
"Apa tekad emang dapat membuat kita lebih kuat?" Tanya Shin
"Tekad itu hanyalah ucapan yang terus²an di ucapkan oleh manusia, tetapi kenapa mereka tidak bisa mengalahkan kita para Iblis?" Tanya Shin.
Rui pun menjawab "Kamu salah Shin, tekad manusia itu untuk melindungi kawanannya dari Iblis dan mereka masih berusaha untuk membasmi kita, apa kamu lupa Raja Iblis sebelumnya sudah di kalahkan oleh pahlawan? apa kamu lupa cerita ratusan tahun yang lalu? kemenangan empat pahlawan yang berhasil mengusir leluhur Iblis walau mereka harus kehilangan nyawanya, apa kamu tidak mengetahui itu?" Tanya Rui.
Shin pun terdiam mendengar ucapan Rui.
"Di dunia ini, manusia lah yang memiliki tekad yang sangat kuat, karena mereka terus bangkit walau sudah di hancurkan secara beruntun, dan aku juga dulunya manusia, aku menerapkan tekadku untuk mengalahkan Raja Iblis karena aku ingin bebas, tekad kebebasanku sangat kuat sehingga membuatku sangat berani mengajak duel dengan Kidra" Jelas Rui.
Shin pun bertanya kepada Rui "Apa kamu bisa menceritakan duel kalian Rui?"
"Jika kamu ingin mendengarnya, kita sebaiknya berhenti sejenak agar lebih nyaman" Ucap Rui.
"Baiklah, tapi kita harus kemana?" Tanya Shin.
Rui pun duduk di tengah jalan sembari mengucapkan "Duduk di sini juga sudah pas, di sini banyak pepohonan dan angin yang lumayan" Ucap Rui.
Shin pun ikut duduk di depan Rui, Rui pun menceritakan awal kejadiannya kenapa ia bisa berduel dengan Raja Iblis.
...-Satu tahun sebelumnya-...
Rui pun berjalan di daerah Iblis sembari mencari seseorang, Rui pun terus menoleh ke kiri dan kanan, karena ia tidak menemukan orang yang ia cari, ia pun berjalan menuju ke sebuah bangunan yang cukup besar.
Ternyata bangunan itu adalah salah satu kastil Raja Iblis.
Rui pun membuka pintu, di dalam banyak Iblis tingkat atas, saat Rui masuk semua Iblis itu pun langsung melihat Rui dan terkejut.
Rui pun berjalan dengan santai melewati mereka semua, tetapi tiba tiba ada Iblis tingkat atas yang menghalanginya.
"Hei bocah, jangan masuk sembarangan, ini kastil Raja Iblis! kau bisa masuk jika sudah mendapatkan izin!" Ucapnya
"Kalau begitu izinkan aku untuk lewat dan menemui Raja Iblis" Ucap Rui dengan santai.
"Oi oi dia berani sekali, padahal baru saja menjadi Iblis sudah sombong begitu" Ucap Iblis lainnya.
Iblis yang di depan Rui pun merasa kesal dan berniat membunuh Rui.
"Black-"
(Srk!!!)
"Ugh!!! Agh!!!!" Iblis itu pun memuntahkan darah dari mulutnya.
Semua Iblis tingkat atas terkejut melihat Rui yang menusuk Iblis itu dengan santai, Rui pun menggenggam kepala Iblis tersebut dan menatapnya sembari mengucapkan "Oi oi, jabatan? Iblis tingkat atas? apa apaan, kau Iblis tingkat atas? sebaiknya turun saja ke Iblis rendahan!" Ucap Rui.
Semua Iblis di situ pun terkejut dan sedikit ketakutan melihat Rui yang sangat ganas.
Rui pun melempar Iblis itu ke teman temannya dan kembali berjalan menuju ruangan Raja Iblis.
Sesampainya di ruangan Raja Iblis, Rui pun mengetuk pintunya.
(Knock knock!)
Tiba tiba pintu itu pun terbuka dan Rui langsung masuk dengan santai.
"Kenapa kau kesini? Rui?" Tanya Kidra.
"Hei, kau Raja Iblis kan?" Tanya Rui.
"Apa maumu" Ucap Kidra.
Rui pun mendekatinya dan berkata "Aku menantangmu untuk berduel, jika aku menang, kamu tidak boleh mengaturku, dan jika aku kalah, kamu bebas ingin berbuat apa kepadaku, jika kamu menolak, posisi mu sebagai Raja Iblis, sangat tidak pantas" Ucap Rui.
"Kenapa aku harus berduel denganmu?" Tanya Kidra.
"Kenapa? apa kau takut?, jika takut keluarlah dari sini, biar aku yang menggantikan posisimu sebagai Raja Iblis!" Seru Rui.
Rui pun tiba tiba menghilang yang membuat Kidra sedikit terkejut.
Rui pun muncul di belakang Kidra dan menyerang menggunakan pedangnya.
(Slash!!)
Tetapi serangan Rui tidak mengenai Kidra, melainkan pelindung sihir milik Kidra yang kuat.
Kidra pun bangun dari bangkunya, Rui pun seketika terpelanting sangat jauh dan menabrak dinding kastil.
(Bom!!!)
"Baiklah, aku terima tantanganmu, jika kau kalah, aku akan memusnahkanmu dari dunia ini!" Seru Kidra.
Kidra tiba tiba menghilang dan muncul di depan Rui.
(Kick!!)
Kidra pun menendang Rui dengan sangat kuat yang membuatnya kembali terpelanting sangat jauh.
(Bam! bam! bom!!!!)
(Swof!!)
Rui pun bergerak dengan sangat cepat dan menyerang Kidra dengan pedangnya.
(Slash!!!)
(Broke!)
