The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 24 : The Unexpected



Zen pun terbangun dengan pandangan matanya yang masih buram


"Dimana ini?" Bingung Zen


"Ka..En su.. dar?" Ucap Seseorang


Zen yang masih pusing dan penglihatannya buram pun tidak mengenali siapa orang yang memanggilnya, beberapa saat kemudian setelah pandangan Zen mulai membaik tetesan air mata pun jatuh dan mengenainya


Zen pun melihat Sayu yang menangis sambil memangkunya, Zen pun mengusap air mata Sayu


"Kenapa kamu menangis?" Tanya Zen sambil mengusap air mata Sayu


Sayu tidak merespon Zen dan hanya menangis


Beberapa saat kemudian setelah Sayu tenang, Sayu pun bertanya kepada Zen "Apa yang terjadi kak? kenapa kakak bisa terpental dari arah yang sangat jauh" Tanya Sayu


Zen yang tidak ingin membuat Sayu ketakutan dan panik pun membohonginya "Kakak juga tidak tau, tiba tiba seperti ada dinding sihir yang mementalkan kakak" Ucap Zen


Zen pun mengalihkan topik dan kembali bertanya kepada Sayu "Apa Sayu sudah bisa menggunakan sihir?" Tanya Zen


Sayu pun hanya menganggukkan kepalanya


Zen pun meminta Sayu untuk mencoba menciptakan sihir untuk menyerang


Sayu pun mengangguk


"Water ball" Sayu pun menciptakan bola air di tangannya


"Hebat sekali Sayu" Ucap Zen memuji Sayu


Sayu pun senang dan tersenyum


"Sayu, Kakak kembali dulu ya" Ucap Zen


"Baik kak, kesini lagi ya.." Ucap Sayu sambil tersenyum


"Iya, nanti kakak pasti kembali lagi" Ucap Zen sambil tersenyum


#Time skip


Zen pun terbangun dari tidurnya


"Hoam..."


"Padahal seharian aku bermain bersama Sayu, tetapi entah kenapa aku merasa tidur sangat nyenyak" Gumam Zen


Zen pun bangun dari kasurnya dan ia pun bersiap siap untuk pergi ke kelas


Saat Zen telah siap, ia pun membuka pintu ruangannya dan bersiap untuk berangkat, tapi saat ia membuka pintunya, ternyata ada Veliona yang sudah menunggunya


"Pagi Zen" Ucap Veliona sambil melambaikan tangannya


"Pagi Veliona" Ucap Zen sambil sedikit tersenyum


"Ayo kita pergi" Ucap Veliona


"Ayo" Mereka berdua pun berangkat ke kelas bersama sama


Beberapa saat kemudian, mereka pun akhirnya sampai di kelas dan duduk di kursinya masing masing, Zen pun masih melakukan hal yang sama, ia selalu duduk di pojokan sendirian


Saat murid murid sedang asik berbicara, tiba tiba Hina sensei pun memasuki kelas, seperti biasa Hina sensei selalu masuk dengan senyuman yang membuat para murid laki laki menjadi tergila gila di buatnya


Veliona pun melihat ke belakang, dan ternyata Zen tidak memperdulikan Hina sensei, ia hanya menatap ke luar jendela, Veliona pun sedikit tersenyum


#Disisi lain


Zen pun sedang memikirkan hal yang semalam terjadi


"Jika dia adalah leluhur Iblis, pasti suatu saat dia akan bangkit kembali, dan aku harus mempersiapkan diri untuk mengalahkannya" Gumam Zen


"Tetapi bagaimana caraku untuk mengalahkannya?, kekuatannya sangat tidak masuk akal, terlebih lagi ia memiliki bawahan yang sangat kuat dan kekuatannya juga tidak masuk akal" Gumam Zen kebingungan


Seketika Zen pun mengingat sesuatu, ia mengingat bahwa Pemimpin akademi pernah menyegelnya, dan ia pun berniat untuk menemui Pemimpin akademi


#Time skip


Kelas pun berakhir, Zen pun berkemas kemas dan mencari Veliona, Zen pun menghampiri Veliona dan menyuruh Veliona untuk pulang duluan, Veliona pun kebingungan dan bertanya kepada Zen "Kenapa?" Tanya Veliona


Zen pun hanya menjawab "Aku ada sedikit urusan" Ucap Zen dan meninggalkan Veliona


Zen pun berjalan menuju ruang pemimpin akademi, beberapa saat kemudian, Zen pun akhirnya sampai dan langsung mengetuk pintu ruangan


(Knock knock knock)


