The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 103 : The Pleasure of Desolation



...Episode 103 - The Pleasure of Desolation...


...[Kenikmatan Akan Kehancuran]...


Koruga tiba tiba menghilang dan muncul tepat di belakang pria tersebut dan berbisik padanya "Aku tau jika kau adalah penguasa dimensi dua dunia, aku yakin sekali jika kau adalah bawahan dari dewi palsu itu!" Bisik seram Koruga yang membuat pria itu seketika panik.


(Swof!!)


(Brak!!!)


(Booomm!!!!)


Koruga memukul kuat pria itu yang membuatnya terpelanting ke permukaan dan permukaan pun kembali hancur akibat pukulan keras Koruga.


"Ahakkk!!!!!" Pria itu memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya, tubuhnya pun terluka parah dan banyak darah yang keluar dari perutnya tersebut, tidak hanya itu, tubuhnya terlihat memiliki tanda lingkaran sihir yang berbentuk lingkaran dan Lima bintang di dalam lingkaran tersebut.


Koruga tiba tiba muncul tepat di depannya dan langsung menginjaknya dengan sangat kuat.


(Bam!!!)


"Uhuk!!!!?!!!" Permukaan pun kembali retak dan pecah karena kekuatan Koruga yang tidak masuk akal itu.


"Sepertinya keberuntungan kurang memihak kepadamu ya" Ucap seram Koruga sembari tersenyum, pria tersebut yang mendengar ucapan Koruga pun menjadi sangat sangat panik serta ketakutan, tanpa ia sadari, airmata sudah mengalir ke pipinya, ia tidak dapat melontarkan sepatah katapun karena ketakutannya terhadap Koruga.


"Biar aku tunjukan sesuatu yang hebat!" Seru Koruga dan meletakkan telapak tangannya tepat pada lingkaran sihir yang berada tepat di tubuh pria itu.


Koruga pun tersenyum sadis menatap pria tersebut yang membuatnya kembali panik.


"Hahaha!!" Koruga pun tertawa dan tiba tiba tubuh pria tersebut mengeluarkan banyak duri yang sangat tajam dan mematikan.


(Srkk!!!!)


"Agh?!!!" Mata pria itu seketika menjadi putih, luka di tubuhnya sangat mematikan yang membuatnya seketika tak sadarkan diri.


"Masih belum!!" Seru Koruga.


Koruga memutar tangannya dan seketika tubuh pria itu seakan akan termakan oleh blackhole, tidak hanya itu, penghalang yang di ciptakan oleh Lucifer dan Code pun retak karena tiba tiba gravitasi di dalam penghalang menjadi sangat kuat yang menyebabkan semuanya tertekan ke permukaan, permukaan pun kembali hancur akibat kekuatan Koruga yang tidak masuk akal itu, tubuh pria itu pun hilang total dan musnah dari dunia hanya dalam sekejab mata.


"Koruga!... Kami sudah tidak sanggup lagi!..." Ucap panik Lucifer.


"Huh?" Koruga yang mendengarnya pun kembali sadar dan menahan kekuatannya.


(Tcs!!)


Penghalang pun pecah, dan di saat yang bersamaan tekanan yang sangat kuat pun menyambar separuh dunia, gravitasi yang tiba tiba meningkat pesat yang membuat semua orang tertekan sejenak akibat kekuatan Koruga yang belum hilang total.


...-Disisi Lain-...


Terlihat Silvia, Rias, dan Verina sedang duduk di halaman rumah Rias. Mereka berbicara tentang mereka sembari meminum teh yang mereka buat.


"Silvia, kamu itu apa? kenapa telinga kamu begitu runcing?" Tanya Rias kebingungan.


"Oh.. Aku adalah seorang driad keturunan elf" Jelas Silvia yang membuat Rias dan Verina pun kebingungan.


"Bagaimana bisa?" Tanya Verina.


"Ayahku adalah seorang elf, dan ibuku seorang driad, saat aku terlahir aku memiliki sifat dan turunan dari kedua orang tuaku, dan aku adalah satu satunya driad keturunan elf di dunia ini" Jelas Silvia.


"Begitukah..." Paham Rias sembari mengambil tehnya, tiba tiba gravitasi yang kuat pun langsung menekan mereka bertiga.


"Akh!!?!!!!!" Kejut mereka bertiga.


"Apa yang terjadi?!!!!!!" Panik Verina sangat kebingungan.


