The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 30 : Training



Dua minggu pun berlalu, Zen akhir akhir ini selalu berlatih sangat giat semenjak mendengar semua cerita Veliona.


Ice Zen pun tersenyum yang melihat Zen kembali melatih insting miliknya, Zen selalu meminta Sayu untuk melemparkan batu kepadanya, Zen awalnya sangat susah untuk menghindari batu batu yang di lempar oleh Sayu, tetapi karena sifat pantang menyerahnya ia akhirnya bisa menghindari batu batu yang di lempar oleh Sayu dengan mudahnya.


"Kak.. Aku lelah.." Ucap Sayu terduduk lemas.


"Ah maaf, aku sampai lupa istirahat, kalau begitu kamu istirahat saja" Ucap Zen.


"Terima kasih kak" Ucap Sayu.


Zen pun berbaring sejenak di permukaan.


"Kenapa kakaknya memilih untuk menjadi Iblis?" Gumam Zen.


Tiba tiba Ice Zen pun mendekati Zen dan mengucapkan "Apa yang sedang kamu pikirkan Zen?" Tanya Ice Zen.


Zen pun menggelengkan kepalanya sambil mengucapkan "Tidak ada" Ucap Zen.


"Kalau memang begitu, ayo kita lanjutkan latihan, ini adalah latihan terakhirmu" Ucap Ice Zen.


Zen pun bangun dari tidurnya dan bertanya "Apa itu?' Tanya Zen.


Perlahan rambut Ice Zen dan matanya mulai berubah menjadi biru es.


"Lawan aku, jika kamu berhasil mengambil batu ini dariku, kamu menang" Ucap Ice Zen sambil menunjukan batu berwarna biru di tangannya.


Zen pun bangun dan mengucapkan "Baiklah"


"Ayo kita mulai" Ucap Ice Zen.


"Swift" Zen seketika menghilang dari pandangan Ice Zen, tetapi Ice Zen mengetahui Zen yang ada di belakangnya, Ice Zen pun melemparkan bola es ke arah Zen dan bola es tersebut seketika meledak dan mengeluarkan banyak duri es.


(Bom!!)


Zen pun berhasil menghindari serangan tersebut tanpa menerima luka sedikitpun.


"Aku hanya perlu merebutnya kan?" Ucap Zen sambil menciptakan senjatanya.


"Iya" Jawab Ice Zen yang sudah bersiap menyerang.


"Swift!" Zen pun bergerak dengan cepat ke arah Ice Zen dan mengayunkan pedangnya.


(Slash!!)


(Ting!!)


Tidak di duga, Ice Zen kembali melakukan hal yang sama, ia melindungi dirinya menggunakan dinding es yang tebal, tetapi kali ini serangan Zen berhasil menggores dinding es milik Ice Zen.


Saat Zen akan kembali menyerang, tiba tiba tembok es yang barusan Zen serang mengeluarkan duri es yang tajam dan hampir mengenainya, Zen pun melompat jauh ke belakang untuk mengamankan dirinya.


"Es yang sangat menyusahkan" Gumam Zen


Zen pun menutup matanya, Ice Zen yang berfikir Zen akan menyerang langsung bersiap siaga.


Zen tiba tiba menghilang dari hadapan Ice Zen yang membuatnya sedikit kebingungan, tiba tiba Zen menyerang Ice Zen dari belakang, tetapi Ice Zen dapat menghindari serangan Zen.


"Sial!" Gumam Zen sedikit kesal.


"Kecepatannya meningkat" Gumam Ice Zen.


"Masih belum!!" Teriak Zen.


(Bom!!!)


Tiba tiba pedang Zen menciptakan ledakan yang membuat dinding es milik Ice Zen seketika hancur, Ice Zen pun sedikit terkejut melihat Zen yang menghancurkan dinding esnya.


(Slash!)


(Bom!)


(Slash!)


(Bom!)


Zen terus menyerang tetapi Ice Zen masih dapat menahan serangan Zen walau dinding es miliknya hancur berkeping keping.


"Ice-" Ice Zen pun mulai menyerang.


Zen yang mengetahui Ice Zen akan menyerang, ia pun melompat jauh ke belakang, tetapi saat melompat ke belakang, ia terhalang oleh tembok es milik Ice Zen.


"Ice punch" Tiba tiba muncul tinju es yang sangat besar dari permukaan mengarah ke Zen.


(Bom!!!)


Tinju es milik Ice Zen membuat tinju es dan dinding yang ia ciptakan sendiri seketika hancur berkeping keping.


(Slash!!)


(Ting!!!)


Beruntung Ice Zen masih dapat menciptakan senjata dan berhasil menangkis serangan Zen, Ice Zen pun kembali terkejut karena melihat Zen yang sudah dapat mengendalikan kekuatan miliknya.


"Fire!" Tiba tiba pedang Zen mengeluarkan api yang sangat besar, Ice Zen pun berniat menendang perut Zen, tetapi Zen dapat menahan tendangan Ice Zen menggunakan lututnya.


