The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
The Final Chapter : War Of Legend



(Slash!!!)


(Booomm!!!!!!!)


Pertarungan yang begitu dasyat pun berlangsung selama berhari hari, Keyra pun terlihat terluka sangat parah, begitu juga dengan Code, Lucifer dan yang lainnya.


Pertarungan yang begitu sengit pun membuat mereka semua kehilangan banyak energi mereka, Keyra terus bertarung melawan mereka dan memaksakan dirinya sampai sampai ia menggunakan daya hidupnya untuk mempertahankan wujud perubahannya selama pertarungan berlangsung.


Walau begitu, pertaruhan yang Keyra lakukan tidak merugikan dirinya, karena ia mampu mengatasi Lucifer, Code dan yang lainnya walaupun ia kalah jumlah.


"Uhk!!!" Keyra pun memuntahkan darah dari mulutnya, sekujur tubuhnya yang penuh dengan luka, terlihat juga Lucifer yang terkapar di permukaan karena terluka parah, tanduknya yang hancur dan sayapnya yang terpotong.


Code juga terlihat terluka parah, salah satu serigala miliknya bahkan mengalami kritis saat bertarung melawan Keyra. Terlihat juga Torita yang kehilangan mata kirinya, dan tubuhnya yang tertusuk banyak belati.


"Hah.. Hah... Hah..." Keyra pun perlahan kembali bangkit.


"Akan aku akhiri semua ini!" Ucap Keyra sembari mengangkat tangan kanannya dan menciptakan cincin berwarna kuning di atas tangan kanannya.


Cincin besar itu pun seketika mengeluarkan ribuan belati yang langsung mengarah ke mereka semua, Code pun yang melihat ribuan belati itu sedikit tersenyum dan mengucapkan "Musnahlah"


Seketika ribuan pedang itu musnah bersama dengan cincin kuning tersebut, Keyra pun kembali memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya, dan Code yang seketika pingsan karena kehabisan 'Mana' miliknya.


"Ugh!! Ukh!!!!" Keyra terus memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya, jantungnya yang terasa sangat sakit dan juga matanya yang mulai memudar.


"Hah.. Hah..." Keyra pun berusaha bangkit kembali dengan sisa sisa kekuatannya.


"Nia.. Maafkan aku.. Sepertinya ibu akan mengorbankan diri demi dunia ini" Ucapnya sembari tersenyum.


Keyra pun mengangkat kedua tangannya dan menciptakan cincin yang sangat besar, ia berniat membunuh seluruh bawahan Koruga dalam sekali serang.


Tetapi saat ia sedang memusatkan kekuatannya, tiba tiba suara langkah kaki terdengar dari kejauhan.


(Tek... Tek.... Tekk...)


Suara kaki itu pun membuat Keyra terkejut dan bertanya tanya, siapa yang ada disana, ia merasa jika dirinya sudah mengalahkan seluruh bawahan Koruga dan ia sangat terkejut jika masih ada bawahan lainnya yang baru memunculkan dirinya.


Perlahan pria itu pun mulai terlihat dari belakang reruntuhan kastil, pria dengan rambut berwarna ungu kehitaman dan pupil mata Iblis berwarna merah gelap kekuningan.


Pria itu berjalan dengan santai ke arah Keyra yang membuat Keyra sangat terkejut, Keyra pun langsung melepaskan serangannya ke arah pria itu berniat memusnahkannya bersamaan dengan Code dan yang lainnya.


"Matilah!!!" Keyra pun mengerahkan seluruh kekuatannya dan mempertaruhkan nyawanya, ribuan belati pun langsung muncul dan mengarah ke mereka semua dengan sangat cepat.


(Swofff!!!!!)


(Slash!!!)


(Tcs!!!!!!!)


Tak diduga, seluruh belati itu pun hancur berkeping keping seakan akan di tebas menggunakan pedang dengan sangat sangat cepat seperti kecepatan cahaya.


