut secara singkat tetapi jelas dan dapat di pahami oleh Veliona, walaupun begitu, Veliona masih belum puas dengan penjelasan Zen, tetapi ia juga tau situasinya yang akan segera bertanding di babak selanjutnya.


"Jadi kamu ingin mencari inti core alam?" Tanya Veliona sedikit khawatir.


Zen pun menganggukkan kepalanya, Veliona yang khawatir pun berniat menasehati Zen, tetapi ia sadar Zen bukanlah orang yang lemah dan tanpa tujuan hingga berani mencari inti core alam, ia juga tau jelas dengan kekuatan Koruga, bahkan Koruga menghancurkan akademi Arsenal dengan sangat mudah semudah menghitung angka.


"Baiklah... Kalau begitu aku akan ikut denganmu" Ucap Veliona.


"Eh, tapi-" Sebelum Zen menyelesaikan kalimatnya, ujung mata sabit merah sudah berada tepat di lehernya.


(Glup)


Zen menelan ludahnya dengan perasaan yang tidak enak dan terancam.


"Aku tidak peduli, aku akan ikut denganmu!" Ucap seram Veliona menatap mata Zen.


"Ba.. Baik..." Zen pun mengizinkan Veliona karena ia juga harus menebus kesalahannya.


"Baguslah kalau begitu" Ucap Veliona tersenyum bahagia dan sabitnya yang perlahan menghilang.


"Kalau begitu, aku akan kembali ke Colosseum dulu, sebentar lagi giliranku akan bertanding" Ucap Veliona sembari tersenyum.


"Begitu kah.. Kalau begitu aku akan segera kesana setelah urusanku selesai.." Ucap Zen.


Setelah selesai berbincang, Veliona dan Zen pun berjalan keluar dari asrama, sesampainya di luar mereka pun berpisah, Veliona yang kembali ke Colosseum bersiap untuk bertanding dan Zen yang berjalan keluar akademi melihat situasi di luar.


Sesampainya di luar, Zen pun merasakan hawa dingin yang kembali menyambarnya walau hanya sekilas.


"Sepertinya sebentar lagi akan tiba waktunya" Gumam Zen sembari menggenggam tangannya, ia pun teringat dengan Ice Zen seseorang yang memberinya pelajaran dan kekuatan.


...-Disisi Lain-...


Terlihat Ice Zen yang berada di sebuah tempat Es yang tak ada batasnya, hanya terdapat sebuah portal aneh di tengahnya, Ice Zen yang telah lama terjebak di sana pun terlihat sudah berubah, ia terlihat semakin kuat bahkan ia sudah menguasai area tersebut, monster monster yang berada di sana tunduk padanya, tetapi hanya satu hal yang membuatnya tidak puas, sekuat apapun dirinya, ia tidak dapat memasuki portal itu, portal aneh yang tidak dapat di jelaskan kenapa Ice Zen tak dapat melewatinya.


"Apa yang harus ku lakukan" Gumam Ice Zen.


Ice Zen berubah drastis semenjak berada di tempat itu, rambutnya yang berubah menjadi biru muda sedikit keputihan, mengenakan jaket berwarna biru muda serta salju yang melayang di sekitar dirinya, matanya yang berbentuk salju berwarna biru tua dan bercampur ungu seperti kristal.


"Aku sudah melakukan cara apapun bahkan sampai menghancurkan area ini, tetapi tetap saja portal itu tidak terbuka, area ini kembali pulih menjadi semula, apa yang harus ku lakukan" Gumam Ice Zen kebingungan.


...-Disisi Lain-...


Terlihat pertandingan grup E babak semi final pun berakhir, Veliona memenangkan pertandingan dengan mudah walau lawannya adalah anggota dari guild Valkyrie.


Karena hal tersebut, Veliona menjadi seseorang yang sangat berbahaya di mata perserta yang tersisa.


"Pemenangnya adalah Veliona dari guild Eternal Fire!!!!"


Sorakan para murid pun terdengar hingga keluar dari Colosseum, Zen yang mendengar suara sorakan itu pun berjalan ke Colosseum dan ia pun langsung menghilang, terlihat Zen duduk di bangku teratas dan tersepi bahkan tidak ada seorangpun yang menyadari keberadaan Zen disana.


"Sepertinya Veliona semakin kuat saja" Gumam Zen sembari tersenyum.


Veliona pun meninggalkan arena.


"Huh.. Seandainya Zen menonton pertandinganku.." Gumam Veliona sembari berjalan di lorong.


"Zen?!" Veliona pun menoleh dan terkejut karena ia tidak menduga jika Zen dari tadi ternyata mengawasinya.


"Kerja bagus" Ucap Zen sembari mengelus kepala Veliona dan tersenyum.


