
lZen yang kebingungan pun bertanya "Apa maksudmu?" Tanya Zen.
Haruto pun menggelengkan kepalanya sembari bertanya "Siapa namamu, sepertinya kamu sangat membenci Iblis" Tanya Haruto.
"Namaku adalah Zen" Ucap Zen sambil menatap Haruto dengan serius.
Haruto yang melihat tatapan Zen pun mengetahui bahwa ada hal menyakitkan yang menimpanya dan itu adalah ulah Iblis.
"Baiklah, akan ku ingat namamu, Zen" Ujar Haruto sembari mendekati Zen.
Haruto pun menciptakan kedua pedang miliknya dan memberikannya kepada Zen dan mengucapkan "Gunakanlah ini"
Zen pun mengambil pedang tersebut dan melihat pedang tersebut yang bersinar saat ia pegang.
"Sepertinya mereka menyukaimu" Ucap Haruto sembari tersenyum.
Zen pun menatap Haruto dan bertanya "Apa maksudmu?" Ucap Zen kebingungan.
"Ahaha.. Lupakan saja, lagian kamu masih ada urusan di luar sana" Ucap Haruto dan seketika Zen langsung tersadar kembali.
Ternyata ia pingsan selama beberapa detik, Zen kembali merasakan Inti sihir milik Ice Zen yang mendekati inti sihir miliknya, dan tiba tiba, kedua inti sihir tersebut pun bergabung.
Zen pun merasakan kekuatan miliknya yang kembali pulih dan ia merasa semakin kuat.
Zen pun mengambil dua pedang di depannya dan bangkit, saat ia berdiri ia melihat Yuro yang sudah berubah drastis dan kekuatannya yang meningkat pesat.
"Ahahaha!!!!!!! Aku merasakannya!!!!!!" Teriak Yuro.
"Hahahaha!!!!!" Yuro terus tertawa bersamaan dengan kekuatannya yang terus meningkat.
"Dia berbahaya jika di biarkan, apapun yang terjadi aku harus membunuhnya" Gumam Zen.
Zen pun menggenggam kedua pedangnya dan pedang tersebut tiba tiba retak yang membuat Zen kaget, Zen pun melihat kedua pedang tersebut, pedang tersebut pun pecah dan secara bersamaan cahaya merah yang sangat silau muncul dari kedua pedang tersebut.
Zen pun menutup matanya karena cahaya merah tersebut yang membutakan matanya, perlahan lahan, cahaya tersebut pun memudar dan Zen pun membuka matanya.
Zen kaget karena pedang di tangannya yang awalnya terlihat sangat tua dan berkarat tiba tiba menjadi sangat tajam dan mengkilat.
Zen pun terkagum melihat pedang tersebut karena ada aliran cahaya merah yang terus mengalir di pedang itu.
"Bukan saatnya untuk kagum!" Gumam Zen.
"Huh.." Zen pun melihat Yuro yang masih tidak berhenti tertawa dan Zen melempar sebuah batu kecil ke arahnya yang membuatnya seketika terdiam dan menatap Zen dengan hasrat membunuh yang sangat tinggi.
"Swift!" Zen tiba tiba menghilang dari pandangan Yuro dan muncul tepat di belakang Yuro, Zen pun mengayunkan pedangnya.
(Slash!!)
(Ting!!!!)
"Matikau bocah!!!!" Seru Yuro sambil mencakar Zen
(Claw!!)
(Krk!!)
"Hah..." Zen pun menggunakan kekuatan barunya dan berhasil menahan serangan Yuro menggunakan dinding es yang tebal.
(Kick!!)
Zen pun menendang Yuro yang membuatnya terpelanting jauh, tetapi Yuro dapat menghentikan dirinya dan terbang menggunakan sayapnya.
"Huh.. Baiklah mari kita mulai" Ucap Zen, perlahan rambut Zen berubah menjadi putih dan pupil matanya yang berubah menjadi warna merah.
Zen pun melompat sangat tinggi ke arah Yuro dan menyerangnya.
(Swof!!)
(Ting!!!)
