The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 68 : Wasted Efford



Veliona pun tersadar dari pingsannya, ia pun perlahan membuka matanya.


"Dimana ini?.." Gumam Veliona kebingungan karena ia terbangun di atas kasur.


Tiba tiba seseorang pun memanggil Veliona.


"Hei?.. kamu sudah sadar??" Ucap gadis itu.


Veliona pun kebingungan, dan bertanya "Siapa kamu?.. aku dimana??.." Ucap Veliona sembari menatap gadis itu, tetapi ia masih tidak bisa melihat dengan jelas.


"Kamu berada di akademi Onyx" Ucap gadis itu.


"Kenapa aku bisa berada di sini??" Gumam Veliona kebingungan.


Penglihatan Veliona perlahan kembali normal, ia pun akhirnya bisa melihat dengan jelas, dan ternyata gadis yang sedang bersamanya adalah Elys.


"Siapa kamu" Tanya Veliona.


"Namaku Elys, aku temannya Zen" Ucap Elys.


Veliona seketika mengingat apa yang terjadi sebelumnya dan menjadi panik "Dimana Zen?!" Panik Veliona.


Elys seketika murung dan terdiam yang membuat Veliona merasa terpukul.


Elys pun mengucapkan "Zen masih ada di akademi Arsenal" Ucap Elys.


Veliona yang mendengarnya pun terkejut dan bertanya "Kenapa dia tidak di bawa kesini?!" Kesal Veliona.


Elys pun mengucapkan "Zen mengkristal" Ucapnya yang membuat Veliona sangat syok dan mengingat kejadian sebelumnya saat pertama kali Zen mengkristal.


...-Beberapa saat sebelumnya-...


Elys berjalan menuju akademi Arsenal, untuk mengantarkan sebuah surat dari pemimpin akademi Onyx kepada Haxor.


Saat ia sudah mendekati akademi, ia sangat kebingungan dan terkejut karena akademi Arsenal yang terbakar oleh api dan sebagian dari akademi sudah hancur.


Elys pun langsung berlari ke akademi Arsenal, sesampainya di sana, ia sangat terkejut melihat banyak orang yang terluka.


Elys yang panik pun langsung berlari ke arah Haxor dan menyembuhkannya.


"Healing!" Tetapi kemampuan penyembuhannya tidak bisa menyembuhkan Haxor, di dalam tubuh Haxor terdapat pecahan pecahan berwarna hitam.


Pecahan pecahan itu berasal dari duri yang sempat menancap di tubuhnya, dan pecahan itu berfungsi untuk mempersulit penyembuhan dan menekan pendarahan Haxor.


Elys yang panik pun tidak tau harus berbuat apa, ia terus menyembuhkan Haxor.


Tiba tiba Yuuiki, Fallen, Endo, Ayani dan Rias pun muncul, mereka yang melihat kondisi akademi langsung berlari menghampiri Elys dan bertanya tanya.


"Apa yang terjadi?!" Tanya Endo.


Elys pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Aku juga tidak tau, saat aku sampai di sini untuk mengantarkan surat, semua sudah seperti ini" Jelas Elys.


"Tch!" Endo pun merasa kesal dan marah kepada orang yang membuat akademi Hancur seperti ini.


"Sudah Endo, sebaiknya kita mencari solusi untuk mengevaluasi semua orang" Ucap Ayani.


"Ya, aku juga ingin seperti itu, tapi kita harus mengevaluasi mereka semua kemana?" Tanya Endo.


Elys langsung mengusulkan saran untuk membawa semua orang ke akademi Onyx dan di sembuhkan.


"Baiklah, kalau begitu aku terima saranmu" Ucap Endo.


Elys pun melihat sekitar dan melihat Veliona yang terkapar.


Elys merasa tidak asing dengan Veliona, saat ia sedang berfikir ia pun mengingat Zen, dan ia sadar Veliona adalah teman Zen.


Elys pun langsung menghampiri Veliona dan menyembuhkannya.


