The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 67 : Crazy Power



Zen berjalan perlahan ke arah Kenma, suasana seketika hening seakan akan tidak ada aura kehidupan sama sekali.


Kenma pun merasakan Aura milik Zen yang semakin kuat dan terus menekannya.


"Apa apaan ini?!?!" Gumam Kenma kebingungan.


Zen terus berjalan perlahan mendekati Kenma, Kenma pun menciptakan bola api hitam yang sangat besar dan ia langsung melemparkannya ke Zen.


(Swof!!)


Zen mengangkat tangannya, seketika bola api yang sangat besar langsung tercipta dan menghantam bola api hitam milik Kenma.


(Boooommmm!!!!!)


Ledakan yang kuat dan besar pun terjadi.


Tiba tiba muncul angin yang kuat dan langsung menyapu kabut asap itu, Kenma seketika sangat terkejut karena Zen tidak terluka sedikitpun, Zen masih berjalan perlahan ke arahnya dengan kekuatan dan penampilan yang sangat menyeramkan.


"Darkness!!" Kenma mencakar udara yang seketika menciptakan puluhan gelombang hitam dan puluhan jaring yang langsung mengarah ke Zen dengan cepat.


(Swof!!!)


Zen menatap semua serangan itu, ia pun mengangkat tangannya, puluhan gelombang aneh berwarna merah darah pun muncul dari tangan Zen dan langsung menghantam serangan Kenma.


(Bom!!! bom!! bom!!! booomm!!! booom!!)


(Boooooommmmmm!!!!!!!)


Ledakan yang dasyat tercipta akibat benturan kedua sihir itu.


"Apa apaan itu?!" Gumam Kenma tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Kenapa dia bisa menjadi sangat kuat!?" Gumam Kenma kebingungan.


Kabut asap perlahan menghilang dan terlihat Zen yang masih berjalan perlahan mendekati Kenma.


Aura yang menyerupai sayap di belakang Zen semakin membesar dan kekuatan Zen yang semakin meningkat.


Kenma pun merasakan tekanan yang luarbiasa dari Zen.


Zen menatap Kenma dan berhenti, mata kanannya pun meneteskan darah.


(...)


(Plung..)


Tetesan darah itu pun jatuh ke permukaan dan seketika Area yang sangat besar pun tercipta, Area yang berisi lautan berdarah dan semua yang ada di dalamnya berwarna merah darah, bahkan awan di atasnya pun berwarna merah darah.


Anehnya yang terbawa ke dalam Area itu hanya Kenma, Kenma sangat terkejut karena Zen dapat menciptakan Area yang sangat luas dan terlihat sangat mencengkam.


"Tempat macam apa ini?!!" Gumam Kenma panik.


Tiba tiba lautan darah di bawah Zen menciptakan sebuah pedang berwarna merah darah dan Zen pun mengambilnya.


Seketika Kenma merasakan tekanan yang luarbiasa dari Zen yang membuatnya sangat ingin melarikan diri dari sana.


"Portal!" Kenma mencoba menciptakan portal untuk kabur, tetapi tidak berhasil karena ia sudah berada di dalam Area milik Zen.


Kenma mencoba melawan kekuatan Zen dan mengeluarkan seluruh kemampuannya.


"Area!!!" Kenma pun mengadu kekuatan dengan Zen, ia menciptakan Area miliknya, tetapi sangat di sayangkan, kekuatannya yang sekarang tidak dapat menandingi Zen.


Zen mengayunkan pedangnya, seketika gelombang merah darah yang sangat besar langsung mengarah ke Kenma dengan sangat cepat.


(Swof!!!)


Beruntungnya Kenma masih dapat menghindari serangan itu, tetapi yang tidak ia duga adalah gelombang itu kembali berbalik ke arahnya.


(Swof!!)


(Srk!!!)


"Ah!!!!!!" Kenma pun berteriak sangat kesakitan.


"Sakit sekali!!!, apa apaan ini!!!??" Gumam Kenma panik.


Kenma berusaha beregenerasi tetapi sangat sulit baginya, ia merasakan serangan Zen barusan seperti memperlambat regenerasi tubuhnya.


Kenma langsung menyerang Zen dengan melemparkan tombak sihir kegelapan yang sangat besar ke arah Zen.


Serangan itu berhasil membuat tubuh Zen tertusuk, tetapi Zen masih diam di tempat dan berhasil menahan serangan Kenma.


Zen pun menggenggam tombak sihir itu dan seketika tombak itu hancur tak tersisa.


"Apa!!?" Panik Kenma.


Tiba tiba muncul banyak duri berwarna merah darah yang langsung menusuk tubuh Kenma dari permukaan.


"Aghh!!!!!!" Kenma seketika lumpuh, terlebih lagi luka yang sebelumnya ia terima masih belum sembuh.


Duri duri itu perlahan menghilang dan Zen melemparkan pedang di tangannya yang langsung mengenai dada Kenma.


"Ahhh!!!!!" Kenma pun berteriak kesakitan, karena pedang yang di lempar Zen berhasil melukai inti sihir miliknya.


Kenma seketika terduduk lemas karena sangat kesakitan akibat serangan serangan Zen barusan yang sangat sulit untuk di sembuhkan.


