The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 82 : Zen Determination



Zen pun menatap ke arah Akuma dengan tatapan tajam.


Akuma yang melihatnya pun merasa sangat tertantang dan mengeluarkan aura Iblisnya.


Aura Iblisnya pun menyambar semua orang, dan Aura miliknya hampir sama dengan Aura milik Koruga yang pernah Koruga keluarkan saat di akademi Arsenal.


Zen pun mengeluarkan Aura miliknya yang malah lebih mengancam dari yang sebelumnya, kedua Aura yang mengancam itu pun membuat langit menggelap dan keadaan alam pun seketika tidak beraturan, petir menyambar dimana mana angin yang menjadi sangat kuat dan permukaan tanah sedikit bergetar.


"Oi oi! situasi macam apa ini?!?!" Panik para pahlawan.


"Zen!!" Gumam Veliona sembari menahan rasa sakit dan sambaran Aura yang tidak masuk akal.


(Krk!!!)


Permukaan tanah pun terbelah menjadi dua, tiba tiba Akuma pun berhenti dan menahan Aura miliknya, ia pun bertanya kepada Zen "Siapa namamu" Tanyanya dengan nada suara yang berat dan mengancam.


(Thar!!!)


(Tst!!!)


Tiba tiba Zen muncul tepat di depan Akuma dan mengucapkan "Namaku Zen, aku adalah orang yang akan membunuh kalian semua, tidak hanya kalian, leluhur kalian juga akan ku bunuh nanti!" Seru Zen.


(Slash!!!)


(Ting!!!)


Tiba tiba hawa sekitar pun memanas, serangan Zen berhasil di tangkis oleh Akuma menggunakan dua buah sabit miliknya.


"Sadari posisimu bodoh, ketahuilah perbedaan kekuatan yang sebenarnya!" Seru Akuma.


Tiba tiba dunia lava pun muncul, Akuma menciptakan Area dengan sangat singkat dan Area yang ia ciptakan sangat mengancam, terlebih lagi ia adalah Iblis murni, Area yang ia ciptakan dipenuhi oleh mana alam yang luar biasa kuat.


"Panas sekali!! dia menciptakan Area dengan sangat singkat, aku tidak menduga hal ini akan terjadi!" Gumam seorang pahlawan.


Akuma pun menendang Zen yang membuat Zen seketika terpelanting jauh.


"Sekarang bukanlah waktunya untuk aku berurusan denganmu, tuan muda akan marah jika aku berlama lama di sini" Ucap Akuma.


Akuma pun mengayunkan kedua sabitnya yang seketika menciptakan gelombang api dengan energi sihir yang sangat luar biasa.


"Protection!!!" Para pahlawan pun menciptakan dinding perlindungan dan melindungi mereka semua dari gelombang sihir itu.


(Krk!!!)


Hal yang tidak mereka duga terjadi lagi, kekuatan Akuma sangatlah kuat dan mereka tidak dapat menandingi kekuatan Akuma walaupun sudah menggabungkan kekuatan mereka.


(Tcs!!!)


Dinding perlindungan mereka pun hancur, tiba tiba Zen datang dan menghantam gelombang api itu dengan kedua pedangnya dengan sangat kuat.


(Bom!!!!!!!!)


Ledakan yang dasyat pun tercipta.


Akuma yang melihat Zen mampu menahan serangannya pun menatap Zen dengan tatapan pembunuh yang tinggi.


Tetapi ia tidak bisa membunuh Zen karena Koruga telah menunggunya di kastil, ia pun menciptakan portal dan masuk ke dalam portal itu di susul oleh Ren.


Zen pun terjatuh lemas dan pingsan karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh.


...-Disisi lain-...


Koruga yang tau mereka kembali pun menyambut mereka dengan hangat.


"Selamat datang kembali," Ucap Koruga.


Ren pun langsung tunduk dan mengucapkan "Maafkan saya tuan muda, saya tidak berhasil membunuh anak itu" Ucap Ren.


Koruga pun tersenyum dan mengucapkan "Tidak masalah, tujuanku bukanlah menyuruhmu untuk membunuhnya, tapi aku hanya ingin membangkitkan kekuatanmu sepenuhnya Ren" Ucap Koruga sembari tersenyum.