Serangan Zen dengan mudah di tahan oleh Yuro, tetapi Zen kembali menendang Yuro, saat akan menendang, Yuro menangkap kaki Zen dan berniat menggenggamnya hingga hancur, tetapi Zen kembali menendang Yuro dengan kaki kirinya yang menyebabkan ia terjatuh ke permukaan.
(Bom!!!)
"Teknik pedang ganda-"
"Gabungkan teknik pedangmu dengan sihir elemen Zen!, bukan menciptakan elemen menggunakan sihir dan menyatukan dengan seranganmu!" Gumam Zen
"Hss..." Zen pun menghembuskan nafas tetapi nafas Zen berupa api.
"Fire strike!!" Zen pun melepas serangannya ke arah Yuro, tetapi Yuro segera menghindar menggunakan portal yang membuat serangan Zen lagi lagi meleset.
(Bom!!!!)
Serangan Zen menciptakan ledakan di permukaan dan membuat permukaan di bawahnya terbakar dan hangus akibat serangannya barusan.
"Agh!!, sakit sekali!" Gumam Zen
"Aku seperti mengalami luka bakar di dalam tubuhku!!", Gumam Zen kesakitan.
Tiba tiba Yuro muncul di atasnya dan menendang Zen, Zen masih dapat menangkis serangan Yuro tetapi ia harus terpelanting cukup jauh.
Zen pun menancapkan kedua pedangnya di permukaan dan berhasil menghentikan dirinya.
"Sial tubuhku yang sekarang masih belum mampu menggunakan sihir elemen" Gumam Zen.
Tiba tiba Yuro muncul di depan Zen dan mengayunkan pedangnya dengan kuat
(Ting!!!!!!)
Zen pun berhasil menahan serangan Yuro dan membalas serangannya.
"Ice thorn!" Duri es yang tajam pun hampir mengenai Yuro, tetapi ia berhasil menghindarinya, Zen pun langsung maju dan menyerang Yuro.
(Slash! slash!!! slash!!)
(Ting!!! ting!!! sring!!!!!!!!! ting!!!)
Benturan kedua pedang mereka pun sangat dasyat, bahkan kecepatan Zen lebih cepat dari yang sebelumnya.
(Slash slash!!)
(Ting!! ting!!!)
"Portal" Yuro menciptakan portal di belakangnya dan masuk kedalam portal tersebut, tiba tiba Yuro muncul di belakang Zen dan menusukkan pedangnya ke tubuh Zen.
(Ting!!!!)
Sebelum pedang Yuro mengenai Zen, Zen berhasil menangkis serangan tersebut, Zen pun menendang Yuro yang membuatnya terpental.
"Ice spike!" Zen pun melemparkan bola es ke arah Yuro, dan bola tersebut mengeluarkan duri yang sangat panjang, Yuro pun sedikit terluka akibat serangan tersebut, tetapi ia dapat menyembuhkan diri dengan mudah dan sangat cepat.
"Swift!" Zen tiba tiba muncul di belakang Yuro dan menyerang dengan pedang miliknya yang di aliri oleh sihir elemen petir.
Yuro tiba tiba dengan sangat cepat berputar 360° dan langsung menendang Zen
"Agh!!!!" Zen pun terpelanting jauh dan bertabrakan dengan bangunan.
"Uhk!! uhk!!!" Zen pun memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya dan ia pun melihat tangannya yang penuh dengan darah.
"Aku terlalu memaksakan tubuhku dan menggunakan sihir elemen untuk melawannya, padahal aku sendiri tau aku belum bisa menggunakan sihir elemen" Gumam Zen
"Jangan menyerah!!, aku harus membunuhnya! jika tidak dia akan menghancurkan semuanya, semangatlah diriku!!!" Gumam Zen dan kembali bangkit
"Swift!!" Zen kembali muncul di hadapan Yuro dan menebasnya, Yuro yang kaget pun tidak dapat menghindari serangan Zen, karena tiba tiba kecepatan Zen meningkat drastis.
(Slash slash slash!!)
Yuro pun terkena beberapa serangan dan ia langsung melompat tinggi dan terbang menjauhi Zen.
