The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 37 : Haruto



Tiba tiba Yuro muncul tepat di hadapan Haruto, Yuro pun menyerang Haruto menggunakan pedang hitam miliknya.


(Slash!!!)


Yuro pun terkejut karena lagi lagi Haruto dapat menghindari serangannya dengan santai, Yuro kembali menyerang Haruto menggunakan pedangnya, tetapi lagi lagi Haruto dapat menghindarinya.


(Slash! slash! slash!!)


"Black Block!!" Balok hitam tiba tiba muncul di hadapan Haruto dan langsung meledak.


(Bom!!!)


Yuro berfikir Haruto telah tewas akibat serangannya barusan, saat kabut asap menghilang Yuro terkejut dan tidak percaya, karena Haruto berhasil menghindari serangannya.


"Dimana bocah itu?!!" Gumam Yuro kebingungan.


"Apa kau sudah selesai?" Ucap Haruto dengan santai.


Yuro pun terkejut dan langsung melihat kebelakangnya, ia melihat Haruto yang sedang duduk santai di permukaan, dan Yuro akhirnya menyadari Hawa keberadaan Haruto yang sangat berbeda dari Zen, tetapi ia masih berfikir kalau yang di hadapannya adalah Zen.


Yuro pun menciptakan sihir tombak dan melemparkannya kepada Haruto, tetapi Haruto dengan santai menghindari serangan Yuro.


"Huh.. sudahlah, sebaiknya kamu pergi saja" Ucap Haruto dengan santai.


"Berisik kau bocah!!!" Seru Yuro.


"Hahh.. menyerah saja, kau tidak akan bisa mengalahkanku" Ucap Haruto.


Yuro tiba tiba muncul di hadapan Haruto dan menusuknya menggunakan pedang miliknya.


(Srk!!!)


"Ugh!!!" Yuro pun memuntahkan darah dari mulutnya


Ternyata Haruto berhasil merebut pedang milik Yuro dan menusuk Yuro menggunakan pedangnya sendiri.


Yuro pun langsung lompat menjauhi Haruto.


"Siapa dia sebenarnya?!!" Gumam Yuro kebingungan.


"Sudah kubilang kan, sebaiknya kamu pergi saja" Ucap Haruto sambil menggerakkan tangannya seakan akan mengusir Yuro.


Yuro pun merasa sangat marah.


"Haaaa!!!!!!!" Kekuatan Yuro pun meningkat sangat pesat sampai sampai tubuhnya sedikit membesar.


"Huf.." Haruto~


Yuro tiba tiba kembali muncul dibelakang Haruto dan menebasnya menggunakan pedangnya.


(Ting!!)


"Apa ini?!?" Gumam Yuro


Serangan Yuro terhenti karena seperti ada tembok transparant yang menghentikan serangannya.


"Hah.. sudahlah sepertinya aku akan sedikit bermain denganmu" Ucap Haruto sembari menatap Yuro.


Tiba tiba ada yang menyerang Haruto menggunakan tombak berwarna hitam, tetapi Haruto dapat menghindari serangan tersebut.


"Wah wah, ternyata ada tamu lagi" Ucap Haruto dengan santai.


"Tch! kenapa kau kesini?!" Tanya Yuro sedikit kesal.


"Yah, aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu yang sedang bersenang senang, karena bosan aku juga kesini" Ucap Iblis tersebut.


"Tch, jangan mengganggu kau Rito, sebaiknya kau pulang saja!" Seru Yuro.


"Yah, tapi sudah di sini, jangan ngusir gitu dong, aku kan juga ingin bersenang senang" Ujar Rito.


"Hoam..." Haruto menguap karena merasa sangat bosan mendengar ocehan mereka berdua.


"Baiklah, sekarang giliranku" Ujar Haruto


Pedang yang sebelumnya Zen gunakan pun muncul di tangan Haruto dan tiba tiba Haruto menghilang


(Slash!)


"Agh!!!" Sayap Yuro pun terpotong sebelah.


"Maaf ya, karena mungkin nanti kamu akan pergi, jadi sayapmu ku rusak dulu" Ucap Haruto dengan santai sembari tersenyum.


"Apa apaan ini?! aku tidak bisa beregenerasi?!" Gumam Yuro.


Rito pun menyerang Haruto dengan tombaknya, tetapi Haruto menepis serangan Rito dan menusuk perutnya.


"Uhk!!!" Rito pun memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


"Rito!!" Teriak Yuro yang melihat Rito sekarat.


Yuro pun melempar pedang miliknya ke arah Haruto, tetapi Haruto dapat menghindarinya, Yuro pun langsung mendekati Rito yang sekarat.


"Ap..a aku ak..an mat..i Yur?" Ucap Rito sekarat.


"Haaa!!!!!! Ah!!!!!!" Sayap Yuro pun kembali beregenerasi.


