
...Eps 143 : Kidnapping...
...(Penculikan)...
Beberapa jam pun berlalu, terlihat Valine yang perlahan mulai sadar dari pingsannya.
Silvia yang menyadarinya pun langsung memanggil Zen yang sedang duduk santai diluar pohon perlindungan ciptaan Silvia.
Zen yang mendengarnya pun langsung menghampiri Silvia dan bertanya "Kenapa?" Tanya Zen.
Silvia pun hanya menatap Valine yang perlahan mulai sadar, Zen yang melihat Silvia pun menoleh dan baru menyadari jika Valine mulai sadar dari pingsannya.
"Gh..." Valine pun perlahan mulai membuka matanya, saat ia tersadar, Valine pun sedikit kebingungan karena ia merasa ia berada di tempat yang berbeda.
"Apa kamu baik baik saja?" Tanya Silvia sedikit khawatir.
Valine yang mendengarnya pun menoleh dan menatap Silvia.
"Apa yang terjadi kepadaku?" Tanya Valine kebingungan.
Zen pun mendekati Valine dan menjawab "Kamu berteriak histeris saat aku menyebutkan nama Koruga, dan pada akhirnya kamu pingsan" Jelas Zen.
Valine yang mendengarnya pun seketika menjadi murung, Zen yang melihat Valine sangat aneh pun bertanya "Ada apa?" Tanya Zen.
Tetapi Valine hanya terdiam tidak merespon Zen sedikitpun.
Kiguno dan yang lainnya pun menghampiri mereka bertiga dan hanya melihat mereka bertiga tanpa mengucapkan sepatah kata pun, karena mereka juga bingung harus mengatakan apa.
Valine pun perlahan membuka mulutnya dan mengucapkan "Leluhur yang kejam akan membunuh kita semua" Ucap Valine yang terlihat sangat panik dan sudah pasrah seakan akan kematian sudah berada di depan matanya.
Zen yang mendengarnya pun mengucapkan "Ya, Koruga memang sudah bangkit, tapi aku tidak akan membiarkannya menghancurkan dunia ini" Ucap Zen dengan tegas.
Valine yang mendengar Zen pun perlahan menoleh ke arah Zen dan Zen pun mengucapkan "Aku tidak akan membiarkan teman temanku tersiksa oleh Iblis, dan aku akan mengalahkan Koruga dengan tanganku sendiri!" Tegas Zen yang membuat Valine seketika teringat dengan ratusan tahun yang lalu.
Seorang pahlawan yang bernama Rex yang mengucapkan hal sama saat berhadapan dengan Koruga.
"Walau aku akan kehilangan nyawaku, aku tidak akan membiarkan teman temanku tersiksa oleh Iblis!!, aku akan mengalahkanmu dengan tanganku sendiri dan membawa kedamaian ke dunia ini!!" Tegas Rex dengan penuh semangat membara sembari tersenyum.
Valine melihat seakan akan melihat sosok Rex saat melihat Zen dan mendengar Zen mengucapkan hal yang sama seperti Koruga.
Valine pun perlahan mulai tenang dan bertanya kepada Zen "Siapa kamu? kenapa kamu begitu yakin dapat mengalahkan Koruga?" Tanya Valine.
Zen pun menjawab "Aku hanya seorang anak tunggal yang tinggal di hutan bersama orang tuaku, tetapi mereka terbunuh oleh Iblis yang membuatku sangat membenci para Iblis" Jelas Zen.
Valine yang mendengarnya pun terdiam karena tidak tau harus mengatakan apa.
Zen pun perlahan bangun dan mengucapkan "Kami akan pergi dari sini, kamu bebas untuk pergi kemanapun, hiduplah dengan damai" Ucap Zen dengan santai sembari berjalan ke arah Kiguno dan yang lainnya.
Silvia pun perlahan bangun dan mengikuti Zen dari belakang, perlahan pohon perlindungan Silvia mulai memudar.
Saat Zen dan yang lainnya akan pergi meninggalkan Valine, tiba tiba Valine bangun dan mengucapkan "Biarkan aku ikut denganmu!" Teriak Valine.