Terlihat juga pedang panjang berwarna hitam kemerahan yang sudah berada di tangan pria itu.


"Tidak mungkin?!" Gumam Keyra sangat terkejut.


"Ukh!!!" Keyra pun kembali memuntahkan darah dari mulutnya, dan tiba tiba pria itu dengan cepat langsung menusuk Keyra menggunakan pedangnya tepat di jantung Keyra dan menghancurkan inti sihir milik Keyra.


"Akh!!!!" Keyra pun memuntahkan darah dengan sangat banyak dan tewas akibat serangan dari pria itu.


Pria itu pun mengibaskan pedangnya dan menoleh kebelakang sembari mengucapkan "Kalian hebat" Ucapnya dengan santai, dan menciptakan portal di depannya.


Ia pun masuk ke dalam portal tersebut dan keluar tepat di dalam kastil leluhur Iblis, ia pun keluar dan berada tepat di hadapan Koruga yang sedang duduk di kursi tahtanya.


"Apakah sudah selesai?" Tanya Koruga.


Pria itu pun menjawab dengan santai "Mereka semua dikalahkan" Ucap pria itu.


Koruga yang mendengarnya pun menutup matanya dan mengucapkan "Begitukah.. Bagaimana dengan lawannya?" Tanya Koruga.


Pria itu pun menjawab "Dia sudah ku musnahkan" Ucap singkatnya.


Koruga pun membuka matanya kembali dan mengucapkan "Baguslah kalau begitu, Zeirya sekarang bunuhlah seorang gadis pahlawan satu lagi, ia berada di negeri Takamoto, dia adalah anak dari gadis yang baru saja kamu bunuh itu" Ucap Koruga.


Pria itu pun menjawab "Baiklah" dan Koruga pun langsung mengatakan "Jangan lengah, dia adalah salah satu gadis yang cukup sulit untuk dimusnahkan" Jelas Koruga.


Pria itu pun tersenyum dan mengatakan "Sebaiknya kamu juga menyelesaikan tugasmu Koruga, Akuma dan bawahanmu yang lainnya semuanya sudah dikalahkan, apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Zeirya.


Koruga pun tersenyum dan mengucapkan "Sepertinya perperangan ini tidak memancingnya, kalau begitu aku harus memusnahkan pahlawan pahlawan itu dan memulai kehancuran yang baru untuk memancingnya keluar" Ucap Koruga sembari tersenyum.


"Hm" Zeirya pun tersenyum dan menciptakan portal dan masuk ke dalam portal itu.


"Jangan mati Zeirya, aku tidak akan mereinkarnasimu jika kamu mati" Ucap Koruga meremehkan Zeirya, dan Zeirya pun mengucapkan "Jangan memerintahku, jika kamu sebagai leluhur Iblis di dunia ini, kalah dengan mereka, aku tidak akan mengakuimu lagi sebagai leluhur Iblis" Ucapnya sembari tersenyum dan meninggalkan Koruga.


Koruga yang mendengarnya pun sedikit tersenyum dan menatap ke atas langit langit kastil "Baiklah sepertinya bagianku akan dimulai" Ucapnya sedikit bersemangat.


...-Disisi Lain-...


Terlihat semua ras yang berhasil mengalahkan Iblis pun terlihat begitu gembira, mereka berfikir mereka sudah memenangkan perang dan merasa aman karena para Iblis sudah di musnahkan, tetapi tiba tiba sebuah portal muncul di atas langit dan Koruga pun muncul dari portal itu yang seketika membuat suasana berubah sangat drastis.


Kesenangan, sementara itu seketika musnah, harapan untuk hidup damai seketika sirna saat melihat sosok Koruga sang leluhur Iblis dengan kekuatan yang tidak masuk akal, semua ras yang tersisa pun merasa sangat ketakutan, tetapi tidak dengan keempat pahlawan, mereka seakan akan sudah siap dan sudah menunggu kehadiran Koruga dan sangat siap untuk bertarung dengan Koruga.


