
Tiba tiba suasana menjadi sangat hening, kehampaan pun terjadi sesaat bersamaan dengan munculnya Area yang mengerikan, Area yang memiliki dua unsur elemen yaitu cahaya dan kegelapan serta retaknya permukaan dan tercipta banyak jurang mematikan.
"Wah... tidak aku duga jika aku bisa menemukan kalian secepat ini..." Ucap seorang gadis yang berada di atas langit.
Silvia dan Verina yang mendengarnya spontan menoleh dan sangat terkejut karena melihat Lucifer yang sedang melayang dengan pose santai di atas langit sembari tersenyum.
"Lucifer?!!" Panik mereka berdua.
"Haiiii" Sapa Lucifer dengan sangat ramah, tetapi Verina dan Silvia yang mendengar sapaan Lucifer merasa sangat terkejut dan sedikit ketakutan.
"Hei hei, kenapa kalian begitu syok.. padahal aku hanya menyapa kalian loh.." Ucap Lucifer perlahan turun ke permukaan.
Silvia dan Verina tidak bergerak sedikitpun karena ketakutan akan perbedaan kekuatan yang luarbiasa.
"Hei.. lama tidak bertemu" Tiba tiba Lucifer menghilang dan muncul tepat di depan Verina sembari mengucapkan "Berkah dewi..." Ucap seram Lucifer.
Verina yang terkejut pun langsung menciptakan bola cahaya dan menyerang Lucifer.
(Booom!!!!!)
Ledakan yang kuat pun tercipta, tak di duga Lucifer tidak terluka sedikitpun akibat serangan Verina.
"Hei.. sambutanmu sangat kasar sekali..." Ucap Lucifer.
"Tidak mungkin?!!?" Verina dan Silvia sangat terkejut melihat Lucifer yang tidak terluka sedikitpun.
Verina pun langsung menjauhi Lucifer, tetapi saat ia melompat ke belakang, Lucifer menarik kakinya dan mengucapkan "Mari kita bermain sebentar!" Ucap Lucifer sembari tersenyum senang.
Lucifer pun melempar Verina ke Silvia dengan kuat, Silvia yang terkejut pun tak sempat menangkap Verina dan mereka berdua pun terpelanting jauh.
"Ahh!!!!" Mereka pun terpelanting hingga hampir menimpa tubuh Zen yang sedang terkapar.
Lucifer yang melihat Zen terluka pun seketika terkejut.
"Korugaa.." Lucifer pun melakukan telepati dengan Koruga dari jarak yang sangat jauh.
...-Disisi Lain-...
Koruga yang sedang duduk santai di dalam kelas akademi Destro pun bertanya kepada Lucifer "Ada apa Luci?" Bingung Koruga.
"Zen terluka parah karena gadis berkah dewi, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Lucifer.
"Musnahkan saja dia" Perintah Koruga.
"Baik.. apa aku boleh bermain sejenak??" Tanya Lucifer.
"Silahkan, aku akan kesana untuk menonton permainanmu nanti" Ujar Koruga.
"Benarkah???" Tanya Lucifer sedikit senang.
"Iya" Ucap Koruga.
...-Disisi Lain-...
"Horei!!!!" Lucifer pun terlihat sangat senang yang membuat Silvia dan Verina terkejut serta kebingungan.
"Kenapa dia begitu senang?" Bingung Silvia dalam hatinya.
"Baiklahh..." Lucifer pun terbang ke langit dan tersenyum melihat Silvia dan Verina.
"Hei.. Jangan mati yaa" Pinta Lucifer sembari tersenyum ramah.
"Apa maksudnya?" Tanya Silvia kebingungan.
"Waspadalah! dia akan membunuh kita!" Ucap Verina sedikit panik dan khawatir.
"Baiklah mari kita mulai!.." Teriak Lucifer dari langit dan tiba tiba muncul ribuan pedang cahaya tepat di belakangnya.
"Katakan jika ini tidak nyata!" Panik Silvia.
"Sebenarnya aku berharap ini hanya mimpi buruk, tetapi tidak akan terjadi karena ini bisa saja akhir dari kita" Panik Verina.
...-Disisi Lain-...
"Zen.. Zen!!.." Tangis gadis itu sembari memangku Zen.
Gadis itu terus menangis melihat kondisi Zen yang terluka.
"Kak Zen!.." Gadis itu terus menangis terisak-isak sembari menggenggam tangan Zen.
"Aku sudah tidak tau lagi harus apa kak Zen, tolong jelaskan apa yang harus aku lakukan!!!" Gumam gadis tersebut dan terus menangis.
"Tolong kak Zen, jangan berubah tetaplah teguh dengan pilihanmu Kak!.." Ucap aneh gadis itu.
"Aku tidak ingin melihat hal itu lagi" Panik gadis itu teringat dengan sosok pria berbaju hitam, mata merah darah serta tulang tulang yang keluar dari tubuhnya seperti sayap.
