The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 144 : The Blood Red Full Moon



...Eps 144 : The Blood Red Full Moon...


...(Bulan Purnama Merah Darah)...


(Swoft!!)


Kilatan cahaya berwarna putih pun menyusuri hutan dengan sangat cepat, Valine pun seketika terkejut saat melihat Zen yang sangat cepat bahkan ia hanya dapat melihat cahaya putih yang terus melintasi hutan dengan sangat cepat dan juga Valine sangat kesulitan untuk mengimbangi kecepatan Zen.


"Terus kedepan Zen!, 1km lagi kamu akan menemukan kastil tak terlihat, gunakanlah mata sihir dan bakar lah area di sekitarnya!!!" Teriak Valine yang susah tak mampu mengimbangi kecepatan Zen yang luar biasa.


Zen yang mendengar penjelasan Valine pun tersenyum dan mengucapkan "Terima kasih Valine!" Teriak Zen dari kejauhan, perlahan rambut dan mata Zen pun berubah menjadi putih dan mata Iblis, dan Zen pun langsung menghilang yang hanya menyisakan hempasan angin kuat.


Valine pun terjatuh karena kehilangan keseimbangan terbangnya, beruntungnya Eriza langsung menciptakan gelembung air tepat di bawah Valine yang berhasil menyelamatkannya.


"Terima kasih.." Ucap Valine perlahan bangun dari gelembung air yang terasa sangat empuk itu.


"Zen sangat cepat sekali!" Kagum Asuka.


Valine pun menoleh ke arah Zen yang sudah jauh meninggalkan mereka "Apa manusia benar benar sekuat itu ya?" Gumam Valine sangat terkagum dalam hatinya.


"Apa kamu baik baik saja Valine?" Tanya Silvia yang perlahan mendekati Valine.


Valine pun tersenyum dan mengucapkan "Aku baik baik saja, terima kasih sudah menyelamatkanku barusan.." Ucap Valine sembari tersenyum.


(Swosh!!!)


Mereka semua pun terkejut saat hempasan angin yang kuat tiba tiba mengarah ke mereka dari arah depan, dan di saat yang bersamaan tiba tiba badai api besar pun muncul jauh di depan mereka yang membuat mereka sangat terkejut.


"Apa apaan itu?!" Panik Silvia saat melihat badai api muncul jauh di depan mereka.


"Ayo kita kesana!" Valine pun langsung berlari ke arah badai api tersebut di ikuti Silvia dan yang lainnya.


...-Disisi Lain-...


(Boommm!!!!)


(Bamm!!!!!)


"Ahhh!!!!!"


"Aaahghhhh!!!!"


"Haaahhh!!!!!"


Zen pun membantai para Vampire yang menghalanginya untuk masuk ke kastil yang sangat besar itu.


Kastil berwarna putih kemerahan dan corak corak aneh pada dinding kastil seperti angka angka dan juga kelelawar serta corak bunga bunga berwarna hitam.


...-Pukul 11:47 Malam-...


"Menyingkirlah kalian!!" Kesal Zen yang langsung memasang kuda kuda katana.


Katana Zen pun muncul di iringi api berwarna biru yang melapisi katana tersebut saat keluar dari sarungnya.


(Slash!!!!!)


Zen pun menebas 58 Vampire yang menghalanginya hanya dalam 3 detik, tetapi para Vampire tersebut juga masih belum menyadari jika Zen sudah menebas mereka tepat pada leher mereka.


(Slash!!! slash!!! slash!!! slash!!! slash!!!)


Zen pun menebas 172 Vampire dengan sangat cepat dan kembali memasukkan katana miliknya ke dalam sarungnya.


"Kohai No Aohono Kiri!!"


...•...


...荒...


...廃...


...の...


...蒼...


...炎...


...斬...


...り...


...•...


...(Tebasan Api Biru Pemusnah)...


Di saat yang bersamaan 230 Vampire pun tewas terbakar oleh api biru yang langsung melahap habis tubuh mereka.


Saat Zen akan masuk ke dalam kastil, tiba tiba saja gelombang berwarna merah mendorongnya dengan sangat kuat yang membuatnya terpental keluar, di saat yang bersamaan keluar 500 Vampire yang kembali menghalangi Zen.


Zen pun merasa sangat kesal karena ia tidak punya banyak waktu untuk menghadapi mereka semua, terlebih lagi para Vampire jumlahnya terlalu banyak dan tak ada habisnya.


"Gh!!!!" Zen pun menggertakkan giginya karena merasa sangat kesal.


Tiba tiba kilatan petir melintasi Zen dengan sangat cepat.


(Slash!!!!!)


"Rakurai!!"


...•...


...落...


...雷...


...•...


...(Sambaran Petir)...


Petir pun menghantam permukaan yang di lewati Asuka saat ia menebas ke arah para Vampire yang menghalangi jalan Zen yang membuat para Vampire itu seketika terpelanting sangat jauh.


"Aahhh!!!!!!!"


Zen yang melihat Asuka pun sedikit terkejut, dan Asuka pun berteriak "Zen!!" Zen yang menyadarinya pun langsung masuk ke dalam kastil tetapi saat ia hampir masuk, ratusan Vampire kembali berniat menghalangi Zen.


"Kehancuran tanpa batas, raungan naga kehancuran!"


