The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 150 : Legendary Hero



"Miaw...." saat ia bangun kucing yang berada di dekatnya pun ikut terbangun seakan akan baru bangun tidur, hal tersebut membuat Zen kebingungan karena kucing tersebut yang memiliki warna unik dan juga ia merasakan energi sihir yang kuat dari kucing itu.


Zen pun berfikir sejenak, ia menatap kucing itu dan mendekatinya, tetapi kucing tersebut bukanlah kucing yang aneh, Zen merasa jika kucing tersebut juga sama seperti kucing pada umumnya, ia pun berfikir mungkin kucing tersebut di berkahi kekuatan sihir.


"Aku harus pergi" Gumam Zen, saat ia ingin pergi, ia pun sedikit ragu karena ia melihat teman temannya yang tertidur pulas, Zen tidak tau apa dirinya harus meninggalkan teman temannya atau menunggu mereka bangun.


...-Disisi Lain-...


Terlihat Veliona dan teman temannya pun tiba di akademi arsenal, Veliona pun langsung turun dari kereta dan berlari ke arah barat yang membuat Siyon dan yang lainnya terkejut.


"Veliona!" Teriak Siyon.


Siyon pun langsung turun dan mengejar Veliona, di ikuti oleh Rio, Ayani, Sayu, Yuuiki, dan Rara.


Veliona pun berlari ke arah barat dengan perasaan yang sangat takut dan trauma, ia takut akan kematian dan trauma jika Zen akan mengalami hal seperti sebelumnya, karena ia tau, jika kesempatannya hanyalah kali ini, jika ia gagal maka dunia akan hancur.


Veliona pun berlari sembari menangis, dalam tangisnya ia pun terus mengingat hal yang terjadi pada malam itu, rasa takut dan traumanya yang semakin meningkat dan tiba tiba ia pun jatuh karena tersandung sebuah batu.


"ahk.." Veliona pun terkapar di permukaan dan menangis, Siyon yang melihatnya pun langsung meningkatkan kecepatannya dan menghampiri Veliona.


"Apa kamu baik baik saja Veliona?" Tanya Siyon.


Veliona pun tidak meresponnya dan hanya menangis di permukaan, Veliona pun perlahan bangun dan mengusap air matanya.


"Kamu kenapa Vel?" Tanya Siyon.


"Hiks.. Hiks..." Tetapi Veliona tidak merespon Siyon, ia kembali bangun dan kembali berlari ke arah barat.


Siyon yang melihat Veliona pun langsung menarik tangannya, tetapi saat ia menyentuh tangan Veliona seketika suara pun terlintas di telinganya yang mengatakan "Lepaskan tangannya, atau kau akan ku bunuh!." Suara yang sangat mirip dengan Veliona pun terdengar jelas di telinga Siyon, yang membuat dirinya sangat terkejut dan merasakan tekanan yang sangat kuat.


"Apa ini?!" Gumam Siyon panik karena hawa keberadaan Veliona yang mendadak sangat mencekam.


Siyon pun di kejutkan dengan Rio yang tiba tiba saja memukul bahunya.


"Kamu kenapa Siyon?" Bingung Rio yang melihat Siyon dari tadi hanya berdiri di tempat tak bergerak sedikitpun.


Siyon yang tersadar pun terkejut karena seingatnya ia baru saja memegang tangan Veliona, tetapi Veliona ternyata sudah menghilang dari pandangan mereka semua.


"Tidak ada, lupakan ayo kita susul Veliona!" Ucap Siyon kembali berlari ke arah barat.


...-Disisi Lain-...


Zen pun terlihat sedang berlari ke arah barat, saat dalam perjalanan, Zen berusaha mengingat apa yang terjadi sebenarnya, ia berusaha mengingat keras tetapi yang ia ingat hanyalah Veliona yang tewas di depan matanya.


"Sial!!" Gumam Zen kesal karena ia tidak ingin kehilangan Veliona.


Saat Zen sedang berlari, ia pun melihat sosok monster aneh yang pernah ia lihat sebelumnya, monster sekeras besi dengan warna tubuh putih dan corak garis berwarna pink.


"Monster aneh lagi!" Gumam Zen kesal sembari menciptakan pedang sihir api dan langsung melompat tinggi ke langit dan terlihat banyak monster aneh di sekitarnya bahkah jumlahnya lebih dari 70 ekor.


