The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 97 : Inability



"Perbedaan kekuatan yang sangat besar!!" Panik Verina.


Mereka berdua pun menatap Lucifer dengan tatapan ketakutan dan kepasrahan, sedangkan Lucifer menatap mereka dengan tatapan kesenangan sembari tersenyum bahagia.


"Sadarlah!! jangan termakan lamunan!!" Teriak Silvia kesal karena Verina yang terus pasrah.


"Bukan hanya kamu yang ketakutan, aku juga sama! tapi jika kita terus seperti ini kita akan mati!!" Kesal Silvia.


"Sadarlah!!" Kesal Silvia.


Verina yang mendengar ocehan Silvia pun perlahan bangun dan mengucapkan "Jangan sampai mati ya gadis crewet!" Ucap Verina sedikit kesal.


Perlahan kedua sayap milik Verina muncul dan ia pun terbang ke arah Lucifer.


(Swof!!)


Silvia yang melihat Verina langsung menyerang Lucifer pun kebingungan, karena ia masih belum bisa menggunakan kekuatan agung miliknya karena ia sudah melakukannya dua kali berturut saat melawan Verina.


"C'A Bow" Busur kayu yang di selimuti aura hijau serta berbunga bunga muncul.


Silvia pun membidik Lucifer dari kejauhan dan muncul partikel partikel sihir.


Disisi lain Verina langsung menciptakan tombak cahaya dan melemparnya ke arah Lucifer.


(Swof!!)


(Tcs!!)


Tombak cahaya itu pun pecah saat mengenai tangan Lucifer.


"C'A Sword" Verina pun menciptakan pedang miliknya dan menyerang Lucifer.


(Slash!!)


(Tek!!)


Tidak di duga Lucifer menangkap pedang Verina dan tersenyum sembari mengucapkan "Terlalu lambat.." Ucap Lucifer dan memukul tubuh Verina dengan kuat.


"Akh!?!" Verina sedikit memuntahkan darah dan terpelanting jauh akibat pukulan Lucifer.


(Swof!!!!)


Tiba tiba anak panah berwarna hijau mengarah ke Lucifer dengan sangat cepat, Lucifer pun sedikit bergerak ke samping yang membuat anak panah milik Silvia hanya melewatinya.


"Bagus!" Gumam Silvia.


Anak panah itu pun berbalik arah dan kembali menyerang Lucifer dari belakang.


(Swof!!)


Anak panah itu mengarah dengan cepat ke kepala Lucifer, tetapi tak diduga Lucifer memiringkan kepalanya dan menangkap anak panah milik Silvia.


Silvia yang melihatnya pun sangat terkejut dan Lucifer pun melemparkan anak panah itu kembali ke arah Silvia dengan kecepatan yang tidak masuk akal.


"Aaghhh?!!!?" Anak panah itu tiba tiba menghilang dan sudah menembus tangan kanan Silvia.


"Sakit!! dia benar benar berada di level yang sangat berbeda dariku!! apa yang harusku lakukan!!?" Panik Silvia.


"Semangat!.. semangat!.." Ucap Lucifer menyemangati mereka berdua.


"Gh!!..." Silvia pun berusaha menyembuhkan luka di tangan kanannya.


...-Disisi Lain-...


Koruga pun keluar dari kelasnya dan di saat yang bersamaan banyak gadis gadis yang berlarian ke arahnya.


"Aruto!!" Teriak para gadis dan berlari ke arah Koruga.


"Heh.." Koruga pun menghela nafasnya dan masuk ke dalam kelasnya, di saat yang bersamaan para gadis pun melihat Koruga yang masuk, tak di duga Koruga sudah tidak ada di dalam kelasnya.


...-Disisi Lain-...


Koruga pun muncul jauh di belakang Lucifer dan ia pun duduk di permukaan sembari mengucapkan "Aku sudah di sini Luci" Lirih Koruga.


Disaat yang bersamaan Lucifer merasakan jika ada seseorang yang berada di belakangnya, ia pun menoleh dan tersenyum bahagia.


