
"Lightning!" Siyon pun menebas Iblis tersebut dengan cepat, tetapi Iblis itu dapat menghindari serangan Siyon.
"Benar benar menarik!!" Gumam Iblis itu.
Iblis tersebut tiba tiba muncul di belakang Siyon dan menendangnya dengan kuat, Siyon dengan reflek langsung menangkis tendangan Iblis itu menggunakan katana miliknya.
(Broke!!)
Tidak di sangka katana milik Siyon hancur akibat tendangan Iblis tersebut yang sangat kuat.
Siyon pun terpental cukup jauh akibat tendangan Iblis itu.
"Siyon!!" Teriak Rias.
"Iblis sialan!!" Seru Rias.
"Shark!" Sebuah lingkaran sihir pun muncul di depan Rias dan menciptakan Hiu air yang sangat besar dan menyerang Iblis itu.
"Oi! oi!! sangat menyenangkan!!!" Teriak Iblis tersebut kegirangan.
"Sword!" Pedang Iblis itu tiba tiba menjadi sangat panjang dan menyerang.
(Slash!)
Ia pun menebas Hiu air itu dengan sangat mudah.
"Mati kalian!!!" Seru Iblis.
(Slash!!)
Iblis itu pun menyerang Rias dengan pedangnya yang sangat panjang
"Water protection!" Rias menciptakan tembok air yang sangat tebal untuk melindungi dirinya.
(Slash!)
Iblis tersebut tersenyum sembari mengucapkan "Bodohnya, air tetaplah air bodoh!" Seru Iblis itu.
"Celaka!" Gumam Rias yang tidak menduga Iblis itu dapat menebas perlindungannya.
(Slash!!)
(Ting!!!!)
"Ho.." Iblis itu pun melihat Veliona dengan tatapan tajam dan auranya seketika menjadi sangat besar.
"Aku akan membunuhmu sialan!" Seru Iblis tersebut yang tiba tiba menjadi sangat serius.
(Slash slash! slash! slash!!)
(Ting!! ting! ting!! ting!!)
Iblis tersebut terus menyerang Veliona menggunakan pedangnya, tetapi Veliona dapat menangkis semua serangan itu dengan sabitnya.
(Ting!! ting!! ting!! ting!!)
"Red rose!" Iblis tersebut pun terluka karena pola serangan Veliona yang mendadak berubah yang membuat ia menerima cukup banyak luka di tubuhnya.
"Sialan!" Kesal Iblis tersebut
"Ground grip!" Tanah yang berbentuk tangan tiba tiba muncul di permukaan Iblis itu dan langsung menggenggam dirinya.
"Siyon!" Teriak Rio.
"Teknik katana"
"Tebasan petir melintang!-"
(Slash!!!)
"Thunder straight slash!"
(Thar!!)
"Agh!!!" Iblis itu pun terkena serangan telak dari Siyon dan Iblis itu pun pingsan.
"Apa kita sudah menang?" Bingung Rio.
"Ha!!!!!!" Tiba tiba Iblis tersebut berteriak sangat kencang bersamaan dengan munculnya sayap miliknya, Aura kuatnya langsung menyambar Veliona dan yang lainnya.
Rio dan yang lainnya pun pingsan dan hanya tersisa Veliona, Siyon, dan Rias, tetapi mereka juga sudah sangat tertekan dan ketakutan karena Aura Iblis itu yang sangat menakutkan.
Genggaman tanah yang menahan Iblis itu pun hancur dan Iblis itu langsung terbang ke arah Veliona dan yang lainnya.
"Matilah kau bocah!!!!" Seru Iblis itu, Iblis itu pun menyerang mereka bertiga dengan pedangnya yang sangat panjang.
(Slash!!)
(Ting!!!!!!!)
Tiba tiba Ayani muncul dan menahan serangan Iblis itu dengan pedang miliknya.
"Mati saja kalian dasar serangga pengganggu!!" Seru Iblis itu.
Tiba tiba Iblis itu di tendang Rias dan terpelanting keluar dari ruangan latihan.
