
Koruga yang melihat mereka semua pun menjadi panik, dan semua Iblis murni yang berada disana pun tanpa berlama lama langsung menyerang Koruga dengan hasrat pembunuh yang sangat tinggi.
...-Disisi Lain-...
(Boom!!!)
(Krakk!!!)
Terlihat pemimpin akademi kesulitan menghadapi serigala es yang besar tersebut, terlebih lagi semua serangannya dapat di hindari oleh serigala itu yang sangat lincah.
Ia pun mengangkat tangannya dan partikel sihir api menggumpal di tangannya "Fire Crown!!!" Tiba tiba sihir api yang besar berbentuk mahkota muncul di atas serigala tersebut dan jatuh ke arahnya.
Serigala itu yang menyadarinya pun menoleh dan menyemburkan es dari mulutnya.
"Gr!!! Gra!!!!"
(Booooommm!!!!!!!!!!!)
Ledakan pun tercipta, pemimpin tersebut langsung melemparkan tombak petir ke arah serigala itu, tetapi serigala itu kembali menyadari adanya serangan yang mengarah ke arahnya, ia memutar tubuhnya dan menghantam tombak itu menggunakan ekornya dan hal yang tidak di duga terjadi, tombak petir itu pun berbalik arah yang membuat pemimpin akademi tersebut terkejut.
"Tidak mungkin?!! Itu tombak sihir loh!!!" Panik pemimpin akademi itu melihat tombak sihir yang ia lempar kembali mengarah ke arahnya dengan cepat.
"Protection!!" Perlindungan sihir pun tiba tiba muncul melindungi pemimpin akademi itu.
(Tst!!)
(Booommmm!!!!)
Ledakan yang besar pun tercipta di luar akademi, terlihat seluruh murid berkumpul melihat ke luar akademi dan sangat terkejut saat kabut asap mulai memudar, karena serigala biru es yang sangat besar berada di depan mereka.
"Gr!!!" Partikel es pun perlahan berkumpul di mulut serigala itu.
Saat kabut asap menghilang, terlihat pemimpin akademi yang langsung menjauhi serigala itu.
"Kurang ajar sekali! Seharusnya kau nurut saja keinginanku!!!" Kesal pria itu dan melompat kebelakang menjauhi serigala itu.
"Ghra!!" Serigala itu pun menyemburkan es ke arah pemimpin akademi itu.
"Protection!!!!" Ia pun menciptakan perlindungan sihir, tidak hanya dirinya, murid murid akademi water dragon juga ikut menciptakan perlindungan sihir untuk melindunginya.
(Booomm!!!)
(Krakk!!!)
Semua perlindungan sihir itu pun membeku dan pecah, beruntungnya pemimpin akademi water dragon masih selamat dari serangan itu.
"Hah... Hah.. Hah.." Pria itu terlihat sangat kelelahan karena serigala itu yang sangat kuat, bahkan sepuluh kali lipat lebih kuat darinya
"Kekuatan macam apa itu?! Sial sekali!" Gumam kesal pria itu.
Ia pun berdiri dan melampiaskan kekesalannya "Berikan saja core es itu!!! Kenapa kau harus melindunginya?!! Aku membutuhkan kekuatan!!! Berikan core itu!!!!" Teriak kesal pria tersebut.
Serigala itu yang melihat pria itu pun menjadi sangat kesal.
"Kau hanyalah manusia yang haus akan kekuatan! Enyahlah dari hadapanku!" Pria itu pun terkejut saat mendengar kalimat itu, ia tidak menduga jika serigala es itu dapat berbicara, tidak hanya dirinya, seluruh murid yang berada di sana juga ikut terkejut.
"Pergi atau mati!" Serigala itu pun mengayunkan cakarnya ke pemimpin akademi itu.
Cakaran yang besar dan cepat mengarah ke pria itu, ia bahkan tidak bergerak sedikitpun karena masih syok.
(Swof)
(Ting!!!)
"Apa?!" Serigala itu terlihat terkejut karena ia merasa jika ada sesuatu yang menahan serangannya.
