The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 114 : Light Core



Dua hari pun berlalu, Zen, Elia dan Kiguno pun masih membasmi monster monster yang tersisa di dalam hutan itu, bahkan hanya tersisa beberapa monster yang berada di dalam hutan, para monster yang sudah kekurangan jumlah karena di buru oleh Zen, Kiguno dan Elia pun memutuskan untuk melarikan diri dan membatalkan penyerangan mereka.


"Sepertinya sudah tidak ada monster lagi" Ucap Elia yang baru turun ke permukaan.


"Baguslah.." Ucap lega Kiguno.


"Istirahatlah sejenak, dan kalian kembalilah ke akademi" Pinta Zen.


"Tidak, kami akan ikut denganmu Zen!" Bantah Elia.


"Aku juga akan kembali ke akademi, kalian duluan saja, aku hanya akan berkeliling mencari udara segar" Jelas Zen.


"Hm..." Elia pun terdiam mendengar perkataan Zen.


"Zen, aku ingin memberikan sesuatu" Ucap Elia berjalan mendekati Zen.


Zen pun menoleh dan bertanya "Apa itu?" Tanya Zen sedikit penasaran.


"Kamu adalah orang yang sudah di ramalkan ratusan tahun yang lalu, dan aku ingin memberikan inti core cahaya yang di titipkan oleh pahlawan terdahulu" Ucap Elia sembari mengangkat tangannya, perlahan core cahaya dengan partikel partikel yang indah pun muncul di tangannya.


"Ini adalah core cahaya dan hanya ada satu di dunia ini, hanya kamulah orang yang pantas memegangnya Zen, sesuai dengan ramalan yang di ramalkan" Jelas Elia.


Saat Elia akan memberikan core sihir cahaya kepada Zen, tiba tiba saja sosok Iblis muncul dari dalam hutan dan berniat merebut core sihir cahaya itu.


Saat Iblis itu akan merampas core cahaya dari tangan Elia, tubuhnya tiba tiba saja hancur dari ujung jari tangan hingga jari kakinya.


Ternyata Zen dengan sangat cepat memotong Iblis itu menggunakan katana miliknya yang ia ciptakan.


"Cepat sekali?!" Gumam Elia sangat terkejut.


Tiba tiba ratusan Iblis muncul yang ternyata dari tadi sudah menunggu kesempatan emas ini, mereka terus memata matai Elia dan Kiguno semenjak mereka bergerak ke akademi Water Dragon, tetapi Zen menyadari keberadaan mereka, itulah sebabnya Zen memerintahkan Elia dan Kiguno untuk kembali ke akademi terlebih dahulu.


"Jangan lepaskan kesempatan emas ini! ambil core cahaya itu!!" Perintah pemimpin dari seluruh Iblis itu.


Elia yang melihatnya pun sedikit panik, karena ia tidak bisa memasukkan core cahaya kembali ke dalam tubuhnya.


"Elia, simpan kembali core cahaya itu" Ucap Kiguno.


"Tidak bisa!.. aku tidak bisa menyimpannya, yang menyimpan core cahaya ini ke dalam tubuhku adalah kak Rex, pahlawan terdahulu!" Panik Elia.


Dalam situasi genting Elia menjadi panik dan ketakutan karena ia takut jika misinya akan gagal, tetapi Kiguno dan Zen yang mengetahui hal itu pun memutuskan untuk melindungi Elia.


"Kalau begitu kita hanya perlu membasmi mereka semua kan?" Tanya Kiguno.


Mendengar perkataan Kiguno, Zen pun membantahnya dan mengucapkan "Berikan saja core sihir itu kepadaku" Ucap Zen.


Tiba tiba rantai merah pun muncul dan membentuk kubah melindungi mereka bertiga di dalamnya, Kiguno dan Elia pun sangat terkejut melihatnya, karena Zen dapat dengan mudah mengendalikan keempat senjata pahlawan itu.


Di dalam kubah yang rantai itu, bersinarlah core cahaya yang menerangi kegelapan di dalamnya, core cahaya itu pun melayang ke udara dengan sendirinya yang membuat Elia terkejut.


Kiguno, Elia dan Zen pun terpaku melihat core cahaya itu yang melayang ke arah Zen.


Zen yang melihat core cahaya itu menghampirinya pun mengulurkan tangannya, tak di duga core cahaya itu datang dan mendarat tepat di telapak tangan Zen.