Zen yang mengetahui Yuro akan terbang, ia pun melompat sangat tinggi yang membuat Yuro kembali terkejut.
Zen pun menendang Yuro hingga jatuh ke permukaan.
Saat Yuro terkapar di permukaan, Zen pun langsung menghilangkan kedua pedangnya.
"C'Katana" Zen pun mengeluarkan katana miliknya dari sarungnya, Zen mengayunkan katananya ke arah Yuro dan secara bersamaan petir yang kuat pun menyambar Yuro.
"Agh!!" Yuro pun terkena serangan telak
Zen pun menghilangkan katananya dan mendarat.
"Fire-" Zen mengangkat kedua tangannya dan sihir yang kuat pun berpusat pada satu titik di kedua tangannya.
"Fire strike!!!!!" Zen melepaskan serangannya ke arah Yuro, Api pun langsung menyambar ke arah Yuro.
(Boooommmm!!!!!!!!!!!!)
"Hah... hah.." Kedua mata Zen pun mengeluarkan darah yang menandakan tubuhnya tidak mampu menyaingi kuatnya aliran mana dan sihirnya.
Tidak hanya matanya, tangannya pun menerima luka bakar yang cukup parah akibat ia memaksakan diri menggunakan sihir elemen.
"Agh!!!" Zen pun terjatuh lemas dan kehabisan tenaga, warna rambut dan pupil matanya pun kembali normal.
Zen pun terus memperhatikan kabut asap yang tebal akibat ledakan barusan, saat kabut asap itu perlahan memudar, Zen terkejut karena melihat Yuro yang masih hidup padahal ia sudah menyerang Yuro habis habisan.
"Haa!!!!!!!!!!" Yuro berteriak sangat kencang dan auranya meningkat sangat pesat, Zen pun merasakan aura Yuro dan sedikit ketakutan.
...-Disisi lain-...
Veliona yang sedang latihan bersama Yuuiki dan yang lainnya pun termenung, tiba tiba Rias mendatanginya dan bertanya "Kamu kenapa Veliona? akhir akhir ini selalu melamun, apa karena Zen?" Tanya Rias.
"Eh, engga apa apa, aku hanya sedikit khawatir dengannya saja" Ucap Veliona.
Rias pun kembali termenung dan mengingat Veliona yang menangis histeris karena membaca surat dari Zen.
"Entah kenapa perasaanku ga enak" Gumam Veliona.
...-Disisi lain-...
Yuro pun sembuh total dan kembali menatap Zen dengan tatapan pembunuh, Yuro pun jalan perlahan mendekati Zen, Zen yang sudah mencapai batas akhirnya pun pingsan.
-Disisi lain-
"Hebat Zen, kerja bagus" Gumam Haruto sembari tersenyum.
"Apakah kau akan pergi Haruto?" Ucap seseorang sembari memegang katana yang sangat mirip dengan katana yang di gunakan Zen.
"Ya begitulah, kan sangat di sayangkan jika dia harus mati di sini dan sepertinya dia adalah anak yang di ramalkan" Ujar Haruto sambil berdiri dan berjalan dengan santai ke cahaya merah yang sangat terang.
...-Disisi lain-...
Yuro yang sudah dekat dengan Zen pun menciptakan sebuah sihir yang berbentuk pedang besar berwarna hitam dan melepaskannya ke arah Zen.
Tiba tiba Zen bergerak dengan sangat cepat dan berhasil menghindari serangan Yuro.
(Bom!!)
Saat Yuro melihat Zen, ia terkejut karena Zen yang menghilang secara tiba tiba
"Dimana dia?!" Gumam Yuro sambil melihat ke kiri dan kanan.
Yuro pun menyadari hawa keberadaan Zen yang berada jauh di belakangnya, ia sedikit terkejut melihat Zen yang mampu menyembuhkan dirinya dengan mudah, padahal sebelumnya Zen sudah terluka sangat parah, Yuro tidak mengetahui bahwa sebenarnya yang berada di hadapannya bukanlah Zen melainkan Haruto.
Haruto pun terlihat duduk dengan santai di atas ranting pohon kecil dan menatap Yuro sembari mengayunkan kakinya.
...~Bersambung~...