"Kekuatanku yang sebenarnya?" Tanya Ren.


"Ya, kekuatan es sempurna milikmu" Ucap Koruga.


Ren pun baru sadar jika ia berhasil menciptakan es kegelapan.


*Informasi*


Es Kegelapan adalah teknik es yang hanya mampu di kuasai oleh Iblis tingkat tinggi, Es Kegelapan sangat kuat bahkan bisa menghancurkan kristal, tidak hanya menghancurkan kristal, Es Kegelapan juga terbagi menjadi dua tipe, tipe pertama adalah tipe serangan, Es Kegelapan sangatlah cepat dan jika mengenai targetnya, target akan mengalami luka yang parah karena es kegelapan adalah es kutukan yang memiliki racun dengan persentasi kematian tertinggi, tipe yang kedua adalah tipe bertahan, Es Kegelapan dapat menahan segala macam jenis serangan dan mampu menyerap kekuatan sihir dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi.


...-Disisi lain-...


Zen pun terbangun di sebuah ruangan, dan ruangan itu adalah ruang istirahat di akademi Arsenal.


"Dimana ini?" Gumam Zen sembari melihat sekelilingnya.


Zen pun berniat bangun, tapi saat ia ingin bangun, ia merasa tubuhnya sedikit berat, saat ia melihat tubuhnya, ternyata Veliona sedang duduk sembari menjaganya tetapi ia malah tertidur karena kelelahan.


"Terima kasih Veliona, walau kamu terluka kamu tetap memprioritaskan keselamatanku" Gumam Zen.


Tiba tiba Veliona pun melayang ke udara, Zen yang melihatnya pun terkejut.


Tiba tiba muncul rantai sihir yang mengelilingi Veliona, Zen pun langsung bangun dan menciptakan senjatanya, ia pun langsung menyerang rantai itu, tetapi sebelum Zen menyerang, tiba tiba suara seseorang pun terdengar jelas di telinga Zen "Tenang saja, Veliona akan baik baik saja, aku hanya akan melepas segel yang menahan kekuatannya selama ini, karena sekarang adalah waktu yang pas, umurnya sekarang adalah 13 tahun dan satu tahun lagi ia akan menjadi Vampire murni" Ucap gadis misterius yang suaranya terdengar sangat jelas di telinga Zen.


Zen pun tidak jadi menyerang dan bertanya "Siapa kau? kenapa kau bisa tau tentang Veliona?" Tanya Zen.


Gadis itu pun menjawab "Aku adalah ratu Vampire" Ucap gadis itu.


"Tenang saja, aku tidak akan melukainya, ini sudah tugasku untuk memberinya kekuatan, aku memiliki sebuah permintaan, jika boleh, bisakah aku tau sesuatu tentangmu?" Tanya gadis itu.


"Sesuatu tentangku?" Tanya Zen kebingungan.


"Nama kamu siapa?" Tanya gadis itu.


Zen pun menjawab "Namaku Zen"


"Zen, tolong jagalah Veliona, di saat umurnya 14 tahun, ia akan di tangkap oleh para Vampire untuk mengambil darah murni miliknya, sebelum hal itu terjadi, tolong bawalah dan jaga Veliona selama satu hari penuh, karena darah Vampire murni hanya bertahan selama satu hari" Ucap gadis itu memohon kepada Zen.


Zen pun menghilangkan senjatanya dan mengucapkan "Aku akan melindunginya apapun yang terjadi, aku pasti akan melindunginya" Ucap Zen dengan sangat yakin dan percaya diri.


"Terima kasih, Zen.." Ucap gadis itu.


Rantai yang mengelilingi Veliona pun seketika pecah dan Veliona pun terjatuh, sebelum terjatuh, Zen pun langsung menangkapnya.


Zen pun meletakkan Veliona di kasur dan mengucapkan "Maaf Veliona, aku pasti akan melindungimu apapun yang terjadi Veliona, aku tidak akan membiarkan siapapun mati!" Ucap Zen.


...~Bersambung~...