Luka luka di tubuh Veliona pun perlahan pulih dan Elys sangat bersyukur karena ia dapat menyelamatkan Veliona.


...-Disisi lain-...


Yuuiki terlihat diam membatu sambil menatap sebuah kristal, Endo yang melihatnya pun kebingungan dan bertanya "Yuuiki, apa yang kamu lakukan disana?" Tanya Endo.


Yuuiki tidak merespon sama sekali dan masih diam membatu menatap kristal itu.


Endo yang kebingungan dan penasaran pun langsung menghampiri kristal itu.


Sesampainya di sana, Endo pun ikut terkejut dan sangat kebingungan.


"Apa yang terjadi!!?" Bingung Endo sembari menatap Zen yang mengkristal di situ.


"Zen!!!" Teriak Endo.


"Kenapa Endo?? apa yang terjadi??" Tanya Ayani.


Fallen dan Rias ikut terkejut dan bertanya "Siapa dia??" Bingung Rias dan Fallen.


Endo pun langsung melompat tinggi dan menciptakan tombak miliknya.


"Fire spear!!" Endo melempar tombak miliknya ke kristal itu, tombak Endo pun sangat membara dan langsung menghantam kristal itu.


(Bommm!!!!!!!!)


Ledakan yang dasyat pun terjadi.


"Endo!? apa yang kau lakukan!???" Bingung Yuuiki.


Endo mendarat dan kembali berjalan ke arah kristal itu.


Kabut asap perlahan menghilang, Endo pun sangat terkejut karena kristal itu tidak hancur, bahkan tidak tergores sedikit pun.


"Keras sekali!" Gumam Endo.


"Ayani bantu aku" Ucap Endo.


Ayani yang kebingungan pun bertanya "Kenapa? apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Ayani.


"Membebaskan Zen dari kristal itu" Ucap Endo.


Rias, Ayani, Fallen, dan Elys pun sangat terkejut karena baru menyadari orang yang di segel di dalam kristal itu adalah Zen.


Karena penampilannya yang berbeda, mereka jadi kebingungan.


"Bantu aku Ayani" Ucap Endo sembari melompat tinggi dan kembali menciptakan tombaknya


Ayani yang melihat Endo sudah bersiap pun langsung menciptakan pedang miliknya.


"C'A Sword" Ayani~


"C'A Spear" Endo~


Ayani pun langsung menyerang kristal itu dan Endo pun melemparkan tombaknya ke kristal itu.


"Teknik pedang-" Ayani~


"Fire slash!!" Ayani~


(Slash!!!!)


"Teknik tombak-" Endo~


"Hell Fire spear!!" Endo pun melempar tombak itu sekuat tenaganya.


(Swof!!!)


(Nging!!!)


(Boooooommmmmm!!!!!!!!!!!!)


Ledakan yang kuat dan dasyat pun tercipta.


"Apakah berhasil?" Gumam Endo.


(Krk!!)


(Tcs!!!)


Ayani dan Endo langsung menjauh dari ledakan itu dan berhasil selamat. Tiba tiba pedang Ayani pun hancur yang membuat mereka berdua sangat terkejut.


Perlahan kabut asap pun mulai hilang dan ternyata serangan mereka berdua hanya berhasil menggores sedikit kristal itu.


Mereka berdua sangat terkejut dan tidak percaya.


"Padahal aku sudah menggunakan seluruh kekuatanku" Ucap Endo.


Tidak hanya mereka berdua yang terkejut, bahkan Elys, Rias, Yuuiki, dan Fallen ikut terkejut tidak percaya.


...-Disisi lain-...


Zen terlihat sedang sagat murung di dalam kegelapan, tatapannya sangat kosong dan penuh penderitaan.


Zen hanya duduk diam di dalam kegelapan tanpa memikirkan apapun bahkan ia tidak peduli bagaimana caranya untuk keluar dari kegelapan itu.


...~Bersambung~...