Tiba tiba gravitasi yang kuat itu pun menghilang yang membuat mereka kembali terkejut.


"Apa yang terjadi barusan?!!.." Panik Rias sangat kebingungan.


Di saat yang bersamaan, mereka bertiga pun langsung teringat dan khawatir dengan Zen


"Zen?!" Panik mereka bertiga langsung bangun dan ke dalam kamar Rias melihat kondisi Zen.


(Tek)


Rias pun langsung membuka pintu kamarnya "Zen?!" Panik Rias.


Zen pun terlihat masih tertidur seakan akan tidak ada gangguan sedikitpun.


"Apa Zen baik baik saja?" Tanya Silvia.


"Aku rasa dia baik baik saja.." Ucap Verina.


Mereka bertiga pun lega karena tidak terjadi hal yang mengerikan.


...-Disisi Lain-...


"Maaf" Ucap Koruga.


Lucifer dan Code tiba tiba muncul tepat di samping Koruga dengan wujud normal mereka dan mengucapkan "Tidak apa apa Koruga.. lain kali tahan kesenanganmu ya..." Ucap Lucifer.


"Baiklah..." Ngeluh Koruga.


"Sudah.. ayo kita kembali ke kuil..." Ucap Lucifer.


"Kalian saja yang pergi, aku harus kembali ke akademi dan melanjutkan permainanku" Ucap Koruga sembari tersenyum tipis.


"Korugaaaa tidak adil sekaliii, kalau begitu biarkan aku ikut!...." Ujar Lucifer sembari memutar tubuhnya dengan cepat, pakaian dan penampilannya pun seketika berubah, Lucifer terlihat sangat cocok dengan pakaian akademi Destro, pakaian yang berwarna putih kekuningan.


"Aku ikut!.." Paksa Lucifer memohon kepada Koruga.


"Huh.. baiklah.. tapi jangan menghancurkan apapun ya..." Pinta Koruga.


"Baik!!.." Lucifer dengan penuh semangat menjawab ucapan Koruga.


Koruga pun menoleh ke arah Code dan bertanya "Apa kamu juga ingin ikut Code?" Tanya Koruga.


Code menggelengkan kepalanya dan muncul teks sihir yang bertuliskan "Izinkan aku beristirahat sejenak di istana tuan muda.. aku juga ingin melihat kondisi Derica.." Mohon Code kepada Koruga.


"Baiklah.. kamu sudah melakukan tugasmu dengan baik.. kerja bagus Code, sekarang beristirahatlah, jangan lupa titipkan salamku kepada Derica ya.." Ucap Koruga sembari tersenyum ramah.


Code pun terlihat bahagia, ia pun menundukkan kepalanya dan seketika menghilang.


"Baiklah ayo kita ke akademi Destro, Luci" Ucap Koruga.


Lucifer pun tersenyum dan mengucapkan "Baik!.." Mereka berdua pun seketika menghilang dari sana.


Saat mereka menghilang, tiba tiba terlihat portal cahaya yang sangat terang muncul di permukaan, seorang pria dengan jubah berwarna mutih yang menutupi wajahnya perlahan keluar dari portal itu.


Pria itu pun tersenyum dan menyentuh permukaan, perlahan permukaan yang hancur pun kembali seperti semula, setelah memperbaiki permukaan dan alam yang rusak tersebut, pria itu kembali menciptakan portal dan masuk kedalamnya sembari mengucapkan "Benar benar pria yang sangat terhormat" Ucapnya dan perlahan menghilang.


Tidak di ketahui asal usul pria itu, apakah dia salah satu ancaman dunia? ataukah sebaliknya?, semua masih menjadi misteri yang panjang.


...-Disisi Lain-...


Didalam ruangan, terlihat Veliona sedang melamun dengan tatapan kosong, sembari menatap langit dan mengucapkan "Selamat ulang tahun untuk diriku yang ke 13 tahun..." Ucap Veliona dengan perasaan hampa dan tatapan kosong.


Ternyata Veliona sudah berumur 13 tahun, dan 1 tahun lagi ia akan berumur 14 tahun, hari ulang tahun Veliona adalah 16 November.


"Seseorang.. tolong aku.." Suara seorang gadis terdengar di telinga Veliona, tetapi Veliona tidak memperdulikan suara itu seakan akan ia sangat tidak peduli lagi dengan apapun yang terjadi.


...~Bersambung~...