The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 132 : Demon Seal



Puluhan bola cahaya pun mengarah ke Lucifer dan Code.


(Boooooomm!!!!!!)


"Apa berhasil?" Gumam Kiguno.


"Gh?!! Ahh!!" Tiba tiba angin yang kuat pun menyapu mereka semua, Kiguno yang masih belum menyentuh permukaan pun terpelanting akibat kuatnya hempasan angin itu.


Kabut asap ledakan itu pun ikut tersapu, dan semuanya pun terkejut, karena Lucifer dan Code yang tidak terluka sedikitpun walau sudah terkena ledakan cahaya itu.


"Itu bola cahaya loh?! Kenapa tidak mempan terhadap mereka?!" Tanya Thira sangat terkejut dan kebingungan.


Elia yang melihatnya pun kembali menyerang, ia menciptakan bola cahaya yang lebih besar dari sebelumnya yang membuat semua orang terkejut, terutama Verina, Verina merasa kecewa pada dirinya sendiri, padahal ia adalah orang yang memiliki berkah dewi untuk memusnahkan Iblis tetapi ia tidak berdaya sedikitpun saat berhadapan dengan Iblis tingkat atas.


...-Disisi Lain-...


Zen pun terlihat melayang di udara, tubuhnya yang memancarkan sinar biru terang, semua pandangan pun tertuju pada Zen saat ia berada di udara, tapi tiba tiba partikel es muncul di sekitarnya dan meledak yang menciptakan batu es, Zen pun membeku di dalam batu es itu.


Gadis serigala itu pun sangat terkejut melihat Zen yang tiba tiba membeku, ia berfikir jika Zen akan berubah menjadi monster seperti pria yang sebelumnya, terlebih lagi terdapat Iblis yang menyerang mereka, hal tersebut pasti akan sangat merugikan mereka.


"Apa yang harus aku lakukan?!" Panik gadis itu.


...-Disisi Lain-...


(Slash!!!!)


Tebasan gelombang yang sangat besar pun terus mengarah ke gadis itu, bahkan gadis itu juga sangat terkejut dan menjadi panik, secara tidak sengaja ia pun sejajar dengan Lucifer dan Code, dan di saat yang bersamaan Veliona kembali mengayunkan sabitnya dengan satu tangan, gelombang berwarna merah yang sangat besar kembali mengarah ke Iblis itu.


Iblis itu pun menjadi panik dan kebingungan, karena jika ia menghindar ia takut di marahi oleh Lucifer dan Code, tetapi tiba tiba Iblis itu sudah berada tepat di belakang Lucifer dan Code.


"Apa ini?!" Panik Iblis itu terkejut.


Tetapi Lucifer menenangkannya, ia mengatakan "Sudah, kamu tidak perlu melawannya lagi, dia bukan lawan yang pantas untukmu" Ucap Lucifer sembari tersenyum.


Tiba tiba teks sihir pun muncul tepat di depan Lucifer yang bertuliskan "Gadis ini seperti shina saja" Lucifer yang membacanya pun menganggukkan kepalanya dan mengucapkan "Hm hm, benar sekali, tapi dia tidak sadar jika dirinya memiliki pribadi ganda, kekuatan dan hawa keberadaannya yang berbeda jauh dari sebelumnya, mungkin dia sekuat Zen" Ucap Lucifer.


Veliona pun berjalan dengan santai ke arah Lucifer dan Code dengan tatapan pembunuh, berbeda dengan Veliona yang sebelumnya, Veliona benar benar berubah drastis, kepribadian ganda yang muncul karena serangan mental yang pernah ia dapatkan saat Zen meninggalkannya menjadi perlindungan bagi dirinya, seperti kakak perempuan yang melindungi adiknya.


Veliona kembali mengangkat sabitnya, dan mengayunkannya ke permukaan, gelombang sayatan besar berwarna merah kembali tercipta dan menghantam gelombang yang ada di depannya.


Lucifer pun tersenyum melihat serangan yang datang ke arah mereka berdua.


(Swof!!!)


Tiba tiba Kiguno muncul tepat di depan Code dan menatapnya dengan tatapan tajam, Code pun membalas tatapannya dengan tatapan dingin dengan hawa pembunuh yang tinggi, Kiguno pun menendang Code dan Code pun menahan tendangan Kiguno dengan mudah dan tiba tiba bola cahaya yang besar jatuh dari atas mereka.


Iblis yang berada di belakang Lucifer yang bernama Vielsa pun mengangkat tongkatnya dan seketika bola cahaya itu termakan oleh kegelapan, bola cahaya itu perlahan menghitam dan termakan oleh kegelapan yang membuat Elia sangat terkejut.


Vielsa pun mengarahkan bola kegelapan itu ke arah Elia dan yang lainnya.


Ayani yang melihatnya langsung menciptakan pedangnya, tetapi tiba tiba Sayu melompat dan menghantam bola kegelapan itu dengan pedang miliknya yang terbakar oleh api membara.


(Boooommmm!!!!!!!!!!)


Ledakan pun tercipta.


...-Disisi lain-...