"Berisiknya.." Ucap Haruto dengan santai.


Tiba tiba Yuro muncul di depan Haruto dan memukulnya.


(Srk!!)


"Agh!!" Tangan Yuro pun terbelah dua, Yuro pun panik, ia langsung menjauhi Haruto.


"Sial!!! Siapa kau sebenarnya!!!?" Seru Yuro.


"Namaku adalah Haruto, seharusnya kamu mengetahui nama itu" Ucap Haruto yang sudah berada di belakang Yuro


(Slash!!)


Haruto kembali menebas sayap Yuro yang membuatnya sangat kesakitan di tambah ia tidak bisa mengregenerasi sayap miliknya.


...-Disisi lain-...


Koruga terlihat sedang duduk di kursi miliknya sembari mengelus kepala Cerberus, ia pun tersenyum tanpa sebab.


Yuro pun menciptakan portal dan masuk kedalamnya.


Tiba tiba Yuro muncul di belakang Haruto dan menusuknya menggunakan pedang hitam miliknya.


Tetapi Haruto menghindari serangan Yuro dan menangkap kepala Yuro.


"Sudah ku bilang, kau tidak akan bisa mengalahkanku, kau yang sekarang sangat sangat lemah, bahkan bisa di bilang tidak memiliki kekuatan sama sekali di bandingkan dengan leluhur sialan kalian itu" Ucap Haruto sembari menatap mata Yuro.


Yuro pun akhirnya sadar, bahwa yang di hadapannya adalah salah satu pahlawan yang pernah bertarung melawan leluhur Iblis ratusan tahun yang lalu.


"Agh!!!!" Haruto pun mencekik dan mengangkat Yuro.


"Aura" Haruto~


Aura Haruto yang sangat kuat pun membuat Yuro hampir pingsan.


Haruto pun membanting Yuro ke permukaan, Haruto pun menatap Yuro, Yuro pun seketika ketakutan melihat sosok Haruto saat sudah serius dalam pertarungan.


"Hell fire" Haruto pun menciptakan sebuah api kecil di tangannya.


"Aaahhhh!!!!!" Tubuh Yuro seketika melepuh.


Haruto pun memasukkan api di tangannya kedalam mulut Yuro, Yuro pun seketika berteriak histeris kesakitan dan kepanasan, ia merasa sangat menderita, karena tidak tahan, ia pun tewas.


Disaat yang bersamaan, Haruto pun termenung dan mengingat masa lalunya, dimana ia juga pernah di siksa seperti itu oleh Koruga saat perang, tetapi ia dapat menahannya walau ia menerima luka dalam yang sangat parah, tetapi ia harus tetap bertarung demi umat manusia.


"Huh.. Sudah selesai" Ucap Haruto sembari melihat keadaan sekitar.


"Sepertinya banyak kerusakan, sebaiknya aku perbaiki sedikit" Ucap Haruto.


Haruto pun meletakkan kedua tangannya di permukaan tanah, tiba tiba permukaan yang awalnya rusak dan hancur, perlahan tertutup.


Tidak hanya permukaan yang kembali tertutup, bahkan tumbuh pohon dan bunga bunga yang sangat indah.


"Sip, sepertinya sudah cukup" Gumam Haruto.


Haruto pun berbaring dan menutup matanya.


...-Disisi lain-...


"Yo Haruto, sepertinya kamu habis bermain di luar sana" Ucap seseorang.


"Ya.. begitulah, aku sudah bertemu dengan seorang anak dan kemungkinan dia adalah anak yang di ramalkan" Ucap Haruto dengan santai.


"Aku juga sudah bertemu dengannya sebelum Haruto" Ucap Seseorang.


"Wah Haruto, Indra kalian curang sekali tidak menungguku!" Ucap seseorang tersebut.


"Nanti kalian juga akan bertemu dengannya, sabar saja Rex, aku tau kau sangat bersemangat jadi sabar contoh lah Ghil yang selalu sabar" Ucap Indra


"Ahahaha, maafkan aku tapi aku benar benar penasaran!" Ucap Rex dengan semangat


"Hehh kamu emang selalu begitu Rex" Ucap Ghil.


"Hahaha" Rex pun tertawa mendengar ucapan Ghil.


"Jadi seperti apa anak itu Haruto, Indra!?" Tanya Rex dengan semangat.


"Huh.. lihat sendiri saja nanti, bersabarlah.." Ucap Haruto


"Ha!!! Aku tidak sabar sekali!!" Teriak Rex dengan semangat yang meronta ronta.


#Disisi lain


Zen terlihat sedang tertidur lelap di pangkuan Sayu, Sayu pun mengelus kepala Zen dengan raut wajah yang khawatir melihat tubuh Zen yang banyak luka bakar dan sayatan pedang.


...~Bersambung~...