The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 113 : Kiguno And Elia



(Slash!!)


(Ting!!!)


(Slash! Slash!! Slash!!)


(Ting!! Ting!! Ting!!)


Benturan antar pedang pun tak terelakkan, Kiguno terus menyerang Zen tetapi Zen dengan mudah menahan semua serangannya hanya dengan satu pedang miliknya.


"Jadi, bagaimana kalian bisa tau jika aku berada di sini?" Tanya Zen melihat ke arah Elia sembari menahan serangan Kiguno.


Elia yang melihat Zen sedikit terkejut karena ia tidak menduga jika Kiguno kewalahan melawan Zen.


"Pada malam hari, kami berdua berencana membasmi monster monster di dalam hutan ini agar tidak mengganggu turnamen antar akademi nantinya" Jelas Elia sembari terbang mengikuti Zen dan Kiguno yang sedang bertarung.


"Begitukah.. berarti semua monster yang menghilang itu karena sudah kalian basmi semua?" Tanya Zen.


"Iya.. apa kamu juga berniat sama Zen?" Tanya Elia.


Zen pun menoleh ke arah Kiguno dan mengucapkan "Ya begitulah" Ucap Zen sembari menepis serangan Kiguno.


Kiguno tiba tiba melompat tinggi dan mengangkat pedangnya ke atas.


"Teknik pedang pembelah" Pedang Kiguno pun memancarkan cahaya berwarna hijau dan mengayunkan pedangnya.


"Air Split Slash!!!" Gelombang cahaya berwarna hijau dengan sangat cepat mengarah ke Zen, tetapi Zen dapat dengan mudah menghindari serangan itu.


Kiguno yang menyadari Zen akan menghindar, sudah bersiap untuk melakukan serangan selanjutnya, ia pun menghilang dan muncul tepat di belakang Zen.


"Berakhir sudah!" Kiguno mengayunkan pedangnya tepat ke leher Zen dengan cepat.


(Ting!!!)


Kiguno pun seketika sangat terkejut karena ia tidak menduga jika Zen dapat menahan serangannya yang bahkan sudah hampir mengenai leher Zen.


"Tidak mungkin?!" Gumam Kiguno sangat terkejut.


"Apa ini sudah cukup?, sudahi pertarungan ini" Ucap santai Zen.


Kiguno yang merasa tidak puas dan kesal pun menjauh dari Zen dan kembali memasang kuda kuda, ia melompat tinggi, di atas udara ia mengeluarkan sebuah topeng dan memakainya, setelah memakai topeng itu, ia mulai merapalkan mantra.


Elia yang melihat Kiguno menggunakan topengnya pun menjadi khawatir karena ia tau topeng apa itu sebenarnya dan ia takut jika Kiguno akan kenapa kenapa.


"Pedang penghancur kejahatan, berikan aku kekuatan dan hancurkan semua keburukan dimasa depan!!"


Seketika kekuatannya meningkat drastis, pedangnya memancarkan cahaya berwarna putih terang dengan tiga bola elemen di mata pedangnya yaitu elemen angin, petir dan api.


Kiguno pun melepaskan serangannya ke arah Zen dengan sekuat tenaga.


"Dakudesutoroiya!!"


...[Penghancur Kegelapan]...


Gelombang cahaya yang sangat besar berwarna merah, putih, kuning dan hijau bercampur menjadi satu mengarah ke Zen dengan angat cepat, sangking kuatnya sihir itu pohon pohon pun hampir tumbang walau hanya terkena hempasan udara dari gelombang sihir itu.


Zen yang melihat kekuatan sihir yang kuat itu pun sedikit tersenyum, pedangnya perlahan menghilang dan ia pun menciptakan rantai miliknya.


"Sealing Chain!" Zen mengayunkan rantai yang berada di tangannya ke arah gelombang sihir itu, rantai itu pun berpecah jumlah dan mulai mengelilingi sihir itu.


Elia dan Kiguno seketika sangat terkejut melihat Zen yang mengeluarkan rantai itu, rantai itu pun mengurung sihir yang kuat tersebut yang membuat sihir itu perlahan mengecil dan menghilang.


