The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 91 : Girl With Goddess Blessings



Gelombang cahaya itu pun terus muncul dan menyerang tak tentu arah yang membuat semua daerah sekitarnya seketika hancur.


"Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan?!" Gumam Zen kebingungan.


Saat Zen sedang memikirkan cara untuk mengatasi masalah ini, tiba tiba tempat mereka berada seketika berubah, ternyata gadis itu menggunakan area, seluruh tempat itu menjadi warna putih dan terdapat sinar cahaya yang cukup terang pada bagian atasnya.


"Situasinya semakin memburuk!" Gumam Zen.


Tiba tiba gadis itu mengangkat tangannya keatas yang seketika membuat Zen dan Silvia semakin waspada.


Gadis itu menurunkan tangannya dan di saat yang bersamaan, sinar cahaya langsung menghantam pertahanan Silvia.


Sinar cahaya itu pun perlahan menghancurkan perlindungan Silvia yang membuatnya kembali terkejut.


Zen langsung menarik Silvia keluar dari perlindungan itu, dan di saat yang bersamaan perlindungan itu pun hancur.


"Kekuatan yang luarbiasa!" Gumam Zen.


Tiba tiba sinar cahaya yang lebih besar mengarah tepat ke arah Zen, Zen langsung mendorong Silvia dan menciptakan kedua pedang miliknya.


(Ting!!!)


Tak di duga, cahaya itu ternyata tidak dapat menyentuh pedang milik Zen yang seketika membuat Zen kebingungan.


"Apa yang terjadi?" Bingung Zen.


"Agh!! Ah!!! Tiba tiba gadis itu kembali berteriak histeris.


Di saat yang bersamaan, muncul ratusan cahaya yang menghantam permukaan tak tentu arah, Zen pun berusaha menghindari semua cahaya itu, tetapi tetap saja, jumlah cahaya itu sangat banyak yang membuat Zen kesulitan untuk menghindarinya, beberapa cahaya pun menembus tubuh dan kaki Zen.


"Agh!!!" Zen seketika terjatuh di saat yang bersamaan cahaya itu kembali menyerang Zen.


(Bom!!!!)


Ledakan pun tercipta, Zen sedikit terkejut karena tiba tiba muncul sebuah pohon tepat di depannya.


"Terima kasih Silvia" Ucap Zen sembari bangun perlahan.


"Kamu baik baik saja Zen!?" Tanya Silvia sembari berlari mendekati Zen.


"Healing!" Silvia pun menyembuhkan luka Zen, tetapi luka pada tubuh Zen tidak dapat di sembuhkan yang membuat Silvia sangat terkejut dan kebingungan.


"Tidak bisa di sembuhkan?!, kenapa ini?!" Bingung Silvia.


Tiba tiba cahaya kembali menyerang mereka, Zen yang menyadarinya pun menciptakan dinding es untuk melindungi mereka.


(Bom!!!!)


Ledakan dasyat pun tercipta.


Zen pun mengambil kedua pedangnya dan kembali berdiri.


"Fire!" Zen membakar dirinya dengan api berwarna hijau, tetapi tetap saja, luka di tubuh Zen tidak membaik sedikitpun.


"Sepertinya luka ini tidak bisa di sembuhkan" Gumam Zen.


Zen menutup matanya dan perlahan rambutnya berubah menjadi warna putih bersamaan dengan matanya yang berubah menjadi warna merah.


(Swof!!)


Zen tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan gadis itu.


Zen pun menebas gadis itu, tetapi hal yang tidak di duga pun terjadi, pedang Zen tersebut menembus tubuh gadis itu yang seketika membuat Zen sangat terkejut.


Disisi lain, gadis itu ternyata berada di sebuah tempat yang begitu terang, tempat yang di sinari oleh cahaya ilahi.


Gadis itu perlahan membuka matanya dan terlihat sesosok pria yang sedang berdiri di depannya, ternyata pria itu adalah Haruto.