"Selamat untuk kalian semua yang sudah mengalahkan semua bawahanku, dan sekarang aku akan melayani kalian semua dengan senang hati.." Ucap Koruga sembari tersenyum.


Koruga pun mengarahkan tangannya ke bawah dan seketika ribuan bola api berwarna hitam dengan rantai yang mengelilinginya disertai percikan api dan diselimuti aura kegelapan yang begitu mematikan muncul di atas langit.


Seluruh ras yang melihat itu pun seketika pasrah, tetapi keempat pahlawan bergerak cepat dan langsung menciptakan perlindungan total untuk melindungi mereka semua dari serangan yang akan Koruga lancarkan.


"Menarik sekali!!" Koruga pun terlihat senang dan melemparkan ribuan bola api itu ke arah mereka semua.


...-Disisi Lain-...


(Ting!!!! Ting!!! Ting!!!! Ting!!!!!)


Pertarungan yang begitu sengit pun terjadi, terlihat Zeirya dan anak dari Keyra yakni Nia bertarung dengan sangat sengit di atas permukaan air, terlihat Nia yang mampu menyaingi kekuatan Zeirya, pertarungan yang sengit yang membelah permukaan air dan membelah awan di langit.


Zeirya pun terbang menggunakan sayap Iblisnya, tetapi Nia langsung mengarah ke Zierya, ia menciptakan sayap suci berwarna kuning bercahaya terang dan langsung terbang ke arah Zeirya.


Nia pun mengayunkan pedang panjang miliknya ke arah Zeirya dengan sangat cepat dan kuat, tebasan tersebut menciptakan tebasan gelombang bercahaya yang sangat besar dan luas, tebasan itu mengarah ke Zeirya dengan sangat cepat di sertai partikel kuning bercahaya terang dan berbentuk bintang, memiliki suhu panas yang sangat luarbiasa bahkan lebih panas dari lahar dan hampir sama panasnya dengan bola api kegelapan.


Zeirya yang melihatnya pun terkejut karena ia tidak menduga jika Nia akan sekuat itu, ia berfikir jika Nia hanyalah gadis lemah yang bahkan lebih lemah dari Keyra, tetapi dugaannya salah, Nia yang berada di hadapannya sekarang hanya seperti dirinya sendiri tetapi berbeda jalur kehidupan.


(Slash!!!)


Zeirya pun mengayunkan pedangnya yang seketika menciptakan phoenix berwarna ungu dan diselimuti aura kegelapan, serangan itu langsung mengarah ke gelombang cahaya tersebut dan menghantamnya.


(Booooooooooooommmmmmm!!!!!!!!!!)


Hantaman tersebut pun menciptakan ledakan yang sangat luar biasa, ledakan yang menghancurkan permukaan bahkan gunung pun terbelah dan air laut yang mengering karena suhu panas yang luar biasa.


Walau begitu, Zeirya dan Nia masih tidak terluka sedikitpun, mereka menciptakan perlindungan sebelum ledakan terjadi, Zeirya yang melihat Nia begitu serius ingin membunuhnya pun mengucapkan "Kamu memerlukan dendam untuk membunuhku, jika tidak kamu akan terus menahan dirimu" Ucap Zeirya.


Nia yang mendengarnya pun mengucapkan "Diam! Aku tidak peduli apapun yang kamu ucapkan!" Tegas Nia.


Zeirya pun mengucapkan "Kalau begitu, aku akan membantumu agar tidak menahan diri, dan mengerahkan seluruh kekuatanmu, asal kamu tau saja, aku bukanlah Iblis lemah seperti Iblis Iblis yang sudah kamu bunuh. Aku membunuh Ibumu dan sekarang aku juga akan membunuhmu" Ucap Zeirya sembari menatap sinis ke arah Nia.


