
Ketiga anak panah dengan kekuatan sangat kuat mengarah ke Verina dengan sangat cepat, Verina yang menyadarinya langsung menciptakan sihir cahaya di tangan kanannya, Verina pun mengeluarkan sihir dan langsung menghancurkan seluruh akar pohon yang menyambar ke arahnya.
Setelah akar akar pohon yang mengarah ke dirinya musnah, Verina langsung menebas tiga anak panah yang mengarah ke padanya.
(Slash!! Slash!! Slash!!!)
(Boooommmmmm!!!!!)
Kabut tebal pun tercipta dari ledakan tersebut, di saat yang bersamaan, terlihat dari kejauhan setitik cahaya hijau tua yang sangat terang menyinari kabut asap itu.
Verina yang menyadarinya pun menoleh ke belakangnya, di saat yang bersamaan, cahaya itu langsung mengarah ke Verina dan kabut asap di sekitarnya langsung tersapu dari pandangan Verina, ternyata cahaya itu adalah sihir elemen alam berbentuk anak panah yang besar dan dengan cepat mengarah ke Verina.
"Wahai cahaya yang menerangi dunia dari kegelapan, cahaya yang memusnahkan kejahatan, hancurkanlah kekuatan jahat yang berada di pandangan ini!!" Verina menciptakan tombak yang sama besarnya dengan anak panah milik Silvia, Verina pun langsung melemparkan tombak itu ke arah anak panah itu, bentrokan dua sihir elemen pun kembali menciptakan ledakan dasyat yang hampir mengenai Zen.
(Boooommm!!!!!!)
...-Disisi Lain-...
Koruga yang menyamar menjadi seorang murid pun masuk ke dalam akademi Destro berniat untuk bermain peran di akademi itu sembari menunggu waktu yang di janjikan.
Saat Koruga masuk ke dalam akademi, banyak gadis yang seketika tertarik melihat ketampanan Koruga tetapi Koruga tidak memperdulikan para gadis tersebut.
"Koruga.. Korugaaa" Suara familiar terdengar di telinga Koruga, Koruga menyadari jika bawahannya sedang melakukan telepati dengannya.
"Kenapa Luci? ada apa?" Tanya Koruga.
"Ini empat inti sihir yang ku ambil tadi harus ku apakan???" Bingung Lucifer.
"Terserah kamu saja, jika kamu ingin membuangnya atau memberikannya kepada monster juga tidak apa apa" Jelas Koruga.
"Hmmmm..." Lucifer pun sedikit kesal mendengar ucapan Koruga.
"Kalau begitu aku sebar ke empat menara dungeon saja biar semua monster di dungeon menjadi lebih kuat" Jelas Lucifer.
"Ide bagus juga" Sahut Koruga.
"Baiklah, kalau begitu akan aku sebarkan" Ucap Lucifer.
Saat sedang berjalan santai, Koruga melihat seorang gadis akademi berambut biru yang sedang terduduk seakan akan memohon kepada beberapa murid disana.
"Luci, lakukan seperti yang aku perintahkan, ingat jangan membunuh atau menghancurkan hal hal yang tidak di butuhkan sekarang" Jelas Koruga.
"Jika kamu ingin bermain tidak masalah selagi tidak sampai menghancurkan separuh dari dunia ini" Jelas Koruga.
"Hehehe... Baiklah kalau begitu sampai nanti..." Ucap Lucifer.
Telepati antara Koruga dan Lucifer pun berakhir, Koruga pun berjalan mendekati gerombolan murid yang berada di depannya.
Disisi lain terlihat gadis itu sedang berbicara untuk meyakinkan murid murid lainnya.
"Hei!!.. Percayalah jika aku seorang dewi!! Hiks! hiks!" Ucap gadis itu memohon kepada murid murid yang berada di depannya sembari sedikit menangis manja.
"Sudah sudah Eri, tenangkan dirimu, setiap pagi pasti kamu selalu seperti ini, huh..." Ngeluh seorang gadis yang diduga adalah teman dari gadis berambut biru itu.
"Aku mohon!! Akuilah aku sebagai seorang dewi!!!! Hiks! Hiks!" Mohon gadis itu sembari menangis tersedu sedu.
"Ehehe.. Tingkah laku Eri seperti ini sudah seperti sarapan pagiku setiap hari" Ucap seorang pria sedikit bercanda dengan teman temannya.
