
Ruka sensei pun keluar dari kelas, para murid pun berkemas dan bersiap untuk kembali ke asrama.
...-Disisi lain-...
Rily pun tersenyum karena besok adalah pertandingan yang ia tunggu, terlebih lagi ia lah yang membuat Zen hilang ingatan, karena ia ingin memanfaatkan Zen demi kepentingannya.
(Satu hari sebelum Zen hilang ingatan)
"Tuan putri yakin ingin melakukan ini?" Tanya Hani sedikit ragu.
"Iya, lakukanlah, aku sangat menyukainya, aku bisa gila jika tidak mendapatkannya" Ucap Rily.
Hani pun sedikit terdiam, tiba tiba Rily memberikan sebuah anak panah yang ia dapat entah dari mana kepada Hani.
"Apa ini?" Bingung Hani.
"Sudah ikuti saja perintahku" Ucap Rily.
Hani yang ragu pun terpaksa mengikuti perintah Rily, keesokan harinya ia pun menghampiri ruangan Zen, ia mengetuk pintunya dan berlari menjauhi pintu, saat Zen keluar, ia pun mulai mengambil posisi dan membidiknya.
Saat ia melepaskan tembakannya, ia sedikit kaget karena Zen menyadari datangnya anak panah itu, saat Zen menangkap anak panah itu.
Zen pun bangun dari bangkunya dan berniat kembali ke asrama, ia pun berjalan menuju pintu keluar, tetapi tiba tiba Rily memanggil dan mengikutinya ke asrama.
...-Disisi lain-...
(Bom!!!)
"Ah!!!"
"Kenapa dia bisa di sini?!!" Teriak seseorang ketakutan dan kebingungan.
"Agh!! ah!!"
(Bom!!)
Sebuah desa pun terlihat sudah sangat hancur akibat serangan Iblis tingkat atas.
Iblis itu pun mencari seseorang yang harus ia bunuh.
Saat ia sudah menemukan kepala desa yang sedang merapalkan mantra sihir yang kuat, ia tiba tiba menghilang dan menusuk kepala desa itu dari belakang.
"Egh!! agh!!" Kepala desa itu pun memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya, dan ia pun tewas.
"Misi selesai, target selanjutnya adalah akademi" Gumam Iblis itu sembari membuang mayat kepala desa.
Iblis itu pun berjalan meninggalkan desa yang hancur, saat ia sedang berjalan, tiba tiba seseorang meneriakinya.
"Berhenti!!!" Teriak seorang laki laki.
Iblis itu mendengar jelas teriakan laki laki itu, tetapi ia terus berjalan dan membiarkan laki laki itu.
"Aku bilang berhenti!!!" Laki laki itu pun melompat tinggi dan menyerang Iblis itu.
(Slash!!!!)
(Broke!!)
Katana laki laki itu seketika hancur, ia pun terkejut dan tidak percaya.
"Apa yang terjadi!?!" Gumam laki laki itu kebingungan.
Laki laki itu pun mengambil kunai dari tas kecil di kakinya. Laki laki itu pun berlari sangat cepat tanpa menggunakan bantuan sihir sedikitpun ke arah Iblis tersebut.
(Slash slash slash slash!)
Iblis itu pun dengan santai menghindari semua serangannya, saat ia terus menyerang, Iblis itu tiba tiba muncul di belakangnya dan menendang laki laki itu dengan kuat.
"Aaggh!!!" Laki laki itu memuntahkan darah dari mulutnya dan meringkuk kesakitan.
Iblis itu pun menatap laki laki itu, dan kembali berjalan dengan santai.
(Hug!)
Saat Iblis itu sedang berjalan, kakinya pun di tahan oleh laki laki itu.
Laki laki itu pun menjawab "Kenap..a k.. kau mem..bunuh dan meng..hancurkan desa ku?!" Ucap laki laki tersebut.
"Uhk!!" Laki laki itu kembali memuntahkan darah dari mulutnya.
Iblis itu kembali menendang laki laki itu dan berniat membunuhnya, saat Iblis itu menciptakan pedangnya, tiba tiba seorang Iblis menyapanya.
"Yo Shin, tumbenan sekali kau berniat membunuh manusia yang bukan targetmu" Ucapnya.
Iblis itu pun menoleh ke sumber suara, ternyata itu adalah Rui yang berjalan dengan santai ke arahnya.
