
Pertandingan ke 8 besar grup B pun dimulai, Siyon pun masuk kedalam arena di sertai sorakan yang begitu meriah, tidak dengan pria yang berada di hadapannya, ia tidak mendapat banyak sorakan dari penonton, tetapi ia terlihat tidak peduli dengan hal itu, ia malah menikmati permen yang baru saja ia makan tepat di depan Siyon.
"Apa kau sudah selesai dengan hiburannya?" Tanya pria itu dengan sangat santai dan merendahkan Siyon.
"Ya, aku sudah selesai" Ujar Siyon sembari melambaikan tangannya.
"Baiklah kalau begitu, jangan mati dulu sebelum aku puas bermain" Ucap pria itu kembali meremehkan Siyon.
"Sesuai permintaan" Ujar Santai Siyon.
"Pertandingan grup B babak ke 8 besar!! mari kita mulai!!!!" Semangat komentator tersebut dan bersamaan dengan suara sistem berbunyi keras yang menandakan pertandingan dimulai.
(Ngom!!!!)
(Skrak!!)
Tiba tiba permukaan langsung membeku dan muncul duri duri es yang sangat banyak dan langsung mengarah ke Siyon.
"Swift!"
Siyon pun menghilang dari sana dengan cepat yang hanya menyisakan percikan listrik kuning yang membuat pria itu sedikit terkejut.
"Hebat juga" Ucap pria itu dengan santai, ia pun menghentakkan kakinya dan muncul duri duri es yang tajam yang melindungi dirinya, benar benar keberuntungan yang tidak memihak kepada Siyon, karena saat ia akan menyerang duri tersebut langsung muncul hingga ia harus membatalkan serangannya, terlebih lagi ia sedikit terluka karena duri es itu.
Siyon pun melompat kebelakang beberapa kali untuk menjaga jarak dari pria itu.
"Lightning-" Siyon pun langsung memasang kuda kuda, dan di saat yang bersamaan banyak duri es yang menjalar ke arahnya.
(Slash!!!)
"Strike" Siyon kembali memasukkan katana miliknya ke dalam sarungnya dan di saat yang bersamaan duri duri es yang mengarah ke padanya pecah tersambar oleh petir yang terus menyambar ke arah pria itu.
Pria itu pun masih terlihat santai, ia mengangkat tombaknya dan menusuknya ke permukaan, di saat yang bersamaan tiba tiba duri es muncul di depan Siyon, Siyon yang terkejut pun tidak dapat menghindar dengan sempurna sehingga duri tersebut sedikit menggores tubuhnya.
"Sial, aku lengah!" Gumam Siyon.
"Masih ada lagi loh" Ucap santai pria itu walau petir terus mengarah ke padanya.
Siyon yang mendengar ucapan pria itu pun spontan menoleh ke belakang, duri es kembali muncul di belakang Siyon yang langsung menusuknya, tetapi sebelum duri itu berhasil mengenai Siyon, ia berhasil melindungi dirinya dengan menjadikan katana miliknya sebagai perlindungan dan beruntungnya ujung duri es tersebut tepat mengenai sarung katana milik Siyon.
Siyon pun terpental ke pria itu dan duri es kembali muncul mengarah ke dirinya.
(Swof!!)
(Slash!!)
Duri es tersebut pun terbelah menjadi dua di belah oleh Siyon.
"Hebat juga" Kagum pria itu dan mengayunkan tombak miliknya ke arah petir yang menyambar.
Sambaran petir pun menghantam tombak milik pria itu dan ledakan pun tercipta.
(Bomm!!!!)
Siyon pun berlari mendekati pria itu dan bersiap untuk menyerangnya di dalam kabut asap, tetapi hal yang tak di duga Siyon terjadi, tobak pun mengarah ke arahnya dengan cepat, ia berhasil menghindari tombak itu, tetapi duri es kembali menyerang Siyon yang membuatnya kembali menjaga jarak.
"Tidak mungkin petir sekecil itu dapat melukaiku" Ucap santai pria itu sembari menggerakkan bahu kanannya.
"Sebaiknya kamu jangan terlalu meremehkanku" Ucap santai Siyon.
"Aku tidak meremehkanmu, aku hanya mengatakan kenyataan saja" Hina pria tersebut yang membuat Siyon sedikit kesal.
"Whoa!!!!!" Teriakan para penonton pun terdengar jelas dari bangku penonton saat melihat pertarungan tersebut.
"Siyon..." Gumam Rara sedikit khawatir karena melihat Siyon yang kesusahan untuk mengambil jarak agar dapat melakukan serangan balasan.
"Semangat Siyon!!!" Teriak Endo menyemangati Siyon dari kejauhan.
Disisi lain, Asuka pun terlihat bahagia melihat adiknya yang sudah jauh berkembang, dan di saat yang bersamaan, teman teman Asuka mengucapkan jika Siyon akan kalah, Asuka pun mengatakan.
