The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 58 : Siyon Power



Zen pun bertanya kepada Siyon "Kenapa kalian menyerangku? pasti ada alasannya kan?" Tanya Zen.


"Kami pikir kamu adalah Vampire itu" Ucap Siyon.


"Vampire?" Bingung Zen.


"Ya, dia mencari Veliona dan kebetulan pemimpin akademi dan para petinggi sedang keluar dari akademi, mereka mengadakan rapat dengan akademi lain" Jelas Siyon.


"Begitukah... Apa Vampire itu adalah Vampire yang memberikan darah Vampire murni kepada Veliona?, tapi tidak mungkin, umur Veliona masih 12 tahun, seharusnya mereka mengambil Veliona di saat 14 tahun" Gumam Zen.


(Bom!!)


Tiba tiba suara ledakan pun terjadi tepat dikamar Veliona.


"Apa yang terjadi?!" Panik Rio dan yang lainnya.


"Ah!!!" Teriak para murid panik sembari berlarian keluar dari asrama.


Zen dan yang lainnya langsung keluar dari ruangan Siyon dan langsung berlari ke ruangan Veliona.


Sesampainya disana, Siyon terkejut karena lima orang Vampire sudah menyandra Rara dan mengancam akan membunuhnya jika Siyon dan yang lainnya tidak menuruti perintah mereka.


"Lepaskan aku!!" Berontak Rara.


"Diam!!" Seru Vampire itu.


"Lepaskan dia!!" Kesal Siyon.


"Jangan bergerak!" Perintah Vampire itu sembari mengancam akan membunuh Rara dengan kukunya yang tajam dan panjang.


Rara pun seketika diam dan ketakutan dengan Vampire itu.


Siyon langsung terdiam menahan kesal, Rio pun bertanya "Apa maumu?!" Tanya Rio.


"Dimana anak yang berdarah Vampire murni itu?! berikan dia kepada kami!" Perintah Vampire itu.


"Atau tidak, dia akanku bunuh!!" Seru Vampire itu.


Siyon merasa sangat emosi dan berniat membunuh mereka berlima, tetapi jika ia bergerak, Rara pasti akan mati.


Disisi lain, Zen terlihat sangat tenang dan terlihat seakan akan ia tidak peduli dengan apapun yang akan vampire itu lakukan, karena ia sudah sangat yakin jika vampir itu tidak akan dapat membunuh Rara.


"Dimana dia!? berikan pada kami!" Perintah Vampire itu.


"Jangan Siyon!!.. Biarkan saja aku!.." Ucap Rara.


Vampire itu pun sedikit melukai leher Rara.


"Agh!..." Rara pun kembali pasrah dengan keadaan yang sangat tidak menguntungkannya.


"Berikan dia atau gadis ini akan mati!" Seru Vampire itu.


Siyon pun terdiam kesal dan ragu untuk mengambil keputusan, tiba tiba Veliona berjalan mendekati Vampire itu sembari mengucapkan "Akulah orangnya"


"Bagus, kemarilah, kau sangat cantik.. kami pasti akan menggunakanmu dengan baik!" Ucap Vampire itu.


Veliona hanya berjalan pasrah karena ia tidak ingin teman temannya terluka hanya karena dirinya.


"Veliona!" Teriak Siyon.


"Siyon, gapapa, jika ini bisa menyelamatkan kalian, pasti akan ku lakukan" Ucap Veliona dengan nada suara rendah.


"Gadis pintar.." Ucap Vampire itu sembari melempar Rara ke arah Siyon.


Siyon langsung menangkap dan memeluk Rara dengan erat.


"Kamu tidak apa apakan?? Rara???" Panik Siyon.


"Kepalaku terasa.. sangat pusing.. dan... seluruh tubuhku... tidak bisa ku rasakan.." Ucap Rara.


Ternyata luka di leher Rara bukan luka gores biasa, Vampire itu telah memasukan cairan racun mematikan ke dalam tubuh Rara.