"Korugaaa kamu beneran datang!!!" Gumam Lucifer dan tersenyum manis.


Silvia pun menembakkan tiga anak panah ke arah Lucifer dengan cepat dan di saat yang bersamaan Verina terbang ke arah Lucifer dan siap menyerangnya.


Lucifer pun mengepakkan sebelah sayapnya yang membuat tiga anak panah Silvia melambat dan perlahan jatuh ke permukaan.


"Tidak mungkin?!" Gumam Silvia terkejut tidak percaya.


Tiba tiba Verina mengayunkan pedangnya ke arah Lucifer dengan cepat.


(Slash!!!)


Tak di duga Lucifer berhasil menghindarinya dan menggenggam tangan Verina.


"Hahaha!.." Lucifer pun terbang tinggi ke atas sembari menarik paksa Verina.


"Lepaskan!!!" Panik Verina dan kembali mengayunkan pedangnya, tetapi karena Lucifer terus menariknya ke atas, tangan kanannya tidak mampu melawan beratnya gravitasi di udara.


"Semoga beruntung!.." Ucap Lucifer sembari melepas genggamannya.


Lucifer pun menciptakan bola cahaya di tangannya dan memukul tubuh Verina dengan kuat.


"Akhh!!!!" Verina kembali memuntahkan darah dari mulutnya dan ia pun langsung jatuh ke permukaan dengan sangat cepat.


(Swof!!!!)


(Bamm!!!!!)


Permukaan pun retak dan sebagian jurang kembali membesar, Zen yang berada di pinggir jurang pun terjatuh ke dalam jurang itu.


"Zen!!!" Teriak Silvia.


...-Disisi Lain-...


Zen pun membuka matanya dan kebingungan karena ia berada di suatu tempat yang gelap.


"Dimana ini?" Bingung Zen.


Zen pun perlahan bangun dan merasakan kehangatan di dadanya.


"Perasaan familiar apa ini?" Bingung Zen sembari meletakkan tangannya di dadanya.


Zen pun menutup matanya dan kembali mengingat seorang gadis yang terbakar di dalam kobaran api.


Perlahan Zen kembali membuka matanya dan ia pun mengingat apa yang baru saja ia alami, Zen pun melihat tangannya dan seketika mengingat jika ia pingsan saat menyegel Verina.


"Aku harus segera bangun, jika tidak Silvia akan mengkhawatirkanku" Ucap Zen dalam hatinya.


Zen pun perlahan menutup matanya dan ia merasakan inti sihir aneh yang tidak ia kenali berada di dalam tubuhnya.


"Apa ini?" Bingung Zen.


...-Disisi Lain-...


Verina dan Silvia terlihat sangat kewalahan melawan Lucifer.


Silvia yang melihat Verina sudah terluka sangat parah pun memutuskan untuk memaksakan dirinya menggunakan berkah hutan agung dengan taruhan nyawanya, jika Silvia terlalu lama menggunakan berkah agung secara paksa, ia akan kehilangan nyawanya.


"Aku tidak punya pilihan lain!!" Gumam Silvia bersamaan kekuatannya yang terus meningkat pesat.


"Area!!!" Area tumpang tindih milik Silvia pun muncul dan menyelimuti seluruh area milik Lucifer yang membuatnya sedikit terkagum.


"Wah wah.. Hebat..." Kagum Lucifer sembari bertepuk tangan.


"Ukh!" Silvia pun sedikit memuntahkan darah dari mulutnya, karena ia memerlukan banyak energi sihir untuk membentuk area miliknya di dalam area milik Lucifer.


"Tidak ku duga akan sesulit ini" Gumam Silvia sembari menatap Verina di kejauhan.


Silvia pun mengangkat tangannya yang seketika memunculkan akar akar yang langsung menangkap dan membawa Verina ke tempatnya.


Silvia pun menciptakan busurnya dan perlahan pakaian dan matanya pun kembali berubah.


"Calveria!!" Silvia pun langsung membidik Lucifer dan menembaknya.


...~Bersambung~...