
"Hahaha!!! menarik!!!" Seru Ren.
Area milik Ren pun akhirnya terbentuk dengan sempurna, dunia es dengan suhu yang sangat dingin dan aura yang sangat mengancam.
"Fire-" Zen pun melihat ke arah teman temannya yang terlihat tidak mampu menahan suhu sedingin itu, ia pun menciptakan pelindung sihir elemen api untuk menghangatkan teman temannya.
"Perlindungan sihir?" Gumam Siyon terkejut.
"Bagaimana bisa?!" Gumam Raft sangat terkejut.
"Tidak mungkin terjadi, bagaimana bisa Zen menggunakan sihir pertahanan di area lawan, terlebih lagi ia tidak menciptakan sihir pelindung untuk dirinya sendiri, melainkan orang lain, bagaimana bisa?!, Zen, sudah sejauh mana kau meninggalkan kami?" Gumam Raft.
Seorang laki laki yang bersama Elia sebelumnya pun akhirnya sadar dari pingsannya, ternyata laki laki itu adalah laki laki yang pernah di tendang oleh Rui saat ia ingin menyerang Shin.
"Agh.." Pria itu pun bangun perlahan, Elia yang melihatnya kesusahan pun menolongnya untuk bangun.
"Hei kamu tidak apa apa?" Tanya Elia.
Laki laki itu pun melihat Elia dan bertanya "Si.. Siapa kamu?" Tanyanya kebingungan.
"Lupakan saja, sebaiknya kamu duduk dulu, aku akan segera menyembuhkanmu" Pinta Elia.
Laki laki itu pun menuruti perkataan Elia dan Elia pun menyembuhkannya.
...-Disisi lain-...
"Matilah!!" Ren tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan Zen, Ren pun menciptakan dan mengayunkan pedang miliknya yang sangat tajam.
(Slash!!)
(Ting!!!!)
Tak di duga, Zen dapat menahan serangan Ren yang begitu cepat menggunakan pedang miliknya.
Ren pun terus menyerang Zen tanpa henti dengan pedang miliknya.
(Slash! slash! slash! slash!!! slash! slash!! slash!! slash!! slash!!! slash!!!)
(Ting! ting!! ting!! ting! ting!!! ting! ting!! ting!!!)
Pertarungan mereka berlangsung sengit, Ren terus menyerang dan Zen terus menahan serangan milik Ren yang begitu cepat.
(Slash!! slash!! slash!!!)
(Ting!! ting!! ting!!!)
(Slash!!!)
(Sring!!!)
Zen yang melihat titik celah pun langsung menepis serangan Ren dan melakukan serangan balasan.
(Slash!!!)
(Ting!!!)
Ren dengan sangat cepat berhasil menahan serangan Zen.
"Ice Area!" Ren pun menancapkan pedangnya ke permukaan yang membuat dunia es miliknya seketika bergetar.
"Apa yang terjadi?" Gumam Zen kebingungan.
Tiba tiba insting Zen pun bereaksi, Zen pun langsung melompat jauh ke belakang, di saat yang bersamaan, banyak duri es langsung muncul dari permukaan.
Zen berhasil menghindarinya, tetapi duri es itu terus bermunculan dan terus mengejarnya, Zen pun melompat tinggi ke atas, tiba tiba muncul duri es yang sangat besar dari permukaan dan langsung mengarah kepadanya dengan cepat.
Zen yang menyadarinya pun berhasil menghindari serangan itu, dan ia pun naik ke atas duri es yang besar itu, Zen pun berlari ke arah Ren dengan cepat, tetapi duri duri es terus bermunculan dan menyerang Zen.
Zen pun kembali melompat tinggi dan tak diduga, ia ternyata sudah berada di dalam perangkap milik Ren.
Ia sudah di kelilingi oleh duri es yang siap menyerangnya secara langsung.
(Swof!!!)
(Bom!!!!!)
Duri duri yang besar itu pun menyerang Zen dari berbagai arah.
"Zen!!" Teriak Veliona.
(Krk!!)
(Bom!!!)
Tak di duga, semua duri es yang mengarah ke Zen seketika terpotong potong.
Ren pun sedikit terkejut melihat Zen yang mampu menghindari semua serangannya.
(Swof!!!)
Tiba tiba Zen muncul tepat di depan Ren dan mengayunkan pedangnya.
(Slash!!!!)
(Ting!!!)
(Slash! slash! slash! slash! slash! slash!!! slash!! slash! slash!!!)
(Ting!! ting! ting!! ting!! ting!! ting! ting!!! ting!! ting! ting!!)
(Slash! slash! slash!! slash!! slash! slash! slash!!! slash!! slash!!!)
(Ting! ting!! ting!! ting! ting! ting!! ting! ting!! ting! ting!! ting!! ting! ting! ting!! ting! ting!!)