"Maafkan aku.. Siyon.." Ucap Rara dengan nada yang mulai rendah.


"Aku-" Tiba tiba Rara pun tak sadarkan diri dan tergeletak di pelukan Siyon.


"Rara!!!!!!!" Teriak Siyon.


Veliona yang menyadari ia sedang di jebak pun langsung berlari ke belakang, tetapi saat ia berbalik badan, Vampire itu langsung mencekiknya dan ke dua Vampire lainnya menahan tangan Veliona.


"Lepaskan aku!!" Berontak Veliona.


"Diam!!" Perintah Vampire itu.


"Ah!!" Vampire itu pun mengoyak baju Veliona, ia berniat menggigit dan menghisap darah Veliona.


(Swof!)


Saat Vampire itu akan mengigit dan menghisap darah Veliona, kedua mata Vampire itu tertusuk oleh dua belati milik Zen yang membuatnya langsung membuta dan melepas Veliona.


"Ah!!?!!!, mataku!!!" Teriak Vampire itu kesakitan.


"Sialan kau!!" Seru Vampire lainnya.


Keempat Vampire lainnya pun langsung menyerang ke arah Zen dan yang lainnya.


"Blood laser!" Sihir darah pun langsung mengarah ke mereka.


"Protection!" Yuuiki pun menciptakan perlindungan untuk melindungi mereka, tetapi Zen keluar dari perlindungan dan berlari ke arah para Vampire itu.


"C'Sword" Zen~


(Slash!!!!!!)


Sihir itu pun terbelah yang membuat para Vampire sangat terkejut.


"Bagaimana bisa!?!" Bingung Vampire itu.


"Fire" Zen pun mengalirkan sihir elemen api ke kedua pedangnya dan menebas para Vampire itu.


(Slash! slash!! slash! slash!!)


"Ah!!!!!!!!" Seketika ke empat Vampire itu terbakar dan langsung lenyap akibat serangan Zen.


Zen pun langsung menarik dan memeluk Veliona.


Disisi lain, Vampire yang sebelumnya terluka akibat serangan Zen pun mencabut kedua belati yang menancap di matanya, dan perlahan matanya mulai sembuh.


"Akan ku bunuh kau bocah sialan!!!" Seru Vampire itu.


"Black blood!!" Sebuah bola sihir darah berwarna hitam pun langsung mengarah ke Zen.


"Fire ball!" Zen mengangkat tangannya dan langsung melemparkan sihir bola api ke arah serangan Vampire itu.


Kedua serangan itu pun bertabrakan dan menciptakan ledakan.


(Bom!!!!!!!)


...-Disisi lain-...


Siyon mengingat semua kenangannya bersama Rara dari awal mereka berkenalan, dan mulai pacaran.


"Siyon, bagaimana keadaan Rara??" Tanya Yuuiki.


Yuuiki seketika terdiam dan terpukul melihat kondisi Rara, kulit tubuh Rara perlahan mulai berubah menjadi warna hitam akibat racun dari Vampire itu.


Siyon pun meletakkan Rara di permukaan dan mengusap matanya.


"C'A Katana" Siyon~


(Thar!!!!!)


Petir yang sangat kuat pun menyambar, bersamaan dengan munculnya senjata milik Siyon.


"Kalian semua minggirlah" Perintah Siyon dengan nada pelan dan mulai mengatur kuda-kuda.


Zen dan yang lainnya pun langsung menyingkir dari hadapan Siyon


"Teknik pedang petir" Siyon~


(Tst!! tst!!!!!!!)


"Rara maafkan aku.." Gumam Siyon sembari mengeluarkan airmata.


Siyon pun membuka matanya dan seketika warna matanya berubah menjadi kuning terang bersamaan dengan munculnya aliran listrik di sekitar tubuhnya.


(Tst!!!!!!!!!!!!!)


(Swof!!!!)


Siyon tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan Vampire itu.


"Tebasan kehancuran-" Siyon~


"Destructive!!!!!!!-" Siyon~


(Slash!!!!!!)