"Kakak!?..." Gumam gadis itu, ternyata gadis itu berhalusinasi jika ia sedang bersama dengan Haruto.


Disisi lain gadis itu kembali berteriak dan seketika cahaya ilahi menyambar tubuhnya, Zen pun terkena sinar cahaya itu yang membuat tubuhnya menerima luka yang sangat parah, tubuh Zen menerima luka bakar dan beberapa bagian tubuhnya tersobek karena hawa panas dari cahaya itu.


"Ugh!!!" Zen pun memuntahkan darah dari mulutnya.


"Zen!!!" Silvia yang melihat Zen pun langsung menciptakan pohon penyembuh, Zen pun terjatuh tepat di atas pohon itu.


Walau sudah berada tepat di pohon penyembuh, luka Zen tetap tidak dapat di sembuhkan yang seketika membuat Silvia sangat panik.


"Sial!... Apakah aku tidak dapat mengalahkannya?!" Gumam Zen.


Zen pun kembali memuntahkan darah dari mulutnya, di saat yang bersamaan ia tiba tiba mendengar suara seorang pria yang mengatakan "Bergantunglah kepadaku... biarkan aku menguasai tubuhmu seperti waktu itu, akan ku musnahkan dia..." Ucap pria itu yang suaranya sangat mirip dengan Zen.


Zen yang kebingungan dengan suara itu pun bertanya "Siapa kau!" Gumam Zen lemas.


"Berikan tubuhmu!..." Tiba tiba mata kanan Zen pun perlahan mulai memerah, seluruh matanya perlahan berubah menjadi merah darah.


Kesadaran Zen pun perlahan mulai memudar, tetapi tekad Zen yang kuat pun berhasil menahan dirinya.


"Aku menolak!!" Kesal Zen.


Di saat yang bersamaan, rantai berwarna merah langsung mengikat Zen dan pohon penyembuh itu.


Silvia yang melihatnya pun sangat terkejut, karena pohon penyembuhnya yang seketika musnah akibat rantai itu, bersamaan dengan mata Zen yang kembali normal.


"Hah!.. Hah!.. Hah.." Zen pun terjatuh di permukaan.


"Rantai milik Ghil sangat membantuku..." Gumam Zen.


Di saat yang bersamaan, ia pun mendapatkan ide untuk menyegel gadis itu menggunakan rantai milik Ghil.


"Agh!!.." Zen pun perlahan bangun meski luka di tubuhnya terlihat sangat menyakitkan.


"Hah..." Zen pun menutup matanya dan fokus pada aliran mana miliknya, Zen pun meningkatkan aliran mana miliknya untuk melampaui batas fisiknya walau hanya sementara.


"Swift!!!" Zen tiba tiba muncul tepat di depan gadis itu.


Zen pun menciptakan rantai miliknya dan melemparnya ke gadis itu, "Sealing Chain!!" rantai itu pun melingkari gadis itu dan perlahan mengurungnya, walau gadis itu sudah pasti tersegel Zen tidak menduga jika ada sebuah tombak cahaya yang berada tepat di belakangnya.


"Zen!!!" Teriak Silvia dari kejauhan.


Zen yang mendengar teriakan Silvia pun menoleh dan terkejut melihat sebuah tombak cahaya yang mengarah kepadanya dengan sangat cepat.


Zen pun menghindari serangan itu, tetapi tombak cahaya itu sangat cepat dan membuat bahu Zen terluka, bahu Zen pun tembus akibat tombak cahaya itu.


"Agh!!!" Zen pun seketika terjatuh ke permukaan dan memuntahkan darah yang cukup banyak, di saat yang bersamaan rantai penyegel pun menyegel gadis itu dan gadis itu kembali berteriak histeris.


Beberapa saat kemudian, gadis itu pun terjatuh ke permukaan bersamaan dengan Zen yang tak sadarkan diri.


...~Bersambung~...