Nia yang mendengar ucapan Zeirya pun seketika sangat terkejut, ia merasa sangat terpukul karena ia tidak menduga jika Ibunya yang sangat ia cintai harus tewas dalam perperangan dunia ini.


"Wajar.." Ucapnya sembari menangis.


"Kami para manusia tidak seunggul kalian para Iblis!! Jika kalian tidak memulai perang, dunia akan terus tentram dan damai!! Tidak akan terjadi hal yang tidak di inginkan seperti ini!!!!" Kesal Nia.


"Gh!!!!" Nia pun menggertakkan giginya dengan sangat kesal.


Pedangnya yang seketika bersinar terang, cahaya berwarna kuning keputihan pun menyinari kegelapan, Nia mengangkat pedangnya ke atas langit dan mengatakan "Aku akan membunuhmu!!" Seru Nia sembari menatap sinis ke arah Zeirya dengan penuh dendam.


"Ekusukariba!!!!!"


...•...


...エ...


...ク...


...ス...


...カ...


...リ...


...バ...


...ー...


...•...


...(Excalibur)...


Nia pun mengayunkan pedangnya sekuat tenaganya, tebasan pedang yang menciptakan cahaya panas hingga menembus awan pun membelah permukaan, suhu panas yang luar biasa dan saat tebasan itu membelah permukaan tanah, ledakan yang super dasyat pun tercipta, seketika area tersebut pun hancur total karena ledakan dasyat dari tebasan pedang itu, walau begitu Zeirya masih berhasil bertahan walau menerima beberapa luka bakar di wajah dan lengannya, tetapi ia terlihat biasa saja seakan akan tidak merasakan rasa sakit sedikitpun, dan terlihat juga Nia yang terluka parah, tubuhnya yang menerima banyak luka bakar dan juga lengan kanannya yang berdarah akibat mengayunkan pedang yang sangat panas itu.


Walau begitu, seluruh luka Nia perlahan beregenerasi yang membuat Zeirya sedikit terkejut dan mulai paham kenapa Koruga meminta Zeirya untuk tidak meremehkan Nia.


"Sepertinya kamu mempunyai kekuatan untuk hidup abadi ya" Ucap Zeirya sembari menatap Nia.


Nia yang mendengarnya pun menatap tajam mata Zeirya dan langsung kembali menyerangnya.


...-Disisi Lain-...


(Swof!!)


(Duarrr!!!!!!!!!)


"Aaaahhhhh!!!!!!" Pertarungan antara Koruga dan keempat pahlawan dibantu semua ras yang tersisa pun tak terelakkan, walau semuanya merasa ketakutan, tetapi impian mereka untuk hidup damai belum musnah sepenuhnya, mereka masih memiliki harapan karena masih ada keempat pahlawan yang berada di sisi mereka.


"Hiryu no nami!!!"


...•...


...火...


...竜...


...の...


...波...


...•...


...(Gelombang Naga Api)...


Seketika tebasan naga elemen api yang sangat besar pun tercipta yang langsung mengarah ke arah Koruga dengan sangat cepat.


Koruga yang melihatnya pun tersenyum dan di saat yang bersamaan rantai seketika melilit seluruh tubuhnya dan Indra yang muncul tepat di depan Koruga dan mengayunkan katana miliknya.


"Akai inazuma kaminari!!"


...•...


...赤...


...稲...


...妻...


...雷...


...•...


...(Guntur Kilat Merah)...


(Thar!!!!!!!!!!)


Sambaran petir berwarna merah dasyat pun langsung menyambar Koruga bersamaan dengan tebasan naga api yang langsung menghantamnya.


(Booooommmnn!!!? Duarrr!!!!!!!!!!)


Ledakan yang begitu dasyat kembali tercipta, Haruto yang yakin jika Koruga tidak mungkin dikalahkan semudah itu pun langsung melompat tinggi ke atas dan menebas udara.