"Aku menyerah" Ucap Kiguno dan mendarat ke permukaan.


(Sring!....)


Rantai tersebut kembali memendek dan perlahan menghilang.


"Baguslah jika begitu, kamu hebat sekali" Ucap Zen sembari tersenyum ramah.


"Jangan gunakan sihir itu di tempat seperti ini" Ucap Zen.


Kiguno pun menundukkan kepalanya dan mengucapkan "Tolong biarkan aku ikut bersamamu tuan Zen!" Mohon Kiguno kepada Zen yang membuat Zen menjadi kebingungan.


"Eh? apa maksudnya ini?" Tanya Zen kebingungan.


"Izinkan aku mengikutimu sampai akhir hayatku, aku tidak tau lagi harus berbuat apa, desaku dihancurkan oleh Iblis, aku harus menjadi lebih kuat untuk melindungi yang lemah dari berbagai bahaya, tolong hanya kamulah yang dapat melatihku! aku mohon biarkan aku ikut bersamamu!" Mohon Kiguno sedikit memaksa Zen.


"Tapi kenapa harus aku?" Bingung Zen.


"Kamu adalah reinkarnasi pahlawan legendaris ratusan tahun yang lalu, jika ikut bersamamu, aku yakin aku pasti akan menjadi lebih kuat!" Jelas Kiguno menatap Zen dengan tatapan seriusnya.


"Hm.." Zen pun termenung sejenak dan tiba tiba Elia turun tepat di depannya dan menundukkan kepalanya.


"Aku mohon izinkan kami ikut bersamamu Zen!.." Mohon Elia.


"Apa kalian yakin? aku akan terus berpetualang karena aku masih harus mendapatkan apa yang harus aku dapatkan" Jelas Zen.


"Sesulit apapun rintangan itu" Ucap Elia.


"Seberapa berbahaya apapun petualangan itu" Ucap Kiguno.


"Kami siap walau nyawa kami akan menjadi taruhannya!!" Ucap serentak mereka berdua sembari menunduk ke arah Zen.


"Sudah sudah angkat kepala kalian. Baiklah aku izinkan kalian ikut bersamaku, sudah jangan seperti itu" Ucap Zen.


Mereka berdua pun mengangkat kepala mereka dan mengucapkan "Mohon bantuannya tuan Zen!.." Serentak mereka berdua.


"Jangan panggil aku tuan, panggil Zen saja, mulai sekarang mohon kerja samanya" Ucap Zen sembari mengulurkan tangannya.


Mereka berdua pun menjabat tangan Zen dan sedikit tersenyum.


...-Disisi Lain-...


"Pemenangnya adalah Rio dari guild Eternal Fire!!!" Suara dari sebuah speker dari dalam colosseum terdengar jelas ke seluruh penonton.


Pertandingan yang ke 16, Rio memenangkan pertandingan tersebut sebanyak 16 kali berturut turut tanpa mendapatkan masalah sedikitpun.


"Sulit dipercaya!! pemenang 16 kali pertandingan di setiap pertarungan di pegang oleh guild Eternal Fire!!, sangat sangat luarbiasa! apakah guild Eternal Fire akan menjadi juara!?" Heboh seorang pria yang ternyata adalah seorang komentator turnamen.


Rio, Veliona, Siyon, Raft dan Ayani memenangkan 16 pertandingan secara beruntun pada turnamen kali ini, walau mereka terpisahkan mereka tetap saja dengan mudah melewati 16 pertandingan kali ini.


Tetapi walau mereka dengan mudah memenangkan 16 pertandingan, mereka belum pernah bertemu dengan anggota guild dari Valkyrie dan Blue Predator.


Bahkan mereka sangat mewaspadai dua orang yang mendominasi pertandingan lebih mudah dari mereka semua.


Asuka kakak Siyon dan seorang gadis dari guild Blue Predator.


Walau begitu, mereka berusaha tenang agar tidak kehilangan ketenangan mereka dalam turnamen yang akan mereka jalani.


...~Bersambung~...