(Tring!!!)
Cakarnya pun terdorong yang membuatnya sedikit terkejut saat melihat seorang pria yang menahan serangannya menggunakan dua pedang dan ternyata pria itu adalah Zen.
...-Disisi Lain-...
Veliona dan yang lainnya yang berlari mengikuti Zen pun akhirnya tiba di gerbang akademi, karena terdapat banyak murid disana mereka pun terpaksa menyela murid murid yang berkumpul itu, dan saat tiba di gerbang luar akademi mereka pun sangat terkejut saat melihat serigala es yang sangat besar berada di depan mereka.
"Apa yang terjadi di sini?.." Tanya Thira sangat terkejut kepada Veliona dan yang lainnya.
Tetapi mereka semua hanya terdiam karena tidak tau harus menjawab apa, mereka juga syok saat melihat serigala itu.
...-Disisi Lain-...
"Siapa kau?! apa kau salah satu temannya?!" Tanya serigala itu kepada Zen yang membuat Zen sedikit terkejut.
"Siapa kamu?" Tanya Zen menggunakan telepati.
Serigala itu yang mendengar suara Zen di pikirannya pun kembali terkejut.
"Dia bisa melakukan telepati?!" Gumam serigala itu.
"Anak ini.. Siapa dia sebenarnya?.." Gumam serigala itu sedikit penasaran.
"Itu bukan urusanmu, apa yang kau inginkan? Kau juga menginginkan core es alam bukan?!" Tanya serigala itu sedikit kesal.
Zen yang mendengar kalimat itu pun mengucapkan "Iya, aku memang membutuhkannya, karena jika aku tidak memilikinya, aku tidak akan bisa mengalahkannya" Ucap Zen menatap serigala itu dan bersiap menyerang.
"Aku tidak peduli siapa yang kau maksud, tapi aku tidak akan memberikan core es ini kepada siapapun!" Tegas serigala itu.
(Swof!!!)
(Slash!!!!)
(Ting!!!!!!)
Pedang Zen pun menghantam sihir perlindungan milik serigala itu saat ia menyerang bagian kepala serigala itu.
"Gr!!" Serigala itu kembali mengumpulkan partikel es di mulutnya, Zen yang menyadarinya pun langsung mendorong dirinya menjauhi serigala itu.
"Gra!!!!" Serigala itu pun menyemburkan nafas ke arah Zen, nafas yang begitu dingin bahkan mampu membekukan perlindungan sihir sekalipun.
Zen yang melihatnya pun menggenggam pedangnya, terlihat percikan api muncul di tangan kanannya dan Zen pun mengayunkan pedangnya bersamaan dengan gelombang api yang sangat besar mengarah ke nafas es itu.
(Boooommmmm!!!!!!!!!)
Ledakan yang besar kembali tercipta.
"Wind" Zen pun menggunakan sihir elemen angin untuk membuat dirinya melayang di udara.
...-Disisi Lain-...
Veliona yang melihat Zen pun sedikit khawatir, ia menggenggam kalung yang berada di lehernya sembari mengucapkan "Semangat Zen! Jangan sampai kalah!" Ucap pelan Veliona.
"Apa kamu mengatakan sesuatu Veliona?" Tanya Asuka sedikit kebingungan.
Veliona pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Zen pasti bisa mengalahkan serigala itu!" Ucap Veliona sangat yakin.
Asuka yang mendengarnya pun mengucapkan "Semoga dia bisa memenangkannya" Ucap Asuka.
Tiba tiba Silvia mengucapkan "Tidak mungkin Zen bisa mengalahkannya" Ucap Silvia sangat khawatir.
"Apa maksudmu Silvia?" Tanya Rias.
Veliona yang mendengar ucapan mereka pun membantahnya dengan mengucapkan "Zen pasti dapat mengalahkannya, aku bertaruh akan hal itu!" Yakin Veliona yang membuat Asuka dan yang lainnya terkejut.
"Kenapa kamu sangat yakin begitu Veliona?" Tanya Elia.
