
Zen pun menatap ke semua orang yang berada di bawahnya
Sayu dan Rily pun mendekati Zen, mereka terkejut saat melihat para penduduk yang berada di bawah mereka menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Sepertinya kamu benar Zen" Ucap Rily.
"Kalian berdua lebih baik bersembunyi" Ucap Zen.
"Kenapa gitu kak?? kami juga bisa membantu kakak untuk mengalahkan mereka" Ucap Sayu.
Zen pun mengucapkan "Ini bukan pertarungan" Sembari menatap para penduduk dengan tatapan tajam.
"Ini adalah pembunuhan" Ucap Zen dengan nada suara yang menyeramkan.
Tiba tiba seseorang pun melempar kapak ke arah Sayu yang membuat sayu terkejut.
(Ting!!!)
Kapak itu berhasil di hentikan oleh Zen, Zen pun mengambil kapak itu dan melemparnya ke penduduk yang berada di bawahnya.
(Swof!!!)
(Srk!!!)
Kapak itu pun langsung menancap di kepala seorang penduduk yang membuatnya langsung tewas, tetapi penduduk lainnya tidak peduli dan langsung menyerbu Zen.
Para penduduk itu pun langsung melempar Zen dengan berbagai senjata mulai dari pisau sampai pedang.
Zen langsung menarik Sayu dan Rily, dan ia melompat tinggi ke langit.
Tiba tiba sebuah anak panah pun mengarah ke Zen, tetapi Zen berhasil menghindari anak panah itu.
"Wind!" Tiba tiba anak panah itu berbalik arah dan kembali mengarah ke Zen.
"Kak Zen awas!" Teriak Sayu.
Zen berhasil menghindar tetapi anak panah itu kembali terbang ke arahnya, ia pun menerima luka goresan di kepalanya.
"Tembak dia!!" Teriak seseorang dari bawah.
Semua pemanah pun menembak Zen dengan anak panah yang tajam.
"Wind!!" Sayu~
Sayu pun panik dan baru ingat, ia masih memiliki gelang penyangkal sihir di tangannya.
Ratusan anak panah pun mengarah ke mereka bertiga dengan cepat dan tepat.
"Wind!" Tiba tiba semua anak panah itu pun terpelanting tertiup angin dan beberapa anak panah kembali menyerang ke arah penduduk yang membuat beberapa penduduk pun terkena anak panah itu.
Sayu dan Rily pun terkejut, perlahan rambut dan pupil mata Zen pun mulai berubah menjadi putih dan merah.
"Eh??" Rily dan Sayu terkejut karena Zen melempar mereka ke atas.
"Fire ball!" Zen pun menciptakan dua bola api yang besar di kedua tangannya.
Para penduduk kembali melempar senjata dan menembak Zen dengan anak panah yang tajam.
Zen pun melempar kedua bola api di tangannya ke arah para penduduk, semua senjata dan anak panah itu pun terbakar habis akibat bola api itu.
Bola api itu pun membakar para penduduk di bawah.
"Ahh!!!!" Teriak para penduduk kesakitan.
Sayu dan Rily pun terkejut melihat Zen yang dengan tega membunuh para penduduk itu.
Zen pun kembali menangkap Sayu dan Rily, mereka pun mendarat ke permukaan.
Zen pun mengambil dua belatinya dan berlari ke arah para penduduk dengan kedua belatinya.
"Ice!" Dinding es yang tebal pun melindungi Sayu dan Rily.
"Zen!!" Teriak Rily khawatir.
Ratusan penduduk itu pun serentak menyerang Zen.
"Tembak!!" Perintah seseorang.
Ratusan anak panah pun mengarah ke Zen, tidak hanya anak panah, ratusan penduduk pun sudah siap menyerang Zen dengan senjata senjata mereka.
(Ting! ting! ting! ting! ting!! ting! ting! ting! ting! ting! ting! ting!! ting! ting! ting! ting! ting! ting! ting! ting!! ting! ting! ting!! ting! ting! ting! ting!! ting! ting! ting! ting! ting!!)
Zen menepis puluhan hingga ratusan anak panah dengan kedua belati miliknya.
"Bunuh dia!!!!" Seru penduduk lainnya.
"Ha!!!!" Ratusan penduduk itu pun berlari ke arah Zen dengan senjata senjata mereka.
"Swift!" Zen pun bergerak dengan sangat cepat dan menyerang para penduduk itu dengan brutal.
(Slash! slash! slash! slash! slash! ting!! slash! slash!!)
(Ting ting! slash!! slash!! slash!)
"Fire!" Zen~
(Bom!!!)
"Ah!!!!" Puluhan penduduk pun seketika tewas dengan mudah.
"Wind!!" 10 penduduk pun menggunakan elemen angin yang membuat Zen terpelanting jauh hingga menabrak dinding es miliknya sendiri.