Zen yang mendengarnya pun terhenti dan bertanya "Bukannya kamu takut dengan Koruga? apa kamu yakin ingin ikut denganku?" Tanya Zen.
Valine yang mendengar ucapan Zen itu pun langsung membantahnya dan mengucapkan "Memang aku takut dengan Koruga, tetapi aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, aku tidak ingin terus bersembunyi sedangkan teman temanku menderita, aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi, aku ingin membalaskan dendam negaraku!, tolong izinkan aku ikut denganmu!" Tegas Valine memohon kepada Zen.
Zen yang mendengarnya pun berbalik dan mengulurkan tangannya sembari mengucapkan "Kalau begitu mulai sekarang mohon bantuannya" Ucap Zen sembari tersenyum ramah.
Semua orang pun terkejut saat melihat Zen yang tersenyum, karena mereka berfikir jika Zen tidak dapat tersenyum lagi karena kehancuran dunia yang semakin dekat, tetapi saat mereka melihat senyuman Zen, mereka merasa lega karena menyadari jika selama ini Zen masih memiliki hati nuraninya.
Valine pun menggapai tangan Zen dan mengucapkan "Terima kasih" Ucap Valine
...-Time Skip-...
3 jam pun berlalu, sore menjelang malam Zen dan yang lainnya masih melanjutkan perjalanan dan sudah semakin dekat dengan akademi Arsenal, selama 3 jam perjalanan, mereka sempat melakukan latihan yang di ajarkan oleh Zen, yakni penguasaan mana, tidak hanya itu mereka juga berlatih menguasai senjata dan meningkatkan kemampuan mereka.
Dalam waktu yang singkat itu, mereka dapat mempelajari apa yang di ajarkan Zen dengan sangat cepat, karena penjelasan Zen yang begitu mudah di mengerti serta latihan yang sangat membantu mereka.
Saat sedang dalam perjalanan Kiguno pun bertanya kepada Zen "Zen, apa aku boleh tau? kenapa kita kembali ke akademi Arsenal?" Tanya Kiguno.
Zen pun menjawab "Kita harus beristirahat sejenak, kalian juga pasti kelelahan, aku tidak ingin terlalu egois sampai sampai mengorbankan teman temanku" Ucap Zen yang membuat Kiguno terkejut.
Karena Zen baru pertama kali mengucapkan hal itu kepada mereka, Arisu pun langsung bertanya saat Kiguno terdiam "Setelah beristirahat, kemana tujuan kita selanjutnya Zen?" Tanya Arisu.
Zen pun menatap langit yang mulai menggelap dan mengucapkan "Aku akan kembali berpetualang mencari inti core alam" Jelas Zen.
"Apa maksudmu?" Tanya Zen.
Valine pun menjawab "Mengambil inti core alam akan membuatmu semakin kuat, tetapi apa kamu akan menggunakannya untuk kebaikan?, apa kamu tidak berfikir akan adanya konflik saat orang orang tau kamu itu terlalu tamak dengan inti core alam?" Tanya Valine.
Tetapi Zen menjawab pertanyaan Valine dengan santai "Dunia ini sedang di ambang kehancuran, semua orang hanya sibuk dengan diri mereka sendiri, mereka hanya mementingkan kedudukan mereka dan kekayaan mereka di bandingkan dunia ini, jika kehancuran dunia sudah akan tiba, mereka hanya memohon ampun sedangkan pada saat mereka di beri banyak waktu untuk mengasah kemampuan, mereka tidak memperdulikannya"
"Aku mengambil core alam untuk melawan Koruga, jika tidak aku juga pasti akan musnah di buatnya" Jelas Zen.
Valine yang mendengar Zen pun termenung dan memikirkan penjelasan Zen, ia juga merasa Zen benar, sedangkan Zen ia hanya teringat pesan pahlawan legendaris yang memerintahkannya untuk mencari semua core alam dan mengalahkan Koruga.
Setelah lama berjalan, mereka pun akhirnya tiba di akademi Arsenal, Zen pun menyusup ke akademi dan masuk ke asrama di ikuti oleh teman temannya, tetapi saat berada di akademi tepat di depan asrama, mereka semua terhenti karena melihat asrama akademi yang sudah hancur dan terlihat Siyon, Rio, Endo, Ayani, Sayu, Uika, Yuuiki, Rara, Raft, Lyn yang sedang membantu para murid yang terluka.