Pertarungan mereka pun berlangsung sangat sengit.
(Swof!!)
(Ting!!)
Tetapi lagi lagi Ren dengan sangat cepat berhasil menangkis serangan Zen, walau berhasil menahan serangan Zen, ia tetap terpental jauh akibat tendangan Zen.
"Hahaha!!!" Ren pun mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan kuat dari kejauhan.
(Swof!!!!!!!)
Zen pun merasakan ancaman yang tinggi, ia pun langsung melompat kesamping.
(Krk!!!)
(Bom!!!!!!!)
Tak di duga, Permukaan es itu pun terbelah karena ayunan pedang Ren.
(Srk!)
Walau berhasil menghindar, Zen tetap terkena sedikit serangan Ren yang membuat lengan kirinya menerima luka gores.
"Pembelah samudra-" Zen pun melompat tinggi ke atas dan mengayunkan pedang miliknya.
(Slash!!!)
Seketika badai es yang besar pun muncul dan langsung mengarah ke Ren.
Zen pun kembali mengayunkan pedangnya dari atas kebawah dengan cepat, seketika muncul dua belas badai es sangat besar dan langsung mengarah ke Ren dengan cepat.
Ren pun kembali tersenyum, ia mengangkat tangan kanannya dan mulai merapal mantra yang aneh.
Tiba tiba sebuah portal muncul dan keluar naga kegelapan dari dalamnya.
Naga itu pun langsung menyemburkan api yang sangat panas ke arah badai es milik Zen.
(Booooommm!!!!!!!!!!!)
Ledakan yang dasyat pun terjadi.
...-Disisi lain-...
"Kekuatan macam apa itu?!, dia kuat sekali?!!," Gumam laki laki yang sedang di sembuhkan oleh Elia.
Elia pun ikut terpaku kagum melihat pertarungan Zen.
"Apa aku akan tertinggal lagi?" Gumam Veliona sembari menggenggam kalung yang ada di lehernya.
Tiba tiba sebuah portal muncul tepat di belakang Veliona.
"Heheh!!" Hawa dan tawa bengis Ren pun seketika membuat Veliona ketakutan.
Veliona pun menoleh ke belakang dan ternyata Ren sudah berdiri dibelakang Veliona dengan tatapan bengis.
"Veliona!!!!" Teriak Siyon.
"Bergerak!!! bergeraklah!!!," Siyon pun berusaha bangkit dan melawan rasa takutnya.
"Teknik katana!-" Siyon~
(Swof!!!)
Siyon tiba tiba menghilang dan muncul tepat di belakang Ren, ia pun mengayunkan katana miliknya, tapi yang ia tidak ketahui adalah, pedang milik Ren yang sudah hampir menembus tubuhnya.
(Swof!!!)
"Agh!!!!" Tiba tiba Siyon terpelanting jauh.
(Ting!!!)
Ternyata Zen sengaja menendang Siyon agar ia tidak terkena serangan Ren, Zen pun dengan cepat berhasil menahan serangan Ren.
(Slash!!!!)
Zen pun menebas tangan Ren menggunakan satu lagi pedang miliknya yang membuat Ren terkejut.
"Cepat sekali?!" Gumam Ren terkejut.
Ren pun langsung menjauhi Zen dan Veliona, Ren pun memulihkan tangannya dan tak di duga, pemulihan Ren sangat cepat, ia dapat menyembuhkan lengannya hanya dalam dua detik.
Zen pun menatap Ren dengan tatapan tajam dan insting pembunuh yang sangat kuat.
Ren pun merasa sangat tertantang dan lagi lagi ia tersenyum, ia pun menciptakan sebuah portal yang sangat besar di langit, dan tiba tiba muncul naga kegelapan dari portal itu.
Naga kegelapan itu berukuran sangat besar, bahkan dua kali lebih besar dari naga biasa.
"Naga kegelapan?!" Panik Elia.
"Oi bocah, sebaiknya kau lari membawa teman temanmu yang merepotkan itu, aku tidak akan memberikan ampun sekarang, aku akan membunuh kalian semua!!" Seru Ren.
"Gha!!!" Naga kegelapan itu pun turun tepat di depan Zen dan Veliona.
Veliona pun seketika terduduk ketakutan saat melihat apa yang ada di hadapannya.
"Kita akan mati?!" Panik Veliona.
(Swof!!)
(Slash!! slash!! slash!! slash!! slash!! slash!! slash! slash!! slash!! slash! slash! slash!!! slash!! slash!!! slash! slash! slash!! slash!! slash! slash! slash!!! slash!! slash!!!)
"Gha!!!!!!!!!!!" Naga itu pun seketika musnah.
"Hoooo menarik!," Takjub Ren.
Zen pun kembali menatap Ren dengan tatapan tajam
...~Bersambung~...