Lucifer pun mengangkat tangannya sembari tersenyum berniat menghentikan gelombang sayatan yang mengarah ke dirinya, tetapi tiba tiba kegelapan langsung meliputi segalanya, seketika semuanya menjadi gelap.


Semua orang pun terkejut termaksud Lucifer, Vielsa, dan Code, kegelapan yang sangat gelap tiba tiba memakan dunia dan perlahan kembali normal, gelombang sayatan itu terlihat sudah musnah bahkan terlihat Veliona yang sudah tertancap oleh sabit berwarna hitam.


"Uhuk!!?!!" Veliona memuntahkan banyak darah dari mulutnya, dan ternyata yang menikamnya adalah Soul Reaper salah satu tangan kanan Koruga.


Soul Reaper terlihat begitu aneh, ia terus menggertakkan giginya tanpa henti, dan bola matanya yang berputar putar tidak jelas.


Lucifer yang melihatnya seketika langsung berubah drastis, kedua sayapnya yang muncul dan ia tiba tiba menghilang, Lucifer tiba tiba menghilang dan muncul tepat di belakang Veliona, ia langsung menarik Veliona dan menjauhi Soul Reaper.


"Code!!" Code yang mendengar suara Lucifer pun langsung menarik Kiguno dan menusuk tubuhnya menggunakan belati miliknya.


"Agh?!!!!" Kiguno pun merasa sangat kesakitan, walau belati tidak sepanjang pedang, tetapi belati milik Code adalah belati yang terbuat dari darah Iblis.


Code pun langsung menarik belatinya dan melempar Kiguno ke arah teman temannya.


"Kiguno!!!" Teriak Elia panik.


Code pun mengambil darah Kiguno dari belatinya ke tangannya dan ia pun meletakkan tangannya di permukaan tanah.


Tiba tiba permukaan tanah retak dan memunculkan rantai kegelapan dengan segel segel terlarang yang langsung mengikat Soul Reaper.


"Shiro To Kuro"


...•...


...と...


...黒...


...•...


...(Putih Dan Hitam)...


Lucifer mengepakkan kedua sayapnya dan kubus berwarna putih dan hitam pun mengurung Soul Reaper bahkan sampai 3 lapis kubus.


"Ini kesempatan kita!" Gumam Siyon.


"Selagi mereka sibuk, serang mereka!!" Perintah Siyon.


Mereka yang mendengarnya pun tidak ingin membuang kesempatan dan langsung menciptakan sihir terkuat mereka.


Bola cahaya, tombak cahaya, bola api, badai, kilatan petir pun langsung mengarah ke Code.


Saat sihir sihir itu mengarah ke Code, tiba tiba semua sihir itu meledak seperti terpotong oleh sesuatu.


(Boooooommmm!!!!!!)


Ledakan yang dasyat pun tercipta.


Terlihat seorang gadis dengan topeng oni di sisi kiri kepalanya berdiri melindungi Code yang membuat mereka semua sangat terkejut karena sihir mereka yang dengan mudah di musnahkan oleh gadis itu, dan gadis itu adalah Serika.


Terlihat Soul Reaper pun berhasil di segel oleh Code dan Lucifer, mereka pun langsung menciptakan portal dan memindahkan Soul Reaper kembali ke kastil agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Huh... Hampir saja.." Ucap Lucifer bersyukur.


Serika pun menoleh, ia menatap Code menundukkan kepalanya "Sensei, tuan muda memanggil kita untuk berkumpul di kastil" Ucap Serika dengan sopan.


Code yang mendengarnya pun menganggukkan kepalanya "Koruga!.. apa yang kamu pikirkan sih?!.." Ucap Lucifer sedikit kesal.


"Huhm.. Sudahlah ayo kita kembali" Ucap Lucifer sembari menciptakan portal.


Code pun menatap Kiguno yang terluka akibat dirinya, ia pun sedikit tersenyum dan langsung berjalan ke portal yang Lucifer ciptakan.


Saat Vielsa, Code dan Lucifer telah pergi, Serika pun menatap Kiguno dan seluruh murid yang ada di sana dengan tatapan kesal dan hawa pembunuh yang luarbiasa.


"Manusia hanyalah pengecut! Hanya berani menyerang dari belakang!" Ucap seram Serika.


Serika pun memasukan katana miliknya ke dalam sarung katananya dan ia pun membuat pola tangan segitiga menggunakan jari tengah dan telunjuk kiri kanannya dan ia pun melompat.


"Kibo O Kurau Marei!"


...•...


...希...


...望...


...を...


...喰...


...ら...


...う...


...魔...


...霊...


......•......


...(Roh Iblis Penghancur Harapan)...


Tiba tiba ratusan kepala oni kegelapan berwarna ungu dengan mata yang terbakar api hitam pun melayang di atas langit.


Serika pun menatap tajam ke arah mereka semua dan menciptakan portal.


"Matilah!" Ucap seram Serika sembari masuk ke dalam portal.


Saat portal tertutup, ratusan kepala oni itu pun langsung mengarah ke arah Kiguno dan yang lainnya, serangan yang begitu besar dengan aura yang mematikan langsung mengarah ke mereka dengan sangat cepat.


...~Bersambung~...