"Aku harus bertaruh nyawaku kali ini! aku tidak ingin melihat hal itu lagi!!" Gumam gadis itu sembari mengusap airmatanya.
Gadis itu pun bangun dan meletakkan kedua tangan di dadanya, beberapa saat kemudian tubuhnya pun memancarkan cahaya merah muda dan tubuhnya pun terbakar oleh api.
"Kak Zen, aku mohon jangan berubah!" Pinta gadis itu yang perlahan memudar sembari memberikan inti sihirnya ke Zen.
Inti sihir itu pun melayang dan masuk kedalam tubuh Zen.
"Semoga harapanku terkabulkan" Gumam gadis itu yang perlahan memudar dan musnah.
...-Disisi Lain-...
Lucifer pun melambaikan tangannya dan mengucapkan "Selamat berjuang!.. semoga berhasil!.." Ucap Lucifer bersamaan dengan ribuan pedang yang langsung mengarah ke permukaan.
"Protection!!" Verina pun menciptakan sihir perlindungan cahaya untuk melindungi dirinya dan Silvia.
Silvia yang melihat Verina hanya mementingkan dirinya sendiri pun kesal karena ia hanya melindungi mereka berdua tanpa melindungi Zen.
"Calveria forest protection!" Tiba tiba muncul akar yang besar mengelilingi mereka dan melindungi mereka dari ribuan cahaya itu.
...-Di bagian dalam-...
Verina pun terkejut dan kagum saat melihat akar pohon yang melindungi mereka dari ribuan pedang cahaya itu.
"Hei!" Verina yang mendengar suara Silvia pun menoleh dan tiba tiba Silvia pun menamparnya dengan kuat.
(Plak!!!)
"Kenapa kau menamparku?!" Kesal Verina.
Silvia yang kesal pun mengatakan "Kenapa kau hanya melindungi kita berdua?! apa kau ingin membiarkan Zen mati!?!" Geram Silvia.
"Dia tidak perlu di selamatkan, dia adalah Iblis!" Seru Verina.
"Aku tau! tapi kenapa?! dia adalah orang yang menyelamatkanmu! dia juga yang sudah berkorban agar kau dapat kembali normal!! dia memiliki hati nurani!!" Seru Silvia.
"Kalau dia memiliki hati kenapa Iblis lain tidak?! kamu hanya di manfaatkan olehnya!! kamu tidak akan mengerti kepedihan apa yang aku rasakan!!!" Seru Verina.
"Silvia yang kesal pun mencengkram pakaian Verina dan mengucapkan "Jika memang kau adalah utusan dewi! seharusnya kau mengerti yang mana buruk yang mana tidak!!!!" Geram Silvia.
Verina pun ikut emosi karena Silvia yang terus melindungi Zen padahal Zen adalah Iblis.
"Diam saja! kau tidak mengerti perih yang ku rasakan karena Iblis!!!" Verina pun mendorong Silvia dengan kuat yang seketika membuat Silvia melepas genggamannya.
Verina pun seketika mengingat semua kepahitannya di masa lalu yang membuatnya sedikit menangis.
...-Di bagian luar-...
Hujan ribuan pedang cahaya pun berakhir dan Lucifer pun sedikit senang karena perlindungan milik Silvia yang berhasil menahan seluruh serangannya.
"Hebat sekali!... kalau begitu terima ini sebagai hadiahnya!!" Teriak Lucifer yang terdengar oleh Silvia dan Verina.
Lucifer pun mengangkat tangannya, sihir pedang cahaya yang sangat besar dan panjang muncul di tangannya dan Lucifer pun langsung mengayunkan pedang itu ke perlindungan Silvia.
(Slash!!!!!!!!!)
...-Di bagian dalam-...
Silvia yang merasakan perasaan tidak enak pun menoleh kebelakang, di saat yang bersamaan terlihat perlindungannya yang perlahan hancur dan terlihat pedang cahaya milik Lucifer yang membelahnya.
Silvia yang melihatnya pun sangat terkejut, ia pun melihat Zen yang sangat jauh darinya dan kemungkinan besar masih bisa selamat dari pedang cahaya itu.
Silvia pun berlari ke belakang dan mendorong Verina ke samping dan melompat.
(Slash!!!!!!!!)
(Brak!!!!!!)
Tebasan pedang cahaya milik lucifer pun membelah habis perlindungan Silvia, tidak hanya itu bahkan permukaan tanah pun terbelah menjadi dua dan hangus karena panas dari pedang cahaya itu.
"Wahh.. Tadi itu nyaris sekali yaa!..." Teriak Lucifer dari kejauhan.
"Inikah kekuatan Iblis murni?!" Panik Silvia.
"Perbedaan kekuatan yang sangat besar!!" Panik Verina.
Mereka berdua pun menatap Lucifer dengan tatapan ketakutan dan kepasrahan, sedangkan Lucifer menatap mereka dengan tatapan kesenangan sembari tersenyum bahagia.
...~Bersambung~...