Rias pun langsung berlari ke arah Ayani saat melihat Ayani yang sedikit terluka tepat di dahinya.
"Ayani?! apa kamu baik baik saja???" Tanya Rias sangat khawatir.
Ayani yang melihat Rias pun terkejut dan menjawab "Aah.. aku baik baik saja, kenapa kamu bisa ke sini?" Tanya Ayani.
Zen pun mendekati Ayani dan bertanya "Apa yang terjadi di sini?" Tanya Zen.
Ayani yang menyadari itu adalah Zen pun langsung mengucapkan "Zen!!" Panik Ayani.
Zen yang mendengarnya pun kebingungan dan bertanya "Kenapa?" Bingung Zen.
Keheningan pun terjadi, Siyon dan yang lainnya langsung mendekati Ayani dan Ayani pun mengucapkan "Veliona di culik oleh Vampire!!" Panik Ayani.
Zen yang mendengarnya pun seketika terkejut, dan ia seketika teringat dengan umurnya sekarang yang sudah berumur 14 tahun.
"Kemana mereka pergi?" Tanya Zen menatap Ayani dengan serius.
Ayani pun menggelengkan kepalanya dan menjawab "Kami juga tidak tau" Ucap Ayani yang membuat Zen sedikit kesal.
Karena Veliona yang di culik, terlebih lagi Veliona yang entah di bawa kemana oleh para Vampire.
Zen pun menggerakkan giginya karena kesal tetapi Valine tina tiba mengucapkan "Ujung barat, sebuah kuil Vampire di tengah hutan" Ucap Valine sembari menatap ke arah barat yang membuat Zen dan yang lainnya terkejut.
"Apa Veliona ada di sana?!" Tanya Zen.
Valine pun mengucapkan "Apa dia seorang gadis berambut hitam dan memiliki darah Vampire murni?" Tanya Valine.
Zen yang mendengarnya pun langsung berlari ke arah barat.
"Zen!!" Teriak Asuka saat melihat Zen yang langsung meninggalkan mereka.
"Ayo kita ikuti Zen!" Ucap Eriza yang langsung berlari mengikuti Zen di ikuti oleh Asuka dan yang lainnya, tidak hanya mereka, Siyon juga langsung mengambil tindakan, ia langsung mengikuti kakaknya di susul oleh Ayani dan yang lainnya.
Valine pun langsung menciptakan sayapnya dan terbang mengejar Zen.
Zen yang menyadari Valine terbang di atasnya pun bertanya "Apakah masih sangat jauh dari sini???" Teriak Zen bertanya kepada Valine yang berada di atasnya.
Valine yang mendengarnya pun menjawab "Masih cukup jauh dari sini" Sahut Valine dari udara.
"Swift!"
(Swofff!!!!)
Tiba tiba Zen dengan cepat menghilang dari pandangan mereka, mereka semua pun terkejut saat melihat kecepatan Zen yang luar biasa, tetapi Valine ikut menambah kecepatannya di susul oleh Asuka dan yang lainnya.
"Apa apaan kecepatan mereka itu?!!" Takjub Endo sangat terkejut melihat Zen dan teman temannya yang begitu cepat.
"Kak Asuka.." Gumam Siyon sembari menarik nafas yang cukup panjang.
(Tst!!!)
Percikan listrik mulai terlihat di sekitaran Siyon, yang membuat Ayani dan yang lainnya sedikit terkejut.
"Swift!!!" Siyon pun tiba tiba menghilang dari pandangan mereka, yang membuat mereka sangat terkejut.
"Siyon juga sangat cepat sekali!!" Takjub Yuuiki.
Kejar kejaran waktu pun dimulai, tepat pada tanggal 15 November dan tepat pada pukul 12 malam Veliona akan di eksekusi untuk di ambil darah Vampire murninya, apakah Zen akan berhasil menyelamatkan Veliona? ataukah Veliona akan mati tepat pada pukul 12 malam?
...~Bersambung~...