Zen pun langsung menancapkan pedang sihir apinya tersebut di permukaan dan permukaan pun seketika meledak dan membakar monster monster tersebut.


(Boooooommmm!!!)


Ledakan pun tercipta karena beberapa monster yang meledak saat terbakar oleh api di susul oleh monster aneh lainnya.


Beberapa saat kemudian setelah semua monster musnah, Zen pun bangun dan kembali melanjutkan perjalanannya.


(Swof!!)


(Sek!!)


"Meow!!" Belati Zen pun menancap ke permukaan tepat di samping seekor kucing, kucing itu seketika terkejut karena Zen yang tiba tiba melempar belati ke arahnya.


"Kucing?" Bingung Zen karena kucing yang mengikutinya adalah kucing yang sebelumnya yakni kucing biru yang sempat ia temui di rumah pohon milik Silvia.


Zen pun mendekati kucing itu bersamaan dengan hilangnya belati api miliknya yang menancap di permukaan.


Zen menggendong kucing itu dan menatapnya "Apa kamu mengikutiku?" Tanya Zen kepada kucing itu.


"Meow.." Kucing itu pun mengeong seakan akan merespon pertanyaan Zen.


"Kenapa kamu mengikutiku?" Tanya Zen.


Kucing itu pun kembali mengeong tetapi Zen malah kebingungan karena ia tidak mengerti kenapa kucing itu mengikutinya.


"Kembalilah ketempat asalmu.., aku akan pergi ke tempat yang berbahaya, jangan ikuti aku ya" Ucap Zen perlahan meletakkan kucing itu di permukaan.


Saat Zen meletakkannya di permukaan, kucing itu pun mendekati Zen dan mengeluskan kepalanya di kaki Zen seakan akan ia menyukai Zen.


Zen pun perlahan menjauh dan kembali berlari ke arah barat, beberapa saat saat ia berlari ia pun kembali menoleh ke belakang dan terlihat kucing yang sebelumnya yang berada di belakangnya.


Zen yang tidak ingin kucing itu kenapa kenapa pun terpaksa melakukan hal yang cukup jahat, ia meningkatkan kecepatannya dan meninggalkan kucing itu dengan cepat.


(Swof!!!)


Tetapi hal yang tidak terduga terjadi, kucing tersebut terlihat mampu mengejar Zen walaupun ia terlihat seperti lari biasa, padahal Zen sudah meningkatkan kecepatannya tetapi kucing tersebut masih dapat mengejarnya.


Zen pun menurunkan kecepatannya dan berhenti, ia pun berbalik dan menatap kucing itu yang sedang berlari ke arahnya.


Tiba tiba kucing itu pun melompat tinggi dan mendarat tepat di bahu Zen yang membuat Zen sedikit terkejut.


"Apa kamu ingin aku membawamu? Kamu yakin ingin mengikutiku?" Tanya Zen.


"Meow!.." Kucing tersebut mengeong dan tersenyum sembari mengangkat tangannya.


Zen pun tersenyum saat melihat kucing itu dan kembali berbalik badan sembari mengucapkan "Baiklah kalau begitu kita berangkat!" Ucap Zen bersemangat tetapi ia pun seketika terkejut saat melihat sebuah bangunan tua berada tepat di depannya, bangunan yang sangat mirip dengan bangunan yang pernah ia kunjungi untuk membeli belati di kota akademi blue ring yang membuatnya sangat terkejut.


"Ini kan?!" Gumam Zen sangat terkejut.


Tiba tiba seorang gadis pun muncul dari balik pintu bangunan tersebut sembari mengucapkan "Kita bertemu lagi tuan..." Ucapnya dengan nada lembut dan rendah.


Zen pun hanya terdiam, bahkan kucing yang melihat gadis itu pun seketika sangat terkejut karena ia merasakan kekuatan yang sangat besar dari gadis itu.


"Siapa kamu" Tanya Zen yang langsung menciptakan senjatanya untuk berjaga jaga jika gadis itu akan menyerang.


Gadis itu pun hanya menundukkan kepalanya sembari mengucapkan "Namaku Keyra, salah satu pahlawan legendaris yang tidak tercatat dalam perang dunia ratusan tahun yang lalu" Ucap gadis itu sembari mengangkat kepalanya.


Zen yang mendengarnya pun seketika terkejut serta kebingungan, karena setau nya jika pahlawan legendaris hanya ada 4, tetapi ternyata ada pahlawan legendaris lain yang tidak ia ketahui.


...~Bersambung~...