The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 100 : The Ripped World Dimension



Koruga dan Lucifer pun keluar dari portal dan berada tepat di tengah hutan.


Lucifer pun kebingungan dan bertanya kepada Koruga "Ada apa Koruga?" Tanya Lucifer kebingungan.


Koruga pun terlihat sangat serius sembari menatap ke langit yang membuat Lucifer kembali kebingungan.


Lucifer pun menatap ke langit dan terkejut karena langit sangat gelap dan petir menyambar di mana mana.


Tidak hanya di tempat Koruga dan Lucifer, di tempat Zen juga mengalami hal serupa, langit yang gelap dan petir menyambar dimana mana, beruntungnya sambaran sambaran petir tidak mengenai Zen, Silvia, dan Verina yang sedang tak sadarkan diri.


"Koruga? ada apa ini??" Tanya Lucifer kebingungan dan penasaran.


"Aku juga tidak tau" Ucap Koruga.


Terlihat langit pun terbelah dua, tetapi bukan langit yang terbelah melainkan dimensi dunia yang terbelah yang membuat Lucifer dan Koruga kembali terkejut.


"Koruga? apa yang terjadi? apakah itu pecahan dimensi lain?" Bingung Lucifer.


(Thar!!!!!)


Sambaran petir yang besar dan kuat pun menyambar tepat di belakang mereka berdua.


"Luci, bisakah kamu berkomunikasi dengan Code?" Tanya Koruga.


Lucifer yang mendengarnya pun langsung mencoba bertelepati dengan Code dari kejauhan.


...-Disisi Lain-...


Code terlihat sedang menatap ke langit, terlihat portal dimensi dunia lain yang perlahan mengecil.


Tidak hanya itu, terlihat ratusan mayat berkah dewi yang tewas di permukaan sekitar Code.


Code terlibat pertarungan hebat di tempat tersebut seperti sedang melindungi sesuatu yang berharga bagi dirinya.


Di saat Code sedang melamun sembari menatap langit yang cerah, tiba tiba ia mendengar suara Lucifer.


"Ada apa Luci?" Tanya Code.


Lucifer yang mendengar Code dapat merespon telepatinya pun memberi tau Koruga.


"Koruga.. aku bisa berkomunikasi dengan Code.." Ucap Lucifer.


"Baguslah, kalau begitu suruh dia datang ke sini sekarang juga" Ucap Koruga.


Lucifer pun menuruti perintah Koruga dan kembali berkomunikasi dengan Code.


"Code, Koruga menyuruhmu untuk datang ke tempat kami segera.." Ucap Lucifer.


Code yang mendengarnya pun langsung menciptakan portal dan masuk ke dalam portal tersebut.


...-Disisi Lain-...


Portal pun muncul tepat di belakang Koruga, Code pun keluar dari portal tersebut dan langsung tunduk.


"Code, Luci, jika terjadi sesuatu ciptakanlah penghalang di sekitaran sini agar tidak merusak tempat tempat lainnya" Pinta Koruga.


Walau Code dan Luci tidak mengetahui apa yang akan terjadi tetapi mereka yang mendengarnya pun mengiyakan perintah Koruga karena mereka yakin jika Koruga tidak sedang bercanda.


Di saat yang bersamaan raungan naga yang sangat keras pun muncul dari dalam portal tersebut.


"Gha!!!!!!" Raungan naga tersebut semakin terdengar jelas dan beberapa saat kemudian muncul sesosok naga yang sangat panjang dan besar dari dalam belahan dimensi itu.


Luci dan Code yang melihatnya sedikit terkejut, naga tersebut pun menatap Koruga dan Koruga pun membalas tatapannya dengan aura yang mengancam naga tersebut seperti memerintahkannya untuk kembali ke dunianya, tetapi naga tersebut terlihat tidak gentar sedikitpun dengan Koruga dan Koruga berfikir jika naga tersebut adalah naga yang di utus dewi untuk menghancurkan dunianya.


...-Disisi Lain-...


Zen pun pun perlahan membuka matanya, saat ia membuka matanya, terlihat bayang bayang seorang gadis yang berada tepat di atasnya, gadis itu terlihat terluka sangat parah, kepala dari gadis itu meneteskan darah dan gadis itu terlihat menangis sembari melihat Zen.


"Aku dimana?.." Gumam Zen sembari melihat gadis yang berada di depannya, gadis tersebut sangat mirip dengan Veliona, gadis tersebut terus menangis dan berteriak.


"Jangan mati!! Zen!! Sadarlah!!!!" Panik gadis itu.


Di saat yang bersamaan, Zen pun tersadar dari pingsannya, Zen yang sangat terkejut pun langsung terbangun dari tidurnya.


"Agh!!" Saat Zen terbangun, ia merasakan sakit pada tubuhnya.


"Hei! jangan bangun tiba tiba!" Panik seorang gadis yang langsung menghampirinya.


Zen yang kebingungan ia berada dimana pun bertanya kepada gadis yang menghampirinya "Dimana ini?" Tanya Zen.


Gadis itu pun duduk di dekat Zen dan menjawab "Ini adalah rumahku" Ucap seorang gadis dengan rambut berwarna hitam panjang dan parasnya yang cantik.


Zen pun melihat gadis tersebut dan sekilas ia melihat jika gadis tersebut sangat mirip dengan teman lamanya yaitu Rias.