"Destructive thunder slash!!!!!!!!!!!!" Siyon~


(Nging!!!!)


(Thar!!!!!!!!!)


(Bom!!!!!!!!!!)


Tebasan Siyon menciptakan halilintar yang langsung menyambar Vampire itu, bahkan serangan Siyon sampai menghancurkan bagian luar asrama dan menciptakan ledakan yang dasyat.


(Thar!!! thar!!! thar!!!!!)


Tidak hanya itu, petir pun terus terusan menyambar tanpa henti.


Rio dan yang lainnya pun menjadi panik dan terkejut melihat apa yang terjadi.


...-Disisi lain-...


"Kekuatan yang luar biasa" Gumam Zen.


Tiba tiba Siyon memuntahkan darah dari mulutnya, perlahan senjata miliknya menghilang dan ia pun terjatuh pingsan.


"Siyon!!" Teriak Rio panik.


"Jangan bergerak!" Perintah Zen.


Rio yang awalnya berniat mendekati dan menolong Siyon pun langsung terdiam di tempat.


"Fire" Zen menciptakan bola api berwarna hijau yang sangat besar.


"Apa yang akan kau lakukan Zen?!!" Seru Rio.


Tetapi Zen tidak memperdulikan ucapan Rio dan ia pun membakar semua orang yang ada di sana.


(Bf!!!!!)


"Ah!!!" Teriak Rio dan yang lainnya.


"Tunggu, apa yang terjadi???" Bingung Endo.


Rio pun terkejut karena mereka tidak terluka sama sekali, bahkan mereka merasakan tubuh mereka yang menjadi ringan.


Semua luka di tubuh Rara pun perlahan pulih yang membuat Yuuiki terkejut.


"Rara!!" Teriak Yuuiki.


Tetapi Rara masih tidak sadarkan diri.


"Dia hanya tertidur" Ucap Zen.


"Apa yang terjadi???" Tanya Yuuiki kebingungan.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, sebaiknya kalian membawa Rara dan Siyon ke tempat aman untuk beristirahat" Ucap Zen.


Yuuiki yang awalnya berniat bertanya pun lebih mementingkan keselamatan Rara, ia dan yang lainnya langsung membawa Rara dan Siyon ke kamar Siyon.


Zen pun berjalan dan melihat keluar dari ruangan Veliona yang sudah hancur.


"Daya hancur yang luarbiasa" Gumam Zen.


Tiba tiba seseorang memeluk Zen dari belakang, Zen pun menoleh dan ternyata yang memeluknya adalah Veliona.


"Terima kasih Zen..." Ucap Veliona.


Zen pun menatap langit sambil mengucapkan "Aku hanya menepati janjiku, aku pasti akan melindungi kalian semua" Ucap Zen.


...-Disisi lain-...


Sosok yang memberikan darah Vampire murni kepada Veliona ternyata adalah tangan kanan dari raja Vampire, ia terlihat sedang duduk di sebelah raja Vampire dan berbincang bincang dengannya.


"Apa darah Vampire murni sudah bisa kita ambil?" Tanya Raja Vampire.


"Masih belum, darah murni hanya berlaku pada saat umurnya sudah mencapai 14 tahun, dan darah Vampire murni hanya berlaku satu hari, jika sudah lebih dari satu hari, darah murni itu akan menjadi darah biasa" Jelas Vampire itu.


"Begitu.." Paham raja Vampire.


"Orang pertama yang meminum darah Vampire itu nanti akan mendapatkan kekuatan Vampire murni dari ratu Vampire ratusan tahun yang lalu" Jelas Vampire itu.


"Kalau begitu, akulah yang akan meminumnya" Ucap raja Vampire.


"Tentu saja" Jawab Vampire itu.


"Tentu saja, aku tidak akan memberikannya, akulah yang akan memiliki kekuatan Vampire murni, dan aku akan menguasai dunia ini!" Gumam Vampire itu.


...~Bersambung~...