The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 84 : Pure Blood Curse



Zen terus berjalan ke arah utara, ia pun melewati berbagai rintangan yang sulit, tetapi bagi Zen, rintangan itu sangat mudah, karena ia sudah menjalani latihan yang lebih sulit dari rintangan yang ia lewati.


...-Disisi lain-...


Veliona pun terbangun di tempat yang sangat gelap, ia terbangun tepat di pangkuan seseorang.


"Dimana ini?..." Ucap lemas Veliona sembari perlahan bangun dari tidurnya.


"Kamu sudah sadar?" Tanya seorang gadis yang memangku Veliona.


Veliona pun terkejut mendengar suara gadis yang terasa familiar di telinganya, ia pun melihat gadis yang sedang memangkunya, dan ternyata gadis itu adalah Vampire berdarah murni yang sempat ia temui sebelumnya.


"Kenapa aku bisa di sini?" Tanya Veliona.


Gadis itu pun menjawab "Kamu hanya tidak sadarkan diri setelah menggunakan kekuatan Vampire" Jelas gadis itu.


"Begitu ya.." Ucap Veliona memahami situasi.


"Hei, Veliona apakah kamu bisa bangun sebentar?" Tanya gadis itu.


Veliona pun menuruti permintaan gadis itu, dan tiba tiba gadis itu menampar Veliona yang membuatnya terkejut.


"Bodoh!, seharusnya kamu tidak menggunakan kekuatan Vampire di saat umurmu belum mencukupi!!" Serunya.


Veliona pun terdiam tak bisa melontarkan sepatah kata pun, ia merasa tidak salah, tetapi nalurinya sangat takut yang membuatnya gugup untuk melawan gadis itu.


"Aku tidak bisa berbicara, apa yang terjadi, padahal aku sudah mencoba untuk melawan tetapi mulutku tidak ingin mematuhi keinginanku!" Gumam Veliona.


"Bodoh! Bodoh! Bodoh!, kamu melakukan hal yang sangat salah Veliona!!" Seru gadis itu.


Veliona pun termenung dengan apa yang di ucapkan oleh gadis itu, ia memikirkan apa yang telah ia lakukan sampai sampai membuatnya marah.


Veliona yang pun langsung sujud di depan gadis itu tanpa mengucapkan apapun yang membuatnya terkejut.


Saat melihat Veliona sujud, ia pun baru sadar, jika ia secara tidak sengaja membungkam naluri Veliona agar tidak dapat melawannya.


Gadis itu pun menenangkan dirinya sejenak, di saat yang bersamaan Veliona pun akhirnya bisa berbicara, nalurinya sudah tidak mendeteksi bahaya sedikitpun.


Veliona yang sudah bisa berbicara pun spontan bertanya "Maaf, jika boleh tau, apakah aku membuat kesalahan yang sangat fatal?" Tanya Veliona.


Gadis itu pun menganggukkan kepalanya dan mengucapkan "Sangat fatal" Jelasnya.


"Jika kamu menggunakan kekuatan Vampir saat darah Vampir mu belum menjadi darah Vampir murni, kutukan akan haus darahmu akan di semakin kuat, dan di saat kamu akan menjadi Vampir murni, kamu akan kehilangan kendali dirimu, karena hasrat haus darah akan menguasaimu" Jelasnya.


Veliona yang mendengarnya pun sangat terkejut.


"Apakah tidak ada cara untuk mengatasi kutukan itu?" Tanya Veliona.


"Tidak ada" Jelas gadis itu yang membuat Veliona sedikit syok.


"Apa yang harusku lakukan sekarang..." Gumam Veliona sedikit pasrah.


Gadis itu pun tiba tiba memeluk Veliona dan mengucapkan "Gigitlah aku Veliona" Ucapnya.


Veliona yang mendengarnya pun sangat terkejut dan kebingungan.


"Tunggu dulu, apa maksudmu?" Tanya Veliona.


"Hisaplah darahku sebanyaknya, jika tidak kamu akan di kuasai oleh hasrat haus darahmu suatu saat nanti, ini cuma menurutku saja, aku adalah Vampir murni, mungkin jika kamu meminum darahku, kutukan yang menimpamu akan hilang" Ucapnya.


Veliona pun kembali kebingungan dan kembali bertanya "Tapi, apakah aku harus menghisap darahmu?" Tanya Veliona.


"Apa aku tidak bisa mengisap darah orang lain?" Tanya Veliona.


Gadis itu pun kembali bertanya kepada Veliona "Apakah kamu rela menghisap darah teman temanmu?, jika kamu rela, aku tidak masalah, terlebih lagi, belum tentu kamu bisa menguasai hasrat akan haus darahmu nantinya" Jelas Gadis itu.


Veliona pun terdiam tidak bisa melontarkan sepatah kata pun dari mulutnya.


Gadis itu pun menarik kepala Veliona ke lehernya.


Seketika Veliona pun merasakan jantungnya yang berdetak kencang, penglihatannya pun perlahan memerah dan tertuju tepat pada satu titik di leher gadis itu.


