The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 107 : The Girl and Eternal Fire Guild



...Episode 107 - The Girl and Eternal Fire...


...(Gadis dan Serikat Api Abadi)...


Zen pun tersenyum tipis dan duduk di bangkunya bersamaan dengan Rias, Silvia, dan Verina yang duduk di sampingnya.


Mereka pun duduk berempat di sebuah meja dan kursi yang cukup panjang, Zen pun menatap seorang murid yang terlihat sangat membencinya dan murid tersebut pun menatap Zen dengan tatapan sinis.


"Sepertinya semua orang di dunia ini hanya mementingkan jabatan masing masing dibanding sifatnya" Ucap Zen dalam hatinya.


Pria itu yang kesal melihat Zen pun bangun dari bangkunya dan mengucapkan "Jangan sombong kau anak baru!!" Kesalnya sembari melemparkan sebuah batu yang ia ciptakan dan melemparkannya kepada Zen.


(Swof!!)


Zen pun menghindari batu tersebut dengan sangat santai yang membuat pria itu semakin kesal.


"Tch!" Pria itu pun menciptakan bola api yang cukup besar di tangannya dan niat menghantam Zen dengan bola api miliknya tersebut.


Tiba tiba sebuah pensil mengarah dengan cepat tepat melewati pria itu.


(Swof!!)


Pria itu yang melihatnya pun terkejut yang membuat bola api di tangannya menghilang, ia pun langsung menoleh ke belakangnya dan terlihat seorang gadis berambut biru yang sangat mirip dengan gadis yang pernah Koruga kalahkan dengan mudah di akademi Destro.


"Luca?!" Gumam pria itu sangat terkejut.


Gadis itu menatap pria itu dengan tatapan sinis dan mengucapkan "Jangan membuat keributan, kita sedang berada di dalam kelas, jika ingin bertarung bertarunglah di luarsana!" Marah gadis itu yang membuat semua murid pun terdiam karenanya.


Di saat yang bersamaan, Zen pun menatap gadis itu dan mengekspresikan raut wajah yang terkejut, gadis itu yang melihat Zen seakan akan terkejut dengannya pun menghiraukan Zen, ia kembali duduk dan membaca buku yang berada di atas mejanya.


Zen terkejut bukan karena kemampuan gadis itu, melainkan Zen melihat jika di dalam kepala gadis tersebut terdapat sihir kegelapan yang mengacaukan pikirannya, terlebih lagi terdapat sihir kegelapan lainnya yang sedang menetralkan sihir kegelapan utama itu.


Sihir kegelapan dengan kekuatan seimbang terus tarik menarik, daya kekuatan dan kontrol yang seimbang bahkan unsur dari elemen sihir yang sama, hanya ada satu yang berbeda dari sihir kegelapan tersebut, sihir kegelapan pertama memiliki warna hitam pudar, sedangkan sihir kegelapan kedua memiliki warna yang sedikit pekat.


"Hei Silvia" Bisik Zen memanggil Silvia yang sedang melihat isi ruangan sekitar.


"Ada apa Zen?" Tanya Silvia.


"Apa kamu bisa mengetahui sihir yang berada di dalam kepala gadis itu? Apa itu sebenarnya?" Tanya Zen sedikit penasaran.


"Sihir?" Bingung Silvia yang perlahan menoleh ke gadis yang berada di ujung bawah tersebut.


Silvia pun mengaktifkan mata sihirnya dan sedikit terkejut.


"Apa kamu mengetahuinya Silvia?" Tanya Zen.


"Aku tau, itu adalah sihir penghapus ingatan dan penghancur pikiran, salah satu sihir Iblis untuk melumpuhkan otak sedikit demi sedikit setiap harinya" Jelas Silvia.


Zen yang mendengarnya pun kembali melihat gadis itu.


"Dia memiliki energi sihir yang besar, apa mungkin Iblis sengaja melumpuhkan ingatannya agar setiap ilmu yang di milikinya perlahan musnah dan inti sihirnya akan berhenti berkembang?" Gumam Zen sedikit kebingungan.


"Apa kamu tau itu ulah siapa? Apakah ulah Iblis tingkat tinggi?" Tanya Zen.


Silvia pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Sihir itu adalah ulah dari berbagai Iblis tingkat tinggi dan bahkan tangan kanan Raja Iblis sampai dengan Raja Iblis itu sendiri, kemungkinan mereka memiliki rencana tertentu sehingga mereka ingin menghapus semua ingatan gadis itu" Jelas Silvia.


"Begitu ya.." Paham Zen.


Zen pun kembali terdiam dan berfikir "Berarti itu bukanlah ulah Koruga dan bawahannya, jika mereka pasti gadis itu sudah mati, kekuatan Iblis murni tidak selemah itu" Gumam Zen.