Zen mengangkat tangan kanannya ke atas, seketika lautan darah di bawahnya langsung membentuk kepala monster yang menyeramkan.


"Fire dragon!!!" Kenma~


Api hitam yang menyerupai naga pun langsung menghantam serangan Zen.


(Booommmmmmmm!!!!!!!!!)


Ledakan yang sangat kuat dan dasyat pun tercipta, Kenma berfikir bahwa serangannya berhasil menghentikan serangan Zen, dan ia masih memiliki kesempatan untuk beregenerasi.


Tetapi tidak sesuai dugaannya, serangan Zen masih utuh dan kembali mengarah kepadanya.


Serangan itu langsung menghantam Kenma dan mengoyak ngoyak tubuhnya.


"Aaaahhhhh!!!!!!!!" Tubuh Kenma pun terluka parah akibat serangan Zen barusan.


...-Disisi lain-...


Tubuh Zen pun terluka, tubuhnya tergores dan terkoyak, tidak hanya tubuh, tangan dan kakinya juga ikut terluka karena tidak mampu mengimbangi kekuatan sihirnya.


Kenma seketika tewas dan lenyap karena inti sihirnya yang musnah akibat serangan Zen yang mematikan itu.


Area milik Zen seketika lenyap dan luka luka di tubuh Zen pun mengeluarkan banyak darah.


Zen berjalan ke arah haxor dan berniat memusnahkan semua orang yang ada di sana.


(Krk!!!!!)


Tiba tiba tubuh Zen mengkristal, ternyata segelan Ice Zen masih berfungsi untuk menghentikan Zen dari kematian atas amarahnya sendiri.


Seketika Zen pun tak sadarkan diri, rambut, mata, dan Aura yang menyerupai sayap di belakangnya pun seketika hilang.


...-Disisi lain-...


Koruga pun tersenyum karena Zen yang berhasil membunuh Kenma, Koruga pun bangun dari bangkunya dan berjalan mencari Zen di alam bawah sadarnya.


Zen terlihat terkapar di permukaan dengan luka luka di tubuhnya, ia pun perlahan sadar dari pingsannya dan bertanya tanya "Apa yang terjadi??..." Gumam Zen.


Tiba tiba Koruga muncul tepat di depan Zen dan mencekiknya.


"Agh!!!!" Zen pun di cekik dan di angkat oleh koruga hanya.


"Sepertinya aku tau cara agar kau makin kuat Zen!.." Seru Koruga.


Koruga menatap Zen dengan mata Iblisnya, seketika Zen merasakan sesuatu yang aneh, ia berpindah tempat ke suatu tempat yang sangat gelap.


"Uhk! uhk!!.. apa.. yang terjadi?..." Gumam Zen kebingungan.


Tiba tiba sebuah tombak berwarna hitam langsung menusuknya dari belakang.


"Ahh!!!!!" Zen~


Tombak itu pun perlahan memudar dan menghilang.


"Agh!!!! uhk!!" Zen pun memuntahkan darah dari mulutnya.


Zen memegang tubuhnya yang barusan tertusuk, tetapi ia tidak menemukan luka sedikitpun, ia hanya merasakan kesakitannya tetapi tidak ada bekas luka yang tertinggal.


(Srk!!! srk!!! srk!!! srk!!!)


"Ahhh!!!!!!!!" Tiba tiba ratusan pedang dan tombak pun menusuk Zen yang membuat Zen kembali merasakan sakit yang luar biasa.


"Sakit sekali!!!!!!!!" Gumam Zen.


"Apa ini!!?? neraka!!??!" Gumam Zen.


Tombak dan pedang yang barusan menusuk Zen pun perlahan memudar dan lenyap, tiba tiba muncul seseorang yang memegang bahu Zen dari belakang.


Zen yang panik dan terkejut pun langsung menoleh, ternyata yang memegang bahunya adalah Veliona, tiba tiba Veliona menusuk tubuh Zen dengan sabitnya.


(Srk!!)


"Uhk!!!!" Zen pun memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya.


"Vel.. Veliona???" Gumam Zen kebingungan dan tidak percaya.


(Tst!)


(Swof!!!)


(Srk!!!!)


"Agh!!!! Ah!!!!!" Tiba tiba Zen kembali di tusuk dari belakang menggunakan katana, ternyata yang menusuknya adalah Siyon.


Zen pun kebingungan dengan apa yang terjadi, ia merasa sangat kesakitan dan tersiksa, terlebih lagi ia merasakan trauma di kehidupan masa lalunya saat ia di khianati oleh pamannya sendiri, ia merasa sekarang ia sedang di khianati oleh teman temannya.


...-Disisi lain-...


Koruga melepas cekikannya sembari mengucapkan "Menderitalah Zen!! penderitaan pasti akan membuatmu menjadi lebih kuat!!... ahahaha!!!" Seru Koruga.


"Hahahaha!!!!" Koruga pun tertawa puas.


Koruga berjalan meninggalkan Zen sembari memikirkan sesuatu.


"Sepertinya sebentar lagi aku akan keluar dari sini.." Gumam Koruga sembari tersenyum.


...~Bersambung~...