"Jigen o saku zangeki!!!"


...•...


...次...


...元...


...を...


...裂...


...く...


...斬...


...撃...


...•...


...(Tebasan Pembelah Dimensi)...


Tebasan dua gelombang berwarna hitam disertai partikel keunguan pun langsung mengarah ke arah Koruga, dan tiba tiba Koruga juga ikut terbang mengarah ke tebasan gelombang itu, ia pun menciptakan perlindungan sihir dan berhasil menahan tebasan dimensi milik Haruto walau tangannya harus menerima luka gores yang cukup banyak, ia pun terlihat tersenyum senang dan langsung mencekik Haruto.


"Agkh?!!!"


Koruga pun langsung menciptakan bola api berwarna hitam di tangannya dengan cincin yang mengelilingi bola api itu Tepat di tangan kanannya.


"Hebat sekali!! Ini sedikit hadiah untukmu!!" Seru Koruga sembari mengecilkan bola api itu sekecil kecilnya dan langsung memasukkannya ke dalam mulut Haruto.


Setelah ia memasukkannya ke dalam mulut Haruto, ia pun langsung menendang Haruto dengan sangat kuat ke permukaan tanah.


(Booooooommm!!!!)


"Aahhhhh!!!!!!!!! Ghhh!!!! Aaahhhhhhh!!!!!!!!!!" Haruto pun berteriak histeris karena sangat sangat kesakitan, ia merasa seluruh organ dalamnya seperti sedang diiris menggunakan pisau secara beruntun dan terasa sangat luarbiasa panas di seluruh tubuhnya.


"Aahhhhhh!!!! Aaaaaahhhhhhhh!!!!" Rex, Indra dan Ghil yang melihat Haruto kesakitan pun langsung berlari ke arahnya.


"Haruto!!" Tetapi saat Rex akan menghampiri Haruto, Koruga langsung muncul tepat di depannya dan menciptakan bola berwarna merah dengan aura merah darah dan titik tengah pada bola itu berwarna hitam kegelapan dan sangat mematikan.


Koruga pun menghantam tubuh Rex dengan bola itu yang seketika menciptakan ledakan yang luarbiasa.


(Boooooooooooooommmmmmmmmmmmm!!!!!!!!!!!)


"Aaahhhhhh!!!!!!!!" Ledakan yang sangat dasyat itu pun membuat semua orang terpelanting sangat jauh.


"Rex!!!" Teriak Indra.


Indra yang kesal pun menatap tajam ke arah Koruga dan tiba tiba menghilang, Indra muncul tepat di depan Koruga dan langsung mengayunkan Katana miliknya tetapi Koruga sudah menyadarinya dan langsung menendang Indra.


"Ugh?!!" Indra pun terpelanting sangat jauh dan tiba tiba Haruto muncul tepat di samping Koruga dan mengayunkan kedua pedangnya yang membuat Koruga sedikit terkejut.


(Ting!!!!!!)


Tebasan Haruto pun menghantam dinding transparant yang membuatnya sedikit terkejut, Koruga pun langsung memukul Haruto dengan kuat, tetapi Haruto langsung menangkis pukulan Koruga dengan kedua pedangnya dan ia pun terpelanting sangat jauh.


"Aghh!!" Haruto pun terlihat sangat kesakitan karena ia menerima luka yang sangat parah.


"Dia masih bisa bangkit walau menerima luka separah itu" Gumam Koruga sembari tersenyum.


"Mereka boleh juga!" Seru Koruga sembari tersenyum bengis.


Haruto pun mengangkat tangannya dan tiba tiba inti core berwarna merah dengan simbol dua pedang muncul tepat di tangannya dan Haruto pun langsung menggenggamnya


Cahaya berwarna merah pun menyilaukan dan membutakan semua pandangan.


...-Disisi Lain-...


(Slash!!!!!!!)