Wajah Veliona pun sedikit memerah, tetapi tiba tiba suasana yang tenang di dalam lorong seketika menjadi suram saat Lucifer dan Code memuncul.


Zen yang menyadari keberadaan Iblis di ujung lorong yang sedang menghampiri mereka pun menarik Veliona.


"Eh?"


"Tetaplah di belakangku" Pinta Zen yang membuat Veliona kebingungan.


Lucifer dan Code pun berada tepat di depan Zen, tetapi kedatangan mereka bukanlah untuk bertarung dengan Zen, melainkan mereka seakan akan ingin berbicara dengan Zen.


"Zen, Koruga punya pesan untukmu" Ucap Lucifer dengan raut wajah yang serius.


"Apa maumu?!" Tanya Zen serius dan bersiap untuk menyerang jika Lucifer akan menyerang.


"Koruga sudah membuat kesalahan, ia merasa jika dunia ini akan berakhir, seluruh makhluk hidup akan musnah, bahkan alam semesta juga bisa hancur, aku tidak bisa menjelaskannya suatu saat nanti Koruga akan menjelaskannya kepadamu, aku harap kau bisa bertahan hidup hingga waktu itu tiba" Ucap Lucifer dengan serius yang membuat Zen semakin waspada karena Lucifer biasanya tidak seperti itu, entah hal apa yang membuatnya menjadi seperti itu.


Lucifer dan Code pun tiba tiba menghilang tanpa jejak sedikitpun "Siapa mereka Zen?" Tanya Veliona.


"Mereka adalah Iblis murni yang ku ceritakan, tetapi yang aku ketahui hanyalah gadis yang berbicara tadi, aku tidak kenal dengan pria satunya" Jelas Zen.


Suasana yang mengerikan itu pun menghilang, Veliona dan Zen pun kembali tenang karena tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


Sementara itu, babak pertandingan terus berlangsung, Veliona pun mengajak Zen untuk bergabung untuk menonton bersama di bangku guild Eternal Fire, tetapi Zen menolak, karena ia ingin melihat lihat akademi lagi, takutnya jika akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


...-Disisi Lain-...


Pertandingan Grup Final pun tiba, Guild Eternal fire masih memiliki empat peserta yang tersisa, yakni Veliona, Ayani, Siyon, dan Raft, tetapi lawan mereka semakin Sulit.


Velona akan bertanding melawan Gen dari guild Earth, Ayani akan bertarung melawan Thira dari guild Natural Impact, Raft yang akan bertarung melawan Luca dari guild Blue Predator dan Siyon yang akan bertarung melawan kakaknya sendiri yaitu Asuka dari guild Valkyrie.


Satu grup lagi terdapat peserta dari guild Blue Predator dan Natural Impact, tetapi Blue Predator menang dengan mudah, walau begitu terjadi hal yang tidak terduga, peserta dari Blue Predator itu setelah memengkan pertandingan, ia meminta agar dirinya di diskualifikasi sehingga grup yang tersisa hanyalah 4 grup, hal tersebut adalah perintah dari pemimpin Blue Predator karena ia ingin melihat kemampuan Luca, apakah ia pantas untuk berada di guild Blue Predator atau tidak.


"Pertandingan grup b babak final!!, pertarungan final antara guild Eternal Fire dan Valkyrie!! Siapa yang akan memenangkan pertandingan di grup B kali ini?!!!" Semangat komentator tersebut.


Terlihat Asuka pun berjalan memasuki arena dengan senyuman bahagianya, sorakan yang meriah langsung menyambut kedatangannya.


Disisi Lain, Siyon juga tidak kalah dengan kakaknya ia juga mendapat banyak sorakan meriah dari para penonton, tetapi yang mengganggunya adalah, ia akan melawan kakaknya sendiri yang terlihat sangat kuat, karena kakaknya dengan mudah memenangkan pertandingan babak semi final sebelumnya.


"Meriah sekali!! semuanya pasti sudah tidak sabar dengan pertarungan final kali ini ya?!!" Tanya Komentator tersebut.


"Ya!!!!!!" Teriak meriah para penonton.


"Kalau begitu, mari kita saksikan pertandingan final grup b!!! Tiga!! Dua!!! Satu!! Mulai!!!!"


Siyon pun menatap kakaknya dengan tatapan tajam dan terlihat sangat serius, sedangkan kakaknya terlihat bahagia saat Siyon menatapnya dengan wajah seriusnya.


"Sepertinya kamu tidak ingin kalah ya adik kecilku yang imut.." Gumam Asuka sembari tersenyum dan mengingat dirinya yang menggendong Siyon saat ia masih bayi.


...~Bersambung~...