"Siyon tidak akan kalah semudah itu, dia pasti akan membalikkan keadaan dengan sangat drastis" Ujar Asuka sangat percaya diri.
"Coba saja lihat baik baik, sebentar lagi akan ada pertunjukan hebat" Jelas Asuka sang kakak sembari tersenyum bahagia.
...-Disisi Lain-...
Siyon yang terus di pojokkan oleh duri duri es itu pun mulai kesal, ia pun melompat tinggi ke atas dan pria itu yang melihat Siyon melompat tinggi pun tersenyum sembari mengucapkan "Dasar bodoh, kemenangan sudah berada di tanganku" Ucap remehnya.
Saat melayang di udara, Siyon berada tepat di tengah tengah partikel partikel es yang berada di udara, Siyon pun mengeluarkan katana miliknya dari sarungnya dan di saat yang bersamaan partikel partikel itu meledak dan menciptakan ledakan duri es.
(Bom!!)
(Krak!!!)
"Hahahaha!!" Pria itu pun tertawa puas melihat Siyon yang terjatuh dalam perangkapnya.
"Thunder"
(Thar!!!!)
Petir besar dan kuat pun langsung menghantam permukaan yang menyebabkan permukaan es tersebut hancur berserakan.
"Tidak mungkin?!" Kejut pria itu tidak menduga jika Siyon berhasil selamat dari jebakannya.
Siyon pun mendarat ke permukaan dengan tubuhnya yang penuh luka, ia tidak berhasil menghindari serangan sebelumnya, tetapi ia berhasil menahan dan menghancurkan duri es yang menusuk tubuhnya.
"Hahaha, lihatlah dirimu, sudahlah menyerah saja!" Remeh pria itu menertawai Siyon yang sudah menerima banyak luka, berbeda dengan dirinya yang masih belum tersentuh oleh Siyon sedikitpun.
"Berisik, aku sudah mulai muak dengan es esmu itu, akan ku akhiri ocehanmu itu" Ucap Siyon sedikit kesal bersamaan dengan katana miliknya yang mulai memudar.
"C'A Katana" Siyon pun memasang kuda kuda katana dan di saat yang bersamaan, katana berwarna kuning terang serta muncul di tangan Siyon bersamaan dengan petir petir yang menyambar arena.
(Thar!! Thar!!!)
Petir petir itu terus menyambar arena yang membuat pria itu terkejut dan sedikit panik, tidak hanya pria itu, para penonton juga ikut terkejut karena petir yang menyambar begitu banyak bahkan tak kunjung henti.
"Thunder Strike-" Siyon pun mengeluarkan katana miliknya dari sarungnya.
Pria itu yang merasakan perasaan tidak enak pun kembali menghentakkan kakinya, duri es pun kembali muncul dan melindungi dirinya.
(Tst!!)
(Slash!!!)
"Slash!" Siyon pun kembali memasukkan katana miliknya ke dalam sarungnya, ia sudah berada tepat di belakang pria itu bahkan para penonton juga terkejut melihatnya.
(Thar!! Thar!!! Thar!!! Thar!!! Thar!!!!!)
Petir dengan cepat menjalar ke pria itu dan tidak hanya itu, duri es yang melindungi pria itu terlihat sudah hancur berkeping keping, ia bahkan tidak menyadari jika Siyon sudah menebasnya.
(Thar!!! Thar!! Thar!!! Thar! Thar!!!! Thar!! Thar!!!)
Petir pun menjalar dengan sangat cepat ke pria itu dan menyambarnya secara instan.
"Aaaaahh!!!!!!!!!!!!" Pria itu pun tersambar petir yang sangat kuat tersebut, karena tidak mampu menahan kuatnya sambaran itu, ia pun tak sadarkan diri dan terkapar di permukaan.
"Agh.. Hah... Hah..." Siyon pun terduduk lemas kehabisan tenaga dan energi sihirnya.
"Sulit dipercaya!!! Kemenangan yang sangat tidak terduga!!!" Salut komentator tersebut.
"Siyon dari guild Eternal Fire memenangkan pertandingan babak ke 8 dengan instan!!! Sulit di percaya sekali!!!" Kagum komentator tersebut, para penonton yang melihatnya pun bersorak ria atas kemenangan Siyon.
Tetapi disisi lain, Siyon terlihat sangat kelelahan dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Agh!.. Kakiku tidak mampu menampung kecepatan seperti tadi.. Hah.. Jika aku melakukannya secara beruntun pasti aku sudah lumpuh.." Gumam Siyon sembari menahan rasa sakitnya.
Asuka yang melihatnya pun kembali tersenyum bahagia, bahkan teman temannya yang tidak percaya dengan ucapan Asuka sebelumnya seketika terkejut karena Siyon benar benar memenangkan pertandingan secara instan.
...~Bersambung~...