(Kraakkkk!!!!!!!)


Permukaan tanah pun terlihat hancur sehancur hancurnya, gunung yang terbelah sungai yang mengering dan hutan yang terbakar habis karena pertarungan Zeirya dan Nia.


Zeirya terlihat begitu serius melawan Nia, walau Nia bergerak lambat, tetapi serangannya begitu dasyat, pertarungan yang dasyat di udara pun tak terhindarkan lagi, Zeirya terus waspada melawan Nia karena Nia menggunakan pedang yang sangat berbahaya bagi para Iblis karena dapat memberikan luka yang sangat parah.


(Slash!!!!)


Nia pun mengayunkan serangan yang semakin dasyat, gelombang cahaya yang tercipta dari pedang Excalibur miliknya semakin besar dan membesar yang membuat Zeirya sangat terkejut.


"Sebanyak apa sebenarnya 'Mana' yang dia miliki?!" Gumam Zeirya sangat terkejut dan tidak percaya karena dari tadi Nia terus menggunakan serangan yang sangat menguras 'Mana' sedangkan Zeirya hanya bisa terus menghindarinya bertujuan menunggu Nia kelelahan, tetapi hal tersebut tak terjadi sedikitpun bahkan Nia terlihat semakin sangat brutal.


(Swofff!!!!!!)


Zierya pun bergerak dengan sangat cepat dan muncul tepat di belakang Nia, ia mengayunkan pedangnya tetapi Nia menyadarinya dan langsung berbalik arah, walau gerakannya lambat ia berhasil berbalik arah.


Saat Nia akan menahan tusukan pedang Zeirya menggunakan pedangnya, tiba tiba ia sudah tertikam dari belakang oleh Zeirya, terlihat Zeirya yang menciptakan portal sebelum pedangnya menusuk Nia dari depan dan portal tersebut muncul kembali di belakang Nia dan berakhir Nia pun tertusuk oleh Zeirya tepat di jantungnya.


"Uhk!" Nia pun memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.


"Sepertinya berakhir di sini ya" Ucap Zeirya santai.


"Sebelum kamu mati, apa kamu ingin memberi tau siapa namamu?" Tanya Zeirya dengan santai.


Nia pun hanya diam dan tak merespon ucapan Zeirya, yang membuat Zeirya kebingungan.


"Ironisnya aku belum mati, namaku Nia, ingat namaku sebelum kamu menemui ajalmu" Ucap Nia dengan santai sembari menoleh dan menatap Zeirya.


Zeirya pun seketika terkejut karena ia tidak menduga hal itu akan terjadi, padahal ia sudah menusuk jantungnya.


Zierya pun langsung menendang Nia dan menjauhinya karena ia tidak ingin tertebas oleh pedang Excalibur yang berbahaya itu.


Tetapi saat ia berhasil menjauh tiba tiba saja Nia sudah muncul tepat di depannya, Zeirya sangat terkejut saat melihat Nia yang tiba tiba bergerak dengan sangat cepat, dan ia pun menyadari sesuatu, Zirah milik Nia yang sudah ia lepaskan, hal itu membuat pergerakannya menjadi sangat sangat cepat.


(Slash!!!!)


...-Disisi Lain-...


(Boooommm!!! Baaammmm!!!! Duarr!!!!!?)


Pertarungan yang begitu sengit pun terjadi di halaman istana Koruga yang sangat luarbiasa luas itu, kastilnya yang mulai hancur karena ledakan yang terjadi dimana mana dan permukaan tanah yang semakin hancur berantakan akibat ledakan ledakan dasyat itu.


Koruga pun terlihat sangat menikmati pertarungan yang sangat dasyat itu, sedangkan Zeirya terlihat sangat serius menghadapi Nia yang sangat kuat itu, pertarungan mereka pun berlangsung sengit selama lima belas hari berturut turut.