"Amarahku sudah sangat memuncak!!" Seru Iblis itu.
Iblis itu tiba tiba muncul tepat di depan Rias dan Ayani, ia kembali mengayunkan pedangnya.
(Ting!!)
Ayani kembali menangkis serangan Iblis itu.
"C'A sword" Rias tiba tiba muncul di belakang Iblis itu dan menyerangnya, tetapi Iblis itu menendang Rias dengan sangat cepat yang membuat Rias terpelanting sangat jauh hingga keluar dari ruangan latihan.
"Rias!!, beraninya kau!!!" Seru Ayani
"Fire!" Pedang Ayani pun terbakar dan ia menyerang Iblis itu dengan brutal.
(Slash slash slash! slash! slash! slash!! slash!!!!)
Iblis itu pun terus menghindari serangan Ayani, tetapi karena pedang Ayani terbakar oleh api, Iblis itu sedikit terkena percikan api yang cukup panas.
Ayani pun menancapkan pedangnya di tanah.
"Burning!" Tiba tiba permukaan di sekitaran pedang Ayani menciptakan api dan langsung menyambar ke arah Iblis itu.
"Aegis!"
Ayani pun terkena ledakan dari jebakan Iblis itu dan seketika pingsan.
"Ayani!!!" Teriak Veliona.
Tiba tiba Iblis itu muncul dihadapan Veliona dan menendang wajahnya.
(Kick!!)
Veliona pun terjatuh kesakitan, tetapi Iblis itu kembali menendang tubuh Veliona berkali kali
(Kick! kick! kick!!)
"Dasar sampah!" Ucap Iblis itu.
Iblis itu pun mencekik Veliona dan melemparnya ke luar ruangan latihan.
"Uhk!" Veliona pun terkapar lemas dan sedikit memuntahkan darah dari mulutnya
Iblis itu kembali berjalan mendekati Veliona sembari membawa pedangnya yang sangat panjang.
"Earth wall!!" Tiba tiba muncul dinding tanah yang menghalangi Iblis itu, Iblis itu pun menoleh kebelakang dan melihat Rio yang sudah sadar dari pingsannya.
(Swof!!)
Tiba tiba Iblis itu muncul tepat di depan Rio dan menginjak tubuhnya dengan kuat.
"Aghh!!!!!" Rio pun terkapar lemas dan tidak bisa melawan karena perbedaan kekuatan.
"Sebaiknya kau mati saja serangga!" Seru Iblis itu sembari menendang Rio dengan sangat kuat Rio pun terpelanting akibat tendangan Iblis itu yang sangat kuat.
"Kalian semua terlalu lemah untuk membunuhku, menyesallah telah karena sudah terlahir di dunia ini!" Ucap Iblis itu.
Iblis tersebut pun berbalik arah dan sedikit terkejut karena dinding tanah milik Rio yang masih bertahan, ia pun kembali melihat ke arah Rio.
Ternyata Rio sudah pingsan, tetapi Iblis itu kebingungan kenapa dinding itu masih ada.
Iblis itu pun melempar pedangnya ke arah dinding itu yang membuat dinding tanah milik Rio seketika hancur.
Iblis tersebut kembali berjalan ke arah Veliona dan menatap Veliona dengan sinis.
(Tek!. Tek!. Tek!. Tek!.)
"Dasar manusia lemah" Ucap Iblis tersebut.
Iblis itu pun berdiri tepat di hadapan Veliona dan menatapnya dengan sinis.
Veliona yang sudah sekarat pun menatap Iblis itu yang membuat Iblis itu sangat kesal.
"Jangan menatapku seperti itu dasar serangga!" Seru Iblis itu.
"Black ball!" Sebuah bola berwarna hitam dengan energi sihir yang kuat muncul di tangan Iblis itu dan perlahan semakin membesar.
"Matilah dasar sialan!" Bola hitam tersebut pun semakin membesar.
...-Disisi lain-...