"Eri bangunlah, sudah sudah, iyaa kami percaya kok kamu dewi.. Sudah ya..." Bujuk seorang pria lainnya agar Eri berhenti menangis manja.
"Kalian tidak percaya denganku!... Hiks hiks!.." Sedih gadis itu.
"Hai" Sapa seorang pria kepada semua murid yang berada di depannya, pria tersebut adalah Koruga yang berniat berteman dengan mereka.
Gadis berambut biru itu pun menoleh saat mendengar sapaan dari Koruga, saat ia melihat Koruga ia pun langsung berdiri dan sifatnya seketika berubah drastis dari yang sebelumnya.
"Eri?" Bingung gadis yang berada di belakangnya.
Tiba tiba mata gadis itu berubah menjadi biru tua dan pakaiannya yang seketika berubah menjadi gaun biru pendek yang di selimuti oleh selendang biru muda dan panjang melebihi tangannya bahkan sangking panjangnya selendang itu, selendang itu sampai melayang di udara.
Naga air pun muncul tepat di belakang gadis itu, tidak hanya naga bahkan singa dan serigala berwarna biru muda muncul dari dalam air.
Perlahan muncul trisula dari dalam genangan air itu dan gadis itu pun langsung mengambilnya, aura gadis itu pun menyambar seluruh akademi yang membuat para murid seketika terkejut dan ketakutan.
"Iblis." Ucap datar gadis itu.
Koruga yang melihat gadis itu pun sedikit tersenyum dan merasa tertantang.
"Sepertinya aku bisa bermain sejenak dengan gadis ini" Gumam Koruga sedikit tersenyum.
Tiba tiba langit pun menggelap, hujan perlahan turun dan semakin deras.
"Iblis!" Gadis itu pun bersiap untuk menyerang Koruga bersamaan dengan naga, singa, dan serigala air miliknya.
Naga air itu pun langsung mengeluarkan semburan air yang sangat kuat dan cepat ke arah Koruga.
"Hahaha!" Tetapi Koruga malah tertawa melihat serangan dari naga air itu.
(Bomm!!!!!!)
...-Disisi Lain-...
(Slash!! Slash!!)
Dua gelombang cahaya mengarah ke Silvia dengan cepat tetapi Silvia dapat menghindari serangan Verina dan melakukan serangan balasan.
Silvia kembali menciptakan lima anak panah dari sihir elemen dan langsung menyerang Verina.
(Swof!!)
Verina pun melompat ke arah anak panah itu dan menebas semuanya dalam sekali serang.
(Slash!!)
(Bom!!!!)
Silvia berfikir jika Verina terkena serangannya, tetapi ia salah, Verina sudah berada tepat di belakangnya dan langsung mengayunkan pedangnya.
(Slash!!!)
(Srk!!)
"Agh!!" Silvia berhasil menghindar, tetapi ia menerima sedikit luka karena pedang cahaya milik Verina yang cukup panjang.
Tiba tiba Verina kembali muncul tepat di belakang Silvia dan menendangnya, Silvia yang menyadarinya langsung berbalik arah dan menahan serangan Verina.
Silvia pun terpental ke atas karena tendangan Verina yang cukup kuat, Silvia pun mengambil kesempatan itu karena ia memiliki posisi yang pas dan keahliannya adalah jarak jauh.
"Calveria Forest!!" Tiba tiba muncul banyak pohon dari permukaan dan akar dari pohon pohon itu yang menjalar dan menyambar ke arah Verina.
(Slash! Slash! Slash!)
Verina dengan cepat menebas semua akar yang mengarah ke padanya dan melompat ke arah Silvia.
Di saat yang bersamaan, Silvia mengangkat tangannya bersamaan dengan pohon pohon yang muncul perlahan mulai musnah dan menyisakan partikel sihir alam, partikel partikel itu pun berkumpul pada satu titik di atas tangan Silvia dan Silvia pun menarik busurnya, anak panah hijau tua yang di selimuti partikel sihir alam muncul di busur Silvia dan ia pun langsung melepaskan serangannya ke arah Verina.
(Swof!!!)
Anak panah itu pun melaju kencang ke arah Verina dan langsung menghantamnya.
(Boooommm!!!!!!!!!!)
Ledakan dasyat pun tercipta akibat serangan Silvia yang sangat kuat itu.
...~Bersambung~...