Sinar dari core cahaya itu perlahan memudar, dan kehangatan pun menyambut mereka bertiga, ketenangan yang indah dan bahkan seakan akan mereka terlepas dari berbagai masalah.


"Hangat sekali" Gumam Zen dalam hatinya.


Core sihir itu pun masuk ke dalam inti sihir milik Zen dan bersatu dengannya, core cahaya itu pun berubah menjadi inti sihir dan ber resornasi dengan inti sihir milik Zen.


"Agh!!!!" Zen pun merasakan tubuhnya yang menjadi panas, tidak hanya tubuh ia juga merasakan dirinya seakan akan terbakar oleh api yang sangat membara, tetapi ia juga merasakan tubuhnya yang semakin lama semakin ringan, inti sihirnya yang terus menguap dan sihirnya yang terus meningkat sangat pesat karena core cahaya itu.


"Ah!!!!" Zen pun berteriak yang membuat Elia dan Kiguno menjadi sangat khawatir dengan Zen.


"Zen!!!" Panik Elia dan Kiguno melihat Zen yang terduduk sembari menekan dadanya.


...-Disisi Lain-...


"Hancurkan rantai itu!!" Kesal pemimpin dari para Iblis itu.


Terlihat puluhan Iblis sudah melakukan perintah dengan seluruh kemampuan mereka, tetapi rantai tersebut tak kunjung hancur, bahkan tidak tergores ataupun bergeser sedikitpun.


"Tidak berguna sekali kalian!!" Kesal Iblis itu.


"Jika begini terus, kita akan di musnahkan!!!" Kesalnya.


"Kalau sudah tau akan di musnahkan kenapa tidak menyerah saja" Suara seorang pria terdengar di telinga Iblis itu, dan suara itu adalah Zen.


Perlahan rantai rantai itu pun kembali ke bentuknya semula, terlihat Zen yang sudah kembali normal, entah apa yang terjadi di dalam tetapi kekuatan Zen meningkat sangat pesat, tidak hanya kekuatan Zen, hawa keberadaan Zen dan bahkan auranya yang mematikan meningkat jauh lebih mematikan dari pada sebelumnya.


Para Iblis yang berada di sana pun sangat terkejut saat melihat dan merasakan hawa keberadaan Zen yang begitu kuat bahkan hanya dengan hawa keberadaan Zen saja mereka sudah bimbang dengan keputusan pemimpin mereka, mereka sangat yakin jika mereka melawan Zen, mereka pasti akan musnah.


"Tunggu apa lagi kalian!?!, bunuh dan rebut core cahayanya!!" Kesal Iblis itu.


"Tapi tuan-" Saat seorang Iblis akan membantah perintahnya ia tiba tiba tertarik ke Iblis itu dan Iblis itu pun mencekiknya.


"Akh!!!!?!"


"Kau berniat membantah perintahku kan!?!, kalau begitu mati saja!!!" Kesal Iblis itu.


Iblis itu pun mencekik leher Iblis itu dengan sangat yang membuatnya tidak dapat bernafas dan sekarat.


Iblis yang lain pun hanya dapat melihat dengan rasa takutnya ke pemimpin mereka itu, sementara itu Zen yang melihat penindasan seperti itu pun mengingat masa lalunya, masa dimana ia juga pernah di tindas sewaktu ia kecil dulu di kehidupannya yang sebelumnya.


(Srk!!)


(Slash!)


Zen tiba tiba sudah mendarat jauh di ujung sana yang membuat Elia, dan Kiguno sangat terkejut karena mata mereka tidak mampu menandingi kecepatan Zen yang begitu cepat.


Zen kembali memasukkan katana miliknya ke dalam sarungnya dan seketika seluruh Iblis itu pun musnah dan menyisakan seorang Iblis perempuan yang sebelumnya di cekik oleh pemimpinnya.


"Ahk! Uhuk uhuk!! Uhk!!" Iblis itu pun terus terbatuk karena kerongkongannya yang masih sakit karena cekikan kuat yang sebelumnya.


Zen pun berjalan mendekatinya, Iblis itu yang melihat Zen mendekatinya merasa panik dan sangat ketakutan, ia bahkan tanpa sadar menangis karena melihat Zen yang dengan mudah memusnahkan ratusan Iblis lainnya, bahkan dengan pemimpin mereka sekaligus.


"Jangan bunuh aku!!" Gumam Iblis itu sangat panik dan ketakutan, ia terus menangis tanpa bersuara.


Zen pun menatap Iblis itu dengan tatapan dingin yang membuatnya semakin ketakutan.


...~Bersambung~...