(Bom!!)
"Kakak!/Zen!!" Panik Sayu dan Rily.
"Mataku terasa panas" Gumam Zen dan terus memejamkan matanya.
Dinding es yang awalnya melindungi Sayu dan Rily pun perlahan menghilang.
"Kakak!" Panik Sayu sembari berlari ke arahnya.
"Beri aku waktu, buatlah perlindungan" Ucap Zen.
(Bom!!)
Dinding es milik Zen pun di serang para penduduk menggunakan bola api.
Sayu pun panik karena ia kebingungan harus berbuat apa, tiba tiba Rily mengambil belati milik Zen dan berusaha memotong gelang yang berada di tangannya.
(Bom!!! bom!!!)
Para penduduk terus menyerang perlindungan es milik Zen yang membuatnya perlahan hancur.
...-Disisi lain-...
Zen pun mengingat kata kata ayahnya yang pernah ayahnya ucapkan.
"Zen, suatu hari, kamu akan merasakan panas yang luarbiasa pada kedua matamu, dan itu adalah proses mata sihir, itu akan terjadi saat kamu menjelang dewasa sekitar 12 tahun keatas kamu pasti akan merasakannya" Flashback ingatan Zen.
Panas di mata Zen pun perlahan memudar.
(Bom!!! krk!!)
Perlindungan es Zen pun retak akibat menerima banyak serangan.
"Serang!!!" Teriak para penduduk.
Para penduduk pun langsung menyerbu mereka bertiga
(Tcs!!)
Perlindungan es itu pun hancur di terobos para penduduk yang membuat Sayu dan Rily panik.
"Aku tidak bisa memotongnya!! gelang ini keras sekali!!" Gumam Rily panik.
Zen pun membuka matanya dan melihat para penduduk yang berlarian ke arahnya.
"Inikah mata sihir" Gumam Zen terkagum karena ia melihat gerakan para penduduk yang menjadi lambat.
Zen pun menghilang dan langsung mengambil belati yang ada di tangan Rily yang membuat Rily terkejut karena belati di tangannya tiba tiba hilang.
(Swof!!!)
(Slash! slash!! slash!! slash!! slash!! slash!)
Zen pun membunuh para penduduk yang berdatangan dengan brutal dan ia melempar kedua belati miliknya ke keramaian, belati milik Zen pun menancap di kedua mata salah satu penduduk.
"Ahh!!! mataku!!!!" Teriak salah satu penduduk kesakitan
"C'Sword" Zen menciptakan kedua pedangnya dan kembali menyerang para penduduk itu.
"Teknik dua pedang-" Zen pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya, saat Zen menghembuskan nafasnya, nafas Zen pun berubah menjadi nafas api.
"Twin fire slash!!" Kedua gelombang api yang sangat besar langsung mengarah ke para penduduk.
"Protection!!" Semua penduduk yang tersisa pun menciptakan perlindungan sihir yang sangat kuat.
(Swof!)
(Krk!!! tcs!!!)
Perlindungan para penduduk itu pun hancur yang membuat mereka sangat terkejut.
"Dia Iblis!!!" Gumam seorang penduduk ketakutan dan pasrah karena kekuatan Zen yang melebihi mereka semua.
(Bom!!!!!!!)
Ledakan yang dasyat pun terjadi yang menyebabkan satu kota kecil itu hancur dan terbakar oleh api.
Perlindungan es yang sangat tebal kembali muncul melindungi Sayu dan Rily.
Sayu dan Rily sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, mereka berdua menjadi ketakutan melihat Zen yang dengan tega membunuh seluruh warga di kota itu.
Beberapa saat kemudian, api yang membakar kota itu pun perlahan mengecil dan padam, semua penduduk desa seketika lenyap akibat serangan Zen barusan.
Zen pun duduk dengan santai sembari menatap langit, Sayu pun mendekati Zen dan bertanya "Kenapa kakak membunuh mereka??" Tanya Sayu
"Kenapa mereka menyentuh barang berhargaku?" Tanya Zen kembali kepada Sayu.
Sayu pun terdiam.
Seorang Iblis pun berjalan mendekati Zen sembari menghinanya "Ada makhluk lemah di sini, hei nak kau bermain kejauhan, kembalilah kerumah! hahahaha"
(Swof!!)
(Srk!!!)
Zen melempar pedang miliknya yang di aliri sihir elemen api ke arah Iblis itu.
"Agh!!!!"
(Bff!!!!)
"Ah!!!!!" Iblis itu pun seketika lenyap terbakar oleh api.
"Sepertinya kau yang bermain kejauhan" Ucap Zen dengan nada yang sedikit menyeramkan.
#Disisi lain
"Hahaha!.. Bagus, kau sudah menjadi lebih kuat Zen!" Ucap Koruga sembari tersenyum bengis.
...~Bersambung~...