"Tunggu apa ini?, apa yang terjadi?! kenapa penglihatanku menjadi seperti ini?? dan juga perasaan aneh apa ini?!" Gumam Veliona kebingungan.


"Gigitlah, Veliona" Ucap gadis itu tepat di telinga Veliona.


(Dug dug!)


Veliona pun perlahan mendekati leher gadis itu.


"Maaf Veliona, sebenarnya aku bukan memberi solusi, justru aku memanfaatkan kutukanmu untuk meningkatkan kekuatanmu, maafkan aku Veliona" Gumamnya.


Veliona pun mulai menggigit leher gadis itu.


"Agh!.." Gadis itu pun sedikit kesakitan karena Veliona sedikit kasar menggigit lehernya.


"Enak.. apa ini???, dan juga aneh, perasaan apa ini, aku ingin lebih, aku ingin terus menghisapnya.." Gumam Veliona yang perlahan kehilangan jati dirinya.


"Enak... aku mau lagi!.." Gumam Veliona.


Perlahan mata Vampir milik Veliona pun mulai muncul, mata yang berkilau dan berwarna merah serta aura vampirnya yang meningkat pesat.


"Tunggu dulu, Veliona kamu menghisapnya terlalu banyak.." Gumam gadis itu.


Gadis itu pun perlahan mulai lemas karena Veliona kembali membangkitkan nafsu dan hasrat haus darahnya.


Gadis itu pun melemaskan tubuhnya, tetapi Veliona tidak membiarkannya, Veliona menarik dan memeluk gadis itu dengan erat, Veliona terus menikmati darah gadis itu.


"Veliona..." Gadis itu pun perlahan bangun dan taring vampirnya pun muncul.


Gadis itu pun mendorong Veliona yang membuat Veliona seketika terjatuh di permukaan, gadis itu langsung menahan kedua tangan dan kaki Veliona.


Perlahan gadis itu pun mendekati leher Veliona dan berniat menggigitnya.


Tetapi saat ia akan menggigitnya, ia kembali sadar dan melepaskan Veliona.


"Aku tidak boleh melakukannya" Gumam gadis itu.


Tiba tiba Veliona kembali mendorong gadis itu dan berniat menggigitnya, gadis itu pun hanya pasrah karena Veliona sudah tidak dapat menahan hasratnya.


"Setelah ini, tahanlah dirimu. Veliona.." Ucap gadis itu.


Veliona yang kehilangan akalnya pun kembali menggigit gadis itu, ia kembali menghisap darah gadis itu.


"Dia tidak hanya menghisap darahku, dia menghisap darah dan 'Mana' milikku dengan sangat ganas"


"Veliona, kamu pasti akan lebih kuat dariku" Gumamnya


Tiba tiba Veliona pun berhenti menghisap darah gadis itu yang membuatnya sedikit terkejut.


"Tidak boleh begini..." Veliona pun perlahan bangun.


"Jika aku begini terus, aku bisa melukai teman temanku, dan pasti Zen akan membenciku" Ucap Veliona sedikit menangis.


Gadis itu pun sangat terkejut melihat Veliona yang dapat menahan hasrat haus darahnya.


Perlahan wujud vampir Veliona pun mulai menghilang.


Gadis itu pun memeluk Veliona yang membuat Veliona seketika menangis.


"Aku tau penderitaanmu Veliona, kamu selalu kesepiankan semenjak meminum darah vampir murni" Ucap gadis itu.


Veliona pun terus menangis dan memeluk erat gadis itu.


...-Time skip-...


Veliona pun terbangun dari tidurnya, dan ternyata ia berada di dalam kamarnya.


"Veliona?!" Ucap Siyon.


Yuuiki dan yang lainnya pun langsung menghampiri Siyon saat mendengar ucapannya.


"Kamu sudah sadar Veliona?" Tanya Yuuiki.


Veliona pun hanya terdiam dan sedikit menangis.


Yuuiki dan yang lainnya pun terkejut melihat Veliona yang tiba tiba menangis.


"Veliona?" Bingung Yuuiki.


...-Disisi lain-...


Zen yang terus berjalan ke utara pun akhirnya sampai di sebuah hutan yang sangat indah.


"Cantik sekali" Gumam Zen takjub melihat tempat itu.


Tiba tiba dedaunan berwarna hijau mulai berjatuhan.


Zen pun terus berjalan menelusuri hutan, saat ia akan masuk lebih dalam, tiba tiba dedaunan yang berjatuhan berkumpul menjadi satu dan dedaunan itu pun mulai membentuk wujud seperti manusia.


Zen pun berhenti sejenak melihat dedaunan itu yang perlahan menyerupai sesosok manusia.


"Sepertinya aku akan mendapatkan masalah baru" Gumam Zen.


"Selamat datang..." Ucap seorang gadis dengan sangat sopan.


"Huh?" Zen yang mendengarnya pun seketika kebingungan.


"Tunggu dulu! jangan jangan hutan ini?!" Zen pun sangat terkejut karena ia baru tau jika hutan itu adalah hutan agung.


...~Bersambung~...