
(Tek.. Tek.. Tek.. Tek.. Tek.. Tek..)
Terlihat Veliona pun tertidur di dalam kereta kuda bersama anggota guild Eternal Fire.
Rio pun menatap Veliona dengan perasaan kekhawatirannya, Endo yang melihat Rio pun mengelus pundaknya dan mengucapkan "Veliona baik baik saja, dia pasti akan segera siuman.." Ucap Endo.
Endo pun mengiyakan ucapan Rio dan kembali melihat ke luar kereta.
Anggota guild Eternal Fire sedang dalam perjalanan pulang ke akademi, dan membawa piala pemenang turnamen antar akademi peringkat pertama, akademi Water Dragon sekarang berada di bawah kendali ayah Rily karena pemimpin akademi sebelumnya yang sudah tewas karena ketamakan akan kekuatan, Rily pun memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya bersama guild Eternal Fire dan ia memutuskan untuk ikut dengan ayahnya sementara, membantu ayahnya mengurus akademi Water Dragon.
...-Disisi Lain-...
Terlihat Zen yang sedang berjalan ke arah Timur, tetapi Zen tidak sendirian, Asuka, Eriza, Verina, Thira, Silvia, Rias, Aina, Elia, Kiguno dan gadis serigala es yang bernama Arisu.
Mereka semua mengikuti Zen secara diam diam dan mengendap endap agar Zen tidak mengetahuinya.
Setelah lama berjalan dan hampir memasuki wilayah timur, Zen pun berhenti yang membuat mereka semua ikut terhenti.
Zen pun menoleh dan mengucapkan "Kenapa kalian membuntutiku?, apa yang kalian butuhkan, keluar dan katakan saja" Ucap Zen dengan santai.
Mereka yang mendengarnya pun terkejut karena mereka tidak menduga Zen dapat mengetahui jika mereka sedang mengikuti Zen.
"Sudahku katakan bukan? Dia bukanlah orang bodoh yang bisa di bodoh bodohi seperti ini" Ucap Kiguno yang keluar dari balik pepohonan.
"Kalian juga sudah melihat kemampuannya bukan?" Tanya Kiguno kepada mereka semua.
Saat mendengar ucapan Kiguno, mereka semua pun keluar dari balik pepohonan dan atas pepohonan.
"Kenapa kalian mengikutiku?" Tanya Zen.
Kiguno pun mendekati Zen dan mengucapkan
"Izinkan kami ikut denganmu Zen" Ucap Kiguno sembari menundukkan kepalanya.
Zen yang mendengarnya pun bertanya "Kenapa?, bukannya kalian takut dengan Iblis murni? apa kalian ingin mati sia sia melawan mereka?" Tanya Zen meyakinkan mereka.
Arisu pun mengucapkan "Jika begitu kenapa kamu tidak takut dengan mereka, apa kamu ingin mengorbankan nyawamu sendiri untuk mengalahkan mereka? Aku tidak suka jika seperti ini, kamu yang telah menyelamatkan nyawaku, aku ingin berguna bagimu, walau aku akan mati di tangan Iblis murni, aku tidak peduli asalkan aku dapat membantumu mengalahkan leluhur Iblis" Tegas Arisu.
"Aku juga, aku ingin membantumu walau aku harus mati Zen!" Tegas Aina.
Zen yang mendengar ucapan mereka berdua pun mengucapkan "Apa yang bisa aku percaya dari kalian? Apa kalian benar benar akan membantuku? Bisa saja kalian hanya ingin menungguku lengah agar dapat membunuhku dan mengambil kekuatanku bukan?" Ucap Zen dengan santai yang seketika membuat mereka semua terdiam.
"Kalau begitu kamu bisa melakukan apapun kepada kami, aku akan membuktikan jika kami benar benar setia ingin ikut denganmu dan membantumu" Ucap Kiguno kembali menegaskan pernyataan mereka.
"Kalau begitu" Zen tiba tiba melemparkan pedang miliknya ke arah Kiguno yang seketika membuat mereka semua terkejut, tetapi tidak dengan Kiguno.
Pedang tersebut pun melaju kencang tepat ke arah Kiguno, walau begitu Kiguno tidak bergerak sedikitpun karena ia tidak peduli apapun yang terjadi asalkan ia mendapatkan kepercayaan dari Zen.
(Swof!!!)
(Srk!!!)
"Kiguno!!!!!" Teriak Elia.
Pedang tersebut pun terlihat tepat menancap di tubuh Kiguno, tetapi hal yang tidak terduga terjadi, Kiguno tidak terluka sedikitpun karena pedang tersebut yang hanya seperti ilusi, pedang tersebut benar benar menembus tubuh Kiguno tetapi tidak melukai tubuhnya, sama persis seperti Zen menyerang Verina saat Verina kehilangan kendali.
Zen pun tersenyum dan mengucapkan "Kenapa kamu begitu nekat" Ucap Zen.
Kiguno pun menjawab "Aku ingin ikut denganmu, aku ingin membalas perbuatan Iblis yang menghancurkan desaku!" Ucap Tegas Kiguno.
