The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 29 : Veliona Backstory



"Apa maksudmu Veliona? kenapa kamu mengatakan kamu calon Vampire?" Tanya Zen dengan serius.


Veliona pun tidak merespon Zen dan masih terdiam, Zen yang penasaran kembali bertanya "Bisa kamu ceritakan semuanya?" Tanya Zen.


Veliona pun menjawab "Berikan aku waktu" Ucap Veliona.


Beberapa saat kemudian, Veliona bertanya kepada Zen "Apa kamu bisa menjaga rahasia?" Tanya Veliona dengan nada suara yang pelan.


Zen yang mendengarnya menggenggam tangan Veliona sembari mengucapkan "Ceritakan saja, aku pasti bisa menjaga rahasiamu" Ucap Zen.


Veliona yang awalnya ragu seketika percaya kepada Zen dan ia pun mulai bercerita kepada Zen.


"Aku, kakakku, dan adikku sebenarnya adalah anak bangsawan yang sudah di buang oleh kedua orang tuaku saat umurku masih 5 tahun, kakakku yang berumur 6 tahun dan Liana yang masih berumur 2 tahun, kami di buang di tengah hutan monster yang bernama hutan moroki tempat para naga bersarang" Ucap Veliona.


Tiba tiba Zen pun memotong pembicaraan "Kenapa kalian di buang?" Tanya Zen.


Veliona pun menjawab "Aku juga tidak tau, kami di buang tanpa alasan yang jelas" Ucap Veliona.


Veliona pun kembali melanjutkan ceritanya.


"Di tengah hutan, kami berjalan tak tentu arah dan tiba tiba bertemu dengan monster hitam aneh aku tidak tau namanya tetapi dia memiliki enam tentacle yang sangat mematikan dan beracun, karena waktu kami sedang lewat kebetulan ia sedang bertarung melawan monster monster lainnya, kami pun mengendap endap agar tidak ketahuan monster itu, kami pun membelakangi pepohonan untuk menghindari monster yang aneh itu" Ucap Veliona.


"Tetapi saat itu Liana menangis yang membuat monster itu mengetahui posisi kami dan langsung menyerang kami, kami berhasil menghindar dari serangan tentaclenya yang sangat beracun, tetapi monster itu terus menyerang kami tanpa henti, aku dan kakakku terkena cipratan racun dari tentaclenya, tetapi tiba tiba monster tersebut di serang oleh naga berwarna putih" Ucap Veliona.


"Aku dan kakakku menjadi sangat panik dan ketakutan saat naga itu turun ke permukaan, tiba tiba naga tersebut berbicara dan mengucapkan "Naik ke punggungku" Kami menjadi semakin panik saat tau naga itu bisa berbicara, tetapi kakakku langsung menarik tanganku dan kami pun menaiki punggung naga tersebut" Ucap Veliona.


"Kami berhasil menghindari monster aneh itu, tetapi masalah baru kami adalah naga putih yang barusan menyelamatkan kami, kami berfikir dia akan memangsa kami dan kami pun merencanakan cara kabur kedepannya, tetapi tiba tiba naga itu mengucapkan "Monster itu abadi dan tidak akan mati, sudah banyak manusia yang mencoba untuk membunuh monster itu tetapi tidak berhasil sama sekali, malah mereka yang di mangsa oleh monster itu" Kami pun seketika terdiam, tetapi kakakku mulai kesakitan karena ia terkena racun dari monster yang sebelumnya, aku yang panik terus terusan memanggil kakakku, dan naga putih itu mendarat ke permukaan" Ucap Veliona.


"Tiba tiba naga putih itu menyuruhku untuk meletakkan kakakku di tanah, aku pun menolaknya karena tidak ingin meninggalkan kakakku, tetapi dia mengatakan dia tidak berniat untuk meninggalkan kakakku, aku pun nurut dengan perintahnya, saat sudah ku letakkan di permukaan, naga putih itu menyemburkan api berwarna hijau dari mulutnya, aku pun seketika takut dan berteriak histeris melihat kakakku yang di bakar tepat di depan mataku sendiri, tetapi tiba tiba kakakku bangun dari pingsannya, aku yang awalnya nangis seketika kebingungan dengan apa yang terjadi" Ucap Veliona.


"Kakakku terlihat sangat sehat dan racunnya seketika menghilang, naga putih itu pun menyemburkan api hijau kepadaku dan aku mulai mengerti, ternyata api hijau yang di semburkannya itu adalah api penyembuh, saat aku sudah sembuh total, naga putih tersebut menyuruhku untuk mengambil Liana yang ada di punggungnya, ia pun menyuruh kami untuk terus jalan lurus dan meninggalkan kami" Ucap Veliona.


