The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 112 : Information Tournament



Pagi hari pun tiba, Zen pun bangun dari tidurnya tanpa memimpikan hal aneh lagi.


"Tumben sekali aku tidak memimpikan hal aneh lagi" Gumam Zen sembari bangun dari tidurnya.


"Baguslah jika begitu, mungkin semuanya hanyalah mimpi belaka tanpa arti buruk apapun" Ucap Zen sedikit tersenyum.


Zen pun keluar dari ruangan yang ia ciptakan tadi malam, saat Zen keluar dengan perlengkapannya yang ia bawa, bangunan kecil itu langsung hancur dan kembali membaur dengan permukaan sekitarnya.


"Hoam... baiklah.. mari kita melanjutkan pemburuan hari ini!" Ucap Zen bersemangat.


Zen merangkul tas yang ia bawa dan kembali berpetualang di dalam hutan.


Petualangan yang menurut Zen sangat menguntungkan baginya, karena Zen dapat melatih dirinya dan mencoba teknik teknik barunya.


Kali ini Zen yang berpetualang di dalam hutan kembali di kejutkan dengan monster monster yang menghilang tanpa sebab, Zen benar benar tidak menemukan monster dimanapun walau ia sudah menggunakan mata sihirnya.


"Apa yang terjadi? apa monster monster sudah mundur?" Bingung Zen.


Di dalam kebingungannya, Zen tiba tiba di sambar oleh hawa dingin yang samar samar dari arah akademi.


Saat Zen merasakan rasa dingin itu, ia pun teringat dengan fenomena yang akan terjadi sebentar lagi.


"Sepertinya hari yang di tunggu tunggu sudah dekat" Gumam Zen sembari menatap langit yang cerah.


...-Disisi Lain-...


Terlihat seluruh guild yang berpartisipasi di turnamen kali ini pun berkumpul di colosseum yang besar itu.


Di dalam colosseum yang ramai itu, seluruh peserta guild di arahkan ke area pertarungan yang sangat besar, mereka pun di berikan arahan oleh pemimpin akademi Water Dragon tentang turnamen yang akan di adakan.


"Terima kasih untuk seluruh perwakilan guild dari berbagai akademi yang sudah bersedia mengikuti turnamen antar akademi ini" Ucap Pemimpin Akademi itu yang terlihat muda sehingga para partisipan dan seluruh murid dari akademi lainnya jika pria itu bukanlah pemimpin akademi yang sesungguhnya.


Tiba tiba kubah air berwarna biru terang muncul mengurung seluruh perwakilan dari akademi dan pemimpin akademi pun mengucapkan "Pertarungan turnamen antar akademi resmi dimulai!!, peraturan turnamen sangatlah simple, peraturannya hanya satu, seluruh murid perwakilan antar akademi akan di nyatakan kalah jika seluruh perwakilan dari guild kalah, turnamen kali ini adalah turnamen satu lawan satu, setiap perwakilan guild akan di bagi menjadi beberapa bagian, dan setiap pemenang turnamen pada babak terakhir, akan kembali di pertemukan pada pertandingan final" Jelas pria itu.


"Itu saja, dan juga seseorang dapat dinyatakan kalah jika ia menyerah, selamat menikmati turnamen kali ini!!" Tegas pria itu dan bersamaan dengan munculnya list sistem.


32 guild masing masing guild berjumlah 5 murid sebagai perwakilan dan akan di pisah menjadi 5, pertandingan akan berlangsung panjang karena setiap murid harus mengalahkan masing masing satu dari 32 perwakilan guild, di perkirakan pertandingan akan berlangsung sebanyak 160 pertandingan dari 32 guild.


"Sepertinya akan sangat sulit" Bisik Yuuiki kepada Rara.


Rara yang mendengarnya pun sedikit khawatir dengan Siyon karena ia takut jika Siyon berlebihan, walau ia tau jika Siyon adalah kandidat pahlawan tetapi ia tetap khawatir karena ia pernah melihat Siyon mengerahkan seluruh kekuatannya saat ia hampir tewas karena racun vampire.


...-Disisi Lain-...


Zen pun berjalan tak tentu arah di dalam hutan berharap dapat menemukan monster yang bersembunyi.


Setelah sekian lama Zen mencari, ia pun merasa lelah karena ia sudah mengelilingi hutan dari pagi hingga siang hari, jika di hitung, ia sudah berkeliling sebanyak 53 kali di dalam hutan itu.


(Swof!!)


Tiba tiba sesuatu dengan cepat mengarah ke Zen, Zen dengan refleknya yang cepat pun berhasil menghindari serangan itu, terlihat sebuah tombak besi yang melewati Zen dan menancap di sebuah pohon, tidak hanya itu tiba tiba sesosok pria muncul di depan Zen dan menendangnya.