"Apa yang kalian bicarakan?" Bingung Sayu.
"Karena dia adalah Zen, Zen tidak akan menyerah.. Aku yakin sekali!" Ucap Veliona sembari tersenyum.
Sayu yang mendengarnya pun sangat terkejut dan melihat pria yang melayang di udara itu "Pria itu adalah kak Zen??" Gumam Sayu sangat terkejut dan tidak yakin.
...-Disisi Lain-...
Zen pun kembali menyerang ke arah serigala itu, ia pun dengan cepat turun ke arahnya dan mengayunkan kedua pedangnya.
(Slash!!)
(Ting!!!)
Serigala itu berhasil menahan serangan Zen menggunakan cakarnya dan membuat Zen kembali terpental kebelakangnya.
Walau begitu Zen berhasil menahan dirinya dengan mudah dan kembali melayang di udara.
"Baiklah kalau begitu, aku akan coba membuatnya mengeluarkan kekuatan aslinya" Gumam Zen kembali terbang ke arah serigala itu.
Serigala itu pun memutar tubuhnya dan melompat ke arah Zen yang membuat Zen sedikit terkejut.
"Fire slash!!"
Zen pun mengayunkan kedua pedangnya saat berada tepat di depan serigala itu, tetapi tiba tiba serigala itu berpecah menjadi es yang membuat sihir api milik Zen seketika meledak.
(Booomm!!!!)
"Meledakkan diri?!" Gumam Zen sedikit kebingungan.
Zen pun menoleh kebelakang dan saat kabut asap menghilang, terlihat sudah ada ratusan tobak es di udara dan seorang gadis yang memiliki telinga hewan dan dua ekor berwarna biru es, menggunakan pakaian musim dingin berwarna biru putih serta matanya yang berwarna putih biru sedang memegang tombak es dan bersiap melemparnya ke arah Zen.
Zen yang melihatnya pun sangat terkejut karena serigala yang besar itu ternyata adalah seorang gadis cantik dari ras hewan.
"Togatta Kori No Hahen!"
...•...
...と...
...が...
...っ...
...た...
...氷...
...の...
...破...
...片...
...•...
...(Pecahan Es Runcing)...
Gadis itu pun melemparkan tombak es yang berada di tangannya ke arah Zen dan bersamaan dengan ratusan tombak es yang melayang di belakangnya ikut mengarah ke Zen dengan cepat.
"Dia pintar, sengaja membiarkanku berada di posisi ini agar bisa menyerang semua orang di sini sekaligus saat menyerangku" Gumam Zen.
"Hebat sekali" Gumam Zen sedikit tersenyum.
Pedangnya pun menghilang dan rambutnya pun berubah menjadi biru es, bersamaan dengan matanya yang berubah menjadi biru es.
Saat tombak tombak itu hampir mengenai mereka semua, Zen pun mengayunkan tangannya dari bawah ke atas dengan cepat dan seketika dinding es yang besar dan tebal langsung muncul dari permukaan dan langsung menahan semua tombak yang mengarah ke mereka.
Gadis itu yang melihatnya pun sangat terkejut, para murid yang lainnya juga ikut terkejut bahkan pemimpin akademi water dragon juga sangat terkejut melihat Zen, ia tidak menduga jika Zen dapat mengendalikan elemen es.
Zen pun mendarat ke permukaan bersamaan dengan pecah dan memudarnya dinding es itu.
Gadis itu yang melihat Zen pun seketika merasakan hawa keberadaan yang familiar, ia tiba tiba mengingat keempat pahlawan legendaris yang pernah ia temui saat itu.
Zen pun menciptakan rantai milik Ghil dan berniat memenjarakan gadis itu, dan saat gadis itu melihat rantai itu, ia pun kembali terkejut.
"Apa dia adalah anak yang di ramalkan ratusan tahun yang lalu?!" Gumam gadis itu sangat terkejut.