"Kami yang terus berjalan lurus pun akhirnya keluar dari hutan tanpa gangguan dari monster, tetapi saat sampai di luar kami melihat ada para petualang yang sedang cekcok satu sama lain, kakakku menyuruhku untuk tidak mencampuri urusan mereka, aku pun hanya nurut tetapi mereka mulai bertarung yang membuat beberapa serangan sihir mereka hampir mengenai kami, kami pun berusaha melarikan diri tetapi serangan sihirnya kembali mengarah ke kami, beruntungnya ada seseorang yang menolong kami dan membawa kami pergi, sebelum kami pergi, para petualang itu sempat di marahi olehnya" Ucap Veliona.


"Berakhir?" Gumam Zen kebingungan bercampur dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Sekitar satu tahun tinggal disana, desa kami di datangi oleh banyak Iblis, tujuan mereka datang untuk mencari seseorang yang sudah membawa kami ke desa itu, kami yang tidak tau kemana laki laki itu hanya mengatakan yang sebenarnya, tetapi para Iblis itu tidak percaya, tiba tiba muncul laki laki yang telah membawa kami, ia pun memancingnya pergi jauh kedesa, para penduduk desa yang awalnya panik seketika menjadi tenang, tetapi aku masih sangat panik karena khawatir dengan laki laki itu" Ucap Veliona.


"Beberapa bulan kemudian, laki laki itu kembali ke desa dengan banyak luka di tubuhnya, sesampainya di desa ia mengatakan untuk tidak mengobatinya, karena jika dia ada di dunia itu, para Iblis akan terus mencarinya dan pasti banyak orang yang engga bersalah menjadi imbasnya, di saat yang bersamaan, ada seorang laki laki misterius yang mendekat ke kami sambil mengatakan "Iblis tidak akan menyerang kalian jika kalian mengikuti keinginanku" aku pun langsung bertanya bagaimana caranya, dan laki laki itu langsung menunjuk ke arah Liana sambil mengatakan dia ingin Liana menjadi Vampire" Ucap Veliona.


"Para penduduk desa pun mengiyakan sambil mengatakan demi keamanan bersama, tetapi aku sangat tidak terima jika Liana harus menjadi Vampire, aku pun berteriak stop sekencang kencangnya yang membuat semua warga terdiam, saat itu juga aku bertanya kepada laki laki itu, apa aku bisa menggantikan posisi Liana, di saat itu juga laki laki itu mengeluarkan botol yang berisi cairan berwarna merah darah sambil mengucapkan "Jika kamu emang ingin menggantikan posisi dia, minumlah ini" Aku pun menuruti permintaannya, tetapi sebelum meminumnya aku bertanya "Apa ini? apa jika aku meminum ini desa ini tidak akan di serang oleh para Iblis?" Dan laki laki itu menjawab "Itu adalah darah Vampire murni, Jika kamu meminumnya kamu harus bersiap untuk mati di saat umur 14 tahun, karena kami membutuhkan darah Vampire murni yang sudah berkembang di dalam dirimu untuk kembali di sebar dan di kembangkan sehingga kami dapat menciptakan generasi Vampire yang baru" Aku pun kembali bertanya kepada laki laki itu "Apa benar benar kami bisa selamat dari Iblis" Ia pun mengatakan "Iya" dan aku langsung meminum ramuan itu tanpa basa basi" Jelas Veliona.


"Itulah awal mula aku menjadi Vampire, emang tidak berjalan lancar, aku selalu merasa kesakitan dan haus darah, tetapi aku terus menahannya sampai sekarang dan berhasil tanpa meminum darah" Ucap Veliona.


Zen pun mencerna semua cerita Veliona dan kembali bertanya "Kenapa kamu tidak meminum darah dari pada kamu terus merasa kesakitan?" Tanya Zen.


Veliona pun menjawab "Aku tidak ingin melukai siapapun" Ucapnya.


Zen pun terdiam mendengar ucapan Veliona.


"Tadi kamu bertanya elemenku kan?" Ucap Veliona.


Zen yang awalnya terdiam pun seketika menatap Veliona dan menganggukkan kepalanya.


"Aku tidak memiliki elemen, serangan sihir yang kamu lihat waktu di turnamen antar akademi itu bukan sihir dari elemen, melainkan kekuatan sihir dari darah Vampire murni, dan aku waktu kecil tidak pernah menggunakan sihir sehingga aku sendiri tidak mengetahui apa elemenku, hanya kakakku yang terus belajar menggunakan sihir" Jelas Veliona.


"Begitukah.." Ucap Zen sambil sedikit menganggukkan kepalanya


"Tetapi" Ucap Veliona sambil menundukkan kepalanya


"Tetapi apa?" Tanya Zen


"Kakakku sudah menjadi Iblis" Ucap Veliona yang membuat Zen sedikit terkejut


Bersambung...