"Silahkan masuk" Ucap Haxor sang Pemimpin akademi


Zen pun membuka pintu ruangan


"Oh Zen ternyata" Ucap Haxor


"Pak. aku mau bertanya" Ucap Zen


"Jangan panggil pak, aku masih terlalu muda untuk itu, umurku baru 16 tahun" Ucap Haxor


"Jadi aku harus panggil apa?" Bingung Zen


"Panggil saja namaku" Ucap Haxor


"Baiklah, kak Haxor, aku mau bertanya, apa aku bisa melepas segel yang pernah kakak berikan?" Tanya Zen


Haxor pun menjawabnya dengan santai "Bisa, emangnya kamu ingin melepas segel yang ku berikan?" Tanya Haxor


"Iya, aku sudah bisa mengendalikan kekuatanku walau tidak sepenuhnya" Ucap Zen


"Jika kamu ingin melepas segel itu, hanya kamu sendiri lah yang bisa, aku tidak bisa membantu" Ucap Haxor dengan suara sedikit tegas


"Kenapa begitu?" Tanya Zen kebingungan


"Memang aku yang memberi segelan itu kepadamu tetapi yang menyegelmu bukan aku, melainkan roh orang yang sudah lama mati" Jelas Haxor


Zen pun sedikit kebingungan tetapi perlahan ia dapat mengerti apa yang di maksud oleh Haxor, Zen pun kembali bertanya kepada Haxor "Jadi bagaimana caraku melepas segel ini?" Tanya Zen


"Apa kau yakin akan melepaskan segel tersebut? jika kamu lepas kendali, aku tidak akan segan segan untuk membunuhmu" Ucap Haxor


"Aku yakin" Ucap Zen dengan tegas


"Dia benar benar serius" Gumam Haxor


Haxor yang melihat Zen sangat serius pun memberi tau cara melepas segel tersebut kepada Zen caranya


#Time skip


Zen pun mengikuti instruksi dari Haxor, ia pun memutuskan untuk keluar akademi agar lebih aman, Zen pun pergi ke hutan di luar akademi tempat pertama kali ia bertemu dengan Rias


Zen pun menutup matanya, ia pun memasuki alam bawah sadar yang berbeda, ia tidak berada di tempat Sayu berada, melainkan di sebuah tempat yang cukup gelap


"Aku harus mencari inti energi dari segel tersebut" Gumam Zen


Setelah lama mencoba Zen masih tidak berhasil menemukannya


#Disisi lain


(Knock knock knock)


"Kenapa tidak ada respon?" Bingung Veliona


Veliona pun membuka pintu kamar Zen dan mencari Zen


Beberapa saat kemudian, Veliona pun kebingungan karena Zen tidak ada di ruangannya


"Kemana dia??" Gumam Veliona kebingungan


#Disisi lain


Zen masih berusaha untuk mencari inti energi dari segel yang menyegelnya


"Aku tidak menemukannya" Gumam Zen


Tiba tiba Zen pun melihat sedikit cahaya berwarna biru, Zen pun sedikit mendekati cahaya tersebut


"Sepertinya ini inti segel yang di maksud kak Haxor" Gumam Zen


Zen pun mendekati inti energi tersebut dan menyentuhnya, saat Zen telah menyentuh inti energi tersebut, ia pun kebingungan karena tidak terjadi apa apa


"Apa aku sudah berhasil melepas segel?" Gumam Zen sedikit kebingungan


Zen pun menggenggam inti energi tersebut dan tiba tiba muncul rantai rantai berwarna biru dari inti energi sihir yang Zen genggam barusan


Seketika Zen pun tersadar dari alam bawah sadarnya, dan ia melihat inti energi sihir yang ia genggam sebelumnya berada tepat di depan matanya


Tiba tiba inti energi tersebut pun mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dan bentuk dari inti energi tersebut perlahan berubah


"Agh!!.." Zen pun tidak dapat melihat karena cahaya yang sangat silau dari inti energi tersebut


Cahaya tersebut sedikit memudar dan Zen membuka matanya perlahan, Ia melihat inti energi tersebut yang berbentuk seperti manusia


"Apa yang terjadi" Gumam Zen kebingungan


Perlahan lahan cahaya dari inti energi tersebut pun menghilang dan muncul sosok yang sangat tidak di duga


"Apa apaan ini?!?" Gumam Zen kebingungan dengan apa yang terjadi


Sosok tersebut terlihat sangat mirip seperti Zen, yang membedakannya hanyalah warna mata dan rambutnya


Bersambung...