The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 62 : Right Hand Demon King Number 1



(Booommmmmm!!!!!!!!!!!!)


"Zen!!! Veliona!!!" Teriak Siyon panik dari kejauhan.


"Penghianat.. harus segera.. di musnahkan!.." Kesal Iblis itu.


Iblis itu berjalan dengan perlahan mendekati kabut asap dari ledakan dasyat barusan.


Saat kabut asap memudar, Veliona dan Yujin ternyata selamat dari serangan Iblis itu.


"Veliona!!" Teriak Siyon khawatir dari kejauhan.


Saat Iblis itu sedang berjalan ke arah Veliona, tiba tiba sebuah tombak langsung mengarah ke Iblis itu dari atas langit.


(Swof!!!)


(Bom!!)


Tetapi Iblis itu berhasil menghindari tombak itu, tiba tiba Zen mendarat dari atas langit dan langsung mengambil tombak itu.


(Slash slash slash!! slash!!)


Zen menyerang Iblis itu dengan cepat, tetapi Iblis itu dapat menghindari semua serangan Zen dengan mudah yang membuat Zen bertanya tanya.


"Apa apaan ini?! cepat sekali gerakannya!!" Gumam Zen.


Iblis itu kembali menyakar Zen tetapi Zen menghindari cakaran Iblis itu dan langsung menjauhi Iblis itu.


Saat sudah menjauhi Iblis itu, tiba tiba wajah Zen sedikit tergores.


"Padahal aku sudah menghindari serangannya" Gumam Zen.


...-Disisi lain-...


Yujin seketika menjadi sangat panik dan ketakutan melihat kekuatan Iblis itu.


"Apa apaan dia!!? apa dia Iblis?!!??!!!" Gumam Yujin.


"Aku tidak pernah bertemu dengan Iblis seperti ini!!! Dia pasti raja Iblis!!!" Gumam Yujin.


Tiba tiba Iblis itu mengatakan "Berisik... Aku bukanlah raja Iblis.. kau benar benar sangat berisik sekali!!... kau Yujin adik dari Genko kan.." Seru Iblis itu dengan suara yang berat dan sangat mengancam.


"Apa yang terjadi!!!?!?!, dia membaca pikiranku!!!?!????" Gumam Yujin sangat panik.


"Berisiknya!.. sama seperti kakakmu yang sangat berisik!.. seorang pahlawan yang mati di tangan raja Iblis.. benar benar bodoh sekali kakakmu!.." Seru Iblis itu.


"Si.. Siapa kau!!!!??, mau apa kau kesini!!!?!!!???" Teriak Yujin panik.


"Aku kesini.. untuk membunuhmu.. Yujin!.." Seru Iblis itu.


Seketika Yujin merasa sangat ketakutan karena nada suara dan aura Iblis itu yang sangat mengancam.


"Siapa kau?" Tanya Zen.


"Aku adalah tangan kanan raja Iblis... Kenma.. tangan kanan raja Iblis pertama!!...." Seru Iblis itu.


Tiba tiba permukaan di bawah Yujin langsung mengeluarkan duri hitam yang sangat tajam dan menusuk tangannya.


"Aahh!!!!!!!!!!!!" Teriak Yujin kesakitan.


Zen yang mendengar teriakan Yujin langsung menyerang Kenma dengan brutal.


(Slash! slash! slash! slash!! slash!!!)


Tetapi Kenma kembali menghindari serangan Zen dan membalas serangan Zen.


"Teknik kegelapan.." Sebuah bola hitam muncul di tangan Kenma.


Zen yang memiliki firasat buruk langsung menghindar dari bola hitam itu.


Disaat yang bersamaan bola hitam itu mengeluarkan laser hitam yang sangat besar.


(Nging!!!)


(Boooommmmm!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)


Ledakan dasyat kembali terjadi, beberapa kelas di akademi hancur total akibat serangan Kenma.


"Fire!!!" Zen menciptakan bola api yang sangat besar di tangannya dan langsung menyerang Kenma.


Di saat yang bersamaan, Kenma menahan serangan Zen menggunakan tangannya yang membuat Zen sangat terkejut.


"Dia menahannya dengan tangan kosong!?!" Panik Zen.


Kenma pun tersenyum dan menciptakan sebuah portal tepat di tangannya yang menahan serangan Zen.


Tiba tiba serangan Zen menembus ke portal yang berada di belakang Veliona dan Yujin.


Zen yang mengetahuinya langsung menggenggam tangannya yang membuat bola api itu menghilang sebelum mengenai Veliona.


"Teknik kegelapan.." Kenma pun menciptakan gelombang gelombang sihir kegelapan dan langsung menyerang Zen.


"Fire ball!!" Zen kembali menciptakan bola api yang sangat besar di tangannya dan menghantam bola gelombang di tangan Kenma.


(Bom!!!!!!!!)


Betrokan kedua sihir itu menciptakan angin dasyat yang membuat Veliona dan semua murid lainnya terpelanting akibat angin dasyat itu.


Tetapi serangan Zen tidak sekuat serangan Kenma yang membuatnya harus terpelanting dan menerima banyak luka goresan di tangan kanannya.


"Agh!.. jika begini terus aku tidak akan bisa mengalahkannya!!" Gumam Zen kesal.


Zen pun menghentikan dirinya, rambut dan pupil matanya seketika berubah menjadi warna putih dan merah.


(Swof!!)


(Slash!!!)


(Ting!!!)


Zen kembali terkejut karena kedua pedangnya berhasil di tangkis oleh Kenma menggunakan kukunya yang sangat tajam dan panjang.


"Sial!!!! kecepatanku kurang!!!" Gumam Zen.