Pedang Rui pun hancur di genggam oleh Kidra.
"Thorn!" Kidra~
(Srk!!!)
"Ugh!!" Rui pun tertusuk oleh duri hitam yang sangat tajam.
Kidra pun menjambak rambut Rui dan menatapnya dengan sinis.
"Kau menjadi Iblis itu berkat aku, kau tidak akan bisa mengalahkanku bodoh!" Seru Kidra.
Kidra pun memukul perut Rui dengan sangat kuat yang membuatnya terpelanting jauh hingga keluar ruangan.
(Bom!!!)
Para Iblis tingkat atas pun kebingungan dengan apa yang terjadi.
Semua Iblis tingkat atas pun keluar dari ruangan menggunakan portal.
Kidra pun berjalan mendekati Rui sembari mengucapkan "Aku sudah menang, kau sudah lihat perbedaan kekuatan kita kan bocah?, aku akan melenyapkanmu, kau tidak akan bisa lari" Ucap Kidra.
"Ahahaha! kau akan melenyapkanku?!" Rui perlahan bangun sembari tertawa.
"Perbedaan kekuatan? kau memandangku lemah karena aku hanya Iblis biasa?, ahahahaha"
(Swof!!)
Kidra tiba tiba muncul di depan Rui, Kidra pun menciptakan pedang Iblisnya dan menebas Rui.
(Slash!!!!)
(Ting!!!!!)
"Oi oi! perbedaan kekuatan?!, lihat?!! apa kau bisa lihat?!!" Seru Rui sembari tersenyum menyeramkan.
(Kick!!)
Kidra pun terpelanting jauh akibat tendangan Rui.
(Bom!!!)
"Portal" Rui~
Kidra yang melihat Rui menggunakan portal pun terkejut, tiba tiba Rui muncul di depan Kidra dan menendang kepalanya dengan sangat kuat yang membuatnya terpelanting jauh
(Kick!!!!)
(Bom!! bam!!!!!)
"Agh!!!!"
"Apa apaan dia!?!, siapa dia?!?" Gumam Kidra kebingungan.
"Terlebih lagi kenapa senjatanya ada dua!?!" Gumam Kidra kebingungan.
Rui pun berjalan dengan santai sembari menggeret sabitnya.
"Oi oi tadi kau memukulku dengan tangan kananmu bukan!!?" Seru Rui dengan senyuman yang sangat menyeramkan.
"Mega black hole!!"
(Slash!!!)
(Bom!!!!!!!)
Ledakan yang sangat kuat pun terjadi dan menciptakan kabut asap yang sangat tebal tetapi Kidra masih dapat melihat di dalam kabut yang sangat tebal itu, tiba tiba Rui muncul tepat di depannya yang membuat ia terkejut.
"Ehehehe!!!" Rui pun tertawa bengis dan menebas tangan Kidra.
(Slash!!!!)
"Teknik kegelapan-" Rui~
"Tebasan kehancuran" Rui~
"Ahh!!!!!" Tangan Kidra pun terpotong, dan ia merasa kesakitan yang sangat luar biasa.
"Oi oi! kau Raja Iblis kan!?! kenapa kau tidak bisa menyembuhkan dirimu!?!, sepertinya posisimu sebagai Raja Iblis sangat tidak cocok!!!" Seru Rui.
Rui pun menancapkan sabitnya tepat di lengan kiri Kidra.
(Srk!!!)
"Agh!! Aahhh!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Kidra sangat kesakitan.
Tiba tiba seseorang pun membuka pintu kastil, dan yang membuka pintu itu adalah Shin.
Rui yang mengetahuinya pun ia langsung menarik dan menghilangkan sabitnya, Rui pun mengambil tangan Kidra dan ia simpan melalui portal miliknya.
Rui pun berjalan dengan santai ke luar ruangan sembari tersenyum, Shin pun sangat terkejut melihat Rui yang berhasil mengalahkan Kidra, padahal Rui hanyalah Iblis biasa.
Saat Rui melewati Shin, Shin kembali terkejut dan merasa ketakutan, karena Aura milik Rui yang melebihi Aura Iblis tingkat atas lainnya dan sangat mirip dengan Aura Raja Iblis.
Shin pun langsung spontan memanggil Rui "Hei!.."
Rui pun berhenti dan menoleh sembari mengucapkan "Kenapa?"
Shin pun merasa sangat tertekan dengan Aura milik Rui yang langsung menyambarnya, tetapi Shin tetap menguatkan dirinya dan bertanya.
"Si.. siapa namamu?" Tanya Shin.
Rui pun menjawab "Namaku Rui" Ucapnya sembari meninggalkan Shin.
Shin pun terdiam dan terus menatap Rui.
"Begitulah ceritanya" Jelas Rui.
Shin pun kembali kagum dengan Rui, ia sangat berharap jika Rui menjadi Raja Iblis selanjutnya setelah Kidra mati.
"Hei Shin, aku ingin kembali dulu ya" Ucap Rui.
"Eh, iya" Ujar Shin.
Rui pun menciptakan portal sembari mengucapkan "Lakukanlah misimu, jika tidak dia pasti akan marah kepadamu" Ucap Rui.
Rui pun meninggalkan Shin dan masuk kedalam portal
...-Disisi lain-...
Zen pun tiduran di atas pohon yang sangat besar, ia tidak ingin kembali ke asrama karena ia tau Rily pasti ada di sana.
"Apa yang terjadi kepadaku? kenapa aku ada di sini? siapa aku?, aku masih belum menemukan jawabannya sama sekali" Gumam Zen.
Matahari pun mulai terbenam.
"Sebaiknya aku kembali ke asrama" Gumam Zen.
Zen pun turun dari pohon dan berjalan kembali ke asrama.
...~Bersambung~...