"Emangnya kenapa?" Tanya Shin.
"Dari pada kau mengotori tanganmu untuk hal yang tidak jelas, biar aku bantu" Ucap Rui yang tiba tiba muncul di depan laki laki itu.
Rui pun menendang laki laki itu dengan sangat kuat yang membuatnya terpelanting sangat jauh
(Bom!!!)
"Sudah selesai" Ucap Rui.
Shin pun memalingkan wajahnya dan kembali berjalan.
Rui pun mengikuti Shin, saat sedang berjalan, Shin bertanya "Kemana tujuanmu selanjutnya Shin?"
Shin pun menjawab "Akademi"
"Akademi? yang mana?" Tanya Rui.
"Tenang saja, aku tidak akan ke akademi di tempat adikmu berada, aku juga tidak senekat itu dengan orang yang berhasil memutuskan tangan Raja Iblis saat duel" Ucap Shin.
"Hah.." Ngeluh Rui saat mengingat pertarungan ia dengan Raja Iblis.
Rui pun kembali bertanya kepada Shin "Kenapa kamu tidak menggunakan portal saja?" Tanya Rui.
Shin pun menjawab "Aku tidak ingin pulang dan menemui para Iblis tingkat atas lainnya, sangat memuakkan, kesombongannya dengan jabatan dan kekuatan sangat membuatku ingin membunuh mereka" Ucap Shin.
"Begitukah.. Tapi emang benar sih para Iblis tingkat atas selalu seperti itu, dan para Iblis tingkat menengah juga mengikutinya padahal kekuatan mereka sangat tidak memungkinkan" Ucap Rui.
"Rui, kamu kenapa bisa di sini?" Tanya Shin.
Rui pun menjawabnya dengan santai "Aku habis dari akademi Arsenal, tempat adikku berada" Ucap Rui.
Shin pun terkejut dan bertanya "Kenapa kamu bisa di sana? apa yang kamu lakukan?" Tanya Shin.
Rui pun kembali menjawab dengan santai "Aku habis melenyapkan anak angkat Kidra yang berniat mengambil mangsaku" Ucap Rui.
Shin pun semakin takut jika ia harus berurusan dengan Rui, Shin tau jika Rui hanya memperdulikan mangsanya sendiri, jika ada yang berniat mengambilnya, ia tidak segan segan untuk membunuhnya.
"Rui, kenapa kamu tidak membunuh Kidra saat itu?" Tanya Shin.
"Membunuhnya? kenapa aku harus membunuhnya?" Tanya Rui.
"Menurutku kamu lebih cocok di posisi Raja Iblis di bandingkan dengan dia, aku lebih sudi menjadi anak buah dan di perintahkan olehmu dari pada dia, aku hanya terpaksa saja, aku hanya menurutinya untuk balas budi, karena dia aku masih bisa hidup sampai sekarang" Ucap Shin.
"Tadi kamu bilang kenapa aku tidak menjadi Raja Iblis kan?" Tanya Rui.
"Iya, kenapa?" Tanya Shin.
Rui pun menjawab "Karena menjadi Raja Iblis sangat membosankan, hanya bisa duduk di kursi dan memerintah bawahannya, aku tidak suka itu, aku ingin bebas, dan karena itu aku menantang Kidra untuk duel, di saat aku berhasil mengalahkannya, ia tidak akan berani lagi untuk mengaturku, dan memerintahku untuk tujuan yang tidak jelas" Jelas Rui.
Shin pun sedikit terkejut mendengarnya, Shin pun kembali bertanya "Bisa kamu menceritakan tentang duel kalian?" Tanya Shin.
Rui pun bertanya "Kenapa aku harus menceritakannya?"
"Aku hanya penasaran, bagaimana awal kamu menantangnya dan bertarung dengannya, dia adalah Raja Iblis, dan dia juga yang membuatmu menjadi Iblis, aku penasaran, kenapa kamu bisa sangat kuat, bahkan lebih kuat dari Raja Iblis, bisa kamu ceritakan Rui?" Tanya Shin.
"Kamu bertanya, kenapa aku bisa lebih kuat dari Kidra kan?" Tanya Rui.
"Karena tekadku yang kuat untuk bebas dari segala perintahnya" Ucap Rui.
"Tekad?" Gumam Shin kebingungan.
...~Bersambung~...