(Bak!)


Tetapi Zen dapat menahan tendangan pria itu dengan mudah.


Pria itu memiliki tanduk seperti minotaur dan gigi yang taring, serta mata berwarna coklat, pria itu menatap Zen dengan tatapan pembunuh, ia berniat membunuh Zen dengan alasan yang belum Zen ketahui.


"Siapa?" Tanya Zen dengan santai.


Pria itu pun menjauhi Zen dan mengambil tombaknya yang menancap pada pohon itu.


"Matilah!!!" Kesal pria itu sembari berlari ke arah Zen dengan tombaknya.


Tombak tersebut pun terbelah menjadi dua sebelum mengenai Zen, tetapi bukan Zen yang membelah tombak itu melainkan seorang pria yang tiba tiba muncul di dekat Zen.


"Apa?!" Kejut pria itu saat melihat tombak besi kebanggaannya dengan mudah di hancurkan.


Pria itu pun dengan cepat mengoyak tubuh pria itu menggunakan pedangnya yang membuat pria itu seketika tewas di tempat karena serangan yang ia terima cukup mematikan, syaraf penting pada tubuhnya terpotong dan juga jantungnya di tusuk menggunakan pedang yang tajam itu.


Pria itu ternyata adalah Kiguno bersama dengan Elia yang muncul dari belakang Zen.


"Hai Zen..." Sapa Elia.


Zen pun menoleh ke belakang dan sedikit kebingungan karena gadis yang berada di belakangnya mengetahui namanya, Zen pun spontan bertanya "Siapa kamu?" Tanya Zen.


"Ini aku, Elia.." Ucap Elia sembari meletakkan tangannya di dadanya.


"Elia?" Bingung Zen, ia tidak mengingat gadis tersebut karena ia hanya pernah bertemu dengan gadis itu satu kali.


"Aku adalah naga putih yang pernah kamu selamatkan Zen..." Ucap Elia sembari tersenyum.


Zen yang mendengar penjelasan gadis itu pun termenung, ia mengingat ingatannya yang ia lupakan.


"Begitukah, aku sudah ingat sekarang.." Ucap Zen sembari menatap gadis itu.


Gadis itu pun menundukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih kepada Zen karena Zen sudah menyelamatkannya waktu itu.


"Angkat kepalamu, jangan menundukkan kepalamu kepada orang lain tanpa alasan yang jelas.." Ucap Zen sedikit gugup dengan situasi.


Elia pun mengangkat kepalanya dan Zen pun bertanya "Lalu, siapa pria ini?" Tanya Zen.


Elia pun menjawab "Dia adalah Kiguno, pria yang bersamaku waktu itu.. dia adalah kandidat pahlawan dan ia memiliki aura dan kemampuan dari salah satu pahlawan legendaris" Jelas Elia.


"Begitukah.." Zen pun menoleh dan ia melihat pria itu yang terlihat tampan dan keren.


"Namaku Kiguno, salam kenal.." Ucapnya sembari menundukkan kepalanya.


"Salam kenal.. namaku Zen.." Ucap Zen dengan ramah.


Kiguno pun mengangkat kepalanya dan spontan mengucapkan "Zen, tolong biarkan aku melawanmu!" Ucap Kiguno dengan wajah serius.


"Eh?" Zen pun seketika menjadi kebingungan karena ia secara tiba tiba di tantang oleh pria yang baru saja ia kenal.


"Kenapa?" Tanya Zen.


"Aku hanya ingin membuktikan jika kamu adalah reinkarnasi dari pahlawan legendaris atau bukan" Ucap Pria itu sembari mengangkat pedangnya dan memasang kuda kuda.


"Tunggu dulu, kenapa harus bertarung? apa tidak ada cara lain untuk membuktikannya?" Tanya Zen.


"Maaf.. Akan ku berikan jawabannya nanti, Elia mohon bantuannya!" Tegas Kiguno.


"Maaf Zen, Kiguno benar benar keras kepala, padahal aku sudah memberi taunya.." Ucap Elia sembari menundukkan kepalanya.


Elia pun terbang menggunakan sayap naganya yang berwarna putih itu.


"Kenapa jadi begini.." Keluh Zen menatap ke langit dan menghembuskan nafasnya.


"Pertarungan dimulai!" Perintah Elia.


Kiguno yang mendengar aba aba Elia pun dengan cepat mengarah dan mengayunkan pedangnya ke arah Zen.


"Hah.. lagi lagi masalah yang aneh.." Ucap Zen santai sembari menoleh ke arah Kiguno yang sudah bersiap mengayunkan pedangnya.


...~Bersambung~...