Ia pun mengingat perkataan temannya saat ia masih kecil yang mengatakan "Aku pernah mendengar cerita ayahku, katanya ada sebuah ramalan yang akan datang, seorang pria yang akan menghentikan ancaman dunia di suatu hari nanti"
"Selama ini aku tidak pernah mempercayai ramalan karena aku selalu berfikir jika ramalan hanyalah sebuah kebohongan, tetapi ternyata aku selama ini salah" Gumam gadis itu sedikit menyesal.
Saat Zen akan mengurung gadis itu menggunakan rantainya, tiba tiba sebuah tombak air menembus tubuh gadis itu dengan sangat cepat.
"Akh!!!" Gadis itu pun memuntahkan darah sangat banyak dari mulutnya karena tombak itu yang menembus tubuhnya tepat mengenai jantungnya.
Zen yang melihatnya pun terkejut dan menoleh kebelakang dan ternyata pemimpin akademilah yang melemparkan tombak itu ke arah gadis itu, dan Zen juga melihat banyak murid yang terduduk lemas karena kehabisan energi sihir, ternyata selama Zen bertarung dengan gadis itu, pemimpin akademi memerintahkan murid muridnya untuk menyatukan kekuatan agar dapat membantunya membunuh gadis itu.
"Gawat!...." Gumam gadis itu terjatuh dari udara, Zen yang melihatnya pun langsung berlari dengan cepat dan melompat menangkap gadis itu.
Zen pun menggendong gadis itu dan terlihat permukaan menjadi retak serta munculnya kristal es dari permukaan itu, terlihat juga terdapat cahaya biru terang dari sebuah kristal es yang besar itu dan ternyata itu adalah core sihir alam elemen es.
"Ukh!!" Gadis itu kembali memuntahkan darah dari mulutnya, Zen yang melihatnya pun langsung menyembuhkan gadis itu.
"Heal" Sihir berwarna kuning pun muncul di tangan Zen dan aura berwarna kuning pun menyelimuti gadis itu, perlahan luka fatal di tubuhnya pun kembali pulih.
"Lupakan aku.. jangan sampai pria itu mengambil core es itu! aku mohon!.." Ucap lemas gadis itu.
Zen yang mendengarnya pun mengucapkan "Aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja" Ucap Zen.
"Veliona" Zen pun melakukan telepati dengan Veliona dan Veliona pun langsung menjawab "Kenapa Zen?" Tanya Veliona.
"Untuk sementara jaga core elemen es itu, yang berada di dalam kristal es" Jelas Zen.
Veliona yang mendengar perintah Zen pun melihat kristal kristal es yang muncul dari permukaan itu, ia melihat sebuah kristal es yang terdapat cahaya biru terang menyinari sekitarnya dan ia pun mengucapkan "Aku menemukannya" Ucap Veliona langsung berlari ke kristal itu.
Saat Veliona hampir tiba di kristal itu, tiba tiba pemimpin akademi water dragon langsung menendang Veliona dengan keras.
"Agh?!!" Veliona pun terpelanting jauh akibat tendangannya.
Pria itu pun langsung menghancurkan kristal es itu dengan kapak petir yang ia ciptakan, dan ia pun langsung mengambil core elemen es itu.
"Hahahaha!!! Akhirnya!! Akhirnya aku mendapatkannya!!!!" Teriak pria itu sangat senang.
Gadis itu yang menyadari jika core elemen es telah jatuh ke tangan yang salah pun menjadi sangat panik "Gawat sekali! Karena aku lengah hal ini terjadi! Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri!" Ucap kesal gadis itu.
"Hahahaha!!!!!" Pria itu pun mengangkat core elemen es itu dan mengucapkan "Bersatulah denganku!!!" Ia pun langsung memasukkan core elemen es itu ke dalam tubuhnya dan seketika tubuhnya pun bersinar terang.
"Hahahaha!!!" Ia pun tertawa dengan keras karena sangat senang setelah mendapatkan core elemen es itu.
"Akhirnya!! Akhirnya!!! Aku akan menjadi sangat kuat dan menguasai dunia!!! Hahahahaha!!!!" Teriak pria itu sangat senang.
...~Bersambung~...