Beberapa saat kemudian, seorang guru pun masuk dan mereka pun memulai pelajaran pertama mereka.


...-Disisi Lain-...


Seluruh murid akademi Arsenal pun berkumpul dikarenakan ada sebuah pengumuman dari pemimpin akademi.


Dibawah sinar matahari yang cerah, serta angin sepoi sepoi yang menyisir kulit, sebuah informasi singkat pun di sampaikan untuk semua murid yang sudah berkumpul.


"Terima kasih sudah berkumpul disini.. mohon maaf sudah mengganggu kegiatan kalian masing masing, saya sebagai pemimpin akademi disini akan memberikan sedikit informasi tentang turnamen yang akan diikuti oleh seluruh murid dari berbagai akademi" Jelas Haxor.


"Setiap akademi hanya satu guild yang akan ikut dalam turnamen antar akademi ini, setiap akademi pasti akan memilih guild yang bisa di percaya dan sangat cocok untuk ikut dalam turnamen antar akademi, jadi sebagai pemimpin akademi saya sudah menentukan perwakilan dari akademi kita!" Jelas Haxor.


"Apa kalian ada keluhan?" Tanya Haxor.


Semua murid pun menjawab tidak dengan serentak yang membuat Haxor sedikit lega karena tidak ada yang menentang pendapatnya.


"Turnamen antar akademi akan di adakan di akademi Water Dragon di ujung utara, apakah kalian sudah siap untuk mengikuti turnamen ini?" Tanya Haxor kepada Siyon dan yang lainnya.


Raft pun menjawab "Tidak ada!" Ucap tegas Raft dengan percaya diri.


"Baguslah kalau begitu" Pemimpin akademi pun kembali berjalan ke tengah tengah panggung dan mengucapkan "Sekian informasi singkat yang bisa saya sampaikan!.. Turnamen antar akademi akan diadakan dalam tiga hari lagi! saat turnamen antar akademi dilaksanakan, akademi akan diistirahatkan hingga turnamen antar akademi selesai! nikmatilah hari istirahat kalian!" Ucap Haxor yang membuat para murid sangat bersemangat saat mendengarnya.


"Hore!!!!!!!!!!" Para murid bersorak senang dikarenakan mereka akan libur semenjak turnamen antar akademi di mulai, dan ada juga murid yang berencana ikut untuk menonton turnamen antar akademi demi meningkatkan kemampuan mereka"


Siyon dan Raft pun terlihat sedikit gugup karena guild Eternal Fire akan menanggung beban yang semakin berat, mereka tidak tau lagi resiko apa yang akan di terima jika mereka sampai kalah.


Sementara itu, Veliona terlihat sangat tenang sembari menatap langit yang cerah, banyak pandangan murid murid ke Veliona dan merasa sangat kagum dengan kecantikannya.


Bahkan Veliona sudah seperti bidadari saat rambutnya yang terurai di tiup oleh angin sepoi sepoi.


...-Time Skip-...


Seluruh anggota guild Eternal Fire pun berkumpul di ruangan Siyon dan membicarakan tentang bagaimana cara mereka mengatasi turnamen antar akademi kali ini.


Guild Eternal Fire sekarang terdiri dari 15 orang yaitu


-Veliona


-Uika


-Rara


-Yuuiki


-Ayani


-Lyn


-Fallen


-Rily


-Sayu


-Elia


-Siyon


-Rio


-Raft


-Endo


-Kiguno


Anggota guild semakin bertambah semenjak kedatangan Rily dan Sayu.


Rily, Sayu juga bergabung ke guild Eternal Fire, tidak hanya mereka, Elia si naga putih dan Kiguno sosok pria yang bersamanya pada saat itu juga ikut bergabung ke guild Eternal Fire, tujuan mereka berdua adalah mencari Zen itulah alasan mereka masuk menjadi anggota guild Eternal Fire.


...-Time Skip-...


Malam hari pun tiba, Zen terlihat sedang tiduran di sofa dan melamun memikirkan tentang sihir yang menempel pada otak gadis itu, Zen ingin menyelamatkannya tetapi ia yakin jika ia pasti susah untuk mendekati gadis itu.


Didalam lamunan yang tak ada ujungnya Zen pun tertidur, saat ia tertidur ia pun kembali melihat hal aneh, ia samar samar melihat seorang gadis berambut merah dengan api membara sedang bertarung mati matian melawan sosok misterius dengan mata merah darah.


Akhir akhir ini Zen terus bermimpi hal hal aneh yang terkadang membuatnya terus berfikir ada apa dengan dirinya, mimpi mimpi aneh yang seakan akan nyata tetapi tidak dapat di jelaskan dengan cara apapun.


...~Bersambung~...