"Suiro No Hoko!!"


...•...


...水...


...の...


...咆...


...哮...


...•...


...(Raungan Naga Air)...


Semburan naga air pun langsung melintasi Zen dan menghantam para Vampire yang berniat menghalangi jalan Zen.


Zen pun tak menyia nyiakan kesempatan itu, dan ia pun langsung masuk ke dalam kastil.


(Swof!!!!!)


Zen pun akhirnya berhasil masuk ke dalam kastil, dan ia pun sedikit terkejut karena jumlah para Vampire yang sangat tidak masuk akal, di dalam kastil tersebut hampir seluruhnya di penuhi oleh para Vampire, tetapi Zen tidak memperdulikannya, ia pun melihat Veliona yang sedang terbaring tak sadarkan diri di atas meja persembahan, dan seorang Vampire yakni raja Vampire yang sudah siap untuk mengeksekusi Veliona.


...-Pukul 11:58 Malam-...


"Pada malam ini!! kita akhirnya akan mengeksekusi gadis murni!! dan persembahan ini aku mulai demi kita para Vampire untuk menguasai dunia ini!!"


Teriak Raja Vampire itu yang mengambil pedang eksekusi tepat di atas meja tersebut yang berwarna kuning keemasan.


"Tidak akan aku biarkan!!" Zen pun langsung menghilang dan muncul tepat di depan para Vampire dan raja Vampire itu.


Zen pun mengayunkan pedangnya tepat ke arah raja Vampire berniat membunuhnya agar eksekusinya gagal.


(Slash!!!)


(Ting!!!!)


Tetapi tebasannya itu di tangkis oleh seorang Vampire yakni pria yang memberikan Veliona darah Vampire murni itu.


"Aku bisa melihat hal ini dasar bodoh!.." Ucap pria itu dengan santai sembari menendang Zen dengan sangat kuat.


(Swof!!!)


Zen pun terpelanting jauh ke tengah tengah kastil dan menghantam permukaan dengan sangat kuat.


"Agh!!!" Zen pun sedikit memuntahkan darah dari mulutnya karena tendangan Vampire itu yang begitu kuat.


Vampire itu pun menatap Zen dari kejauhan dan mengucapkan "Aku sudah mempersiapkan semuanya, bahkan aku juga meminta seluruh Vampire di sini untuk memberiku kekuatan untuk menghalangimu dan memusnahkan raja Vampire ini tanpa sepengetahuan mereka" Ucap pria itu dalam hatinya.


...-Pukul 12:00 Malam-...


"Aku persembahkan!! pemurnian gadis Vampire murni!!!" Teriak Raja Vampire itu di iringi teriakan para Vampire.


...-Disisi Lain-...


Terlihat Asuka dan yang lainnya sedikit kesulitan menghadapi ratusan Vampire yang menghalangi jalan mereka untuk masuk ke dalam kastil.


"Kita harus segera membantu Zen!" Ucap Asuka.


"Aku juga tau itu!" Kesal Thira.


"Para Vampire itu tidak ada habisnya!" Kesal Aina.


(Tst!!!)


(Thar!!!!!!!)


Suara sambaran petir pun terdengar jelas di telinga Asuka dan yang lainnya, mereka terkejut karena sambaran petir itu yang tiba tiba saja muncul.


"Teknik Katana!!!"


(Swof!!!!!)


"Rakurai, Inazuma!!"


...•...


...落...


...雷...


...稲...


...妻...


...•...


...(Sambaran Petir, Halilintar)...


(Thar!!!!!!!!!!!)


Petir pun langsung menghantam para Vampire yang menghalangi pintu kastil dan tiba tiba Siyon muncul tepat di depan Asuka yang membuat Asuka seketika terkejut.


"Siyon?!" Gumam Asuka takjub saat melihat Siyon yang muncul di depannya.


"Tidak ada waktu lagi! cepat masuk!" Teriak Siyon yang langsung berlari ke dalam kastil.


Asuka dan yang lainnya pun langsung mengikuti Siyon dari belakang dan betapa terkejutnya mereka saat melihat ribuan Vampire yang berada di dalam kastil itu.


"Zen!!!" Teriak Silvia saat melihat Zen yang terkapar di permukaan.


"Eksekusi!!!!" Teriak para Vampire tersebut di iringi dengan pedang yang mengarah tepat di jantung Veliona.


"Hentikan!!!!!!!!" Teriak Zen.


(Srk!!!!!!)


(Tsk!!!!!)


Pedang tersebut pun menancap hingga menembus tubuh dan meja persembahan itu.


Siyon dan yang lainnya pun sangat terkejut saat melihat Veliona yang sudah di eksekusi di depan mata mereka.


Keheningan pun terjadi, suasana terasa sangat dingin dan sunyi, perasaan tidak enak yang tiba tiba muncul menyambar semua orang dan waktu yang terasa begitu lama seakan akan waktu terhenti sementara, serta bulan di langit yang berwarna merah pekat seperti warna darah.


(Dug! dug!)


(Bammmm!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)


Tulang tulang berwarna putih pun seketika muncul yang langsung menghancurkan dinding dan atap kastil bahkan tanah pun seketika berguncang dasyat saat tulang tulang tersebut tiba tiba saja muncul dari tengah tengah kastil.


...~Bersambung~...