...-Lima Belas Hari Pun Berlalu-...


Pertarungan penentuan pun tiba, terlihat Indra, Rex, Ghil dan Haruto yang terluka sangat parah, dan Koruga yang juga terlihat mempunyai luka yang sangat banyak di tubuhnya, mereka berlima pun terlihat berada di dalam kastil Koruga, karena pertarungan di luar membuat kekacauan yang luarbiasa, Rex tidak ingin melibatkan ras lainnya dan ia pun memaksa Koruga masuk ke dalam kastilnya sendiri.


"Haruto!" Teriak Rex yang sudah sangat kelelahan, Haruto yang menyadari maksud dari Rex pun langsung menancapkan pedangnya tepat di rantai milik Ghil yang berada di permukaan.


"Chensodoshiru!!"


...•...


...チ...


...ェ...


...ー...


...ン...


...ソ...


...ー...


...ド...


...シ...


...ー...


...ル...


...•...


...(Segelan Pedang Rantai)...


Tiba tiba pedang pedang yang terikat rantai pun muncul dari permukaan dan langsung menancap di permukaan lainnya dan mengikat Koruga dengan sangat kuat.


"Resornasi!!!" Rex, Indra, Haruto dan Ghil pun menyatukan seluruh kekuatan mereka yang tersisa bahkan sampai menguras daya hidup mereka berniat untuk memusnahkan Koruga saat itu juga.


Tetapi Koruga menyadari akan hal itu, ia pun tersenyum dan menciptakan bola kegelapan yang memiliki kekuatan yang sangat dasyat tepat di depan matanya, bola kegelapan tersebut perlahan berubah menjadi sebuah dinding kegelapan yang langsung melindungi Koruga dari depan.


"Haaa!!!!!!!"


Cahaya berwarna putih merah biru ungu kuning hijau pun bercampur menjadi satu, dan langsung melancarkan laser cahaya dengan partikel warna warni ke arah Koruga dengan sangat kuat dan cepat, bahkan sangking kuatnya permukaan kastil yang dilintasi cahaya itu pun langsung meleleh seketika.


"Musnahlah!!!!!!" Teriak mereka berempat.


Koruga pun hanya tertawa melihat serangan tersebut, dan cahaya itu pun menghantam perlindungan sihir kegelapan milik Koruga.


(Nging!!!!!)


Tiba tiba ledakan luarbiasa dasyat pun tercipta, Kastil Koruga yang sangat besar itupun hancur karena ledakan yang tercipta bahkan memakan kastil itu.


Semua ras yang melihatnya pun sangat terkejut, dan juga merasa sedih karena pahlawan yang terus bertarung bersama mereka selama ini tewas mengorbankan nyawa mereka demi menyelamatkan dunia.


Kedamaian yang di impikan semua orang pun akhirnya tiba, semua ras menangis bahagia, walau perperangan tersebut memakan sebagian besar ras mereka tetapi kemenangan berada di tangan mereka, para Iblis yang tersisa melarikan diri mereka dan keempat pahlawan itu pun menjadi pahlawan legenda yang pernah ada karena pengorbanan mereka lah yang membuat dunia menjadi damai


Di dalam tangisan yang begitu terharu, cahaya merah pun terlihat tertimpa oleh reruntuhan dan kegelapan yang berterbangan ke atas langit.


...-Tamat-...


Terima kasih untuk yang sudah membaca novel TWOSAM ini, TWOSAM dinyatakan tamat untuk season 1 part 1nya, dan Season 1 part 2 akan segera menyusul karena cerita pada season 1 part 2 akan lebih menarik, maka Author akan memisahkannya dengan part 1 agar para pembaca baru juga bisa membaca langsung mulai dari story dimana Zen akan memulai petualangannya menyelamatkan Veliona dan menyelamatkan dunia, sekian terima kasih untuk para readers yang selalu menemani Author, Author akan segera kembali 😊😊😊