Zen yang penasaran pun bertanya ke gadis tersebut "Siapa namamu?" Tanya Zen.


"Namaku?" Bingung gadis tersebut karena Zen yang tiba tiba menanyakan namanya.


"Iya, beri tau aku siapa namamu" Ucap Zen.


"Namaku adalah Rias, Rias Wrestine" Jelas gadis tersebut.


"Sudah ku duga" Gumam Zen.


(Prak!!)


Tiba tiba pintu kamar tersebut pun terbuka lebar yang membuat Zen dan gadis itu terkejut.


"Zen?!" Panik seorang gadis yang mendadak masuk ke dalam ruangan, dan ternyata gadis tersebut adalah Silvia yang terlihat sudah sembuh total.


"Zen?!" Kejut gadis tersebut saat mendengar jika pria yang berada di depannya adalah Zen.


"At ta ta ta..." Zen pun perlahan bangun dari tidurnya, di bantu oleh Rias yang melihat Zen kesulitan saat ingin bangun dari tidurnya "Hei sebaiknya kamu jangan bangun dulu.." Ucap Rias yang khawatir dengan Zen.


"Aku baik baik saja.." Sahut Zen dengan tenang, Zen pun menatap Rias dan mengucapkan "Rias? apa itu kamu? kamu teman masa kecilnya Ayani bukan?" Tanya Zen.


Rias yang mendengar ucapan Zen pun terkejut dan semakin yakin jika seseorang yang berada di depannya adalah Zen yang ia kira sudah lama mati.


"Kamu benar benar Zen??" Tanya Rias dengan wajah serius.


"Iya, aku adalah Zen" Ucap Zen meyakinkan Rias jika ia masih hidup dan belum mati.


Tiba tiba Silvia pun memotong pembicaraan mereka berdua "Zen, seseorang ingin berbicara denganmu" Jelas Silvia.


"Siapa?" Tanya Zen sedikit penasaran.


Tiba tiba seorang gadis pun masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah khawatir dan penuh rasa penyesalan, gadis tersebut adalah Verina.


Zen yang melihat gadis itu pun menyadari jika gadis tersebut adalah adik dari Haruto yang sempat ia selamatkan.


Gadis itu pun perlahan mendekati Zen dan langsung menundukkan kepalanya "Maafkan aku!!" Mohon gadis itu dengan penuh penyesalan.


Zen yang kebingungan pun bertanya "Hei, angkat kepalamu" Pinta Zen.


Gadis tersebut pun menuruti perintah Zen dan Zen kembali bertanya kepadanya "Ada apa? kenapa denganmu? kenapa kamu meminta maaf?" Bingung Zen.


"Aku minta maaf karena berniat membunuhmu, aku tersadar saat melihat pertarunganmu yang sebelumnya, seperti yang di ucapkan oleh Silvia jika kamu benar benar memiliki hati nurani seperti manusia" Jelas Silvia.


Zen yang mendengar penjelasan Verina pun menjadi kebingungan dan tidak mengerti apa yang di maksud oleh Verina.


Tiba tiba Silvia menarik tangan Silvia dan berbisik kepadanya "Jangan katakan hal hal aneh, aku rasa Zen tidak sadar jika dia adalah seorang Iblis, jadi jangan beri tau dia, firasatku mengatakan jika kita harus merahasiakan hal ini dari Zen" Bisik Silvia.


Verina yang mendengar ucapan Silvia pun menuruti permintaan Silvia dan mengucapkan "Intinya aku sangat sangat minta maaf!.." Ucap Verina kembali menundukkan kepalanya ke pada Zen.


Zen yang tidak mengerti pun kembali menyuruh Verina untuk mengangkat kepalanya dan mengiyakan permintaan maaf Verina walau ia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.


...-Disisi Lain-...


"Gha!!!!!" Raungan naga tersebut semakin keras dan perlahan naga tersebut pun memudar bersamaan dengan munculnya sesosok pria dengan mata berwarna ungu bercahaya serta partikel partikel yang mirip dengan pecahan portal dimensi.


Pria tersebut menatap Koruga dengan tatapan dingin dan Koruga juga membalas tatapannya.


Kedua aura tidak masuk akal pun bertabrakan.


Lucifer dan Code yang menyadari jika hal buruk akan terjadi pun langsung menciptakan penghalang.


Kedua sayap Lucifer pun muncul serta lingkaran malaikat berwarna hitam di atas kepalanya dan mata Code pun berubah menjadi mata Iblis, permukaan tanah seketika mengeluarkan duri tajam dari neraka, serta kedua sayap Code yang muncul disusul dengan dua serigala miliknya yang keluar dari dalam portal, kekuatan Code dan Lucifer pun meningkat sangat drastis.


"Teknik Iblis!!" Mereka berdua pun meletakkan tangan mereka ke permukaan tanah "Akuma no kabe!!" dinding sihir berwarna hitam pekat yang langsung muncul dari permukaan tanah dan mengurung mereka berempat di dalam pembatasan sihir tersebut.


Keadaan alam di dalam sihir penghalang itu pun seketika menjadi berantakan, munculnya badai dan petir dimana mana disusul gempa kuat yang menyebabkan permukaan tanah menciptakan banyak jurang.


...~Bersambung~...