
(Slash! Slash!! Slash! Slash!! Slash!!)
Kiguno pun terus mengayunkan pedangnya dengan cepat, tetapi Zen dengan mudah menghindari semua serangan Kiguno.
Tiba tiba permukaan pun bergetar dan muncul duro duri es dari permukaan, Zen pun sedikit terkejut karena ia tidak menduga jika mereka bisa sekompak itu.
"Hikari No Tama!!"
...•...
...光...
...の...
...玉...
...•...
...(Bola Cahaya)...
Elia dan Verina pun menciptakan bola cahaya dan langsung melemparkannya ke arah Zen di saat ia sedang berada di udara.
"Hebat sekali" Gumam Zen sedikit tersenyum.
"Ibara No Kaze No Wana!"
...•...
...い...
...ば...
...ら...
...の...
...風...
...の...
...罠...
...•...
...(Perangkap Angin Berduri)...
Thira mengayunkan tangannya ke atas dan duri duri angin yang sangat banyak dan tajam pun tercipta di bawah Zen dan siap menusuk Zen jika Zen mendarat.
Tidak hanya itu, tiba tiba langit pun menggelap.
"Hakai No Toraidento!"
...•...
...破...
...壊...
...の...
...ト...
...ラ...
...イ...
...デ...
...ン...
...ト...
...•...
...(Trisula Kehancuran)...
Trisula besar berwarna biru pun tiba tiba muncul dari langit dan mengarah ke Zen dengan sangat cepat.
Zen pun menoleh ke atas dan tersenyum.
"Kalian hebat!" Ucap Zen.
Rambut dan mata Zen pun berubah menjadi merah dan ia pun berputar di udara.
"Kasai No Arashi"
...•...
...火...
...災...
...の...
...嵐...
...•...
...(Badai Api)...
Badai api pun muncul dan semakin membesar membakar segalanya. Bola cahaya, sihir angin, dan trisula yang mengarah ke Zen pun semuanya terbakar habis akibat badai itu.
"Arisu!!" Eriza pun meneriaki Arisu kejauhan, Arisu yang mendengar teriakan Eriza pun menganggukkan kepalanya.
"Kori No Keimusho!"
...•...
...氷...
...の...
...刑...
...務...
...所...
...•...
...(Penjara Es)...
Jeruji es pun muncul dari permukaan dan memanjang ke atas melingkari tornado api milik Zen, saat sudah melingkari seluruh tornado tersebut Arisu pun menjentikkan jarinya yang seketika membuat badai es yang mengurung badai api milik Zen.
Zen yang melihatnya pun tersenyum karena ia sudah menduga jika Arisu akan menggunakan penjara es untuk memenjarakannya.
(Nging!!!!!)
"Agh?!!" Mereka semua pun seketika menutup telinga mereka saat mendengar dengungan yang langsung menghantam telinga mereka.
"Apa ini?!!" Gumam Asuka kebingungan.
(Boooooommmm!!!!!!!!)
Badai es itu pun meledak bersamaan dengan musnahnya badai api milik Zen.
Kabut asap yang tebal menyebar ke area tersebut.
"Wind!!" Thira pun langsung menyapu kabut asap tersebut karena tidak ingin kehilangan jejak Zen.
Tetapi saat kabut asap menghilang, Zen sudah tidak ada di tempat itu.
...-Disisi Lain-...
"Apa aku terlalu menahan diri ya?..." Gumam Zen sedikit tersenyum.
Zen pun terlihat berada di atas langit, Zen yang melihat Asuka dan yang lainnya sedang kebingungan dan mengambil kesempatan untuk menyerang balas.
"Aku akan sedikit serius" Gumam Zen sedikit tersenyum.
"C'Katana" Zen pun menciptakan katana miliknya dan menetapkan kuda kuda walaupun ia sedang berada di udara.
"Rakurai!"
...•...
...落...
...雷...
...•...
(Swof!!!)
Kilatan petir pun turun dengan cepat dari atas langit, Asuka yang menyadarinya jika itu bukanlah kilat petir pun langsung menciptakan perlindungan sihir.