Ketua Osis bersama Rangga sensei pun langsung berlari ke arah ruangan latihan karena ia menyadari terjadi pertarungan di sana
"Semoga mereka baik baik saja" Gumam ketua Osis.
"Sudah berapa lama pertarungan itu terjadi?" Ucap Rangga sensei bertanya kepada ketua osis.
"Kemungkinan sudah cukup lama, maaf saya juga baru pulang dari misi, saya juga kurang tau sensei" Ucap ketua Osis
"Bertahanlah murid muridku!" Gumam Rangga sensei sembari mempercepat larinya.
...-Disisi lain-...
"Matilah!!" Seru Iblis tersebut sembari menyerang Veliona dengan bola hitam yang sangat besar.
(Slash!)
Bola hitam itu pun terbelah menjadi dua dan dimakan oleh dua portal dimensi.
(Grk!!)
"Oi oi!! menarik sekali kau berniat mengambil mangsaku?!!" Seru sesosok Iblis sembari menggenggam kepala Iblis yang berniat membunuh Veliona.
Veliona pun mendengar suara yang sangat familiar di telinganya, ia pun melihat ke arah Iblis itu dengan pandangan yang pudar dan terkejut.
"Kak Rui?!!" Gumam Veliona terkejut dan tidak percaya.
"Ke.. kenapa dia.. bisa di sini?!" Gumam Iblis itu kebingungan.
"Kenapa aku bisa di sini? Ahahaha!! kau mau tau kenapa?? karena aku dari tadi memantaumu yang bertindak seenaknya saja dan berniat mengambil mangsaku!" Seru Rui.
"Agh!!!! ahh!!!!" Kepala Iblis itu pun di genggam Rui dengan sangat kuat yang membuatnya sangat kesakitan
"Oi bocah, apa kau tau? Kidra pernah mengatakan, pertarungan antar Iblis tidak ada gunanya karena Iblis dapat beregenerasi dengan mudah, ya kan?"
Iblis itu pun terkejut karena Rui berani menyebut nama Kidra dengan sangat santai dan terlebih lagi tebakan Rui benar, karena Kidra pernah mengucapkan itu kepada dirinya saat sedang berduaan, karena Iblis tersebut adalah anak angkat Kidra.
"Sudah cukup terkejutnya?, pasti kau bertanya tanya kenapa aku berani menyebut nama ayahmu bukan?" Ucap Rui.
Rui pun menciptakan sebuah portal dan mengambil sesuatu yang membuat Iblis itu sangat terkejut dan Rui kembali memasukkannya kedalam portal.
"Sekarang kau sudah mengerti kan bocah bodoh?!" Seru Rui.
"Ahahaha tapi sudah terlambat buatmu untuk menyesal, berani beraninya kau merebut mangsaku, ayahmu saja, tidak maksudku, Raja Iblis saja ku hajar saat ia berniat membunuh mangsaku!!" Seru Rui sembari tersenyum.
"Fire" Iblis itu pun seketika menangis ketakutan karena Rui, tiba tiba kepala Iblis itu hancur di genggam Rui dan terbakar hingga lenyap.
Veliona pun syok melihat kakaknya.
Rui pun menatap Veliona dengan tatapan tajam dan tersenyum bengis.
Di saat yang bersamaan ketua Osis dan Rangga sensei tiba di tempat dan terkejut melihat dan merasakan Aura Rui yang sangat kuat.
"Apa apaan ini?!" Ucap ketua Osis kebingungan.
"Dia adalah Iblis tingkat atas" Jelas Rangga sensei sembari menciptakan pedang miliknya.
"Ahahaha! kalian tidak akan bisa membunuhku jika hanya berdua ahahaha!!" Ucap Rui sembari tertawa.
"Ahahahaah!!" Tiba tiba Aura Rui pun menyambar satu akademi Arsenal, seluruh murid di akademi pun pingsan karena merasakan Aura mematikan milik Rui, di saat yang bersamaan, Pemimpin akademi merasa ada yang tidak beres dan langsung keluar dari ruangannya
...~Bersambung~...