Kenma pun menggunakan tangan kirinya untuk mencakar Zen.


(Tst!..)


(Swof!!!)


(Ting!!!!!)


Tiba tiba Siyon muncul dan menahan serangan Kenma.


"Terima kasih Siyon!" Ucap Zen.


Tiba tiba muncul duri yang sangat banyak dari permukaan, tetapi Zen menyadarinya dan langsung menarik Siyon dan menendang Kenma dengan kuat yang membuat mereka melayang ke belakang.


Mereka pun berhasil selamat dari serangan Kenma.


"Terima kasih Zen!" Ucap Siyon.


"Jangan lengah, dia masih akan menyerang!" Ucap Zen.


Kenma pun sedikit tertawa yang membuat Zen dan Siyon kebingungan.


"Aku sudah memutuskannya... Aku akan menghancurkan akademi ini!!" Seru Kenma dengan nada suara yang berat dan sangat menakutkan.


"Aura!" Seketika Aura milik Kenma langsung menyambar semua orang di akademi.


Yujin, Sayu, Rily, dan para murid lainnya seketika pingsan kecuali Zen, Siyon, Veliona, dan Rara.


"Agh!!!!, apa apaan ini!!?!" Gumam Siyon karena merasakan tekanan yang luar biasa.


"Tekanan macam apa ini?!?" Gumam Zen.


"Hahaha!... hebat.. kalian bisa bertahan dari itu.. hebat sekali..." Ucap Kenma.


Zen yang menyadari sesuatu langsung menendang Siyon dengan kuat yang membuat Siyon terpelanting cukup jauh.


Tiba tiba banyak duri yang muncul dari permukaan yang langsung menusuk Zen.


(Srk!!!)


"Agh!!!!" Zen pun terkena serangan telak dari Kenma dan ia pun sekarat akibat serangan Kenma.


...-Disisi lain-...


Siyon pun bangun dan terkejut saat melihat Zen yang terluka parah akibat serangan Kenma.


"Zen!!!!" Teriak Siyon.


Veliona terlihat kesulitan tetapi ia berhasil menahan diri agar tidak pingsan, saat ia melihat Zen, ia sangat terkejut melihat Zen yang terluka parah tepat di depannya.


"Zen!!!" Gumam Veliona panik.


"Aku harus menyelamatkan Zen!!" Gumam Veliona sembari berusaha bangun tetapi tubuhnya tidak menuruti keinginannya.


"Bangun!!!!!" Gumam Veliona kembali berusaha untuk bangun.


...-Disisi lain-...


Kenma pun berjalan mendekati Zen yang sudah sekarat dan berniat membunuhnya.


"Zen!!!" Teriak Siyon.


"Berhenti kau sialan!!" Kesal Siyon.


(Tst!!)


(Swof!!!)


(Slash!!!!)


Siyon mengayunkan katana miliknya tetapi Kenma menahan serangan Siyon dengan mudah.


"Agh!!!!!!!!!" Kenma memukul perut Siyon dengan sangat kuat yang membuatnya terpelanting sangat jauh.


"Siyon!!!!" Teriak Rara.


Kenma kembali berjalan mendekati Zen sembari mengucapkan "Penghianat harus segera di musnahkan.."


"Apa aku akan mati?..." Gumam Zen.


"Aku sudah berjuang keras selama ini?.. apa perjuanganku sia sia?... apa aku akan mati?..." Gumam Zen.


"Agh... Sial.. mataku mulai tertutup sendiri..." Zen pun tak sadarkan diri.


"Zen!!!...." Saat Zen sedang pingsan tiba tiba ia mendengar suara teriakan Veliona.


"Zen!!!!!!" Teriak Veliona dengan keras dan sangat panik.


Tiba tiba Zen bangun dan langsung menatap Kenma.


"Aku tidak akan mati di sini!!!!" Gumam Zen.


Matanya pun mulai berubah, pupil matanya yang awalnya merah kembali menghitam dan bagian putih di matanya pun berubah menjadi warna merah.


(Krk!!)


(Tcs!!)


Duri yang menancap di tubuh Zen seketika hancur dan tiba tiba Zen menghilang dan kembali muncul tepat di depan mata Kenma yang membuatnya sedikit terkejut.


(Slash!!)


Zen pun menebas Kenma menggunakan tombaknya, tetapi Kenma masih berhasil menghindari serangan Zen.


Tak di duga Kenma menerima sedikit luka gores di tubuhnya yang membuat Kenma sedikit terkejut.


"Dia berhasil melukaiku... apa yang terjadi?" Bingung Kenma.


Kenma menatap Zen, luka luka di tubuh Zen sudah pulih total dalam sekejap.


Zen menghilangkan tombaknya dan menciptakan kedua pedangnya.


Zen pun berlari ke arah Kenma dan menyerangnya.


(Slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash!!!)


Kenma terus menghindar, tetapi ia masih menerima beberapa luka dari serangan Zen.


"Fire!!" Zen~


(Slash!!!)


Tangan Kenma sedikit terkoyak dan terbakar akibat serangan Zen.


Kenma pun langsung menjauh dari Zen.


"Kekuatannya meningkat dalam waktu dekat.. hebat sekali.." Gumam Kenma.


Api di tangan Kenma seketika menghilang dan semua luka yang di terimanya seketika sembuh.


"Seperti yang Kidra katakan.. anak ini pasti anak yang di ramalkan.." Gumam Kenma


"Anak ini.. benar benar menarik sekali!.. dia bisa membuatku.. sangat bersemangat seperti ini!!..." Gumam Kenma sembari tersenyum.


...~Bersambung~...