"Protection!!!" Asuka pun menciptakan perlindungan sihir sekuat tenaganya karena ia yakin jika akan ada hal buruk yang datang.
Kiguno dan yang lainnya pun terkejut saat melihat Asuka yang tiba tiba menggunakan perlindungan sihir.
"Petir akan segera menyambar!" Teriak Asuka.
Mereka yang mendengarnya pun langsung ikut menciptakan perlindungan sihir.
"Protection!!!" Perlindungan sihir yang besar, tebal dan kuat pun tercipta.
Dan di saat yang bersamaan petir yang sangat besar langsung menghantam ke arah mereka dengan sangat kuat.
(Thar!!!!!!!!!!!)
"Agh!!!!!!!" Mereka semua pun terkejut saat menerima serangan mendadak tersebut.
Asuka yang menyadari jika mereka tidak akan mampu bertahan pun langsung menciptakan katana miliknya.
"Kurosuraitoningusurasshu!!!"
...•...
...ク...
...ロ...
...ス...
...ラ...
...イ...
...ト...
...ニ...
...ン...
...グ...
...ス...
...ラ...
...ッ...
...シ...
...ュ...
...•...
...(Tebasan Petir Silang)...
Dua tebasan gelombang petir pun muncul dan langsung menghantam sambaran petir itu dari dalam perlindungan sihir.
Hantaman tersebut pun berhasil menetralkan petir yang mengamuk itu, walau tidak berhasil memusnahkannya tetapi tekanan dari petir itu mulai meredah.
Zen pun tersenyum melihat mereka yang berhasil bertahan dari serangan tersebut.
"Hah... Hahh... Hah..." Mereka semua pun terlihat begitu kelelahan karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh.
Tetapi tiba tiba Zen mengangkat kedua tangannya dan mengatakan "Aku menyerah" Ucap Zen yang membuat mereka semua terkejut.
"Apa maksudmu Zen?" Bingung Kiguno.
Zen pun mengucapkan "Kalian sangat hebat, tidak ada lagi yang perlu aku uji" Ucap Zen.
Zen pun berjalan ke arah mereka dengan santai, mereka yang mengira itu adalah jebakan dari Zen pun menjadi waspada.
Saat berada tepat di depan Kiguno, Zen pun mengulurkan tangannya dan mengucapkan "Mulai sekarang mohon kerja samanya ya.." Ucap Zen sedikit tersenyum.
Kiguno pun tidak menyangka jika Zen akan mengucapkan hal itu, ia pun meraih tangan Zen dan mengucapkan "Mohon bimbingannya Zen.." Ucap Kiguno sembari menundukkan kepalanya.
(Swof!!!)
Zen pun langsung menendang Kiguno dengan cepat yang membuat Kiguno sangat terkejut, tidak hanya Kiguno, Asuka dan yang lainnya pun ikut terkejut karena mereka pikir Zen sudah menerima mereka.
Zen pun dengan cepat berbalik arah dan menciptakan kedua pedangnya.
(Ting!!!!!!!!!!)
"Ahhh!!!" Angin yang kuat pun menghantam Asuka dan yang lainnya yang membuat mereka terpelanting cukup jauh.
"Aghh!! Ahk!!" Mereka pun menghantam bebatuan permukaan dan berhasil menahan diri mereka dari hempasan angin yang sangat kuat tersebut.
"Apa yang terjadi?!" Teriak Verina sangat terkejut dan kebingungan.
"Lihat itu!" Teriak Arisu sembari menatap ke arah Zen.
Terlihat Zen sedang menahan serangan dari sosok Iblis yang mempunyai kuku berwarna hitam yang panjang dan sangat tajam seperti pedang.
Mereka semua pun seketika terkejut melihatnya karena Iblis yang menyerang Zen adalah Iblis murni, yakni Akira Iblis murni tingkat 11.
"Kamu, akan mati disini!.." Ucap seram Akira bersamaan dengan aura yang sangat mematikan yang langsung menghantam ke arah mereka semua.
Langit pun seketika menggelap dan alam pun menjadi rusak, bunga dan pohon pun seketika menua dan gugur karena aura yang begitu mengancam dari Akira.