Zen pun sedikit terpental akibat tendangan Ice Zen yang cukup kuat.


"Fire" Pedang Zen pun mengeluarkan api dan Zen kembali menyerang Ice Zen dengan brutal.


(Slash slash! slash! slash! slash! slash!)


(Bf!! bf!!)


Ice Zen pun tidak terus terusan menahan serangan Zen, Ice Zen juga membalas serangan Zen menggunakan duri dari permukaan, tetapi Zen berhasil menghindari duri duri milik Ice Zen.


Ice Zen pun melompat jauh kebelakang dan menyerang Zen dari kejauhan.


"Ice Spear" Tombak Es yang sangat besar pun dilemparkan ke arah Zen, tetapi Zen tidak menghindarinya, ia malah berlari mendekati tombak es tersebut.


"Fire!" Zen menciptakan bola yang sangat besar dan melemparkannya ke arah tombak es milik Ice Zen.


(Bom!!!!!!)


Benturan kedua sihir yang cukup kuat tersebut menciptakan ledakan yang dasyat dan menciptakan kabut asap yang cukup tebal.


Ice Zen pun kesusahan untuk melihat, ia pun menutup mata dan menggunakan mata sihirnya, saat ia membuka matanya, ia kaget melihat Zen yang sedang berlari ke arahnya, Ice Zen pun melompat mundur menjauhi Zen.


"Ice Thorn!" Ice Zen pun menyerang Zen menggunakan duri es yang sangat besar.


(Swof!!)


(Sring!!!!)


Ice Zen pun kaget melihat Zen yang membelah duri es miliknya, Ice Zen pun tersenyum.


"Zen, kamu sangat hebat!" Gumam Ice Zen.


Zen pun mengayunkan pedangnya tepat di leher Ice Zen, Ice Zen yang sudah tidak bisa melindungi diri pun hanya pasrah.


(Slash!)


(Broke!)


Tidak di duga, sebelum serangan Zen mengenai Ice Zen pedang Zen terlebih dahulu hancur, Ice Zen pun langsung mengambil kesempatan itu dan menendang Zen, tetapi saat ia menendang Zen, Zen menangkap kakinya sambil mengucapkan "Aku sudah menang" Ucap Zen sambil menunjukan batu biru yang sudah berada di tangannya.


Ice Zen pun terkejut melihat Zen yang berhasil mencuri batu itu di dalam saku celananya, tetapi Ice Zen tidak sedih karena kalah, ia malah merasa senang.


"Zen, kamu bahkan sudah melebihiku, tetapi melebihiku saja tidak membuatmu dapat mengalahkan Raja Iblis itu" Ucap Ice Zen.


"Kamu harus terus menjadi lebih kuat agar dapat mengalahkan Raja Iblis" Ucap Ice Zen.


Zen pun terdiam sejenak dan mengucapkan "Siapa yang bilang aku melebihimu" Ucap Zen.


Ice Zen pun mengucapkan "Apa maksudmu Zen?".


"Kamu menahan diri kan?, kamu sengaja kalah dariku, padahal kamu itu lebih hebat dariku, kamu selalu menyerang menggunakan teknik yang sama dan bahkan tidak menggunakan Core sihir milikmu" Ucap Zen.


Ice Zen pun terdiam mendengar ucapan Zen.


"Sudah aku tidak peduli!, yang penting aku sudah menang!!" Ucap Zen dengan gembira.


Suasana yang awalnya tegang pun seketika kembali normal.


Ice Zen pun bertanya kepada Zen "Zen apa kamu merasakannya?" Tanya Ice Zen.


Zen yang kebingungan pun kembali bertanya kepada Ice Zen "Apa maksudmu? aku tidak merasakan apa apa" Ucap Zen.


"Sayu, masuklah kedalam" Perintah Ice Zen.


"Tapi kenapa kak?" Tanya Sayu kebingungan.


"Sudah masuk saja" Perintah Ice Zen.


Sayu yang kebingungan pun hanya menuruti perintah Ice Zen, Ice Zen pun mengajak Zen ke suatu tempat, Zen yang tidak mengetahui apa apa pun hanya mengikuti Ice Zen, saat Ice Zen berjalan ke arah hutan, Zen pun memiliki feeling bahwa Ice Zen akan pergi ke tempat yang sempat ia kunjungi.


Setelah lama berjalan mereka pun akhirnya keluar dari hutan, Zen pun sedikit kaget melihat tempat yang ia lihat sebelumnya sangat berbeda dengan yang ada di hadapannya sekarang, tempat tersebut sekarang memiliki banyak pohon yang terbakar tetapi tidak lenyap.


Ice Zen pun berjalan mendekati perbatasan tempat tersebut, Zen pun hanya mengikutinya dari belakang, tiba tiba Ice Zen pun mengucapkan "Aku merasakan energi yang sangat tidak masuk akal dari sini" Ucap Ice Zen sambil menatap tempat tersebut dengan tatapan tajam.


Bersambung...