Zen pun tersenyum dan mengucapkan "Kalau begitu, kalian semua akan ku izinkan ikut denganku, tetapi dengan satu syarat" Ucap Zen sembari tersenyum.
"Apa itu Zen?" Tanya Asuka.
"Kalian semua bertarunglah melawanku, jika kalian berhasil mengalahkanku, aku akan mengizinkan kalian ikut denganku" Ucap Zen sembari tersenyum bersemangat.
Kiguno pun langsung menciptakan pedangnya dan mengucapkan "Baiklah kalau begitu, aku juga ingin di latih olehmu Zen!" Ucap Kiguno serius sembari menatap Zen.
"Kalau begitu, aku berikan tandanya" Ucap Zen sembari mengambil batu di permukaan dan melemparnya ke atas.
Saat batu tersebut menyentuh permukaan.
(Swof!!)
(Slash!)
(Ting!!)
Kiguno pun langsung menyerang Zen, tetapi serangan tersebut tidak mengenai Zen karena ada dinding transparan yang melindungi Zen.
"Apa ini?!!" Gumam Kiguno sangat terkejut.
"Aaghhh?!!!!!!" Zen pun memukul tubuh Kiguno dengan sangat kuat yang membuatnya terpelanting jauh ke arah Asuka dan yang lainnya.
"Kiguno!!!" Panik Elia saat melihat Kiguno yang terpelanting ke mereka.
"Water Foam" Eriza pun menciptakan gelembung gelembung air yang banyak untuk menangkap Kiguno.
Gelembung tersebut berfungsi sangat baik, jika tidak ada gelembung itu, Kiguno pasti akan menerima luka yang lebih parah, karena gelembung tersebut yang terasa sangat empuk dan memiliki sihir penyembuhan walau tidak begitu sempurna tetapi dapat menyembuhkan beberapa luka ringan.
"Aku tidak akan memberikan belas kasihan! anggap saja jika aku adalah musuh kalian!" Teriak Zen dari kejauhan sembari menciptakan bola api di tangan kanannya.
"Fire Ball!" Zen menciptakan bola api yang cukup besar dan tanpa pikir panjang ia pun melemparkan bola api itu ke arah mereka.
"Tolong Kiguno" Ucap Eriza sembari berlari ke arah bola api tersebut.
Silvia yang mendengar ucapan Luca pun mendekati Kiguno dan menyembuhkannya, karena ia adalah salah satu orang yang memiliki sihir penyembuhan tertinggi dari mereka semua.
"Ocean Dance!" Eriza pun menutup mata dan mengangkat tangannya, ia pun melakukan gerakan seperti tarian singkat dan secara bersamaan ombak air muncul dari permukaan yang langsung menghantam bola api itu.
(booooommm!!!!!!)
Ledakan pun tercipta, saat kabut asap mulai menyebar, Thira langsung menggunakan kekuatannya untuk menyapu kabut asap tersebut.
"Wind Pass!" Angin pun langsung menyapu kabut asap tersebut dan di saat yang bersamaan terlihat Zen yang sudah berada tinggi di udara.
"Maafkan aku, aku juga ingin mencoba jurus baruku" Ucap Zen sembari tersenyum tipis.
"Hiryu Hebi Ken!!"
...•...
...火...
...竜...
...蛇...
...拳...
...•...
...(Tinju Ular Naga Api)...
"Grhaaa!!!!!!!"
Zen pun mengayunkan tangannya, api yang membara seketika muncul dan membentuk kepala naga dengan tubuh yang panjang seperti ular mengarah ke mereka, tinju naga api yang begitu besar dan panjang serta membara mengarah ke mereka semua.
Mereka yang melihatnya pun sempat terdiam tak bisa berkata kata karena kekuatan Zen yang begitu luarbiasa, mereka menjadi tidak yakin, apa mereka bisa mengalahkan Zen.
Tiba tiba Arisu pun berlari dan ledakan es pun tercipta, di saat yang bersamaan terlihat Arisu yang berubah menjadi sosok serigala saat keluar dari kabut asap ledakan es tersebut.
"Joka Kori!!"
...•...
...浄...
...化...
...氷...
...•...
...(Es Pemurnian)...
"Gra!!!"
Arisu menyemburkan Es dari mulutnya, es yang berwarna biru muda seperti air dan sangat banyak.
Eriza pun memasuki mode rohnya dan menciptakan naga air miliknya yang melingkar mengelilingi tubuhnya.
"Josui!"
...•...
...浄...
...水...
...•...
...(Air Pemurnian)...
"Gha!!!"
Eriza mengacungkan trisulanya ke arah naga api milik Zen dan naga air miliknya pun menyemburkan air berwarna biru muda dengan kekuatan yang sangat kuat dan dasyat.
Serangan milik Zen pun menghantam dua serangan milik Arisu dan Eriza yang seketika menciptakan ledakan yang dasyat.
(Boooooooooooooooooommmmmmmmmmmmmm!!!!!!!)
...~Bersambung~...