"Sesak sekali!!" Gumam Elia yang hampir tak sadarkan diri sembari menekan dadanya.
Zen pun mengeluarkan auranya yang tidak kalah mengancam yang seketika membuat hantaman aura milik Akira menghilang, dan secara bersamaan Zen pun langsung menendang tubuh Akira yang membuatnya terpelanting cukup jauh menghantam pepohonan.
(Boommmm!!! Boommm!! Boommmm!!! Boooomm!!!)
Pohon pohon pun bertumbangan bersamaan dengan hantaman angin kuat yang perlahan menghilang.
Elia pun pingsan tak sadarkan diri karena tidak mampu menahan aura Akira yang begitu tidak masuk akal.
Tidak hanya Elia, Silvia, Rias dan Kiguno juga hampir pingsan karena aura Akira yang sangat kuat.
...-Disisi Lain-...
Di dalam kastil Koruga sang leluhur Iblis, terlihat Koruga dan sepuluh Iblis murni berkumpul di sebuah ruangan sembari menatap sembilan mayat Iblis murni lainnya yang sudah tidak bernyawa bahkan inti sihirnya yang sudah menghilang dari tubuh mereka.
"Ada penghianat diantara Iblis murni" Ucap Koruga dengan perasaan kesal dan marah.
Lucifer yang mendengarnya pun mengucapkan "Akira lah penghianat dari semua ini" Ucap Lucifer sangat kesal.
Koruga yang mendengarnya pun mengucapkan "Begitu ya, dari dulu dia juga memang membenciku, berarti sampai sekarang dia masih membenciku dan memberontak" Ucap Koruga dengan hawa pembunuh yang luarbiasa.
Mereka semua pun spontan tunduk di hadapan Koruga, bahkan Lucifer yang terlihat jahil saat bersama Koruga juga ikut tunduk karena rasa takut dengan Koruga yang begitu besar.
Koruga pun berjalan sedikit menjauhi bawahannya dan memukul dinding kastil yang berada tepat di depannya dengan sangat kuat.
(Bomm!!! Krakk!!!!!)
Separuh dari kastil yang sangat besar itu pun seketika retak dan hampir runtuh karena pukulan Koruga.
(Dug Dug!!)
Detak jantung para Iblis murni pun semakin berdetak kencang karena ketakutan mereka terhadap Koruga.
"Bunuh Akira" Ucap Koruga seram yang seketika membuat mereka semua merinding.
Mereka semua pun tidak bergerak sedikitpun bahkan tidak berani mengangkat kepala mereka.
Koruga pun berusaha mengendalikan emosinya karena ia tau jika ia emosi berlebihan ia pasti akan membunuh Akira dengan tangannya sendiri, walau Akira berlari menjauhi Koruga sampai ke ujung dunia, Koruga pasti akan menemukannya walau harus menghancurkan separuh dari dunia.
"Hah..." Koruga pun menghela nafas panjang dan mulai merasa sedikit lega.
Di saat yang bersamaan Akuma pun mengucapkan "Izinkan aku yang memusnahkan Akira tuan muda.." Ucap Akuma dengan nada rendah.
Koruga yang mendengarnya pun mengucapkan "Sudah tidak perlu lagi" Ucap Koruga.
"Biar dia yang mengurus Akira, aku yakin pasti Akira akan mencarinya" Ucap Koruga sembari berbalik ke arah mereka.
"Dia? Dia yang tuan muda maksud itu adalah anak itu?" Tanya Niraha sedikit penasaran.
Koruga pun berjalan mendekati mereka dan mengucapkan "Iya, jika dia berhasil mengalahkan Akira, dia adalah orang yang pantas untuk menjadi lawanku suatu saat nanti, jika dia gagal berarti dia akan mati di tangan Akira dan aku sendiri yang akan membunuh Akira setelah itu" Ucap Koruga.
...-Disisi Lain-...
Terlihat Zen yang sedang menatap ke arah pepohonan yang roboh dengan tatapan tajam bersamaan dengan Akira yang berjalan dengan santai ke arahnya dengan tatapan mata yang mengerikan.
...~Bersambung~...